RAHASIA JODOH

RAHASIA JODOH
BAB 80 Mulai Beraksi


__ADS_3

Luna alias Lusy pun menghela napas panjang.


🌹🌹🌹


Lusy POV on


Aku tetap pada misiku...merebut Yoga dari Tya.Kalau aku bisa merebutnya,pasti hidupku akan terjamin.Yoga adalah laki-laki yang sempurna...tampan,kaya,penyabar dan penuh perhatian.Akan ku buat dia bosan dengan kemanjaan istrinya itu..Aku akan terus cari tau kebiasaan dan kesukaan Yoga,agar aku bisa merebut hatinya.Posisiku sebagai adik saat ini,akan memudahkan aku mengambil perhatiannya.


Tunggu saja tanggal mainnya.


Lusy POV off


🌷🌷🌷


Sehabis sholat subuh,Tya berjalan-jalan mengelilingi taman bunga mawarnya.Sementara Yoga menunggui istrinya sambil menyelesaikan pekerjaannya.


"Hai...aku pikir kalian sedang dimana kok didalam sepi...teryata disini.Ini kak coklat hangat untukmu..." ucap Luna alias Lusy sambil menyerahkan mug berisi coklat hangat.


"Trimakasih ya...tau aja aku lagi haus..."


"Sayang istirahat dulu..."


"Iyaaa...Tya lagi pingin metik bunga mawar..."


"Ati-ati kena durinya..."


Baru saja Yoga selesai memperingatkan istrinya,tiba-tiba...


"Aauuu...aduh..."


"Sayang kamu kenapa...???" ucap Yoga sambil berlari mendekati istrinya


"Kena duri..."


"Tuh kan...ku bilang apa...sini liat tangannya..."


Tya mengulurkan jari tangannya dan langsung dimasukkan ke dalam mulut Yoga.


Lusy seperti geram melihat adegan romantis didepannya.Yoga kemudian menuntun Tya ke gasebo.


"Mbak Sari...tolong ambilkan kotak obat..."


"Iya tuan.."


"Biar aku saja yang mengambilkannya..." ucap Lusy

__ADS_1


"Eh nggak usah...kamu duduk saja,biar Mbak Sari yang ngambil" ucap Yoga


"Aak haus...itu minum siapa???" tanya Tya


"Punyakku...mau???" Tya mengangguk


"Ini tuan obatnya..."


"Makasih..."


"Mbak Sari bikin minum tuan kok nggak sekalian bikinin susu buatku sih..." ucap Tya


"Ergh...maap nyonya,tapi saya nggak merasa bikinin tuan minum tuh nyah..."


"Lalu ini siapa yang bikin???"


"Aku yang bikin kak...tadinya mau sekalian bikinin susu ibu hamil juga,tapi nggak tau takarannya..." sahut Lusy si Luna gadungan


"Ooo..."


"Tunggu disini...aku buatin ya..." ucap Yoga


"Biar aku yang buatin aja kak..."


"Sudah biar aku saja...duduklah saja kamu nemenin kakak iparmu" jawab Yoga.


"Kak Tya ini,Luna perhatiin manja banget sih sama kak Yoga. Harusnya kakak itu bisa lebih mandiri...kesian kan Kak Yoga,hidupnya diperbudak oleh istri..." ucapnya


"Maksud kamu apa ya...selama ini aku tidak pernah bermaksud seperti itu dan Ak Yoga pun tidak pernah komplain dengan sikapku.Aku rasa semua masih dibatas kewajaran.Kami kan suami istri apalagi aku sedang mengandung anaknya...jadi apa salahnya..." jawab Tya sedikit terusik


"Aku sih nggak punya maksud apa-apa...cuma risih saja ngeliatnya,karna di keluarga kami,tak ada yang pernah bersikap seperti itu walaupun dengan alasan tengah hamil.Sebab itu sama saja sudah merendahkan harga diri laki-laki...harga diri seorang suami"


"Yaaa...setiap keluarga memang punya cara mendidik anak yang berbeda,sayangnya teryata begitu cara keluarga Kak Tya mendidik Kak Tya...lebay..." ucapnya lagi


"Tutup mulutmu...kau boleh menghinaku tapi kau tak berhak menghina keluargaku" teriak Tya yang mulai terpancing emosinya


Yoga yang mendengar teriakan Tya sangat terkejut. Buru-buru Yoga menghampiri Lusy dan Tya yang melangkah pergi meninggalkan gasebo dengan langkah buru-buru.Kali ini sepertinya Tya sangat tersinggung dengan ucapan Lusy.


"Sayang ada apa...???"


"Enggak..."


Tya berjalan seperti kesusahan,karna perutnya yang mulai membuncit.


"Sayang aku bantu..."

__ADS_1


Yoga mencoba meraih tangan Tya tapi dikibaskan olehnya.Namun tiba-tiba...


"Argh..."


Tya memegangi perutnya,keringat dingin menetes di keningnya dan Tya pun limbung pingsan.Untung ada Yoga disitu,dengan cepat dia menangkap tubuh Tya.


"Bi Sumi tolong telpon dokter Yuli dan tolong panggilin Pak Diman buat bantu saya mengangkat tubuh nyonya"


"Iya tuan..."


Bi Sumi segera memanggil Pak Diman suaminya lalu dia pun segera menghubungi dokter Yuli sesuai perintah majikannya.


🌷🌷🌷


Tya sudah dibaringkan dikamar,Yoga pun dengan telaten mengelap peluh didahi istrinya yang terus keluar.Yuli datang dan langsung menuju kamar Tya dibawah.


"Apa yang terjadi Ga...Tya jatuh???" ucapnya sambil memeriksa keadaan Tya.


"Aku tak tau Yul...tapi Tya nggak jatuh kok,Alhamdulillah aku sempat menangkap tubuhnya"


Yoga menceritakan kejadian sebelumnya tadi dikamar belakang.


"Astaghfirulloh Ga...aku kan sudah bilang,jaga Tya betul-betul...jaga jangan sampe emosinya meledak-ledak...Orang hamil hormon dan moodnya nggak stabil,apalagi dia hamil anak kembar...pahami itu Ga..." ucap Yuli sedikit emosi


"Iya Yul..." jawab Yoga singkat sambil membelai rambut Tya.


"Tya kok belum bangun Yul...dia dan anak-anakku nggak papa kan Yul..." ucapnya cemas,Yoga menciumi tangan Tya


"Alhamdulillah Ga..semua baik-baik saja,aku sengaja kasih obat tidur dosis rendah biar dia bisa tidur sejenak dan melupakan rasa amarahnya" jelas Yuli


Yoga manggut-manggut,tangan kirinya membelai rambut Tya dan tangan kanannya menggenggam dan menciumi tangan Tya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Lanjut...


__ADS_2