
Karin sengaja cepat-cepat menjawab,karna takut keduluan Anin yang sudah dapat dipastikan jawabannya hanya akan memojokkan kakaknya.
🌹🌹🌹
Ibu masih terus mengomel marah-marah nggak karuan,dibumbuin dengan omongan Anin amarah ibu semakin menjadi.
Diam-diam Karin mengirim pesan pada kakaknya.
📨"Mbak,cepat pulang...ibu menanyakan Mbak Tya. Siapkan mental mbak karna ibu tengah marah-marah"
📨"Kalo bisa pulang aja sendiri jangan diantar Mas Yoga,takut nanti Mas Yoga kena marah ibu"
📩"Oke..."
Di Rumah Yoga
"Aak hari sudah mau maghrib,Tya pulang dulu ya..." ucap Tya hati-hati
"Katanya mau disini sampe malem..."
"Iya,tapi barusan Karin bilang aku disuruh pulang karna ibu mencari Tya"
"Oh ibu sudah pulang??? Ayo aku antar,sekalian aku ingin berkenalan dengan beliau..." ucap Yoga semangat
"Tya sebaiknya pulang sendiri saja Ak..."
"Kenapa??? Kamu tidak suka aku kenal dengan ibumu??? Lagian mama pasti tidak mengijinkan kamu pulang sendirian"
"Aak kan sayang Tya,pasti Aak bisa cari alasan biar mama ngijinin Tya pulang sendiri. Bantuin ya...ya...ya...please..." rayu Tya sambil memasang muka imutnya.
"Bilang dulu kenapa aku nggak boleh antar kamu pulang???"
Tya diam,dia tak berani mengatakan hal yang sebenarnya. Dia membuka pesan dari Karin dan menyerahkan pada Yoga.
"Hmm...aku siap kok kalo harus kena marah ibumu"
"Please jangan sekarang Aak...biar Tya selesaikan dulu masalah Tya,karna ini pasti berhubungan dengan gagalnya pertunangan Tya" ucap Tya memohon
"Oke...tapi aku tetap akan mengantarmu walaupun tidak sampai rumah. Dan kamu harus janji untuk menceritakan semua yang terjadi nanti"
Tya mengangguk setuju. Dan setelah berpamitan dengan kedua orang tua Yoga,mobil mereka pun melaju ke rumah Tya.
Mobil berhenti dua rumah dari rumah Tya. Yoga terlihat berat melepas Tya karna dia tau kekasihnya itu akan menghadapi situasi yang pasti sangat tidak mengenakkan.
Tya membuka sabuk pengaman dan ketika dia akan membuka pintu,Yoga menahannya.
__ADS_1
"Ayolah Ak...Tya pasti baik-baik saja...Aak jangan khawatir..."
"Hati-hati..."
"Tya..."
Tya kembali menoleh kearah Yoga...
"Apa aku terlihat seperti seorang pengecut karna tidak mau menemui ibumu"
Tya menggeleng
"Bukan tidak mau...tapi belum Tya ijinin. Aak tetap calon imam Tya yang paling baik dan paling gentel buat Tya..."
"Sudahlah sekarang Aak pulang ya..."
"Kau pulanglah dulu...aku akan mengawasimu sampai kau masuk rumahmu"
Tya tersenyum manis...
"Trimakasih untuk semuanya calon imam Tya tersayang..."
Yoga membelai kepala Tya sekilas sambil tersenyum. Yoga pun akhirnya langsung pulang setelah dia memastikan Tya masuk rumahnya.
"Assalamu'alaikum..." ucap Tya sambil menutup kembali pintu rumahnya
"Tya duduklah,ibu ingin bicara padamu. Ini menyangkut kelanjutan pertunanganmu dengan Zaki" ucap ibu to the point
Tya pun menuruti apa kata ibunya.
"Tya kenapa kamu tidak pernah bicara sebelumnya sama ibu jika kamu akan memutuskan hubunganmu dengan Zaki"
"Dan kenapa sesudahnya pun,ibu harus tau dari adik kamu. Kenapa kamu tidak berterus terang kepada ibu"
"Tya...Tya...kemana sih otakmu,hubungan yang tinggal selangkah lagi kenapa kau lepaskan begitu saja. Kamu tau...harapan ibu satu-satunya untuk bisa lepas dari kemiskinan ini adalah pernikahanmu dengan Zaki...Kamu tau...Zaki sudah setuju menyekolahkan adik-adikmu sampai jadi sarjana,tapi sekarang...kau kubur hidup-hidup semua cita-cita adik-adikmu...Tega kamu...kakak macam apa kamu..."
Tya diam menunduk,air matanya tumpah tak bisa ditahan lagi.
"Jawab Tya...jawab...jangan kau hanya diam saja..." bentak ibu
"Pertanggung jawabkan kelakuanmu yang telah mempermalukan keluargamu itu...jangan hanya bisanya mewek saja"
"Ibu,maapkan Tya ibu..." ucapnya disela isakan tangisnya
"Maap tidak menyelesaikan masalah...jelaskan alasanmu" bentak ibunya lagi
__ADS_1
"Ibu...Tya merasa ada banyak perubahan pada diri Mas Zaki semenjak bapak meninggal dan kita jatuh miskin"
"Untuk hal-hal umum,dia memang masih sama tapi untuk hal-hal tertentu,dia telah banyak berubah"
"Nggak usah berbelit-belit Tya...hal-hal tertentu itu apa???"
"Dia telah berselingkuh dan dia juga dengan tega pernah meminta kesucian Tya,bu..." ucap Tya lirih hampir tak terdengar karna isakan tangisnya kembali pecah.
"Apa??? Tak mungkin Zaki berbuat seperti itu,kamu jangan memfitnah Zaki hanya untuk membela dirimu sendiri"
"Demi Allah demi Rasulullah Tya tidak pernah berbohong bu..."
"Karin juga pernah liat Mas Zaki sedang pergi berdua dengan seorang wanita,mesra sekali"
"Diam kamu anak kecil...tau apa kamu" bentak ibu pada Karin
"Tya,ibu ngga mau tau apa yang terjadi diantara kalian berdua,ibu hanya mau kamu dan Zaki kembali bersatu. Untuk mengangkat derajat kita dan demi masa depan adik-adikmu"
"Maap ibu...Tya nggak bisa..."
"Kenapa nggak bisa???Lagian seandainya Zaki meminta kesucianmu sekalipun wajar saja...selangkah lagi kalian menikah...apa bedanya,yang penting masa depanmu terjamin"
"Astaghfirullah...Tya nggak nyangka ibu bisa berkata seperti itu.Itu sama saja ibu menjual Tya..." ucap Tya tak percaya
"Demi masa depan adik-adikmu Tya...kau nggak mau berkorban??? Mereka tanggung jawabmu...ingat itu!!!" bentak ibu,Tya hanya bisa menangis karna sudah kehabisan kata-kata.
"Begini saja Tya...kalau memang kamu tidak bisa kembali dengan Zaki,kamu harus bekerja extra keras untuk membiayai adik-adikmu hingga menjadi sarjana. Dan karna kau telah mengecewakan ibu,ibu tidak ingin melihatmu disini. Ibu ingin kau mencari tempat tinggal lain,sampai ibu bisa menerima kehadiranmu lagi disini" ucap sang ibu sambil beranjak dari tempat duduknya masuk kedalam kamar.
Duarrr
Bagai disambar petir disiang bolong,Tya tak menyangka kata-kata itu keluar dari ibu kandungnya. Tya hanya bisa menangis dan pasrah menerima keputusan ibunya.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Lanjut...