RAHASIA JODOH

RAHASIA JODOH
BAB 24 Nongkrong Bareng


__ADS_3

Tya pun menurutinya.Dia masih belum bisa mengerti mengapa Yoga sampai sebegitu perhatiannya pada dirinya.


🌹🌹🌹


Biarpun bukan malam minggu tapi Kafe Legend memang tetap tampak ramai,terlihat dari penuhnya kursi-kursi kafe oleh para pengunjung.


Beruntung Yoga sudah terlebih dulu memesan satu tempat yang ada diujung kafe. Dari arah situ mereka bisa melihat dengan jelas panggung live music nya.


Mereka berenam duduk disebuah meja yang berukuran besar. Tami dan Andri sepertinya sengaja mendorong agar Tya bisa duduk disamping Yoga. Sementara Yuli dan Indri yang melihat aksi Tami dan Andri pun menatap tajam kearah Tami seolah minta penjelasan atas aksi mereka berdua. Tami yang sadar akan tatapan mereka pun langsung memberi kode jika dia akan menjelaskannya nanti.


Diam-diam Tami memang sudah tau semua cerita tentang perasaan Yoga pada Tya dari Andri. Dan Tami pun mengungkapkan semua curhatan Tya tentang hubungan Tya dan Zaki akhir-akhir ini kepada Andri. Bukan bermaksud gibah tapi Tami hanya ingin melihat Tya bahagia. Karna kalau didengar dari curhatan Tya padanya,makin hari Tya makin meragukan ketulusan Zaki. Walaupun menurut Tya,Zaki masih sangat perhatian padanya.


Setelah mereka duduk,seorang pelayan memberikan buku menu dan selembar kertas serta sebuah pulpen pada mereka.


"Tinggal aja mas,biar mereka lebih santai memilih...nanti saya antar kesana" ucap Andri.


Pelayan itu mengangguk dan meninggalkan meja mereka. Setelah mereka menyelesaikan pilihannya,Andri pun berdiri...


"Aku antar ini dulu kesana" kata Andri sambil memperlihatkan kertas pesanan ditangannya dan segera melangkah kearah meja resepsionis.


Lalu tiba-tiba...


"Tam,anterin aku ke toilet dong..." pinta Yuli sambil menarik tangan Tami,yang diminta pun tau arti permintaan Yuli sebenarnya.


"Aku juga ikut ya..." ujar Indri,dia pun segera berdiri dari tempat duduknya.


"Tunggu...kok aku ditinggal sendirian" Tya merasa diacuhin sama teman-temannya.


"Kan ada Yoga disini,mana bisa dibilang sendiri" ucap Tami


Yoga yang disebut namanya pura-pura tidak mendengar,dia malah tampak asik memainkan ponselnya.


"Lagian kami cuma sebentar kok" ucap Indri


Tya melirik Yoga,Tya pun cemberut melihat Yoga yang masih asik dengan ponselnya.


"Sama dia...dia aja asik sama ponselnya" rajuk Tya dan Tya makin memonyongkan bibirnya.


Diam-diam Yoga memperhatikan tingkah Tya yang sedang merajuk pada teman-temannya.

__ADS_1


"Ih,gemesin banget sih..." bathin Yoga.


"Ga,taruh dong ponselnya...aku titip Tya sebentar ya..."


Yoga mengangguk lalu meletakkan ponselnya. Dan mereka pun berlalu tanpa menghiraukan rajukan Tya lagi.


"Kamu manja banget sih sama mereka..."


"Mang kenapa???" sahut Tya jutek


"Hahaha...jutek amat sih neng...Yaa nggak nyangka aja,kamu yang keliatannya dewasa teryata sama teman-temanmu kamu terlihat seperti anak kecil..." Yoga terkekeh dibuatnya,dia baru tau disisi lucu dari Tya yang menurutnya sangat menggemaskan.


"Biarin ih...kalo nggak suka,pura-pura aja nggak tau..." Tya masih tampak jengkel karna ditertawakan oleh Yoga.


"Suka kok...apalagi kalo manjanya sama aku...pasti aku tambah suka banget..."


"Maksudnya..."


Mata Tya melotot...Yoga makin berani menggoda Tya. Dan sebuah cubitan pun mendarat dilengannya,Yoga meringis lalu tertawa terbahak-bahak...


Sementara itu...


Mereka lalu duduk disebuah bangku taman yang tak jauh dari toilet.


Tami menceritakan semuanya...dari mulai Yoga yang diam-diam mencintai Tya dari masa SMA,tentang gagalnya Yoga menyatakan perasaannya pas kelulusan juga tentang taman impian Tya yang dibangun Yoga dirumahnya. Yuli dan Indri sampe melongo dibuatnya.


"Ya Alloh...sampai segitunya Yoga???" ucap Yuli


"Tya tau perasaan Yoga??? Lalu bagaimana dengan Mas Zaki???" tanya Indri


"Tya belum tau. Lagian kata Tya,Mas Zaki banyak berubah semenjak dia tinggal dirumah temannya"


"Bahkan sudah sebulan ini mereka tak saling bertemu. Mas Zaki beralasan sibuk dengan tugas akhirnya dan Tya tidak mau ambil pusing karenanya..." cerita Tami.


"Kenapa begitu??? Bukannya Tya sangat mencintai Mas Zaki...kenapa dia tidak berusaha menemui Mas Zaki???" tanya Indri tak mengerti.


Tami menarik napas pelan...


"Kata Tya Mas Zaki pernah meminta Tya untuk melakukan hubungan suami istri...semua itu dikarenakan teman Mas Zaki yang punya rumah itu sering mengajak pacarnya bermalam disana. Dan Mas Zaki sering dijadikan bahan ledekan oleh mereka" terang Tami

__ADS_1


Yuli dan Indri melotot mendengar cerita Tami. Dia tak menyangka Zaki yang selama ini mereka hormati sebagai calon suami sahabat mereka punya sifat seperti itu.


"Terus bagaimana tanggapan Tya waktu Mas Zaki minta itu???" tanya Yuli


"Tentu saja marah,makanya Tya kemarin sempat memutuskan pertunangannya" jawab Tami


"Dan saat ini walaupun mereka sudah baikan, Tya justru menjaga jarak. Dia takut kalo sering bertemu,dengan keadaan Tya yang masih mencintai Mas Zaki,Tya takut dia khilaf sehingga tanpa sadar dia menyerahkan kesuciannya" terang Tami.


Yuli dan Indri manggut-manggut tanda paham atas pemikiran Tya.


"Eh kita ngobrolnya disambung lain waktu lagi ya,takutnya Tya curiga karna kita kelamaan di toilet" lanjut Tami.


"Tunggu...satu lagi..." Yuli menghentikan langkah teman-temannya.


"Apa lagi...???"


"Apa kamu dan Andri bermaksud menjodohkan Tya dengan Yoga???"


"Biarkan waktu yang berbicara...yang pasti aku hanya ingin Tya mendapatkan yang terbaik" ucap Tami.


Lalu mereka pun berjalan menuju ke meja mereka. Mereka melihat Yoga dan Tya mengobrol dan sambil bercanda bahagia.


.


.


.


.


.


.


.


Lanjut...


Jangan lupa like n komennya ya...

__ADS_1


Makasih... 🙏🙏🙏


__ADS_2