RAHASIA JODOH

RAHASIA JODOH
BAB 61 Kok Tega...


__ADS_3

Sherly tersenyum penuh arti...lalu dia mencoba merapatkan duduknya kepada Yoga. Sementara disebuah meja yang tak jauh dari meja mereka terlihat seorang wanita yang memperhatikan mereka dan menitikkan air mata.


🌹🌹🌹


Flashback


Tya sebenarnya sudah bangun ketika Yoga menerima telpon dari Pak Irham,dia pun mendengar pembicaraan keduanya.


Awalnya dia merasa bangga mempunyai suami yang low profile seperti Yoga,dia sangat memperhatikan karyawan-karyawannya. Tapi dia sangat terkejut ketika mendengar ada wanita yang tak dikenalnya ingin bertemu dengan suaminya. Terlebih lagi ketika suaminya mengiyakan pertemuan itu.


"Siapa Sherly,Aak tak pernah cerita padaku dan sepertinya,Aak sudah sangat mengenal wanita itu" bathinnya


Ketika Yoga kembali masuk kamar,Tya pun segera berpura-pura tidur lagi. Dan ketika Yoga keluar dari kamar untuk menemui wanita itu,Tya pun berinisiatif untuk mengikutinya.


Flashback off


Wanita itu terlihat sangat agresif,dan melihat dari cara berpakaiannya terlihat jelas dia dari kalangan keluarga berada.


Tya melihat awalnya suaminya terlihat risih tapi akhirnya dia membiarkan wanita itu bersikap genit padanya. Walaupun suaminya tetap bersikap dingin tapi wanita itu seolah terus menerus menggodanya.


Tya tak tahan melihatnya dan dia pun segera beranjak pergi dari kafe itu. Dengan langkah panjang dan air mata yang tak sanggup dibendungnya lagi Tya meninggalkan Yoga bersama wanita itu.


Tiba-tiba..."Bruk...krompyang..." Tya menabrak pelayan kafe yang hendak menyajikan pesanan tamu.


"Oh maap..." ucap Tya


"Gimana sih...jalan yang benar dong..."


"Maap...saya akan ganti semuanya..."


Tya merogoh saku celananya dan ditinggalkannya kartu ATM yang kemarin diberikan Yoga padanya,kemudian dia berlalu menuju pantai.


Yoga yang kaget pun segera menghampiri pelayan itu,dia menggunakan insiden itu untuk bisa lepas dari Sherly. Sherly mendengus kesal karna ditinggalkan oleh Yoga


"Ada apa ini..." tanya Yoga


"Maap pak...pesanan bapak terjatuh karna ditabrak seorang wanita..."


"Lalu mana wanita itu sekarang???"

__ADS_1


"Dia segera berlari sesaat setelah memberikan ini pada pelayan kami. Tapi maap pak,di ATM ini kok tertera nama bapak ya..."


"Apa???"


Yoga segera meneliti ATM yang diberikan Pak Irham padanya. ATM itu seperti ATM yang dia berikan pada...


"Astaghfirulloh...Tya..." gumam Yoga


"Dimana wanita itu tadi berlari pak..." tanya Yoga mulai panik.


"Sepertinya kearah pantai pak..."


Yoga segera berlari menuju pantai. Dia menyisir seluruh penjuru pantai tapi tak didapatinya Tya disana.


"Tya kamu dimana???" gumam Yoga yang mulai panik


Sampai suara adzan dzuhur meyadarkan Yoga dari kepanikannya. Dia melangkah menuju kamarnya untuk menjalankan sholat dzuhur dahulu baru akan mencari Tya kembali. Hati kecilnya berharap Tya sudah ada dikamar mereka,makanya Yoga tak mau gegabah meminta tolong orang lain untuk mencari istrinya.


Dan benar saja,begitu dia sampai depan kamarnya,terdengar suara tangis dari dalam kamarnya.


Pelan Yoga membuka pintu untuk memastikan bahwa itu suara tangis istrinya.


Teryata memang benar,itu Tya...Yoga melihat istrinya menangis diatas tempat tidur yang terlihat kotor oleh pasir laut.


Yoga mendekati Tya yang menangis dengan memeluk guling


Dan melihat kedatangan Yoga yang mulai mendekatinya,Tya pun segera membalikkan badannya. Yoga mencoba menyentuh istrinya tapi cepat ditepis oleh Tya.


"Sayang...kamu darimana??? Aku mencarimu kemana-mana..." ucap Yoga hati-hati


Tya diam tak menjawab,tubuhnya masih terlihat bergetar karna isakan tangisnya.


"Sayang...maapin aku...aku tau aku salah udah ninggalin kamu tapi jangan nangis dong...aku sedih liat kamu begini..."


"Sayang...kamu tadi ke kafe ya...kok nggak nyamperin..."


Tya masih tak berkeming.


"Sayang...apa yang kamu lihat itu tidak seperti yang kamu pikirkan..."

__ADS_1


"Sayang...bicara dong...aku minta maap kalau aku sudah menyakitimu,tapi aku mohon berhentilah menangis dan jangan diemin aku kayak gini..." bujuk Yoga,berkali dia mencoba menyentuh istrinya tapi berkali pula Tya menepisnya.


"Sayang...sayang..."


"Brisiiiikkkkk..." teriak Tya sambil melempar bantal ke arah Yoga.


"Pergi sana ke pacarmu..hikz hikz hikz..."


"Tinggalin Tya sendiri...dasar pembohong..." Tya kembali melempar suaminya dengan bantal.


"Baru dua hari menikah saja sudah dibohongi...bagaimana nanti kalau dua tahun...atau lebih dari itu...hikz hikz hikz"


"Tega-teganya ninggalin istrinya yang lagi tidur untuk ketemu wanita lain"


"Aak jahat...pergi sana ke perempuan genit itu???"


"Aak pikir Tya buta...awalnya saja pura-pura menghindar tapi lama-lama Aak suka kan disentuhnya...dasar buaya darat..."


"Jangan-jangan selama 3 tahun Aak ngga pulang dari London,Aak disana bersamanya ya..."


"Huuuuhhh...dasar...Aak kok jahat sekali sih..." dilemparnya sebuah guling kearah Yoga.


"Kalau Aak mencintainya,kenapa Aak memilih menikahi Tya hah...???"


"Aak hanya mau nyakitin hati Tya hah...???Dasar si raja tega..tukang bohong..."


Sebuah guling pun kembali melayang kearahnya. Yoga masih mendiamkan tingkah istrinya,dia tidak peduli kamar yang tadinya rapi kini menjadi berantakan. Dia membiarkan Tya mengeluarkan semua rasa yang ada dalam hatinya,sampai tiba-tiba Tya jatuh...Tya pingsan.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


lanjut...


__ADS_2