
Tya pun mengirim foto mamanya yang sedang ngobrol dengan Pak Reza dan tanpa sengaja saat Tya mengambil foto terlihat Pak Reza sedang mencuri pandang padanya.
🌹🌹🌹
"Sialan si Reza jelek...berani-beraninya dia mencuri pandang pada istriku" ucapnya geram.
Dengan cepat Yoga pun keluar kantor menuju ke bawah,tempat istri dan mamanya berada.
Sampai dibawah dia tak melihat istrinya tapi Yoga masih melihat mamanya ngobrol dengan Pak Reza.
📨"Dimana???"
📩"Dihatimu...😘😘😘..."
📨"Serius Tya..."
📩"Orang cinta itu biasanya suka kerasa kalo orang yang dicintai ada didekatnya...
Ini kok enggak...udah nggak cinta ya"
📨"Tya nggak lucu...kamu dimana???"
📩"Tengok ke belakang"
Yoga yang udah mulai kesal dengan candaan istrinya pun membalikkan badannya,begitu liat istrinya Yoga menarik Tya dalam pelukannya.
"Iihhh Aak norak ih...ini tempat umum tau...nggak malu tuh pada diliatin pengunjung sama karyawan mu..."
"Biarin...Kamu dari mana???" Yoga mencium pucuk kepala istrinya.
"Habis ngobrol sama Fitri...Tya tau dari tadi Pak Reza ngobrol sama mama tapi matanya ke Tya terus. Tya risih lalu Tya pergi dari situ dan ngobrol dech sama Fitri..."
"Hmmm...anak pinter..." ucapnya sambil mengacak kepala Tya.
"Aak...kerudungku kusut..." ucap Tya sambil cemberut manja.
"Hehehe...oya,kamu mau bawa apa saja ke rumah ibu...???"
"Ini saja Tya rasa cukup..."
Tya memperlihatkan keranjang bawaannya.
"Ini aja...malu-maluin...nanti dikira aku menantu yang pelit..Ton...Ton...ambilin Troli"
Anton pun mengangguk lalu diambilnya troli dan diserahkan ke majikannya.
"Makasih Ton..."
__ADS_1
Anton mengangguk sopan.
"Penuhin troli ini buat oleh-oleh ibu. Kita belanja bareng..."
"Jangan berlebihan Ak..."
"Aku mau ngasih ibu nggak boleh???"
"Bukan ngga boleh,tapi jangan banyak-banyak..."
"Hmmm..."
"Jangan ngambek...Aak udah banyak ngasih...Lagi pula segala sesuatu yang berlebihan itu kan nggak baik..."
Yoga menatap Tya lekat-lekat lalu ditariknya tengkuk Tya dan diciumnya pucuk kepala Tya...
"Nggak salah aku pilih kamu...hehehe.."
"Udah jam 11,mo berangkat jam berapa..???"
"Tau tuh mama...Da Tya mah nurut ajah...."
Mereka pun menghampiri sang mama yang baru saja menyelesaikan obrolannya dengan Pak Reza. Melihat Yoga,Pak Reza setengah membungkukkan badan memberi hormat.
Ketika Pak Reza ingin meninggalkan tempat itu,dia sempat melirik Tya,Yoga pun mengetahui hal itu.
"Ehgf...maap pak..." jawab Pak Reza gugup
"Aak...udah dong...jangan gitu"
Beberapa pengunjung menoleh memperhatikan ketegangan akibat rasa cemburu Yoga yang berlebihan. Sementara mama hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Oke....anda bisa kembali ke tempat kerja anda"
Pak Reza pun berlalu
"Oya Tya...maapin mama ya...gimana udah dapet oleh-olehnya???"
"Apa sih ma yang diobrolkan dengan si Reza itu,sampai Tya lama menunggu"
"Aak..."
"Tentu saja tentang keadaan bisnis kita sayang. Jika kamu selalu menganggap musuh Pak Reza,apa mungkin kamu mau membahas ataupun sekedar menanyakan situasi di bisnismu ini..."
"Biasakan profesional...jangan mencampur adukan masalah pribadi dengan masalah kerjaan. Toh Tya sudah memilih menjadi istrimu dan dia tidak pernah bersikap genit pada laki-laki lain,dia selalu setia padamu lalu apa yang menjadi ketakutanmu"
Yoga hanya nyengir sambil merangkul bahu istrinya.
__ADS_1
"Ayo Tya...semua udah beres kan...sekarang kita kerumah ibumu..."ucap mama sambil mendorong troli ke kasir.
Yoga dan Tya mengekor di belakang nya. Setelah selesai Pak Mamad segera membawanya ke mobil mama. Tya mencium tangan Yoga dan Yoga mencium pucuk kepala Tya. Sementara itu Yoga juga mencium tangan mamanya.
"Ma jangan lama-lama ya..." bisik Yoga seolah takut kedengaran Tya.
"Kenapa bisik-bisik...bilang aja langsung ke Tya...mama kan cuma ikut Tya..." ucap mama setengah teriak biar Tya denger.
Yoga cemberut membuat mamanya terkekeh.
"Ada apa ma...???" tanya Tya setelah selesai menata barang dibagasi.
Yoga menaruh jari telunjuk dibibirnya,memberi kode pada mamanya. Mama Ranti menahan senyum melihat tingkah Yoga.
Ya...Yoga tau urusannya bakal panjang kalo dia ngelarang istrinya berlama-lama dirumah ibunya,padahal dia mau tar pulang kerja disambut istrinya.
"Ada apa sih Ak???"
"Enggak...nggak ada apa-apa...sudah berangkatlah..."
"Pak Mamad...ati-ati ya...jangan ngebut..." pesan Yoga.
"Siap pak..." jawab Pak Mamad sambil menahan tawa...
"InsyaAlloh Tya pulang sebelum Aak pulang ya..." ucap Tya sambil melambaikan tangannya
"Iya..." jawab Yoga bahagia
"Hmmm...gimana aku nggak takut kehilangan kamu,karna cuma kamu yang paling ngerti aku. Bahkan kau selalu tau mau ku sebelum aku memintanya padamu..." bathin Yoga
Setelah melambaikan tangan dan mobil mamanya berlalu,Yoga pun kembali ke kantornya.
.
.
.
.
.
.
.
Lanjut....
__ADS_1