RAHASIA JODOH

RAHASIA JODOH
BAB 30 Keputusan


__ADS_3

Tya mengangguk...Dia berusaha mengingat kembali apa yang telah terjadi


🌹🌹🌹


Tak lama kemudian Andri dan Indri datang. Melihat Tya sudah sadar,Indri segera memeluknya.


"Alhamdulillah kamu sudah sadar..."


"Bajuku basah Indri...nanti kamu ikutan basah dech..."


"O iya...ini aku habis beli...dah kumplit sampe ke kerudungnya segala"


Tya bangun dari duduknya hendak berganti baju tapi badannya yang masih sangat lemas pun tiba-tiba limbung dan ketika dia akan terjatuh dengan sigap Yoga menangkapnya. Sedetik mata mereka saling bertatapan dan ketika Tya menunduk,Yoga pun segera tersadar...


"Eh,kamu nggak papa kan??? Bisa jalan sendiri???" tanyanya gugup.


Tya mengangguk,tapi ketika Yoga hendak melepaskan tubuhnya...kembali Tya hendak terjatuh. Tami menyadari kecanggungan mereka,lalu...


"Biar aku bantu..." ucap Tami sambil memegang tangan Tya.


"Hati-hati Tami..."


"Iya Ga...kamu ngga usah khawatir..."


30 menit kemudian Tya sudah muncul dengan penampilan berbeda. Biarpun wajahnya masih terlihat pucat tapi memakai baju yang bersih dengan warna cerah membuat kecantikannya muncul lagi. Setelah mengucapkan terimakasih pada tim SAR,mereka pun berpamitan untuk pulang.


"Kita cari makan dulu...kamu mau makan apa???" tanya Yoga.


"Terserah kalian saja...aku ngikut"


"Nggak bisa gitu...kamu kan lagi sakit...kamu pingin makan apa???"


"Biar seger...bagaimana kalo kita makan soto sapi saja...di dekat sini ada rumah makan soto sapi yang enak" ucap Yuli


"Kamu nggak papa kan Ga makan makanan rakyat...???" tanyanya lagi sambil menggoda Yoga.


"Hush...emangnya aku ini siapa...makanan apa saja aku oke kok"


"Kamu kuat nggak jalan sampai ke mobil...???" tanya Yoga kepada Tya.

__ADS_1


Tya mengangguk.


Ketika mobil yang dikemudikan Andri datang,Tya melangkah pelan dibantu Tami dan Indri.


Tak menunggu waktu lama mereka pun sampai ke rumah makan yang dimaksud Yuli.


Baru saja langkah kakinya menaiki tangga rumah makan,Tya sudah disuguhi pemandangan yang menyakitkan. Teryata rombongan Zaki juga makan disitu dan ketika kaki Tya melangkah dilihatnya Lia sedang menyuapi Zaki dan Zaki pun dengan senang hati menerimanya.


Tya memundurkan langkahnya hingga menabrak badan Yoga yang ada dibelakangnya. Tami segera memegang Tya yang kembali limbung. Yuli dan Indri pun teryata melihat adegan menyakitkan itu.


"Kita cari rumah makan lain???" tanya Yuli.


Tya menggeleng.


"Aku harus kuat" bathin Tya.


Tya menegapkan badannya,dia justru melenggang melewati meja Zaki. Saat bersamaan Zaki sedang melihat ke arah Tya.


Zaki hampir menyemburkan makanan di mulutnya.


"Tya...???"


"Aku nggak papa...biarkan aku bicara sebentar dengannya"


"Kamu yakin..." Tya mengangguk.


Tya melangkahkan kakinya menuju meja Zaki. Yoga,Andri,Tami,Yuli dan Indri mengawasi Tya dari meja mereka.


"Tya...ka...kamu...Mas..."


Zaki gugup menghadapi Tya,dia sadar telah melakukan kesalahan besar. Tya tersenyum...


"Boleh mengganggu kesibukan mas sebentar??? Tya pingin bicara berdua saja" pinta Tya yang sanggup membuat Zaki semakin salah tingkah.


Mereka pun kemudian berjalan keluar dari rumah makan dan duduk di kursi taman di rumah makan itu juga.


"Tya...mas bisa jelasin semuanya" Zaki mencoba mengurangi kegugupannya.


"Tidak perlu,Tya tidak sedang ingin mendengar penjelasan mas"

__ADS_1


Tampak dengan jelas Tya tengah menahan tangisnya agar tidak keluar,dia berusaha tegar menghadapi kenyataan. Tya melepas cincin pertunangannya lalu Tya menarik tangan kanan Zaki.


"Maap mas,kali ini Tya sudah mantap melepas mas dan mengembalikan ini" Tya meletakkan cincin itu di telapak tangan Zaki.


"Tya...." Zaki tak sanggup melanjutkan kalimatnya.


"Tya sudah melihat semuanya...dari waktu mas ada di pantai hingga ketika Tya baru masuk rumah makan ini. Tya juga pernah beberapa kali melihat mas pergi bersamanya ketika mas bilang ke Tya kalau mas sedang sibuk,bahkan Tya juga pernah melihat dia masuk ke kamar mas dan menutup rapat pintu kamar mas. Waktu itu Tya menunggu sambil berharap mas membuka pintu dan menyuruhnya keluar tapi setelah 10 menit,15 menit sampai 30 menit Tya menunggu di tangga,pintu kamar mas tetap tidak dibuka sampai akhirnya Tya memutuskan untuk pergi"


"Tya tidak tau apa yang kalian perbuat di dalam tapi Tya jadi tau apa arti kata 'bebas' yang pernah Mas Ari katakan dulu pada Tya"


"Tya rasa...selama sebulan ini,memang sudah tidak ada Tya lagi di hati mas..."


"Tya,kapan Tya kerumah??? Kenapa Tya nggak pernah bilang sama mas??? Kenapa Tya nggak mengetuk pintu kamar mas??? Tya,mas bisa jelaskan semuanya...Apa yang Tya lihat,tak seperti yang Tya pikirkan"


Zaki berusaha membela diri tapi Tya tak memberi Zaki kesempatan untuk bicara.


"Maap mas,Tya tidak ingin mendengar penjelasan mas lagi,semuanya sudah cukup jelas bagi Tya. Maap jika selama ini Tya tidak bisa menjadi seperti yang mas mau" Tya bangkit dari duduknya dan melangkah pergi meninggalkan Zaki yang hanya bisa terdiam tak mampu berbuat apa-apa.


Ingin Zaki memegang tangan Tya untuk menahannya agar tidak pergi tapi seluruh tubuhnya seperti lemas tak berdaya.


.


.


.


.


.


.


.


Lanjut...


Terimakasih masih setia dengan karya perdana Author...


Jangan lupa like dan komennya yaaa...

__ADS_1


__ADS_2