RAHASIA JODOH

RAHASIA JODOH
BAB 72 Insiden Di Pinggir Pantai


__ADS_3

Lia kembali mendorong Tya,dan kali ini dia tak mampu menguasai diri hingga dia jatuh terjerembab dipasir.


🌹🌹🌹


"Nyonya..." teriak Sari sambil mendekati majikannya yang terjatuh di pasir


"Anda siapa...jahat sekali anda sama nyonya saya" ucap Sari sambil membantu Tya berdiri


"Jahat??? Nyonya kamu itu yang jahat...dia orang yang suka bersenang-senang diatas penderitaan orang lain. Pembohong...sok suci...huuh" Lia mengacungkan telunjuknya ke arah Tya dan tiba-tiba Lia kembali mendorong tubuh Tya yang baru saja berdiri.


Tya kembali terjatuh dan karna kali ini hentakannya lebih kuat,maka Tya pun pingsan. Darah segar mengalir dari pahanya membuat Sari ketakutan,sementara Lia segera meninggalkan tempat itu tanpa rasa bersalah


"Tolong...tolong..." teriak Sari cemas


Beberapa orang dari tim SAR yang sedang patroli segera menolong dan mengangkat Tya ke mobil patroli.


"Tolong bawa ke hotel SP pak..."


"Nggak bisa mbak,nyonyamu harus segera dibawa kerumah sakit...kau telpon saja tuanmu,kami akan segera membawanya kerumah sakit daerah"


Sari mengangguk dan segera menghubungi tuannya.


Yoga merasa gelisah diruang metting,Pak Irham yang mengetahui hal itu lalu mendekati Yoga yang sudah dianggap seperti anaknya sendiri.


"Minum dulu tuan...Tuan tidak apa-apa kan"


"Perasaan saya nggak enak pak.Tolong lanjutkan metting ini,saya mau..."


Belum selesai dia bicara,teleponnya berdering,dilihatnya teryata dari istrinya.


"Assalamu'alaikum sayang...ada apa???"


"Wa'alaikumsalam tuan...ini saya Sari,saya sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit. Nyonya pingsan tuan,ini tim SAR membawa nyonya ke rumah sakit daerah" ucap Sari sambil menangis ketakutan.


"Astaghfirulloh Tyaaa..." teriak Yoga sambil berlari menuju mobilnya


Di Rumah Sakit


Tya segera dibawa ke IGD...darah yang masih mengalir membuat Tya belum sadarkan diri.


Yoga berlari menuju ruang IGD,dia mendapati Sari sedang menangis ketakutan disana.


"Mana Tya..." teriaknya cemas,membuat Sari semakin ketakutan


"Sedang dalam penanganan tuan..."

__ADS_1


"Maapkan saya tuan...saya tidak bisa menjaga nyonya dengan baik"


"Apa yang terjadi Sari..."


Sari tertunduk dan terisak,lalu dia menceritakan semua yang terjadi pada nyonyanya.


"Kurang ajar...aku akan mengambil tindakan...Aku tidak peduli dia sedang hamil"


Yoga mengambil ponselnya


"Cari tau wanita hamil yang bernama Lia yang telah mencelakai istriku. Jemput Sari sekarang buat mengenali wanita itu..." Yoga menutup ponselnya


"Sari,kau nanti ikut Feri...cari wanita itu sampai dapat"


"Iya tuan..."


Tak lama Sari pun berangkat menyisir pantai untuk mencari Lia bersama Feri.


Sementara itu...Papa Bachtiar,Mama Ranti dan Ibu Laras telah sampai di rumah sakit.


"Yoga...apa yang terjadi..." tanya papanya dan Yoga pun menceritakan semuanya


"Dari awal Yoga sudah melarang Tya ikut pa,karna hari ini agenda Yoga padat jadi Yoga nggak mungkin bisa menemaninya. Tapi Tya memaksa...hikz hikz hikz..."


"Kalau saja Yoga tetap tidak mengijinkan,Tya tidak akan mengalami hal seperti ini"


"Sudahlah...tak ada gunanya menyesali,semua sudah terjadi. Ambil hikmah dan pelajarannya saja,agar kedepannya lebih berhati-hati" ucap Bu Laras mencoba menenangkan menantunya


"Kenapa Tya diperiksanya lama sekali ma...kalau sampai terjadi sesuatu pada Tya,Yoga bisa gila ma"


"Astaghfirulloh...bicara yang betul Yoga...seperti orang yang tak beragama saja. Pergi sana ke masjid rumah sakit,wudlu dan sholat...do'akan istrimu biar cepat melewati masa kritisnya" hardik sang papa


Dengan langkah gontai,Yoga melangkah menuju masjid rumah sakit yang berdiri tak jauh dari IGD.


Dari kejauhan Yoga melihat pintu IGD terbuka,setelah selesai sholat Yoga segera berlari mendekatinya.


"Keluarga Nyonya Tyandra Safira Anissa???"


"Saya suaminya sus..."


"Dokter ingin bicara dengan anda..."


"Apakah kami boleh ikut masuk sus...kami orang tuanya"


"Mari silahkan..."

__ADS_1


Akhirnya mereka berempat pun memenuhi ruang dokter.


"Bagaimana keadaan istri saya dok..." tanya Yoga ngga sabar


"Alhamdulillah,Nyonya Tya sudah bisa melewati masa kritisnya. Kedua janin yang ada dirahimnya pun Alhamdulillah sangat kuat..."


"Kedua janin??? Brarti anak saya kembar dok???"


"Pa...ma...bu...anak Yoga sama Tya kembar...Alhamdulillah..."


"Wah bakalan tambah rame nanti...Selamat ya nak..."


"Iya pa...terimakasih"


"Lho memangnya selama ini tuan tidak tau kalau istri anda tengah mengandung bayi kembar???'


"Tidak dok...Mereka semua baik-baik saja kan dok..."


"Alhamdulillah...Tapi mengingat nyonya mengalami jatuh dua kali,sepertinya beliau harus istirahat total...'bedrest' untuk sementara waktu"


"Apakah bisa dirawat jalan saja dok...sebab istri saya pasti tidak mau opname dirumah sakit"


"Maap tuan,melihat kondisi nyonya saat ini sepertinya nyonya terpaksa harus opname 1 atau 2 hari dulu. Dan nanti jika seandainya nyonya sudah pulang,anda juga harus memperkerjakan seorang suster khusus untuk merawat istri anda sampai istri anda benar-benar kuat"


"Tidak masalah dok,tapi sampai berapa lama istri saya harus bedrest dok"


"Tergantung semangat sembuh dari si pasien dan dukungan keluarga terutama anda sebagai suaminya"


"Oke...kalau begitu. Terimakasih banyak atas bantuannya...kami permisi dok..."


Selepas dari ruang dokter,mereka pun segera menuju ruang IGD untuk melihat keadaan Tya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Lanjut...


__ADS_2