
Javas Kanagara tidak akan tinggal diam ketika ketentraman hidupnya diganggu. Dia akan menggunakan segala cara agar ketentraman itu kembali. Setelah Kalea berada di rumah sakit, Javas mulai mengerahkan semua mata-mata dan hacker perusahaan.
Dia meminta untuk menyelidiki Zoni karena Yudi kini sudah tertangkap polisi. Tidak sulit untuk bisa membobol website yang telah Zoni persiapkan, yang tentunya laki-laki itu berikan pada akun lambe-lambe,an.
Bagaimana Javas bisa tahu? Tentu saja Javas mengetahui semuanya. Hacker perusahaanya lebih handal. Isinya tentang dirinya dan Kalea yang telah berselingkuh di belakang Zoni.
Tentu saja hal tersebut akan menjadi konsumsi publik. Mengingat nama Javas yang cukup terkenal di dunia bisnis. Nama Kanagara tidak bisa disebut kecil lagi. Hal itu pasti akan memengaruhi perusahaan yang bekerja sama dengan Kanagara Investama.
Dengan sedikit perusakan data, berita itu tidak akan terpublikasi. Melainkan, Javas telah mengganti dengan kabar tentang bangkrutnya usaha milik ayah Zoni. Tidak lupa, Javas juga membesar-besarkan masalah dengan membawa nama pak Broto dan Sonia yang terbilang orang kaya.
Dia meminta pembawa berita memberikan pertanyaan yang bisa menimbulkan banyak asumsi publik. Seperti, apakah pernikahan Zoni dan Sonia ada sangkut-pautnya dengan bangkrutnya usaha Pak Yudi? Apakah pernikahan itu diadakan hanya karena untuk menyelamatkan perusahaan?
Javas tidak sabar menunggu Zoni yang akan kena serangan jantung mendadak. Belum lagi, saat ini Zoni sedang melangsungkan pernikahan. Pasti, semua akan gempar. Di tambah, ayahnya yang masuk penjara. Lengkap sudah derita yang laki-laki itu alami.
...................
Kalea sedang duduk di sofa ruang tengah bersama Kesha dan Bu Belinda. Kebetulan, mama dari Javas itu tak ada urusan di luar. Begitu juga Kesha yang tidak memiliki jadwal kuliah siang. Hanya kuliah pagi dan itu satu SKS.
Saat Bu Belinda mengganti siaran televisi menjadi acara gosip, Kalea begitu terkejut mendengar nama mantan suaminya disebut-sebut. Berita tentang bangkrutnya usaha Pak Yudi dan berujung menikahkan anak dengan putri orang kaya. Tidak lain dan tidak bukan untuk meminta bantuan dana.
"Itu bukannya mantan suami kak Kalea ya, Kak?" tanya Kesha sambil menyimak berita yang sedang di tayangkan televisi. Kalea mengangguk membenarkan. Dia cukup tercengang tetapi juga merasa iba. Usaha yang dulu mereka bangga-banggakan kini mengalami kebangkrutan.
"Jangan-jangan itu ulah Javas. Tapi Mama yakin, Javas melakukannya bukan tanpa sebab. Kita tunggu saja Javas pulang," celetuk Bu Belinda yang membuat Kalea mengingat sesuatu. Yaitu, tentang dirinya yang diteror oleh mantan mertuanya.
__ADS_1
"Itu bukan sepenuhnya salah aku, Ma. Mereka yang memulai lebih dulu," sahut suara dari arah pintu dan Javas orangnya.
Ketiga wanita itu menoleh ke sumber suara dan memperhatikan Javas yang berjalan mendekat. "Dia yang memulai lebih dulu. Dia berniat untuk mengungkit masa lalunya dengan Kalea. Dia berniat untuk menjatuhkan nama keluarga kita. Tentu saja aku tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi. Zoni tidak pernah merasa salah."
Mendengar penuturan sang Suami, Kalea tidak percaya jika mantan suaminya bisa berbuat seperti itu. Lalu, apa arti maaf yang tiga hari lalu laki-laki itu minta? Bila kenyataanya sekarang, dia ingin merusak kehidupan tenangnya.
Kalea teringat bila dulu, Zoni adalah orang yang manipulatif dan suka berubah-ubah. Bisa saja, permintaan maaf tiga hari yang lalu hanya untuk sekedar basa-basi. Atau bisa juga, dia ingin mengkambing hitamkan orang lain dalam kasus teror sang Ayah.
Mengingat itu, kepala Kalea terasa pusing dan berputar. Kenapa kehidupan orang kaya itu sangat sulit?
"Sayang? Kamu kenapa sejak tadi hanya diam?" tanya Javas sambil mengelus kedua pipi Kalea dengan telapak tangan.
Kalea tersenyum tipis. "Aku hanya sedang menggabungkan kepingan puzzle. Lalu, tiga hari yang lalu dia datang untuk apa? Permintaan maaf yang di lontarkan bermotif apa? Aku hanya takut dia akan semakin menjadi-jadi, Mas." Kalea mengatakan keresahan hatinya.
"Aku sudah memperketat pengamanan. Tidak ingin lengah karena bisa saja, Zoni memiliki ide lain untuk menjatuhkan." Javas pun menyetujui.
Semua terdiam dengan pikirannya masing-masing. Cukup lama hingga Javas berhasil memecah keheningan. "Ma? Aku dan Kalea ke kamar dulu ya," ucap Javas yang membuat Kalea seketika merasa tidak enak.
Dia meringis malu dan yakin jika sebentar lagi akan menjadi bahan gurauan.
"Ehem. Mau apa ke kamar jam segini, Kak?" goda Kesha pura-pura tidak tahu.
"Pergilah. Istrimu butuh istirahat yang cukup. Jangan membuat dia kelelahan ya, Vas," pesan Bu Belinda yang tidak lain masih berupa godaan.
__ADS_1
"Baik, Ibu Suri. Saya paling mencicipi sedikit," jawab Javas lalu tanpa aba-aba menggendong Kalea ala bridal style. Pekikan tertahan tak terelakan lagi.
"Mas, turunkan aku!" protes Kalea malu. Namun, berbanding terbalik dengan gestur tubuhnya yang justru melingkar di lengan sang Suami. Kalea menatap penuh puja sosok pria di hadapannya.
Hidup Kalea benar-benar bahagia ketika ada Javas di dalamnya. Sesulit dan seberat apapun masalah datang, hal itu akan terasa ringan bila ada Javas bersamanya. Dia laki-laki yang membuat Kalea selalu ingin hidup setiap harinya.
"Semoga setelah ini tidak ada teror lagi ya, Mas." Kalea berucap lembut sambil menyandarkan kepala di dada bidang Javas.
Javas membaringkan tubuh Kalea di ranjang dan dia pun ikut berbaring. Dia memeluk sang Istri penuh kasih sayang. "Apakah rasanya masih sakit?" tanya Javas sambil menatap lembut sang Istri.
Kalea pun memposisikan diri dengan benar agar nyaman ketika menatap suaminya. Dari posisi lebih rendah, dia bisa melihat ketampanan suaminya yang paripurna. Dia menyukai posisi seperti ini. Seketika, pikiran liar berkecamuk di kepala.
"Tidak. Sudah lebih nyaman." Entah itu jawaban untuk pertanyaan Javas tentang lukanya atau tentang sesuatu yang sedang ada dalam pikiran.
Kalea merasakan sentuhan lembut di bawah telinganya, membuat darahnya berdesir aneh dan mendamba sentuhan lebih. Mata keduanya saling beradu. Saling menyelami dalamnya cinta yang dirasa.
"Boleh aku melakukannya hari ini?" tanya Javas dengan suara serak khas. Pandanganya sudah berkabut, ingin mengarungi luasnya samudera kenikmatan bersama pemilik hati.
Kalea menelan saliva, sama-sama menginginkan hal yang Javas inginkan. Dengan ragu, Kalea mengangguk pelan. "Kamu boleh melakukannya. Kamu berhak atas seluruh tubuhku," jawabnya tersenyum manis.
Senyum itu menular pada Javas. Tanpa ragu, Javas segera mengawali kegiatan tersebut dengan mengecup kening sang Istri terlebih dahulu. Ciuman turun ke bibir dan memberikan lu ma tan kecil pada bagian atas bawah bergantian.
Kalea mengalungkan lengan di leher Javas dan mulai membalas ciuman tersebut. Tidak ingin terburu-buru. Namun, Javas ingin kali ini penuh kepastian.
__ADS_1
"Aku mencintaimu, Kalea," ucap Javas sebelum menyatukan miliknya di bawah sana.