
Tya memandang punggung suaminya dengan isakan yang nyaris tak terdengar. Dia sadar bahwa suaminya pergi untuknya dan untuk keluarga kecilnya.
🌹🌹🌹
Begitu sampai di hotel,sudah pasti Yoga langsung video call dengan istrinya. Begitupun ketika dia akan makan dia juga selalu melakukan video call sekalian mengecek apakah istrinya sudah makan dan minum susu hamil ataupun belum. Bahkan ketika mau tidur dan bangun tidur,video call nggak pernah ketinggalan.
Yoga menyelesaikan urusannya disana sampai lembur. Dia ingin segera pulang karna dia tak ingin membuat cemas istrinya. Tapi sebelum pulang dia berniat mengunjungi om dan tantenya yang tinggal disana,sekalian mengambil dokumen yang ada dirumah mereka.
Hari pertama...terlalui begitu saja. Sore harinya di hari kedua Yoga bersiap untuk pulang tanpa mengabari istrinya. Dia ingin memberikan suprise seperti yang sering dilakukannya dulu.
Tapi teryata Yoga tidak pulang sendiri,Luna adik sepupunya yang tinggal disana pun ikut pulang ke Indonesia.
Jogja terasa terik di jam 1 siang.Perjalanan hampir 18jam terasa sangat melelahkan.Yoga sengaja tak mengabari siapapun atas kedatangannya. Keluar dari bandara,dia memilih menggunakan jasa taksi untuk mengantarkannya sampai kediamannya.
Taksi bandara sudah berhenti di depan rumahnya,Luna pun memandang kagum dengan kediaman Yoga yang terpampang di depannya.
"Ayo masuk..." ajak Yoga
Luna mengikuti Yoga sambil memperhatikan seluruh sudut halaman rumah Yoga.
"Assalamu'alaikum..."
"Wa'alaikumsalam..."
Baru saja Bi Sumi akan berteriak melihat kedatangan majikannya,Yoga sudah menaruh telunjuknya di depan bibirnya. Bi Sumi pun segera menutup mulutnya rapat-rapat.
"Nyonya dimana???" ucap Yoga berbisik
"Nyonya tidur tuan...barusan minum susu hamil,hari ini nyonya sedikit uring-uringan tuan. Tadi juga sempet menangis karna tuan tidak melakukan video call tadi pagi..." adu Bi Sumi pada majikannya
"Maap tuan...mbak ini siapa ya???"
"Ini adik sepupu saya yang tinggal disana,namanya Luna...oya...tolong antar non Luna ke kamar tamu ya bi..."
"Iya tuan..." ucap bibi patuh
Bi Sumi pun mengantar tamunya ke kamar tamu untuk beristirahat,entah mengapa sejak pertama Bi Sumi melihat Luna,ada rasa tak suka dihatinya.
Di Kamar Yoga
__ADS_1
Yoga mengendap masuk ke kamarnya yang di lantai bawah,di lihatnya Tya tidur dengan posisi terlentang. Perutnya yang terlihat lebih buncit dari wanita hamil pada umumnya membuat dia tak bisa tidur dengan posisi lain selain terlentang.
Yoga memandangi wajah yang sangat dia rindukan itu,terlihat olehnya dengan jelas air mata yang masih tersisa di sudut matanya. Yoga menghapus sisa air mata itu dengan tangannya dan teryata hal itu membuat istrinya terbangun...
"Eugh...kamu siapa" tangannya reflex menepis tangan Yoga
"Ih galak amat...ini aku suamimu sayang..."
Tya berusaha untuk duduk,matanya yang masih terasa buram dibulatkan agar dia yakin siapa lelaki yang ada di depannya. Setelah jelas siapa lelaki itu,dengan sedikit berteriak Tya pun segera menghambur ke pelukan suaminya.
"Aak..." Tya pun memeluk erat suaminya sambil menangis seolah takut kehilangan
"Ih dasar si cengeng,ditinggal pergi nangis,sudah datang pun nangis lagi..." goda Yoga
"Biarin...hikz hikz hikz..."
Yoga membelai lembut rambut indah Tya yang tidak tertutup kerudung.
"Katanya disana 3 hari tapi ini baru 2 hari disana sudah pulang..." ucapnya tanpa melepas pelukannya.
"Hmmm...nggak suka???"
Yoga tersenyum bahagia melihat ekspresi istrinya. Dia merasa penantiannya memenangkan hati Tya sudah di dapatnya dengan sempurna.
"Kangen banget ya...???"
Tya mengangguk berulang-ulang.
"Aak juga???" tanyanya manja
"Emmm...lumayan"
Mendengar jawaban suaminya,Tya langsung melepas pelukannya dengan air mata yang mulai mengalir kembali. Yoga tau istrinya marah,diraihnya tubuh istrinya yang mencoba meronta sambil tertawa puas.
"Tentu saja Aak kangeeeeeennnn banget...Jangan marah dong..."
Lalu Yoga pun pindah mencium perut buncit Tya...
"Hai sayangnya papa...Assalamu'alaikum...Trimakasih sudah jagain mama ya..."
__ADS_1
"Dua hari ditinggal,kira-kira ada om-om yang deketin mama enggak???" ucap Yoga
"Ada dong...mamaku yang cantik...tadi pagi-pagi sudah disamperin sama om dokter ganteng pa...namanya Om Faisal...hehehe..." goda Tya
Yoga langsung duduk dari posisi bungkuknya.
"Serius...???" Tya mengangguk
"Kok bisa,bukannya sudah ku bilang kalo ada apa-apa suruh telepon Yuli...kenapa harus dia yang datang" ucap Yoga emosi
"Mana ni bibi...Bi...Bi Sumi..."
"Aak dengerin Tya dulu..."
"Nggak bisa...Bi...Bi Sumi..."
"Iya tuan..."
Tampak Bi Sumi menghadap tuannya yang sedang emosi dengan tenang.
"Bi,katanya bibi bisa amanah menjaga nyonya,tapi kenapa bibi tidak mendengarkan aturan saya. Kenapa tadi pagi,dokter Faisal yang datang...kenapa bukan dokter Yuli???" geram Yoga
"Maap tuan,tadi pagi perut nyonya kram,saya langsung menelpon dokter Yuli sesuai amanat tuan,tapi dokter Yuli mau mengoprasi pasiennya jadi dokter Yuli memerintahkan dokter Faisal untuk memeriksa nyonya"
Pandangan Yoga beralih ke istrinya,matanya yang merah masih terlihat menakutkan
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Lanjut....