
Andri memang bukan anak yang dilahirkannya tapi bagi Mama Ranti Andri tak ada bedanya dengan Yoga dan anak kandungnya yang lain. Untuk itu,Andri merasa sangat beruntung bisa menjadi bagian dari keluarga Bachtiar Dewangga.
🌹🌹🌹
Sementara itu...
Sebuah mobil Pajero sport hitam milik Yoga memasuki halaman sebuah rumah yang jauh dari kata mewah,itu adalah rumah Tya yang kini telah resmi menjadi kekasihnya.
"Assalamu'alaikum..."
"Wa'alaikumsalam..."
Yoga melihat kekasihnya tanpa berkedip,hari itu Tya memang tampak cantik sekali. Blouse biru laut dipadu dengan kerudung motip bunga dan kulot panjang yang keduanya berwarna navy...warna kesukaan Tya. Pakaiannya memang sederhana tapi senyum bahagianya itu yang membuat Tya tampak istimewa.
"Ih...kedip dong Ak...liat apaan sih" ucap Tya salah tingkah,telapak tangan Tya di ayun-ayunkan didepan wajah Yoga yang bengong melihatnya.
"Liat putri cantik bak bidadari..."
"Ih nggak lucu..." ucap Tya sambil cemberut.
Yoga melongok ke dalam rumah Tya...
"Kok sepi...???"
"Ibu belum pulang dari rumah nenek...adik-adik udah berangkat sekolah"
"Kalo gitu kita berangkat sekarang aja..."
"Oke...aku kunci pintu rumah dulu ya..."
Setelah menitipkan kunci kepada Budhe Siti,mobil mereka pun segera melaju meninggalkan rumah Tya.
"Kita mau kemana???"
"Kita cari sarapan dulu ya...kamu udah sarapan belum???"
"Udah tadi sama adik-adik"
"Kalo gitu kamu sarapan lagi...nemenin aku"
"Idich...emang perutku perut apaan...suruh sarapan dua kali"
"Kalo gitu tar kamu nyuapin aku aja ya..." ucap Yoga dengan senyum nakalnya.
Karna hari masih tergolong pagi maka mereka pun akhirnya memutuskan mencari kafe untuk sarapan.
Yoga memarkir mobilnya disebuah kafe yang menyuguhkan berbagai macam sarapan pagi.
Karna pagi itu kafe tampak lengang maka mereka pun bisa memilih tempat duduk yang mereka inginkan. Meja dekat taman dengan kolam ikan di dalamnya yang jadi pilihan Tya.
"Seneng banget liat kolam ikan..." ucap Yoga melihat Tya serius memperhatikan kolam ikan yang ada air mancurnya.
"Iya...bagus ya..." ucap Tya sambil tetap ikan yang ada di kolam.
__ADS_1
"Hmm..."
Mendengar jawaban Yoga,Tya terus menengok kearah Yoga. Dilihatnya Yoga sedang bersedekap sambil meyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.
"Hehehe...Aak marah???"
"Enggak..."
"Kok cemberut...Tar cakepnya ilang loh"
"Hmm...ngerasa dicuekin aja..."
"Hehehe...maap..." Tya nyengir
"Eh pesanan kita sudah datang...ayo sarapan dulu..." ucap Tya mengalihkan pembicaraan
"Makasih mbak..."
"Ayo makan dulu...terus kita nonton ya..."
Tya mengambil sesendok nasi beserta lauk dan sayur,lalu disuapkan ke Yoga. Dengan senyum kemenangan Yoga pun menyambut suapan Tya. Dia melahap semua pesanannya sampai habis.
Selesai sarapan,mereka pun menuju sebuah mall yang tak jauh dari kafe tersebut. Bioskop menjadi pilihan pertamanya.
Dua jam lebih mereka pun keluar dari bioskop.
"Kita mau kemana lagi???" tanya Tya.
"Ayo ikut aku..."
"Kita mau ngapain kesini...???"
"Ngamen..." jawab Yoga sekenanya
"Serius dong...kita nggak akan cari cincin kawin sekarang kan???"
"Emang kenapa??? Kamu ngga mau nikah sama aku???"
"Mau...tapi nggak sekarang,tunggu kau selesaikan kuliahmu"
"Aku tau...tapi beli cincin pengikat boleh dong..."
"Aku ingin semua orang tau kau milikku"
"Hmm...terserah dech..." ucap Tya...dia tak mau perdebatan ini menjadi panjang.
"Misi...mbak mau ambil pesananku yang kemaren"
Karyawan toko itu tersenyum lalu mengambilkan kotak bludru berwarna hitam.
"Ini kan mas...coba dicek dulu"
"Iya benar..."
__ADS_1
Yoga memastikan cincin pesanannya. Sebuah cincin berlian safir indah sekali. Yoga menarik tangan Tya parlahan dan diselipkannya cincin itu dijari manis Tya sebelah kanan.
"Cantik sekali...pasti harganya sangat mahal Aak dapet uang dari mana???"
"Kamu suka???"
"Suka sekali...trimakasih Aak tapi..."
"Aku membeli dengan uang tabunganku,bukan uang hasil minta sama papa atau mama. Aku ingin kau memakainya terus,jangan pernah dilepas"
"Kenapa dipakaikan di tangan kanan???"
"Kamu ini cerewet sekali...aku pakaian disebelah kanan biar setiap kamu beraktipitas orang melihatnya dan tau bahwa kau sudah ada yang punya"
"Posesif amat...Tya kan udah janji akan menjaga hati untuk Aak...jadi kalau ada pria yang mendekati Tya,biarpun tak memakai cincin pasti Tya akan menghindarinya"
"Aak percaya..." ucap Yoga sambil senyum
Yoga mengusap lembut kepala Tya yang berbalut kerudung dengan mesra membuat semua orang yang melihat merasa iri pada Tya.
"Sekarang kita mau kemana lagi???" tanya Tya
"Kita beli baju..."
"Nggak mau...Tya nggak mau tabungan Aak habis untuk belanja yang nggak penting..."
"Soalnya kalo habis nanti yang buat beli seserahan waktu ngelamar Tya apaan dong" ucap Tya polos
Yoga tersenyum gemas melihat kepolosan Tya. Yoga mengandeng tangan Tya keluar dari toko perhiasan itu.
"Kalo gitu kita pulang kerumahku saja...Papa sama mama pasti senang kalo tau kamu datang"
"Ada sesuatu juga yang mau aku tunjukkan padamu...Pasti kamu suka..."
"Apa itu???"
"Nanti kamu juga bakal tau..."
Mereka segera menuju parkiran mall itu lalu Yoga pun segera melajukan mobil menuju rumahnya.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Lanjut...