RAHASIA JODOH

RAHASIA JODOH
BAB 77 Ditinggal Ke Jepang


__ADS_3

Tya mengangguk patuh


Yoga pun keluar kamar untuk memanggil mama dan ibunya.


🌹🌹🌹


Hari berganti hari...bulan pun berganti bulan,kini usia kandungan Tya sudah mendekati waktu melahirkan.Selama hamil kemanjaan Tya semakin menjadi-jadi,karna Yoga yang penyabar dan sangat mencintai istriya itu juga selalu memanjakannya. Tapi memang berbahagialah Tya yang selalu dikelilingi keluarga dan sahabat-sahabat yang sangat menyayanginya.


Hari ini,Yoga terpaksa meninggalkan Tya yang tengah hamil besar untuk sebuah perjalanan bisnis ke Jepang. Yoga mendapat kabar bahwa ada sedikit masalah dengan perusahaan yang tengah berkerjasama dengan perusahaannya di sini.Andai kepergiannya bisa diwakilkan,tentu dia akan memilih mewakilkannya tapi karna dia yang harus pergi sendiri maka dengan berat hati Yoga terpaksa meninggalkan istrinya dirumah.


"Aak Tya ikut...Aak kok tega sih tinggalin Tya sendiri...hikz hikz hikz.."


Drama dipagi hari pun dimulai oleh Tya yang merengek sama suaminya.Yoga yang sudah selesai packing langsung mendekati istrinya.


"Mama dan papa lagi ke Bandung,sementara ibu sama adik-adik juga pergi ke Jakarta...Tya kan jadinya sendirian...Hikz hikz hikz..."


"Kenapa perginya nggak kemarin-kemarin sich...kenapa harus sekarang...Aak jahat...hikz hikz hikz..." ucap Tya yang masih terus terisak di sofa kamarnya


"Sudah ngomelnya???" ucap Yoga lembut sambil membelai kepala istrinya


Tya membalikkan badan dan menggeser badannya untuk menjauh dari jangkauan suaminya,Yoga hanya tersenyum melihat akting istrinya yang selalu menggemaskan menurutnya.


"Dengar sayang,aku pergi cuman 3 hari...andai nanti bisa selesai sebelum 3 hari...tentu aku akan langsung cepat pulang"


"Aku ingin sekali mengajakmu ikut,tapi kondisimu tidak memungkinkan,sabar ya...do'akan aku cepat pulang...jangan kau berati langkahku dengan tangisanmu.Percayalah...semua ini demi kamu dan masa depan anak-anak kita nanti" bujuk Yoga dengan lembut


Mendengar penuturan suaminya,perlahan tangisnya mereda dan dia pun diam saja ketika Yoga mendekat dan memeluknya. Diciuminya pucuk kepala istrinya lalu berpindah ke perut Tya yang buncit dengan lembut.


"Sayangnya papa...jaga mama ya...jangan nyusahin mama,jadilah anak-anak yang baik,papa mau pergi dulu...jagain juga mama dari om-om yang genit ya...Jangan sampai ada om-om yang mendekati mama kalian yang cantik ini ya...Papa janji akan cepet pulang,biar bisa nengokin kalian seperti tadi malam" ucap Yoga sambil menciumi perut istrinya


Tya pun tersenyum mendengar omongan suaminya pada anak-anaknya,tangannya mencubit pinggang suaminya.

__ADS_1


"Papa yang genit..." ucapnya sambil tersipu


"Aauuww...Nah gitu dong senyum,jadi kan aku pergi dengan tenang..." ucap Yoga


"Janji cepet pulang ya Ak..."


"Iyaaahhh..."


"Kalo kasih kabar harus video call..."


"Iyaaahhh..."


"Nggak mau kalo cuma telepon...terus begitu sampai juga langsung ngabarin..."


"Iyaaahhh...bawel amat sich..."


Yoga langsung menarik tengkuk istrinya untuk ******* bibir bawel istrinya. Tya memukul-mukul lengan suaminya karna dia sudah mulai kehabisan napas.


"Hush ngomong yang bagus...jangan suka ngomongin mati...pamali tau..."


"Habis Aak sih..." ucap Tya sambil cemberut


"Sudah...sekarang kita turun ya...dan selama aku pergi,kau tidur di kamar bawah saja...nanti biar Bi Sumi atau Mbak Sari yang menemanimu"


Tya pun mengangguk patuh.Yoga menuntun istrinya turun ke lantai bawah,sementara Pak Diman membawakan koper majikannya.Dibawah sudah menunggu Bi Sumi dan Mbak Sari.


"Bi Sumi dan Mbak Sari...titip Tya ya...jaga betul-betul nyonya kalian,jangan sampe terjadi apa-apa. Tapi kalau sampai terjadi sesuatu,hubungi langsung Pak Andri atau Bu dokter Yuli yaa..."


"Iya tuan...Semoga selama di tinggal,semua baik-baik saja dan InsyaAlloh kami amanah..." ucap Bi Sumi


"Satu lagi...karna kandungan nyonya sudah besar sementara ini,nyonya tidur dikamar bawah...temani nyonya jangan sampai ditinggal sendiri" titah Yoga

__ADS_1


"Baik tuan..."


Kedua asisten rumah tangganya pun mengangguk patuh.Yoga kembali menghampiri Tya yang duduk di sofa.


"Duduk saja disini,nggak usah nganter sampai depan...jaga diri jangan bandel.Vitamin dan susu nggak boleh lupa...'cup'...I love you..." ucap Yoga


"I love you too...hati-hati ya Ak...jaga hati Aak buat Tya dan anak-anak..." ucap Tya dengan mata berkaca-kaca


"InsyaAlloh...jangan nangis dong...inget aku pergi juga untuk kalian dan cuma 3 hari kok.."


"Aku berangkat ya...tar ketinggalan pesawat lagi..."


Yoga mengacak pucuk kepala Tya yang berkerudung sambil mencium kening istri manjanya itu. Kemudian dia berlalu tanpa menengok lagi,karna jika masih menengok dia pun pasti tak sampai hati meninggalkan istrinya sendiri.


Tya memandang punggung suaminya dengan isakan yang nyaris tak terdengar,dia sadar bahwa suaminya pergi untuknya dan untuk keluarga kecilnya.


.


.


.


.


.


.


.


Lanjut...

__ADS_1


__ADS_2