
Yoga tertunduk lesu,Bu Laras tau betul Yoga sangat terpukul menerima kenyataan bahwa istrinya dinyatakan koma.
🌹🌹🌹
Hari berganti hari...minggu berganti minggu...bulan berganti bulan. Tak terasa sudah 3 bulan lebih Tya belum lagi bangun dari tidurnya yang panjang. Yoga dengan setia setiap hari menemani Tya di rumah sakit,membersihkan badannya Tya sendiri,mengajak ngobrol,membacakan novel kesukaannya bahkan mempertontonkan video tentang perkembangan anak-anaknya.Mungkin dia tak bisa melihat video itu tapi minimal dia bisa mendengar celotehan-celotehan dan suara ketawa anak-anaknya.
Hari itu seperti biasa,Yoga datang membawa seikat bunga mawar merah kesukaan istrinya.Tapi tidak seperti biasanya dia membawa kedua anaknya.
"Assalamu'alaikum sayang...aku datang bersama Surya dan Mentari...anak-anak kita,mereka kangen kamu sayang...kangen belaian mamanya...bangunlah sayang,tidurmu sudah terlalu lama...
Aku tau aku telah jahat sama kamu...hukumlah aku tapi jangan kau hukum anak-anak kita,mereka butuh kamu..." ucap Yoga sambil menitikkan air matanya,membuat Bi Sumi dan Sari pun ikut menangis haru.
Lalu Yoga mengambil kedua anaknya dari gendongan Bi Sumi dan Sari,Yoga meletakkan kedua anaknya dikedua sisi Tya.
Begitu diletakkan disisi ibunya,kedua bayi itu menangis seolah ingin membangunkan ibunya. Yoga mencegah Bi Sumi dan Sari yang akan mengangkat Surya dan Mentari,membuat tangis mereka menjadi-jadi. Sebuah keajaiban pun datang...kedua tangan Tya bergerak menyentuh anak-anaknya hingga tangis anak-anak itu berangsur berhenti.
"Subhanallah...Alhamdulillah Tya..."
Yoga cepat-cepat memencet tombol panggilan dokter dan dokter Yuli serta dokter Faisal yang kebetulan sedang piket pun segera menuju kamar inap Tya.
"Yoga,apa yang terjadi...???" tanya Yuli
"Lihat Yuli anak-anakku berhenti menangis setelah mendapat sentuhan dari ibunya...tangan Tya bergerak menyentuh kedua anaknya" ucap Yoga antusias
"Alhamdulillah..." ucap Yuli
"Oke...tolong ambil Surya dan Mentari dulu,biar aku periksa kondisi Tya ya..." titah Yuli
Sementara dokter Faisal langsung menelpon Anin calon istrinya untuk memberitahukan berita bahagia ini.
Yoga pun tak ketinggalan menelpon orang tuanya untuk mengabarkan keadaan Tya.
"Aak..."mata Tya terbuka...
"Iya sayang aku disini..." Yoga mencium kening Tya
"Yuli...??? Aku kenapa...??? Aku dimana...??? Perutku...kenapa perutku tidak buncit lagi...anak-anakku mana???" Tya kelihatan cemas melihat perutnya yang sudah kempes.
"Sabar Tya...jangan banyak bicara dulu...kamu ada di rumah sakit karna kamu habis tidur panjang Tya"
"Berapa lama aku tidur Yul???"
"Kira-kira 3 bulan Tya...waktu yang cukup lama,makanya kamu harus pelan-pelan mengingat semuanya"
"Aku hanya ingin anak-anak Yuli..." tegas Tya
"Aak anak-anak kita mana...??? Tadi Tya bermimpi mereka ada disini...Tya memeluk mereka..."
"Sayang...dengerin apa kata Yuli dulu..."
__ADS_1
Yuli pun akhirnya menyerah dengan pasiennya yang satu ini. Yuli lalu memberi kode pada Bi Sumi dan Sari untuk mendekat...
"Liat Tya...ini anak-anakmu..." ucap Yuli sambil memperlihatkan Surya dan Mentari yang ada dalam gendongan Bi Sumi dan Sari
"Anak-anakku Yul???" ucap Tya tak percaya,Yuli mengangguk
"Siapa namanya...???"
"Aku memberi nama mereka Surya Hafiz Kelana Dewangga dan Mentari Hafiza Kelana Dewangga...kamu suka nama mereka??? Maap aku tak menunggumu bangun..." ucap Yoga menyesal
"Subhanallah...mereka cantik dan tampan ya..."
"Nama mereka indah sekali,Tya suka Aak...Aak nggak usah minta maap karna harusnya Tya yang minta maap telah meninggalkan kalian begitu lama...Aak,Tya mau duduk..." pintanya dengan manja,Yoga tersenyum lalu membantu Tya duduk
"Alhamdulillah istriku telah kembali bersama kemanjaannya..." ucap Yoga sambil mencium pucuk kepala Tya.
Yoga kembali duduk disamping Tya, karna dari semenjak Tya membuka mata,sejengkal pun Yoga tak pernah jauh apalagi meninggalkan Tya.
"Bi...mbak...letakkan mereka dipangkuanku"
Bi Sumi dan Sari pun menuruti apa kata majikannya...
"Mereka tak merepotkan kalian kan??? Maap ya...kerjaan kalian jadi bertambah..."
"Tidak nyonya...tuan dan nona kecil sangat pintar,jadi tidak pernah merepotkan kami" ucap Bi Sumi
"Sama-sama nyonya..."
Tak lama rombongan keluarga mereka pun datang...Bu Laras,Anin dan Karin...serta Papa Bachtiar dan Mama Ranti.
Semua sahabat mereka pun hadir...Andri,Tami,Indri dan Yuli juga tentunya yang sedari tadi menemaninya. Tapi ada pemandangan yang dirasa berbeda saat dia melihat ada dokter Faisal berdiri begitu dekat disisi Anin,Andri yang nempel dengan Tami serta Mas Zaki yang tak lepas dari sisi Indri.
"Ada yang bisa jelasin pemandangan ini...???" kata Tya sambil menyerahkan twins baby nya kepada ibu dan mamanya.Sementara Yoga melingkarkan tangannya dipinggang Tya seolah takut kehilangan.
"Mbak Tya,aku dan Mas Andri sudah putus karna kami teryata lebih nyaman dengan status saudara dan aku kini telah bertunangan dengan dokter Faisal" ucap Anin sambil memperlihatkan cincin dijari manisnya.
"Aku pun sudah menjatuhkan pilihanku pada cinta lamaku yaitu Tami. Kami akan segera menikah setelah kamu pulih" Andri pun ikut menjelaskan
"Aku juga akan menikah secepatnya dengan Mas Zaki,kamu merestui kami kan Tya..." ucap Indri tertunduk
"Tak ada alasanku untuk tidak merestuimu Indri,aku justru bersyukur bunda mendapat menantu sebaik kamu.." ucap Tya tulus
"Lalu bagaimana dengan Yuli??? Mana pendampingmu Yul???"
"Sebentar lagi juga datang..."
"Assalamu'alaikum..."
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam..." jawab semua diruang itu bebarengan...
"Maap saya terlambat..." ucap dokter Hendra sambil mendekat ke arah Yuli
"Dokter Hendra...???" tanya Tya tak percaya.
"Iya...kami sudah menikah 2 bulan yang lalu" ucap Yuli
"Ih semua nungguin aku bangun,kamu kok enggak..." ucap Tya merajuk
"Maap nyonya,kemarin kami menikah cepat karena permintaan terakhir istri saya yang ingin kami segera menikah" kata dokter Hendra menjelaskan
"Permintaan terakhir...maksudnya istri dokter..."
"Iya Tya...Mbak Ratih memang telah meninggal dan meminta aku untuk menggantikan posisinya,jadi mas Hendra turun ranjang" jelas Yuli
"Maap...aku tidak tau...aku turut berduka cita ya..." ucap Tya terlihat sedih
"Sudah...sudah...jangan jadi murung dong sayang...sekarang intinya kita semua wajib bersyukur atas semua rahmat kebahagiaan,kenikmatan dan keajaiban ini...Selamat Datang kembali sayang...trimakasih telah memberi kami cucu yang cantik dan tampan" mama memeluk dan mencium Tya
"Begitu kamu pulang...kita harus membuat pesta syukuran untuk kita semua...semoga bahagia selalu menyertai kita..." ucap Mama Ranti
"Aamiin..."ucap semua kompak seperti kelompok paduan suara...
TAMAT
Demikianlah akhir dari cerita ini....
Kadang sesuatu yang terlihat baik menurut kita belum tentu baik menurut Alloh.
Tak jarang seseorang yang tak pernah kita harapkan serta tidak pernah kita pikirkan justru menjadi jodoh yang telah dipersiapkan sejak lama untuk kita oleh Alloh.
Sementara seseorang yang sekian lama mendampingi kita justru menjadi jodoh orang lain.
Itulah yang dinamakan RAHASIA JODOH...
Kita tak pernah tau kapan,dimana dan kepada siapa jodoh kita berlabuh.
🌹🌹🌹
Terimakasih telah setia mengikuti karya perdana Author hingga selesai.
Terimakasih atas like dan komennya yang pastinya bisa menjadikan koreksi bagi Author agar bisa menyuguhkan karya yang lebih baik...
Semoga terhibur ya...💕💕💕
InsyaAlloh akan ada lagi karya Author setelah ini
Semoga karya Author masih ditunggu ya...
__ADS_1
Wassalam
In Gusman