SATRIO YANG TERPINGIT ALAM

SATRIO YANG TERPINGIT ALAM
DEMI HARGA DIRI


__ADS_3

Dengan berjalan nya waktu kini Satrio semakin dewasa, menjadi laki - laki yang tampan, pendiam dan kaya raya, gadis mana yang tidak terpikat pada Satrio namun bila mengetahui watak asli Satrio yang pemarah, angkuh, sombong dan arogan pasti kucing pun kabur.


Memang begitu banyak kawan yang berada di dekat nya dan keinginan apa yang tidak bisa Satrio rasa kan sebab di balik semua itu ada nenek nya dan Ibu Arik yang sangat memanjakan dia, meski seperti itu Satrio masih merasakan kesepian dan Satrio lebih memilih menyendiri untuk mencari jawaban hati nya yang kosong.


Di siang itu Satrio sedang duduk di ayunan taman belakang sambil membaca komik Naruto kesukaan nya namun hati nya merasa gelisah dan ada keinginan sangat kuat untuk naik gunung entah apa yang akan di temui nya di gunung itu sehingga saat itu Satrio segera bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju kamar nenek nya.


" Nenek sibuk tidak."


Tanya Satrio kepada Nenek nya yang sedang duduk di kursi goyang sambil menyulam.


" Tidak Nenek sedang tidak sibuk kok, memang cucu nenek yang ganteng ini mau apa sih kok kelihatan nya sedih gitu apa komik mu sudah kamu baca semua jadi kamu tidak ada yang di baca lagi sayang."


Jawab Nenek nya Satrio sambil senyum dan mengelus kepala Satrio yang di sandar kan di paha Nenek nya.


" Bukan itu Nek aku ingin naik gunung Nek tapi aku tidak punya tas dan perlengkapan nya Nek."


Kata Satrio dengan manja kepada Nenek nya yang selalu menuruti semua kemauan Satrio.


" Oh jadi cucu Nenek ini ingin hacking begitu to, persis seperti Kakek mu dulu juga suka naik gunung Tio bahkan dulu Nenek sering di ajak oleh Kakek mu."


Kata Nenek nya sambil tersenyum mengenang masa lalu nya bersama suami nya.


" Berati boleh kan Nek aku pergi naik gunung nya."


Tanya Satrio dengan penuh harap kepada Nenek nya.


" Boleh sayang tapi ingat bawa perbekalan yang lengkap seperti P3K, tenda, selimut, Alat memasak dan tempat air bersih ya Tio."


Kata Nenek nya sambil tersenyum kepada Satrio yang begitu senang sebab telah di izin kan oleh Nenek nya.


" Siap Nek makasih banyak ya Nek sudah mengizinkan aku naik gunung."


Jawab Satrio sambil berlagak hormat kepada Nenek nya lalu mencium pipi Nenek nya dan berlalu pergi dari hadapan Nenek nya.


Begitu semangat nya Satrio hari itu sehingga dia bergegas mengambil kunci mobil dan hendak membeli semua peralatan untuk naik gunung namun langkah nya di hentikan oleh Elly Tante nya yang saat itu baru pulang dari sekolah.


" Tio mau kemana kamu kok buru - buru begitu seperti mau menjemput dukun beranak saja."


Kata Elly sambil melepas sepatu nya di teras rumah nya.


" Ehh Mbak Elly sudah pulang ya, Ini Mbak aku mau beli tas dan beberapa keperluan untuk naik gunung dan rencana nya aku mau naik gunung besok."


Jawab Satrio sambil berdiri depan Elly yang duduk di bangku teras nya melepas lelah dan penat nya.

__ADS_1


" Wah keren juga itu aku boleh ya ikut sama pacar baru ku Tio kan kita libur sekolah 1 minggu dan aku jenuh di rumah kalau tidak ada kamu yang aku iseng in boleh ya Tio pleas."


Kata Elly sambil berdiri di hadapan Satrio sambil meletakkan kedua telapak tangan nya isyarat memohon.


" Iya ayo ikut tapi dengan syarat Mbak Elly tenda nya jauhan sama aku lalu bawa bekal sendiri dan izin ke Nenek sendiri bagaimana ok deal kita?"


Jawab Satrio sambil senyum dan mengacung kan jari ke lingkingnya di hadapan Elly tanda setuju.


" Ok deal tapi tunggu sebentar aku mau ganti baju dan izin ke Nenek mu Tio."


Kata Elly sambil berlari dari hadapan Satrio dan Satrio hanya bisa tersenyum melihat ulah Tante nya yang lucu itu.


Kurang lebih 30 menit kemudian Elly pun sudah berdiri di samping Satrio dengan rapi dan mengajak Satrio pergi membeli semua keperluan naik gunung, selama perjalanan Elly banyak meminta pendapat dengan Satrio masalah kekasih baru nya yang beda kasta sebab Elly tau betul bagaimana watak Ibu nya yang masih menjunjung tinggi masalah kasta dan pasti nya sebagai anak Elly tidak berani melawan keputusan Ibu nya.


" Tio kamu kan sudah SMP kira - kira saat ini kamu punya pacar tidak atau gadis yang kamu sukai gitu."


Kata Elly dengan sangat penasaran sebab Elly tau betul watak Satrio yang cuek.


" Pacar, Gadis yang di sukai, Kalau masalah gadis yang aku sukai ada sih Mbak hanya saja aku tidak mau mengungkap kan perasaan ku pada gadis itu."


Jawab Satrio sambil mengemudikan mobil nya sambil sesekali senyum dan memandang ke arah Elly.


" Memang kenapa kamu tidak mau mengungkap kan apa karena gadis itu sudah punya pacar begitu?"


" Bukan masalah itu Mbak tapi gadis itu beragama islam dan dia mengenakan hijab di mata ku begitu cantik dan anggun nya gadis itu."


Jawab Satrio menggambar kan bagaimana gadis itu dengan wajah yang sangat bahagia.


" Tunggu - tunggu kamu bertemu gadis model begitu di mana sebab setahu ku yayasan punya Ibu tempat mu sekolah itu semua orang Kristen dan memang itu sekolah Kristen Tio."


Kata Elly dengan wajah bingung sebab Satrio mengatakan gadis pujaan nya itu ber hijab.


" Mau tau saja apa mau tau banget Mbak Elly."


Jawab Satrio sambil memarkir kan mobil nya di halaman mall terbesar di kota itu.


" Banget Tio."


Kata Elly dengan nada datar dan pandangan curiga penuh tanya.


" Aku bertemu dalam mimpi Mbak Elly dan bahkan aku tidak tau rumah gadis itu di mana dan nama nya siapa hahahahahahaha."


Jawab Satrio sambil membuka pintu mobil dan berlalu dari hadapan Elly yang sudah kena jebakan Satrio.

__ADS_1


" SIAL aku kena jebakan Batman Satrio kali ini awas kamu ya nanti bakal aku balas Tio tunggu."


Kata Elly sambil berjalan sedikit berlari mengejar Satrio keponakan nya.


Begitu lah mereka berdua saat bersama bila bukan Satrio yang memulai iseng maka Elly lah yang mulai keisengan nya namun bila orang yang tidak mengenal mereka berdua pasti berpikir bahwa mereka sepasang kekasih sebab usia nya tidak terpaut jauh, mereka berdua pun mulai membeli semua keperluan masing - masing kurang lebih mereka berdua berkeliling mall selama 2 jam setelah apa yang mereka butuh kan sudah ada mereka bergegas akan pulang namun saat itu perut mereka merasa sangat lapar hingga sebelum pulang mereka berdua mampir di kedai bakso favorit nya Elly.


Awal nya semua baik - baik saja hingga datang lah segerombolan preman ke kedai bakso itu dan memaksa pedagang nya untuk membayar uang yang lumayan besar saat itu dan tidak hanya itu salah satu preman itu memegang dada Elly dan sontak saat itu Satrio marah sebab melihat tante nya di lecehkan seorang preman.


" Sudah keterlaluan para pecundang ini dan harus di beri pelajaran biar tau sopan santun."


Kata Satrio sambil bangkit dari tempat duduk nya dan menghampiri para preman itu.


Wajah Satrio pun sudah berubah tatapan nya pun sudah bagaikan srigala kelaparan yang ingin memangsa siapa saja yang berada di hadapan nya.


" Maaf Mas saya mau mengambil sambal."


Kata Satrio dengan sengaja sedikit mendorong preman yang tadi memegang dada nya Elly.


" Anak kecil siapa kamu berani nya dorong - dorong aku belum pernah ngerasain aperkat ku ya!"


Kata preman itu sambil melayang kan pukulan ke arah wajah Satrio yang sedang berdiri di samping preman itu.


Namun pukulan tangan preman itu di tangkap dengan telapak tangan Satrio dan saat itu juga telapak tangan preman itu di patah kan oleh Satrio dan pasti nya semua kawan - kawan preman itu tidak terima melihat bos nya di kalah kan oleh anak sekecil Satrio, saat itu Satrio dikeroyok dengan 20 preman kurang lebih nya dan Satrio hanya diam melihat mereka yang membawa senjata tajam semua.


" Bila aku mati di tangan kalian maka kalian dalam masalah besar dan kalian akan meringkuk dalam penjara lalu apakah kalian tidak memiliki keluarga pasti nya keluarga kalian sangat membutuhkan kalian bukan maka dari itu bertaubat lah dan mencari pekerjaan yang halal."


Kata Satrio sambil pandangan sangat tajam bagaikan burung Elang yang akan menangkap mangsa nya.


Semua preman yang mengitari Satrio yang berniat membunuh nya tiba - tiba terdiam bagaikan patung dan di mata preman itu semua melihat bahwa Satrio tubuh nya begitu bercahaya dan tatapan nya penuh kasih saat preman - preman itu mendengar kata - kata Satrio semua preman itu merasakan mengantuk yang sangat hebat hingga untuk mengangkat senjata pun sendi - sendi nya merasa sangat lemas sehingga semua senjata berjatuhan dari tangan para preman itu.


Kemudian Satrio mengangkat tangan kanan nya sambil senyum dan berkata.


Kembali lah kepada jalan kebenaran.


Saat yang bersamaan ber hembuslah angin yang sangat kencang dan menjatuhkan mereka semua dan saat itu mereka para preman mendekati Satrio dan memohon maaf atas semua kekhilafan mereka sebagai manusia sambil menangis dan saat itu Satrio hanya memberi kan alamat rumah nya dan mengundang mereka semua para preman datang ke rumah nya.


...................


Begitu lah ulah Satrio bila bertarung tidak pernah melibatkan orang lain semua akan dia hadapi sendiri tanpa berharap bantuan dari siapa pun namun suka membantu kepada siapa pun, Satrio sangat jarang menghajar seseorang bila orang itu tidak melanggar hukum Allah.


Meski Satrio di musuhi banyak orang namun Satrio tetap bersikap baik kepada orang yang memusuhi nya sehingga orang itu sadar bahwa Satrio meski di musuhi, di hina, di fitnah namun Satrio tetap bersikap baik kepada mereka.


Ikuti terus perjalanan Satrio dan apa yang akan di temui oleh Satrio saat sesampai nya di gunung nanti, jangan pernah lupa selalu dukung author dengan like, komen, vote dan favorit kan agar author makin rajin update. 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2