
Tya menyudahi pesan di ponselnya. Dia sadar akan kemana arah pembicaraan adiknya.
Baru saja dia berjalan beberapa langkah untuk berangkat kerja,sebuah mobil Pajero sport warna hitam menghampirinya.
🌹🌹🌹
"Assalamu'alaikum...tuan putri cantik"
Seseorang pria membuka kaca jendela mobilnya sambil tersenyum manis. Tya membalas senyuman itu dengan senyuman yang tak kalah manisnya,membuat jantung pria itu berdebar kencang. Dia adalah Yoga..Prayoga Putra Dewangga.
"Wa'alaikumsalam..."
"Mau berangkat kerja ya...yuk aku antar" ucap Yoga basa-basi...
"Memang tidak merepotkan???"
"Tidak ada kata repot untuk mengantar tuan putri pujaan hati"
"Hadeeehhh...pagi-pagi sudah ngegombal..."
Yoga dengan cepat turun dan membukakan pintu mobil buat Tya.
"Trimakasih....tapi lain waktu jangan berlebihan...Aku masih bisa buka pintu sendiri..." ucap Tya
Tya masuk kedalam mobil dan Yoga pun hanya bisa nyengir mendengar ucapan Tya. Kemudian mobil pun segera melaju dengan kecepatan sedang.
20 menit kemudian mereka sampai di tempat kerja Tya. Sebuah swalayan besar yang telah memiliki banyak cabang. Swalayan milik keluarga Yoga. Yoga memarkir mobilnya,beberapa karyawan yang mengenalnya pun mengangguk hormat. Diam-diam Tya memperhatikan hal itu.
"Kamu juga ikut turun???" tanya Tya
"Memangnya kenapa??? Ada larangan gitu cowok ganteng masuk swalayan ini" goda Yoga
"Narsis...huuh" ucap Tya sambil cemberut
"Atau...kamu takut kalo ada yang naksir aku didalam nanti..."
"Hmmm...pede amat yak...Lagian aku ni apa kamu sampe takut kamu ditaksir orang..huuh nyebelin"
Tya lalu turun dan segera masuk lewat pintu karyawan,setelah pamit kepada Yoga. Sedangkan Yoga tertawa melihat tingkah Tya.
Di Dalam Swalayan
"Tya..."
"Iya Pak..."
__ADS_1
"Kamu kok tumben baru sampai" ucap laki-laki itu yang tak lain adalah Pak Reza,supervesior Tya.
"Tapi saya belum terlambat kok pak...tadi saya absen masih kurang 3 menit kok"
"Yang bilang kamu terlambat siapa??? Saya kan bilang kok tumben baru sampai..."
"Kamu nanti ke ruangan saya ya..." ucapnya sambil berlalu
"Siap pak..."
Selesai membantu temannya membereskan barang,Tya pamit temennya untuk ke ruangan Pak Reza.
"Fit,aku tinggal ke ruangan Pak Reza dulu yaaa..."
"Oke...Hati-hati yaaa..."
"Kok hati-hati...untuk apa???"
"Hati-hati kejebak cinta duda...hahaha..." jawab Fitri sambil tertawa dan mengacungkan jempolnya.
"Ngaco kamu..."
Tya pun segera menuju ruang kerja Pak Reza.Dan setelah sampai di depan ruang kerja Pak Reza,dia pun mengetuk pintu ruangan tersebut.
"Tok...tok...tok..."
"Wa'alaikumsalam...Masuk...."
"Duduklah dulu sebentar..."
Tya duduk dikursi depan meja kerja Pak Reza,sementara Pak Reza masih sibuk mencari sesuatu.
"Sudah beres pekerjaanmu???" tanya Pak Reza sambil duduk di kursi kerjanya.
"Sudah pak...Emmm ada apa ya pak kok manggil saya,apa ada yang bisa saya bantu???"
Pak Reza diam sejenak,lalu dia menarik napas pelan. Tya jadi sedikit tegang.
"Emmm...Tya,apa kamu tidak pernah merasa melakukan kesalahan???"
Degg...Tya sangat terkejut mendengar ucapan Pak Reza.
"Maap pak,setau saya selama ini saya sudah berusaha bekerja sebaik mungkin. Saya datang tidak pernah terlambat,pekerjaan saya disini juga selalu beres dan saya juga tidak pernah bolos...Jadi kesalahan apa yang sudah saya perbuat???" ucap Tya panjang lebar.
"Saya sudah lama memperhatikan kamu dan saya memergoki kamu telah mencuri"
__ADS_1
"Mencuriii??? Itu fitnah pak...Perlu bapak tau,orang tua saya tidak pernah mengajarkan kami anak-anaknya mengambil barang yang bukan menjadi hak kami. Jadi mana mungkin saya mencuri" ucap Tya yang mulai terpancing emosi.
"Tapi kenyataan yang saya tau begitu. Saya memergokinya sendiri"
"Maksud bapak???"
Bukannya menjawab Pak Reza malah berdiri dan berjalan mendekatinya lalu dia berjongkok disamping kursi yang Tya duduki. Tya terkejut dan ikut berdiri,dia menggeser kursinya dan melangkah mundur. Mulutnya terkunci...terkejut dan bingung dengan apa yang dilakukan Pak Reza.
Diam-diam ada sepasang mata yang merasa sangat geram melihat adegan itu, Tangannya mengepal karna menahan cemburu. Ingin dia segera mendobrak pintu tapi ditahannya karna dia pingin melihat reaksi Tya menghadapi situasi seperti itu.
"Hatiku yang kau curi Tya..." ucap Pak Reza sambil membuka kotak kecil yang dari tadi digenggamnya. Sebuah cincin berlian yang cantik. Tya masih terdiam.
"Tya,aku tau saat ini kamu sudah tidak terikat dengan siapapun,untuk itu aku memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaanku"
"Tyandra Safira Anissa...maukah kau menikah denganku" lanjut Pak Reza
Tya masih diam,dia ngga menyangka akan menghadapi situasi seperti ini. Yang pasti,dia tak pernah menyukai apalagi mencintai Pak Reza.
"Jawab Tya..." Pak Reza mulai sedikit mengitimidasi Tya.
"Maap pak...sa...saya nggak bisa..." ucap Tya karna terkejut oleh ucapan Pak Reza yang sedikit membentak.
Pak Reza pun berdiri dan mulai mendekati Tya yang berjalan mundur menjauhinya. Pak Reza terus mendekati Tya,membuat Tya tiba-tiba merasa ketakutan.
Reza Mahardika
.
.
.
.
.
.
.
Lanjut...
Jangan lupa like dan komennya ya...
__ADS_1
Trimakasih...🙏🙏🙏...