
Selepas dari ruang dokter,mereka pun segera menuju ke IGD untuk melihat keadaan Tya.
🌹🌹🌹
Tya masih tampak tergulai lemas diranjang rumah sakit. Selang infus,selang oksigen dan selang kateter masih terpasang ditubuhnya. Yoga merasa sedih dan lemas melihat pemandangan ini,dia melangkah mendekati istrinya. Diraihnya tangan istrinya dan diciumnya berkali-kali,dia benar-benar telah kehilangan semangat hidup.
Papa Bachtiar,Mama Ranti dan Ibu Laras pun merasa sangat prihatin melihat putra putri mereka.
"Sayang bangun...jangan tidur terus,aku sendirian nggak ada temannya"
"Sayang bangun...kamu tau kan,aku nggak bisa pake dasi sendiri...Aku payah ya...makanya kamu harus cepat bangun,kalo kamu tidur terus,siapa yang akan memakaikan dasiku" ucap Yoga sambil menitikkan air mata.
"Ma,Tya kok belum bangun-bangun...tadi kata dokter kan dia sudah nggak papa kan ma..."
"Yang sabar ya sayang...yang penting kata dokter, Tya kan sudah melewati masa kritisnya" ucap Mama Ranti
Namun tiba-tiba Yoga yang masih memegang tangan Tya sedari tadi merasakan tangan Tya bergerak...
"Tya...ma tangan Tya bergerak ma..."
Dengan reflex tangan sang mama pun menekan tombol panggilan dokter berkali-kali.
"Tya...kamu bangun sayang..."ucap Yoga
Tya membuka matanya perlahan,senyum manis pun tersungging di bibirnya.
"Permisi sebentar ya tuan,biar saya periksa dulu kondisi nyonya saat ini"
Yoga melepas pegangan tangannya pada Tya.
"Syukur Alhamdulillah...semua normal,janin dua-duanya juga dalam keadaan sehat...tapi tetap nyonya harus menginap disini selama 1 atau 2 hari ini,biar saya lebih mudah memantaunya"
"Janin saya dua dok???"
Dokter mengangguk sambil tersenyum.
"Iya sayang...InsyaAlloh kita dikaruniai anak kembar,seperti Ak Pras dan Teh Tiwi...mereka kan kembar"
"Alhamdulillah...laki-laki semua,perempuan semua atau laki-laki perempuan seperti Ak Pras dan Teh Tiwi..." tanya Tya dengan antusias
"Karena janin masih belum genap 3 bulan,jadi masih belum bisa diprediksi jenis kelaminnya nyonya"
"Akh tidak apa-apa...yang penting keduanya sehat"
"Karna nyonya Tya sudah siuman,maka nyonya akan segera dipindahkan ke ruang rawat inap"
💞💞💞
__ADS_1
Setelah Tya dipindahkan ke ruang rawat inap VVIP,maka papa,mama dan ibu pun pamit pulang.
Adzan dzuhur berkumandang,Yoga pun segera bersiap untuk menjalankan sholat.
"Aak...Tya ikut berjamaah,tapi Tya nggak mau sholat sambil tidur..."
"Lalu...??? Kamu belum kuat berdiri sayang..."
"Tya mau sholat sambil duduk,tolong bantu Tya duduk..."
Yoga menghampiri Tya dan membantu Tya duduk,setelah Tya bertayamum,dengan telaten Yoga membantu memakaikan mukena Tya.
"Terimakasih"
"Iya sama-sama...kita sholat sekarang ya..."
Tya mengangguk patuh dan mereka pu segera menjalankan ibadah sholat.
🌷🌷🌷
Hari ini hari kedua Tya ada dirumah sakit.Dari pagi sehabis sholat subuh,Tya udah merengek terus minta pulang sama suaminya.
"Ayo diminum dulu susu nya"
"Kapan pulang...???" tanya Tya tanpa menghiraukan titah suaminya
"Janji ya...Tya kan udah sehat,Tya udah kuat Ak...Tya nggak mau lama-lama disini,Tya..."
Tya tak melanjutkan celotehnya karna bibirnya keburu disambar oleh suaminya. Tya mendorong tubuh suaminya karna kehabisan napas.
"Aak...ini dirumah sakit,bukan dirumah" ucap Tya sambil memukul lengan suaminya
"Salah sendiri,cuma disuruh minum susu kok malah ngomong panjang lebar"
"Anak kita dua Tya...mereka butuh asupan gizi lebih...mereka butuh susu biar mereka sehat" ucap Yoga sambil mengelus perut Tya
"Tapi hari ini Tya pulang ya Ak..." ucap Tya merajuk
"Iyaaa..." jawab Yoga lembut
Tya menerima segelas susu dari suaminya dan diminumnya susu itu sampe habis.
"Assalamu'alaikum...Selamat Pagi..."
"Wa'alaikumsalam...Yuli..." teriak Tya
"Kamu tugas disini??? Kok baru liat??? Kemaren kok bukan kamu yang nanganin aku??? Kamu kemana aja???" tanya Tya pada sahabatnya
__ADS_1
"Hadeeehhh...sepertinya aku tidak perlu memeriksa istrimu Ga... Kalo dia sudah secerewet ini,berarti dia udah sehat...hahaha..."
Yuli dan Yoga pun tertawa puas melihat tingkah Tya,sementara Tya cemberut karna ditertawakan suami dan sahabatnya.
"Aku sudah setengah taun ini tugas disini. Sejak 2 hari yang lalu aku ada tugas di Semarang,makanya dr Faisal yang menggantikanku dan hari ini aku baru mulai tugas kembali. Sudah puas Nyonya Tyandra Safira Anissa..." jawab Yuli panjang lebar
Mendengar jawaban Yuli,Tya hanya bisa nyengir kuda.
"Aku mau pulang Yul..."
"Iya...ayo aku periksa dulu. Hmmm...Alhamdulillah semuanya bagus...."
"Brarti aku boleh pulang kan...???" rengek Tya
"Iya...tapi tetap harus bedrest dulu ya...nggak boleh bandel. Kasian ponakanku kalau mamanya bandel..."
"Iya..."
"Dengan keadaan Tya saat ini,apa masih perlu aku sewa suster Yul...??? Bukan apa-apa sich,cuman terus terang,aku merasa nggak nyaman kalau ada orang lain yang belum ku kenal ada dirumahku" ucap Yoga
"Ya...sebenernya selama kamu bisa menjamin kelincimu ini nggak bandel dan mau berdiam diri di tempat tidur,sepertinya nggak perlu. Tapi dia tetep butuh pendamping,karna pastinya dia akan bosan jika dikamar sendirian"
"Enak aja kelinci...huu...mana ada kelinci secantik aku" gumam Tya yang masih terdengar oleh Yoga dan Yuli
"Gimana niiich...jadi pulang kan...???"
"Iya pulang bawel..." jawab Yuli
"Tapi ingat,sampe rumah nggak boleh turun dari tempat tidur kecuali aktipitas dikamar mandi dan itupun nggak boleh lama-lama"
"Hmm..." ucap Tya
Tya nggak menyangka kalau kejadian pagi itu membuat dia jadi seribet ini.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Lanjut...