Salahkah Bila Aku Mendua

Salahkah Bila Aku Mendua
Bab 63. The wedding


__ADS_3

Matahari sudah tampak menyinari bumi dengan cahayanya yang masih tampak malu-malu. Hari ini adalah hari besar untuk hidup Kalea. Dia sudah rapi dengan kebaya yang keluarga Javas berikan. Tidak lupa, Kalea sedikit memoles wajahnya agar tidak terlalu pucat.


Walau waktu masih menunjukkan pukul enam, Kalea sudah selesai bersiap. Akad nikahnya akan dilaksanakan nanti pukul delapan pagi. Menikah di KUA bukan berarti Kalea tidak bisa tampil cantik.


Dia akan menunjukkan yang terbaik untuk semua tak terkecuali Javas, laki-laki yang beberapa jam lagi akan resmi menjadi suaminya.


Kalea menatap pantulan dirinya di cermin. Ini memang bukan pernikahan pertamanya. Namun, rasa gugup tetap menyerang batinnya.


Dering ponsel berbunyi menyentak lamunan Kalea. Ketika dilihat, nama Kimi tertera di sana. Kalea tersenyum tipis. Sahabatnya itu pasti tidak ingin melewatkan hari bahagianya. Walau Kimi hanya akan melihat lewat panggilan video nantinya.


"Hallo, Kim," sapa Kalea setelah menggeser ikon hijau di layar ponsel. Ternyata, Kimi melakukan panggilan video.


"Sumpah! Kamu cantik sekali, Kalea! Aku tidak percaya ini! Semakin bertambah umur, bukannya menjadi tua justru kamu semakin cantik saja. Aku iri!" pekik Kimi heboh di seberang sana.


Kalea meringis mendengar pekikan tersebut. Walau hanya lewat telepon, suara Kimi tetap melengking dan mampu memecahkan gendang telinga.


"Makanya nikah, biar awet muda," jawab Kalea tersenyum jumawa.


"Idih, sombong amat!" ketus Kimi tetapi tatapan matanya tidak bisa berbohong. Perempuan itu tampak berkaca-kaca melihat Kalea yang sekarang.


"Ngomong-ngomong, selamat untuk hari ini ya, Lea. Aku akan mendoakan dari sini semoga kamu bahagia dan hidup damai bersama Javas. Maaf sepertinya nanti aku tidak bisa melakukan panggilan video. Bos tiba-tiba mengajak rapat dadakan. Sayang sekali," ucap Kimi panjang lebar dengan wajah yang tertekuk masam.


Kalea pun tersenyum sendu. "Tidak apa-apa. Yang terpenting, doakan aku agar acara berjalan lancar. Oh iya, jangan lupa nanti datang ke acara resepsi pernikahanku ya. Aku tidak mau tahu, kamu harus datang!" pungkas Kalea sebelum Kimi beralasan lagi.


"Baiklah. Akan aku usahakan. Sukses untuk hari ini ya. Aku harus berangkat bekerja."


Panggilan video pun berakhir. Bersamaan dengan itu, ketukan di depan kamar menyadarkan Kalea jika dia harus bergegas.


"Mbak? Sudah siap kan? Jangan katakan jika Mbak belum bangun," ucap Lintang dari balik pintu. Kalea memutar bola matanya malas. Boro-boro bangun siang. Semalaman saja Kalea tidak bisa tidur akibat menantikan hari ini.


Tanpa perlu menjawab, Kalea membuka pintu itu dan terlihatlah Lintang yang sudah rapi dengan setelan kemeja dipadukan celana bahan.

__ADS_1


"Wow! Aku pikir, Mbak masih tidur," gumam Lintang takjub melihat penampilan kakaknya yang pagi hari itu begitu memukau.


"Ayah dan ibu sudah siap memangnya?" tanya Kalea sambil melongok ke samping tubuh Lintang.


"Sedang bersiap-siap. Mbak tunggu di depan saja. Aku harus mengangkut mahar ke mobil. Pak Reza sudah stand by di depan," beritahu Lintang yang membuat mata Kalea terbelalak.


Sepagi ini? Javas memang sangat totalitas.


Ya. Kalea beserta keluarganya sudah sepakat untuk dijemput oleh Reza, asisten Javas. Sebenarnya, Kalea bisa menyewa mobil untuk datang ke KUA. Namun, Javas tetap memaksa.


Beruntung, masalah surat-menyurat telah selesai diurus kemarin. Tentunya tidak sulit bagi seorang Javas Kanagara.


Tepat pukul tujuh, keluarga Kalea berangkat menuju KUA. Pak RT dan Pak RW juga diminta datang sebagai saksi nantinya. Saking semangatnya, Bu RT maupun Bu RW juga ikut menyaksikan pernikahan tersebut.


.............


"Saya nikahkan dan saya kawinkan Anda dengan keponakan perempuan saya yang bernama Kalea Annasya binti almarhum bapak Darsono, dengan mas kawin perhiasan sebesar seratus gram, dibayar tunai. Suara Pak Tono menggema di masjid yang terletak di lingkungan KUA.


"Saya terima nikah dan kawinnya Kalea Annasya binti Bapak Darsono dengan mas kawin yang tersebut, tunai." jawab Javas tegas dan dengan satu tarikan napas.


"Bagaimana para saksi? Sah?"


"SAH!" Suara para saksi berseru turut bahagia atas pernikahan Kalea dan Javas.


Kemudian, Pak Penghulu membacakan doa sehabis ijab qobul. Setelah itu, baru Kalea dipersilahkan untuk duduk di samping Javas. Kalea menurut dan menyalami tangan laki-laki yang kini sudah resmi menjadi suaminya.


Ada rasa haru yang menyeruak ketika Javas merasakan bibir lembut Kalea menyentuh punggung tangannya. Perempuan di hadapannya kini sudah menjadi tanggung jawabnya.


Kemudian, Pak Penghulu menginterupsi Javas untuk mengecup kening sang Istri. Kalea menurut dan merasakan hangat di keningnya yang bersumber dari bibir lembut milik Javas.


Ucapan selamat pun bergantian Kalea dapat dari orang-orang terdekat. Semua turut bahagia atas pernikahannya dengan Javas.

__ADS_1


"Selamat menempuh hidup baru, Kak. Selamat bergabung di keluarga Kanagara. Semoga betah menghadapi mama yang cerewet ya." Kesha memberikan ucapan selamatnya.


Bu Belinda yang sedang berada di sampingnya, melotot galak. "Mama masih disini loh, Sha," peringat beliau yang menciptakan gelak tawa renyah dari semua.


"Selamat ya, Sayang. Selamat atas pernikahannya. Mulai sekarang, kamu harus membiasakan diri memanggil Tante dengan sebutan Mama. Mulai hari ini, kamu adalah anak Mama juga," ucap Bu Belinda lalu memeluk Kalea hangat.


Pelukan keduanya terganggu dengan suara Javas yang mengatakan. "Senang ya, yang dapat anak baru," sindirnya tetapi dengan bibir mengulas senyum.


Semua kembali tergelak. Bu Belinda memutuskan untuk melepas pelukan. Masih ada keluarga Kalea yang akan mengucapkan selamat.


"Kalea? Selamat atas pernikahanmu ya, Nak. Ibu akan berdoa semoga kamu selalu diberi kebahagiaan dalam berumahtangga." Kini giliran Bu Yuni yang mengucapkan selamat bersama pak Tono.


"Iya. Ayah juga ingin mengucapkan selamat atas pernikahanmu. Semoga menjadi keluarga yang harmonis."


Pada akhirnya, anak dan orang tua itu saling memeluk. Lintang yang melihat itu, ikut memeluk ketiganya penuh sayang.


Hidup baru dengan status baru, semoga bisa membuat kakaknya menjalani kehidupan yang lebih baik lagi. Doa terbaik untuk pernikahan sang Kakak.


Setelah menandatangani beberapa berkas, pengantin baru itu digiring menuju mobil yang akan mengantar keduanya menuju hotel. Tentu saja hotel milik keluarga Javas yang dulu pernah Kalea datangi.


"Jangan tunda untuk membuat cucu yang lucu untuk kami ya!" pekik Bu Belinda yang masih Kalea dengar sebelum pintu mobil tertutup. Semua melambaikan tangan ketika mobil yang membawa pengantin baru itu melaju meninggalkan KUA.


"Tante— maksudku, mama Belinda tuh ada-ada saja ya, Mas," ucap Kalea untuk memecahkan rasa gugupnya karena lagi-lagi Javas menatapnya tak berkedip.


"Mama benar. Kita harus membuat cucu yang lucu setelah ini. Aku sudah tidak sabar," jawab Javas tanpa memperdulikan jika dalam mobil itu masih ada Reza, yang hari itu sedang merangkap jadi sopir pribadi.


"Mas! Malu lah. Ada Reza disini loh," peringat Kalea dengan mata yang melotot tajam.


"Saya tidak mendengar apa-apa, saya tidak mendengar apa-apa," sahut suara yang tidak lain adalah milik Reza. Bahkan, Reza sampai harus mengulang kalimatnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...jangan lupa kasih dukungannya ya 😘😘...


__ADS_2