RAHASIA JODOH

RAHASIA JODOH
BAB 81 Semakin Berani


__ADS_3

Yoga manggut-manggut,tangan kirinya membelai rambut Tya sedangkan tangan kanannya menggenggam dan menciumi tangan Tya.


🌹🌹🌹


Yuli tarsenyum bahagia melihat cara Yoga memperlakukan Tya.


"Ga,aku pulang dulu...jaga betul-betul istrimu. Oya Ga,aku tadi melihat ada perempuan berpakaian sexy...siapa dia Ga???"


"Ya itulah adik sepupuku,maklum selama ini dia tinggal di luar negri jadi cara berpakaiannya ya gitu dech"


"Ada baiknya kau tegur dech,biar agak sopan dikit bajunya...ini Jogja Ga...rasanya kok kurang pas diliat mata...Oke...aku pulang dulu...Assalamu'alaikum"


"Iya,nanti akan aku tegur dia...Wa'alsikumsalam...sorry aku nggak bisa mengantarmu ya Yul..."


"Iya...santai aja..tungguin dan jagain aja tuan putri cantikmu itu Ga,jangan dibikin stres...Jaga juga ponakan-ponakanku"


"Siap bu dokter..."


Yuli pun berlalu pulang,sementara Yoga melanjutkan kembali membaca koran dan duduk disamping ranjang Tya.


"Maap tuan,sarapan sudah siap..." kata Bi Sumi


"Aku tunggu Tya bangun dulu bi...suruh Non Luna sarapan duluan..."


"Iya tuan..."


Tak berapa lama,Tya pun terbangun dari pengaruh obat tidur yang Yuli berikan


"Aak..." panggil Tya pelan,Yoga menoleh lalu meletakkan korannya


"Iya...kamu sudah bangun sayang...mau minum???" ucap Yoga dengan lembut,Tya mengangguk


"Ini air putih dulu...mau minum susu juga??? Atau makan dulu aja ya..." kali ini Tya menggeleng


"Kenapa??? Kamu harus makan sayang... kesian anak-anak udah lapar lho..."


"Tya sayang...apa ada yang ingin kamu ceritakan???"


Tya kembali menggeleng,tapi tanpa terasa air matanya menetes di pipi.


"Kamu kenapa??? Apa aku telah berbuat salah padamu???"

__ADS_1


Tya menggeleng...


"Jangan bikin aku penasaran Tya...ini ada apa??? Kenapa tadi kamu tadi marah dan nggak mau ku sentuh???"


Tya masih diam tapi air matanya terus mengalir.Yoga mendekati Tya lalu dipeluknya istrinya itu.


"Ya sudah kalo belum mau cerita,sekarang kita keluar sarapan ya...Kasian anak-anak kita kalo kamuu nggak mau makan...Atau mau makan disini aja???" tanya Yoga


"Aku nyonya rumah disini,aku nggak boleh kalah dengan dia yang hanya tamu dirumahku.Aku nggak peduli walau dia sepupu suamiku" bathin Tya


Tya menggeleng,lalu melepaskan diri dari pelukan suaminya,di sekanya air mata yang masih tersisa,dia pun beranjak untuk keluar sarapan.


"Mau sarapan di luar???" tanya Yoga


"Iya..." Yoga memapah Tya..tapi Tya menolak


"Tya mo jalan sendiri..."


Yoga terkejut dengan perubahan sikap Tya,karna biasanya dia justru selalu menempel padanya.


"Ada apa Tya...tak biasanya kamu begini..." gumam Yoga dalam hati


"Oke...aku ikuti permainanmu sayang..." katanya lagi dalam hati


"InsyaAlloh"


Tya duduk disamping kanan Yoga,harusnya Luna alias Lusy duduk disebelah Tya tapi dia justru memilih duduk disebelah kiri Yoga.


Tya hendak mengambil nasi buat Yoga,tapi kalah cepat dengan Lusy.


"Sini piringnya biar aku yang ngambilin,kesian kak Tya...kakak mau makan pake apa??? Ayam apa daging???" ucap Lusy


Yoga menunjuk apa yang dia mau sambil melirik Tya yang diam saja sedari tadi.Tya menunggu Luna alias Lusy menawarinya,tapi teryata dia hanya meladeni Yoga saja.Tya pun akhirnya akan mengambil makannya sendiri,tapi belum sempat Tya mengambil,Yoga mencegahnya.


"Kamu nggak usah ngambil sayang,sini hadap sini...buka mulutmu" titah Yoga tapi Tya tampak ragu-ragu


"Ayo buka mulutmu,anak-anak jangan dibiarkan menunggumu,mereka pasti sudah lapar" ucap Yoga sambil menyuapkan semua nasi yang ada dipiringnya sampai habis


"Mamanya pinter,pasti nanti anak-anaknya juga pinter kaya papanya...hehehe"


Tya tersenyum mendengar ucapan Yoga,sementara Si Luna palsu menggertakkan giginya karna amarah yang tertahan.

__ADS_1


"Kak Yoga,jam 9 nanti anterin Luna ke toko buku Gramedia ya..Luna pingin beli buku,hari ini kakak libur kan???"


Yoga melihat ke arah Tya meminta ijin


"Pergilah,tapi Aak sarapan dulu nanti ndak sakit" ucap Tya yang tengah berusaha baik-baik saja


"Ganti suapin dong...pengen disuapin mama"


"Tapi mama belum pulang tuh dari Bandung...gimana dong..."goda Tya


"Mamanya anak-anak...bukan mamaku itu mah si nenek..hehehe..."


Tya tertawa geli melihat tingkah suaminya.Yoga tampak bahagia melihat Tya tersenyum.


"Ayo dong ma...buru...papa laper ni..." ucap Yoga manja


Tya tertawa lebar melihat tingkah Yoga,membuat Yoga makin bahagia melihatnya.Beda dengan Luna palsu yang merasa dongkol dalam hatinya.


"Aku harus gerak cepat...akan ku bungkam senyummu menjadi tangis pilu Tya..." bathinnya


"Maap...aku pamit ke kamar dulu buat siap-siap...kalian lanjutin aja dulu sarapannya" ucap Luna palsu


"Silahkan..." jawab Tya


Tya mengambil sarapan dan menyuapi suaminya.


Sementara sepasang mata memperhatikan mereka dengan perasaan geram.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Lanjut...


__ADS_2