
Malam semakin larut,semua tamu pun memutuskan untuk pulang. Andri mengantar pulang Mama Ranti lalu kembali lagi untuk menemani Yoga menjaga Tya.
🌹🌹🌹
Jam menunjukkan pukul 12 malam,Tya terbangun dari tidurnya. Matanya menyapu seluruh ruang kamarnya...sepi.
"Kok sepi...perasaan semalam kamar ini rame,apa aku cuma bermimpi ya..." bathinnya.
Tya baru mau turun dari tempat tidur,tiba-tiba terdengar suara pintu kamarnya dibuka. Tya pun kembali pura-pura tidur,Yoga masuk dengan membawa segelas air putih.
"Aak..." panggilnya sedikit terkejut
"Hei kamu sudah bangun??? Aku mengambilkanmu minum,buat jaga-jaga kalau kau bangun...Teryata pas aku ambil pas kamu bangun" ucapnya lembut
Senyum manis tersungging dibibir Tya,kemudian dia meminum air putih yang diberikan Yoga.
"Sudah enakan???"
Tya mengangguk,diberikannya gelas bekas minumnya yang langsung diletakkan pada meja belajarnya oleh Yoga.
"Aak kok disini...???" tanya Tya heran
"Kau kan yang memintaku untuk jangan pergi,walaupun tanpa kau minta pun aku tidak akan pernah meninggalkanmu...sudah lupa ya...???" ucap Yoga
"Memang Tya minta Aak gitu???"
"Hmm...Sejak kapan mulai pikun???"
Yoga menoel hidung mancung Tya.
Tya tersenyum sambil garuk-garuk kepala yang nggak gatal.
Tapi kemudian...
"Aak..maap..."
"Untuk apa???"
"Tya tidak bisa menjaga kesucian Tya...untuk Aak"
Suaranya mulai parau karna dia mulai menangis. Yoga mendekati Tya dan duduk disamping ranjang,Yoga memegang kedua tangan Tya dan Tya pun menggeser duduknya hingga mereka berhadapan.
"Jangan mulai nangis lagi dong,apalagi sekarang masih tengah malam lho...tar dikira tak apa-apain...hehehe..." ucap Yoga mencoba mencairkan suasana.
__ADS_1
"Dengerin ya...bagi aku,kamu tetep wanita suci,lagipula waktu itu pun kau belum diapa-apain kan...???"
"Tapi dia sudah mencium Tya...Aak,Tya takut..."
"Tidak apa-apa...yang penting dia tidak merenggut kegadisanmu"
"Tapi bagi Tya itu berarti Tya sudah tidak suci lagi,karna keinginan Tya untuk memberikan seutuhnya pada suami Tya nanti telah dinodai olehnya" ucap Tya sambil menunduk.
"Tya juga takut Aak marah terus ninggalin Tya begitu saja...Tya juga takut kalo dia nanti akan berbuat lebih nekat lagi...hikz hikz hikz.."
"Hei dasar kamu ini...aku mencintaimu dan menyayangimu tulus apa adanya...Aku menerima apapun keadaan kamu tanpa terkecuali,kamu harus yakin dan percaya itu"
"Besok sore orang tuaku akan melamarmu dan aku sudah meminta pada orang tuaku juga,agar hari seninnya pernikahan kita bisa dilaksanakan sebagai bukti keseriusanku padamu"
"Apa??? Kenapa begitu cepat??? Apakah ibu sudah tau???"
"Sudah...kalo soal lamaran memang sudah direncanakan dari kemarin-kemarin tapi kalo soal pernikahan itu adalah permintaanku. Semua aku lakukan agar aku bisa selalu ada disampingmu...agar aku bisa menjagamu dan melindungimu setiap waktu. Kamu mau kan???"
Air mata haru menetes dipipi mulus Tya...
"Sayang jangan menangis...lagi..."
Yoga mengusap lembut air mata Tya...
Yoga mengangguk...
"Tidak akan pernah menyesal nantinya???"
Yoga menggelengkan kepalanya...
Baru Tya mau bicara lagi,Yoga sudah memotong.
"Tidak perlu banyak bicara dan mempertanyakan hal-hal yang nggak penting. Jangan banyak memikirkan sesuatu yang nggak perlu dipikir. Sekarang ganti aku yang tanya sama kamu,mau nggak kamu menikah denganku???"
Tya tidak bisa berkata- kata lagi,dia hanya tersenyum dan mengangguk berkali-kali sambil menangis bahagia.
"Ih cengengnya tuan putri cantikku ini" ucap Yoga sambil memeluk Tya.
Waktu menunjukkan pukul 01.30 wib
"Aak,kita tahajjud berjamaah yuk..."
"Udah kuat berdiri??? Tapi habis sholat nanti terus tidur lagi ya..."
__ADS_1
Tya mengangguk,lalu mereka pun menjalankan sholat malam bersama. Selesai sholat Tya pun kembali tidur diranjangnya,sementara Yoga yang tadinya menjaga Tya pun tertidur di kursi yang ada disamping ranjang Tya.
Suara adzan subuh berkumandang,Tya dan Yoga masih terlelap dalam tidurnya,sementara Andri sudah siap berangkat menuju masjid. Andri membuka pintu kamar Tya dan mulai membangunkan Yoga untuk berangkat ke masjid dekat rumah Tya.
Pulang dari masjid,Yoga melihat Tya sudah bangun dan berpakaian rapi.
"Eh udah bangun dan rapi...mau kemana??? Udah lebih sehat???"
"Alhamdulillah...Tya pingin jalan-jalan keliling komplek..."
"Ayo...aku temenin sebelum aku pulang ya..." ucap Yoga sambil melempar sajadah ke arah Andri
Selepas kepergian mereka,Andri duduk diteras rumah Tya sambil memainkan ponselnya.
"Kak,ini teh nya. Kata Mas Yoga kakak kalo pagi lebih suka minum teh daripada kopi" ucap Anin sambil menyerahkan secangkir teh buatannya pada Andri.
"Hmm biarpun dia belum berhijab tapi ternyata adik Tya cantik juga" gumam Andri yang terpesona oleh kecantikan Anin.
"Kak,kok malah bengong sih...ini teh nya..."
"Eh iya...makasih..." ucap Andri gugup
"Duduklah disini temenin aku Nin...Kamu ngga ada kegiatan kan???"
"Engga kak,tadi udah selesai nyiapin sarapan buat kita tapi kata ibu kita sarapannya nunggu Mbak Tya sama Mas Yoga,biar bisa sarapan bareng. Kakak nggak keburu lapar kan???"
"Enggak...lagian sebentar lagi paling mereka juga sudah datang"
Anin dan Andri pun larut dalam obrolan,sesekali Andri melirik ke arah Anin yang tengah semangat bercerita.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Lanjut...