
Zaki terdiam,kata-kata Tya benar-benar menusuk jantungnya.
🌹🌹🌹
"Trimakasih mas sudah pernah hadir dalam hidup Tya,trimakasih juga untuk hari ini,yang telah memberi kebahagiaan kepada adik-adik Tya"
"Maap jika Tya tak bisa menerima mas kembali,karna Tya kini telah menerima seseorang yang dengan setia menunggu Tya selama 4 tahun lamanya"
Tya menarik tangan Yoga dan menggenggamnya erat.
"Mas berhak bahagia dengan wanita lain dan Tya pun telah memilih bahagia dengan pria lain"
Zaki masih terdiam,lidahnya terasa kelu untuk menjawab semua kata-kata Tya. Zaki pun melangkah pergi meninggalkan Tya dan Yoga di teras rumah Tya tanpa pamit.
Begitu masuk mobil,Zaki pun segera memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Rasa kecewa,malu dan menyesal,berkecambuk jadi satu dalam hatinya.
Yoga duduk diruang tamu rumah Tya ketika Tya keluar bersama adik-adiknya.
"Aak...kenalin ini Anin dan Karin,adik-adikku..."
Yoga mengulurkan tangannya yang disambut oleh Anin dan Karin.
"Anin..."
"Karin..."
"Yoga..."
"Kak Yoga ganteng..." ucap Karin polos
"Trimakasih...Karin dan Mbak Anin juga cantik,kaya Mbak Tya..." jawab Yoga
"Iya dong,kita kan saudara...Ayo Karin kita masuk..." ujar Anin sedikit ketus
"Karin sama Mbak Anin masuk dulu ya kak" pamit Karin
Yoga mengangguk dan tersenyum. Anin segera menarik Karin dan mereka pun berlalu masuk kedalam. Tya jadi nggak enak hati sama Yoga.
"Maapkan atas sikap Anin ya Ak...Adik-adikku sudah terbiasa dengan kehadiran Mas Zaki jadi mereka masih butuh penyesuaian dengan kehadiranmu. Apalagi Anin,dia lebih dekat dengan Mas Zaki daripada ke aku" ucap Tya sambil menunduk.
Yoga tersenyum lalu mengusap lembut pucuk kepala Tya.
__ADS_1
"Hei jangan sedih tuan putri cantikku..."
"Aku tau dengan situasi yang ada,aku tidak marah. Ini justru tantangan bagiku untuk bisa mengambil hati mereka"
"Ayolah sayang senyum...aku tau perjuangan baruku akan segera dimulai,tapi asal kau tetap bersamaku,aku yakin pasti aku bisa memenangkannya. Aku pernah meyakini akan mendapatkanmu,nyatanya sekarang terjadi"
Air mata haru Tya tak bisa dibendung lagi,Tya menangis mendengar ucapan Yoga.
"Hei jangan menangis sayang...Do'a serta dukungan dari orang tuaku dan kamu adalah kekuatanku. Senyum dong...jangan kau surutkan perjuanganku dengan tangismu" ucap Yoga sambil menghapus air mata di pipi Tya.
Tya mengangguk,tersenyum dan menghapus air matanya.
"Tapi tidak hanya mereka yang akan kamu hadapi Ak tapi nanti ibuku pun sambutannya pasti tak kalah menyakitkan dari sikap Anin. Aku takut kau nanti akan menyerah dan mundur" ucap Tya yang kembali terisak.
Terbayang dalam pikirannya,betapa murkanya ibu jika nanti mengetahui Tya telah memutuskan pertunangannya dengan Zaki dan telah menjalin hubungan dengan Yoga.
"Percayalah pada pangeran gantengmu ini sayang...Aku tidak akan mundur selangkah pun demi mendapat restu dari ibundamu"
Yoga menggenggam kedua tangan Tya. Dia terus menerus meyakinkannya bahwa dia akan terus berjuang dan bertahan untuk kebahagiaan Tya.
"Tya sayang...Besok adalah hari terakhirku di Indonesia karna lusa aku harus berangkat untuk menyelesaikan kuliahku. Aku janji akan cepat menyelesaikan kuliahku dan cepat meminangmu untuk menjadi istriku."
”InsyaAlloh..."
"Jaga hatimu untukku slalu ya..."
"InsyaAlloh..."
"Tya,aku percaya kau tidak akan mengecewakanku. Sudah malam...aku pulang dulu,kamu istirahat ya...luv U calon istriku..." Yoga mencium pucuk kepala Tya.
Tya tersenyum manis...
"Luv U too calon suamiku...hati-hati dijalan ya..."
Yoga pun segera meninggalkan Tya di teras rumahnya. Aura bahagia terpancar jelas dari wajah Yoga...mobil Pajero sport hitam itu pun segera melaju meninggalkan rumah Tya.
Di Rumah Ari
"Assalamu'alaikum..."
"Wa'alaikumsalam..."
__ADS_1
"Lho bunda sama Mbak Nia masih disini...kirain sudah kembali ke hotel" ucap Zaki
"Itu kan mau mu..." jawab Nia sedikit sinis sambil membolak-mbalikkan majalah di pangkuannya.
"Sudahlah...ayo kita ke kamarmu,ada yang ingin kami bicarakan denganmu"
Ibunda dan kakak Zaki pun melangkah menuju tangga untuk ke kamar Zaki,sementara Zaki mengekor di belakangnya.
"Dudukklah..." titah ibundanya setelah sampai didalam kamar.
Zaki duduk dikursi belajarnya,sementara ibunda dan kakaknya duduk diatas tempat tidurnya.
"Tadi pagi,kami mendatangi Tya sesuai permintaanmu"
"Bunda sudah meminta bahkan lebih tepatnya memohon agar Tya mau kembali menjadi calon menantu bunda"
"Tya anak baik tapi kenapa kamu tidak bisa menjaganya dengan baik"
"Dia sudah cerita semua perlakuanmu padanya dan ada beberapa cerita yang entah sengaja atau kamu memang tidak berani cerita dengan jujur pada bunda. Tya meminta bunda menanyakannya padamu tapi bunda tidak ingin bertanya,bunda ingin kamu yang menceritakannya sendiri. Cerita mana yang kau lewatkan pada bunda"
Sesaat Zaki terdiam lalu dia menarik napas pelan dan menceritakan poin-poin yang belum dia sampaikan pada ibundanya.
.
.
.
.
.
.
.
Lanjut...
Jangan lupa like dan komennya ya...
Trimakasih...🙏🙏🙏...
__ADS_1