RAHASIA JODOH

RAHASIA JODOH
BAB 52 Insiden Makan Malam


__ADS_3

Yoga memacu mobilnya sedikit kencang. Tepat 20 menit,Yoga sampai dirumah Tya. Tampak Tya masih duduk-duduk santai diruang tamu.


🌹🌹🌹


"Assalamu'alaikum..."


"Wa'alaikumsalam...Masuk Ak...Widih...ganteng amat calon imamku...hehehe..."


"Perayu...sejak kapan pinter ngegombal,awas kalo berani ngegombalin cowok lain..."


"Kok kamu sendiri malah belum siap sih..."


"Hehehe...udah kok,tinggal ganti baju aja.."


"Itu namanya belum siap...kamu kan janji jam 7...ini udah jam setengah 7 lebih lho..."


"Tya kok tiba-tiba males ya..."


"Kok gitu,kamu kan udah janji...sana cepet ganti baju,kesian kalo mereka harus nunggu Tyaaaa...mereka kan orang tua jangan sampe menunggu kita terlalu lama"


"Tapi maleeessss..." ucap Tya manja


"Ayo buru ganti baju...kalo nggak...tak cium nich..." goda Yoga yang mulai mendekatkan wajahnya ke muka Tya yang cemberut ngegemesin


"Iiihhh...iya iya ganti baju..." ucap Tya sambil mendorong tubuh Yoga ke belakang.


Cuma butuh waktu 10 menit untuk sampai di hotel yang dimaksud. Setelah memarkir mobilnya,mereka pun segera menuju resto hotel tersebut,karna mereka memang janjian disana.


Dari kejauhan tampak seorang wanita melambaikan tangan dan disambut lambaian serta senyum manis oleh Tya.


"Itu ibunya Zaki..." tanya Yoga


"Iihh bukan...itu Mbak Nia,kakaknya..."


"Ooo..."


Setelah dekat...


"Tya sayang pa kabar...tambah cantik aja" sapanya sambil bercipika-cipiki ria.


"Iiihh...Mbak Nia juga tambah cantik" jawab Tya tersipu.


"Siapa ni...???" tanya Nia sambil mengulurkan tangan ke Yoga

__ADS_1


"Saya Yoga mbak..."


"Calon suami Tya mbak" bisik Tya ditelinga Nia yang juga terdengar oleh Yoga.


"Aih gantengnya...Tapi mbak kok ngerasa nggak asing ya...kaya pernah ketemu gitu...Ayo silahkan duduk dulu" kata Nia


"Iiih Mbak Nia...kalo liat yang ganteng suka gitu...,tak bilangin Mas Fauzi lho..." ancam Tya


Nia pun jadi tertawa...


"Ayah sama bunda mana??? Kok belum kesini..."


"Ayah kayanya nggak ikut makan malam,soalnya tadi mendadak ada rekan bisnis ayah yang di Jogja ingin ketemu"


"Oooo...Kalo bunda???"


"Itu bunda..." tunjuk Nia


"Hallo sayang...pa kabar...bunda kangen..." sapa bunda sambil memeluk Tya dan mencium pipi Tya.


"Lho ini siapa ada cowok ganteng disini...???"


"Saya Yoga tante..."


"Iya...tante..."


"Ya udah,ayo pesen makanan...kok dari tadi belum pesen"


Mereka pun asik makan dan ngobrol. Tanpa disadari oleh mereka,sepasang mata tampak memperhatikan mereka.


"Bunda...permisi ke toilet sebentar" pamit Tya dijawab dengan anggukan.


Tya melangkah lurus tanpa menengok kanan kiri dan tanpa sadar dia melewati seorang laki-laki yang dari tadi memperhatikannya dari kejauhan,kemudian laki-laki itu pun mengikuti Tya ke arah toilet.


Keluar dari toilet tiba-tiba ada tangan yang menarik Tya dengan kencang lalu memeluknya erat sekali. Tya meronta tapi tenaganya kalah kuat,ketika Tya hendak berteriak,dengan cepat laki-laki itu menutup mulut Tya dengan bibirnya,Tya menangis lalu menghentakan kaki kanannya hingga menginjak kaki laki-laki itu. Ciuman itu terlepas tapi cengkeraman tangannya tak mampu melepas tubuh Tya dari pelukannya dan ketika dia hendak mengulangi perbuatannya lagi,sebuah bogem mentah mengenai pelipisnya,membuat laki-laki itu jatuh tersungkur.


Tya menjerit kaget sambil menangis,Yoga segera menarik Tya kedalam pelukannya. Tya memeluk Yoga dengan erat dan menangis sejadi-jadinya.


"Brengsek kau...!!!" teriak Yoga dengan keras.


Laki-laki itu tergeletak dilantai...Mendengar keributan,Nia dan ibunya menghampiri Tya.


"Astaghfirullah...ada apa ini...Zaki??? Kenapa dia bisa pingsan???"

__ADS_1


"Maap bu,saya yang memukul putra anda karna dia hampir menodai calon istri saya..."


"Astaghfirullah...kamu nggak apa-apa Tya...???" tanya Nia,Tya hanya menggelengkan kepalanya.


"Aak,Tya mau pulang..."ucapnya sambil masih menangis.


"Kami permisi dulu...Selamat malam..." ucap Yoga yang terus berlalu tanpa menunggu jawaban.


Sepanjang perjalanan Tya hanya diam tak berbicara sepatah kata pun,dia tak menyangka orang yang pernah begitu dia cintai tega ingin menodainya. Yoga membelokkan mobilnya kesebuah taman dan memarkir mobilnya disana.


"Kau mau turun dan mau duduk disebelah sana dulu atau kita duduk di mobil saja" Yoga menunjuk sebuah kursi ditaman yang dekat sebuah kolam,tapi Tya hanya diam tak memberi respon.


"Sayang...jangan diam saja dong...bicara,aku sedih melihatmu begini..." ucap Yoga sambil membelai kepala Tya.


"Aak,Tya mau pulang..." jawab Tya tanpa menoleh ke arah Yoga.


"Kita istirahat dulu sebentar...biar kamu sedikit rileks..." bujuk Yoga.


"Tya mau pulang..." ucap Tya lagi


Matanya masih memandang kearah depan dengan tatapan kosong,membuat Yoga begitu khawatir.


"Tapi sayang..." ucapan Yoga menggantung karna bentakan Tya yang sangat mengejutkannya.


"Tya mau pulaaaaaaannnggg...." teriaknya histeris.


"Kalo Aak nggak mau nganter pulang,Tya mau turun disini...Tya mau pulang sendiri" ucapnya sambil mau membuka pintu mobil.


Yoga terkejut melihat perubahan sikap Tya karna selama ini sekalipun Tya belum pernah membentaknya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Lanjut


__ADS_2