RAHASIA JODOH

RAHASIA JODOH
BAB 41 Taman Impian


__ADS_3

Mereka segera menuju ke parkiran mall itu,lalu Yoga pun segera melajukan mobil menuju rumahnya.


🌹🌹🌹


Tak butuh waktu lama,mobil Pajero sport hitam itu sudah terparkir dihalaman sebuah rumah mewah.


Baru saja Yoga akan turun dari mobil tapi dengan cepat Tya menahannya.


"Kenapa???" tanya Yoga dengan lembut.


"Aak...Tya takut...Bagaimana kalau orang tua Aak nanti tidak suka sama Tya"


Yoga tersenyum sambil mengusap pucuk kepala Tya.


"Ya nggak mungkinlah...Kamu kan sudah sering ketemu mama ditempat kerja dan emangnya mama pernah terlihat nggak suka gitu sama kamu"


"Ditempat kerja Tya kan bawahan,selama Tya tidak melakukan kesalahan pasti semuanya akan baik-baik saja. Tapi sekarang Tya datang sebagai kekasih putranya,apakah Nyonya Ranti mau menerima putranya berpacaran dengan karyawannya...yang hanya karyawan rendahan lagi..." ucap Tya tertunduk.


Dia benar-benar merasa takut dan minder jika harus berhadapan dengan boss nya bukan sebagai anak buah melainkan sebagai kekasih putranya.


Yoga tau apa yang dirasakan Tya saat ini,dia segera meraih tangan Tya dan mengajaknya keluar dari mobilnya.


"Kamu tidak akan tau kalau kamu tidak berhadapan langsung dengannya"


"Tak perlu khawatir,aku tidak akan meninggalkanmu walaupun nanti kedua orang tuaku tidak bisa menerimamu"


Tya menggenggam erat tangan Yoga.


"Assalamu'alaikum..." ucap Yoga sambil membuka pintu dengan satu tangan,sementara tangan kirinya masih digenggam erat oleh Tya.


"Wa'alaikumsalam..." jawab kedua orang tua Yoga bersamaan.


"Eee...ada Tya,sini sayang...sini duduk sini"


Mama Ranti menepuk sofa meminta Tya agar duduk disampingnya. Tya memandang Yoga dan Yoga pun memberikan anggukan tanda mengijinkan Tya duduk disebelah mamanya. Perlahan Yoga melepas genggaman tangan Tya dan Yoga sengaja meninggalkan Tya bersama kedua orang tuanya.


"Ayo sini...kok malah bengong..." titah sang mama mengulangi.


"I...iya bu..." jawab Tya gugup dan takut.


Tya mendekat dan menyalami dan mencium punggung tangan Mama Ranti. Diluar dugaan Tya,Mama Ranti langsung memeluk Tya dan menciumi pipi Tya.


"Kok bu...panggil mama,ini kan dirumah bukan ditempat kerja,lagian mosok sama calon mertua panggilnya kaya panggilan ke atasannya..." Tya mengangguk


"Pa,ini lho yang namanya Tya...calon mantu kita...cantik kan..."

__ADS_1


"Hmm...teryata pintar juga anakku pilih calon mantu..."


Tya berdiri menyalami dan mencium tangan Papa Bachtiar. Hatinya sangat lega dan bahagia menerima sambutan yang hangat dari kedua orang tua Yoga.


Tak lama kemudian mereka bertiga pun terlibat perbincangan yang seru,tentu saja yang jadi bahan obrolan adalah Yoga. Mama Ranti begitu antusias memperlihatkan dan menceritakan photo-photo masa kecil Yoga,sesekali terdengar suara tawa mereka yang membuat mereka melupakan keberadaan Yoga yang menjadi topik mereka.


"Tadi takut...sekarang saking asiknya,aku dilupain..."


Yoga menyilangkan kedua tangannya didada dengan bibir cemberut merajuk...


"Hehehe...maap..."


"Eh ma...pinjem Tya sebentar ya..." Yoga menarik tangan Tya agar mengikutinya.


"Mau kemana sih..."


"Ikut aja...ada yang ingin aku kasih liat ke kamu.."


Sampai dihalaman belakang rumah Yoga,Tya terkejut bukan kepalang. Hamparan tanaman bunga mawar merah tertata rapi...sebuah kolam ikan serta air mancur di tengahnya dan sebuah ayunan pun ada disana. Tya melangkah memegang pucuk bunga-bunga itu,senyum manis terukir di bibirnya.


"Aak...siapa yang membuat ini semua...indah sekali..."


"Kamu suka???"


"Suka...suka...sukaaaaaaa sekali"


"Taman ini kubuat untuk seseorang yang dari dulu selalu istimewa dihatiku. Seseorang yang hanya bisa ku pandang tapi tak bisa ku pegang. Menurutmu kira-kira siapa seseorang itu???" goda Yoga


"Tauk..." jawab Tya sambil cemberut. Lalu Tya pun mengalihkan perhatiannya pada ayunan dan bermain disana.


"Nggak pengen tau seseorang itu siapa???"


Tya menggeleng cuek.


"Semua orang punya masa lalu..Tya juga Aak...Masalahnya kenapa masa lalu Aak harus punya kesenangan yang sama dengan Tya"


"Memang kenapa kalo sama"


"Yaaa....kalo sama...berada disini pasti membuat Aak pasti semakin tidak bisa melupakannya"


"Memang aku nggak pernah punya keinginan untuk melupakan masa laluku itu"


Tya sekilas melihat kearah Yoga,lalu dia beranjak pergi. Tapi belum sempat melangkah,Yoga dengan cepat meraih tangan Tya.


"Kamu tau...aku tak mau melupakan seseorang yang ada dimasa laluku itu,karna dia akan ku jadikan masa depanku"

__ADS_1


Tya semakin kecewa,dikibaskan tangan Yoga yang tengah memegang tangannya. Tapi Yoga justru semakin erat memegangnya,membuat Tya nggak bisa melepaskannya.


"Mau kemana...???"


"Pulang..."


"Kenapa...???"


"Aku merasa salah tempat berada disini"


"Kenapa begitu...???"


"Kau bahkan belum tau siapa seseorang dimasa laluku itu" Yoga masih belum puas menggoda Tya.


Tya diam,matanya mulai berkaca-kaca. Dia tidak menyangka,teryata Yoga mendekatinya hanya untuk mempermainkannya.


"Serius nggak ingin tau"


Tya hanya menggelengkan kepalanya lagi.


"Tapi aku ingin memberitahukan padamu"


Tya masih diam dan tak bergerak dari tempatnya. Hatinya terasa sakit sekali,Tya memalingkan wajahnya agar tak melihat Yoga.


"Lihatlah kesini...lihatlah walpaper di ponselku ini"


Tya menggeleng...dia tak mau melihat apa yang ingin diperlihatkan oleh Yoga dan tanpa sadar air matanya pun tak mampu dibendungnya lagi.


Yoga menarik tangan Tya membuat Tya jatuh di pelukannya.


"Hei...kenapa menangis...lihatlah photo siapa ini"


Tya melihat sekilas karna malas tapi seketika matanya terbelalak setelah melihat photo siapa yang dijadikan walpaper di ponsel Yoga.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Lanjut...


__ADS_2