
Andri mengangguk dan keduanya melangkah pergi menuju kantin rumah sakit.
🌹🌹🌹
Setelah memesan makanan serta minuman,mereka pun mencari tempat duduk yang nyaman.
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan Yoga...ceritakan semuanya pada papa" kata papa mengawali percakapan mereka.
Andri menarik napas pelan...Lalu dia menceritakan semua masalah yang membelit Yoga selama ini dari semenjak SMA...hingga sekarang.
"Hahaha...Oalah Yoga...Yoga...Jadi dari dulu sampai sekarang dia belum juga berani menyatakan perasaannya pada Tya...hahaha" Papa Bachtiar tertawa terbahak-bahak mendengar cerita tentang keluguan anaknya.
"Ya gitu dech anak papa...dan anehnya lagi,semenjak dia jatuh cinta sama Tya hampir 4 tahun ini,Yoga sanggup menjomblo.Padahal cewek yang mau jadi pacarnya aja pada ngantri..." Andri menepuk jidatnya sendiri.
"Yoga kekeuh nunggu Tya,padahal sudah jelas Tya punya tunangan.Alhasil adanya ya cuma kecewa dan sakit hati kan pa..." ucap Andri sambil menggeser pesanannya yang sudah datang ke Papa Bachtiar.
Sementara itu...
"Kenapa...???" tanya Mama Ranti
"Katanya dia dah putus ma...tapi nyatanya dia masih mesra-mesraan sama pacarnya...nyebelin..." Yoga membenamkan wajahnya atas dilipatan tangannya.
Mama Ranti membelai rambut putranya dengan lembut.
"Tya???" Yoga mengangkat kepalanya dan menatap mamanya...
"Darimana mama tau??? Yoga kan blm pernah nyebut namanya dia didepan mama. Hmm...pasti anak mama yang nyebelin itu ya yang kasih tau" gerutu Yoga sambil cemberut merajuk.
"Hai sayang...gimana kamu mau punya pacar,lihat tingkah mu...masih kaya anak kecil" goda mamanya.
"Apa kau tidak tertarik untuk menjalin hubungan dengan wanita lain??? Mama yakin,di negara luar sana pun pasti juga ada yang mencoba mendekatimu"
Yoga menggeleng pelan,mulutnya seolah terkunci...Yoga terdiam lalu direbahkannya kembali kepalanya diatas lipatan tangannya.
Mama Ranti kembali membelai rambut putranya.
"Dengar sayang,dari awal Yoga kan tau kalau Tya sudah bertunangan dan kamu tetap ngotot mencintainya,jadi Yoga juga harus sadar konsekwensinya yaitu kecewa"
__ADS_1
"Kalau Yoga sudah lelah menunggu dan capek kecewa,ya Yoga cari aja pengganti Tya. Tapi kalo Yoga masih kekeuh untuk mendapatkan Tya ya berusaha dan berdo'a. Setidaknya ungkapkan perasaanmu padanya" sejenak mama menarik napas pelan.
"Tapi kalau anak mama ini belum siap mengungkapkan,ya berdo'a lah dahulu setiap sehabis sholat fardhu dan sebut namanya di setiap sholat sunnah mu. Adukan keluh kesah mu pada Nya. Mintalah pada Alloh,kalau Yoga memang jodoh Tya supaya didekatkan dan jika memang Tya bukan jodoh Yoga supaya dijauhkan"
"Yoga harus percaya dan yakin Alloh punya rahasia jodoh yang terbaik untuk Yoga,entah itu Tya...atau gadis lain. Semua masih rahasia Nya" ucap Mama Ranti panjang lebar. Tangannya masih terus mengusap lembut rambut putra bungsunya itu.
Yoga mengangkat kepalanya,dipandangnya Mama Ranti dengan lekat. Lalu diraihnya kedua tangan Mama Ranti dan diciuminya.
"Mama memang paling the best...mama penyejuk hati Yoga...makasih mama" Yoga berdiri dan mencium kedua pipi mamanya.
Tiba-tiba Papa Bachtiar dan Andri masuk...
"Hei...jangan kau ciumi wanitaku...cari dong wanita yang lain,halalin terus ciumi dia sepuas mu...Bikin cemburu aja" hardik papanya.
Beliau berjalan menghampiri istrinya,merangkul dan mencium pucuk kepala istrinya.
"Ih papa genit...pelit pula..." ucap mama.
Kemudian semua tertawa,hanya Yoga yang tampak cemberut dengan gurauan papanya itu.
Di Rumah Tya
"Wa'alaikumsalam..." suara dari dalam rumah dan langkah mendekat dan membukakan pintu.
"Lho jam berapa ini kok udah pulang,emang kamu nggak kerja???" tanya wanita paruh baya itu,yang tak lain adalah Bu Laras.
"Tadinya iya mau nggak masuk tapi jadinya nanti masuk siang. Nggak jadi ijin..." jawab Tya sambil nyelonong masuk.
"Pulang sama siapa kamu???" Bu Laras mencari seseorang yang biasa mengantar anaknya tapi karna tidak ada siapa-siapa lalu beliau menutup pintu rumahnya.
"Kamu nggak diantar Zaki???" tanya Bu Laras masih penasaran karna tak ada jawaban dari anak gadisnya.
"Iya ibu...Tya diantar Mas Zaki...tapi Mas Zaki nya tadi di telepon sama asisten dosen pembimbingnya karna dosen pembimbingnya pengen ketemu Mas Zaki sebelum dosennya tugas keluar negri...Jadi Mas Zaki nggak mampir karna buru-buru..." jelas Tya panjang lebar agar tidak ada pertanyaan lagi.
Tapi bukan Bu Laras kalo ngga kepo pingin tau semuanya.
"Terus kamu tadi darimana kok nggak masuk kerja pagi,padahal tiap minggu kan kamu masuk pagi"
__ADS_1
"Tadi dari rumah Tami ibu...ada keperluan" Tya sudah mulai kesal dengan pertanyaan-pertanyaan ibunya.
"Tadi Zaki kesini tapi bu yakin dia datang buat nyari kamu,walaupun dia bilang datang untuk mengabarkan kalo kamu ada dirumah temanmu" Tya terkejut dengan perkataan ibunya.
"Jangan macam-macam Tya,jangan aneh-aneh...jaga nama baik keluarga,kamu sudah bertunangan...ada yang harus kamu pertanggung jawabkan dengan semua kelakuanmu" lanjut ibu
"Dan soal kerja kamu juga jangan malas-malasan dan main bolos seenaknya aja...kamu harus ingat,ada Anin dan Karin yang jadi tanggung jawab mu juga.Ibu nggak mau kalau mereka sampai punya masa depan yang suram,apalagi sampai putus sekolah" Bu Laras masih mengomel panjang lebar didepan Tya.
Tya hanya diam saja. Matanya memperhatikan acara yang tayang di televisi tapi pikirannya terbang entah kemana. Pikirannya mulai kacau mendengar omelan-omelan ibundanya.
"Kamu ni kebiasaan ya...kalo diajak omong sama orangtua sukanya nyepelein" Bu Laras menyaut remot yang dipegang Tya dan memencet tombol untuk mematikan televisi.
"Tya...kamu denger nggak sih,apa yang ibu sampaikan tadi???" Bu Laras mulai terpancing emosinya.
"Iya ibuuuuuu...Tya tau apa yang jadi tanggung jawab Tya,dan InsyaAlloh Tya amanah..." jawabnya.
"Ibu pegang omongan mu...Pokoknya ibu nggak mau kamu sampai putus dari Zaki dan ibu juga nggak mau kamu mengabaikan kewajibanmu menafkahi keluarga ini"
Bu Laras menaruh kasar remot televisi yang dipegangnya lalu melangkah masuk ke kamarnya. Sementara Tya hanya bisa membuang napas kasar...
.
.
.
.
.
.
.
Lanjut...
Hai trimakasih masih setia dengan kisahku...
__ADS_1
Jangsn lupa like dsn komennya ya...🙏🙏🙏