
Mama hanya mengangkat bahunya. Yoga pun lalu pamit untuk ke kamarnya.
🌹🌹🌹
"Sayang..." panggil Yoga sambil membuka pintu kamarnya.
Yoga lalu terdiam ketika melihat istrinya tengah menjalankan sholat dhuha. Dia duduk di sofa sambil menunggu istrinya selesai berdo'a. Begitu istrinya selesai dan menoleh padanya,senyum manis pun tersungging dari bibirnya.
"Ada apa??? Pagi-pagi sudah heboh..." ucap istrinya sambil melipat mukenanya
"Eh sayang kamu tau nggak...kata mama,Andri dan Anin pacaran lho..."
"Emang Aak baru tau???"
"Lho emang kamu udah tau???"
"Udah..."
"Kok nggak bilang aku..."
"Aak nggak nanya..." jawab Tya sambil membetulkan dasi suaminya
"Kamu nggak bilang...Andri juga nggak crita...Hmmm sepertinya aku dikucilkan oleh keluargaku sendiri..."
"Nggak usah lebay...'Cup' Tya mencium bibir suaminya...
"Lagi dong..." pinta Yoga
"Aak...dah siang...ayo cepet turun sarapan...kesian mama dah nunggu lama..."
"Hmmm..." Yoga merangkul istrinya sambil menciumi pipi Tya
"Aak...malu akh...tuh diliatin Mbak Ndari sama mama..."
"Biarin..'Cup...cup...cup..."
Dasar Yoga,semakin dilarang malah semakin menjadi...
Mbak Ndari yang tengah membantu mama nyiapin sarapan pun tersenyum melihat tingkah majikannya.
"Mbak tolong panggil Mas Andri untuk sarapan"
"Lho Andri udah pulang to ma..."
"Iya...barusan terus mama suruh mandi"
"Oooo...." Yoga manggut-manggut
Andri duduk disebelah mama dan sarapan pun dimulai.
__ADS_1
Selesai sarapan,Tya membantu merapikan baju suaminya.
"Ndri pake satu mobil saja...kamu yang nyetir...karna ada yang mau aku tanyakan dan ada yang harus kamu jelaskan padaku"
"Apa...???" tanya Andri pada Tya memakai tak bersuara dan Tya hanya mengangkat bahunya tanda tak tau.
"Jangan bisik-bisik dan kode-kodean sama istriku..."kata Yoga posesip...
"Amit-amit Ga...sama aku aja cemburu..."
Mereka pun segera berangkat menuju kantor,setelah berpamitan dengan mama dan Tya.
Di Dalam Mobil
"Maneh rek nanya naon??? ( Kamu mau tanya apa??? )" ucap Andri
"Maneh bobogohan jeung Anin??? ( Kamu pacaran sama Anin??? )"
"Nyak...( iya )"
"Kok bisa...??? Bukannya tadinya kamu bilang suka sama Tami???"
Andri diam dan membuang napas kasar...
"Anin adik Tya,berarti adikku juga. Karna dia tak punya saudara laki-laki...jadi kini Anin dan Karin adalah tanggungjawabku"
"Jangan mainin adikku Ndri..."
"Bagaimana dengan Tami???"
Andri menarik napas pelan
"Tami sudah dijodohkan dengan anak sahabat papanya dan Tami mau menerima perjodohan itu...Aku bisa apa???"
"Lalu kau pindah ke hati Anin??? Kau jadikan dia pelarianmu???"
'Ciiiitttt...' Andri mengerem mobilnya dan memarkir dipinggir jalan.
"Kamu jangan kuatir Ga...tidak ada kata pelarian di kamusku. Aku mencintai dan menyayangi Anin dengan tulus. Kita sudah lama kenal,bahkan kita telah ditakdirkan menjadi saudara,jauh sebelum aku dekat dengan Anin. Pastinya kau sudah hapal betul sifatku. Aku tidak akan mungkin mempermainkan perasaan wanita,terlebih Anin. Percayalah..."
"Hmmm...oke,aku pegang janjimu..."
"Aku hanya tak ingin Anin terluka,karna kalau sampai dia terluka,Tya pun ikut terluka. Dia sangat menyayangi adik-adiknya,lagian Anin itu masih bocah...dia baru saja lulus SMA...kesian kalo harus patah hati"
"Siap...!!! Aku akan pegang janjiku...InsyaAlloh semua berjalan lancar..."
Andri mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Sampai dikantor mereka memasuki ruangan masing-masing dan mulai sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.
__ADS_1
Di Rumah Yoga
"Ma...boleh nggak Tya berkunjung kerumah ibu,Tya kan belum sempet liat rumah baru ibu...???"
"Tentu saja boleh sayang...Tapiii..."
"Tapi apa ma..."
"Tapi kalau Tya pergi,mama jadi sendiri dong...Emmm...boleh nggak kalo mama juga ikut...mama ingin bertemu dan ngobrol sama ibumu .." ucap mama agak ragu.
"Tentu saja ma...Tya malah seneng mama mau ikut...hehehe..."
"Kalo gitu mama ganti baju dulu..."
"Mbak Ndari tolong bilang Pak Mamad suruh siapin mobil..." titah mama
"Ya bu..."
Tak butuh waktu lama mereka pun berangkat ke rumah baru Bu Laras. Ya...memang baru tiga hari ini,Bu Laras tinggal dirumah baru.
Rumah berpagar hitam itu adalah rumah pemberian Yoga. Rumah itu tidak terlalu besar,tapi memang lebih layak dibanding rumah yang kemarin,berkamar tidur 4 dan berhalaman sedikit lebih luas.
"Kita mampir swalayan sebentar ya pak..."
"Mau apa mah...???"
"Kamu nggak pingin pamit dulu sama suamimu...Sekalian mama mau cari oleh-oleh buat ibumu"
Sesampainya diswalayan...
📨"Sayang...lagi apa??? Tya di bawah ni sama mama..."
📩"Baru selesai metting,kok nggak naik ke kantor aja"
📨"Tya sama Mama lagi beli oleh-oleh buat ibu,tapi mama malah ngobrol sama Pak Reza"
Tya pun mengirim foto mamanya yang sedang ngobrol dengan Pak Reza dan tanpa sengaja saat Tya mengambil foto,tampak Pak Reza sedang mencuri pandang padanya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Lanjut...