
Bila memiliki ilmu dan tidak di amal kan itu sama hal nya dengan asap yang tertiup angin tidak ada manfaat nya sama sekali, dan bila ilmu itu diamalkan pun harus dengan cara yang benar dan semestinya bukan dengan cara yang menyimpang sebab nanti hasil nya pun akan menyimpang dan jauh dari ekspektasi, apabila memberi ilmu kepada seseorang jangan pernah memikirkan imbalan nya.
Hingga kini ada sebuah peribahasa pahlawan tanpa tanda jasa, mengapa demikian ??? yap........seorang guru jangan pernah mengharap imbalan kepada murid nya berbentuk apa pun sebab ilmu itu milik Allah bukan milik manusia maka barang siapa menjadi seorang guru tapi memikirkan sebuah imbalan dari murid nya maka celaka lah seumur hidup nya dan murid nya akan tersesat jalan nya, sebab ilmu yang di dapat dengan tujuan tertentu.
...........................
Setelah sholat subuh Satrio dan Kang Tarjo sudah bersiap - siap untuk pergi menuju kampung Bang Asmi yang lama perjalanan nya 3 hari baru sampai di kampung Bang Asmi, saat itu Satrio dalam hati nya ingin sekali melihat Ani sebelum diri nya pergi dan entah akan kembali tidak sedang kan di situ ada Bang Iwan, Kang Biran, Pak Bahren, Weni, Riska dan Fatimah untuk mengantar kepergian Satrio dan Kang Tarjo.
Ani datang lah...........untuk terakhir kali nya aku ingin melihat senyuman mu..........agar bisa aku simpan di dalam benak ku........
Batin Satrio sambil menalikan tambang di box truk milik Bang Asmi, saat itu mereka yang hadir mendoakan perjalanan Satrio dan Tarjo selamat sampai tujuan dan bisa kembali ke kampung itu dengan selamat juga, kurang lebih 1 jam kemudian Satrio berfikir bahwa Ani tidak akan datang jadi Satrio memutus kan untuk berangkat sebelum hari makin siang.
" Bapak - Bapak semua yang ada disini........saya mohon pamit, bila selama di sini saya ada salah sengaja atau tidak sengaja saya mohon di maaf kan..........insyaallah bila Allah berkehendak saya akan kembali lagi ke kampung ini.........."
Kata Satrio sambil senyum memandang ke sekeliling nya.........
Kemudian Satrio pun menyalami satu persatu warga yang ada di situ dan memohon doa pada mereka, setelah itu Satrio berjalan menuju truk nya sambil melihat ke arah jalan siapa tau Ani datang tapi nyata nya tidak ada juga dengan langkah gontai Satrio membuka pintu truk nya untuk segera berangkat namun di saat itu Satrio mendengar suara yang memanggil nama nya.
" Mas Satrio tunggu Mas............"
Kata Ani yang sedikit terburu - buru berjalan mendekati Satrio...........
" Dik Ani..........."
Kata Satrio sambil senyum lebar kepada Ani..........
" Mas maaf aku terlambat datang nya........aku hanya bisa memberi ini Mas semoga di setiap sujud mu mengingat aku.........seperti aku mengingat mu di setiap dzikir ku Mas..........."
Kata Ani sambil nafas nya sedikit tersengal - sengal sebab sedikit berlari menghampiri Satrio........
" Iya Dik.........aku pergi jaga hati mu hanya untuk Allah........."
Kata Satrio sambil tersenyum dan tanpa memegang Ani sedikit pun.........
Satrio adalah laki - laki yang sangat menghargai wanita, sangat jarang Satrio bersentuhan langsung dengan wanita apa lagi bukan mahram nya, setelah itu Satrio pun masuk kedalam truk dan membaca doa sebentar lalu menjalan kan truk nya dan pandangan Ani tidak terlepas sedikit pun ke Satrio.
Selamat jalan Mas doa ku menyertai mu Mas dan segeralah kembali aku menantikan mu selalu Mas Satrio..........
Gumam dalam hati Ani yang tidak sengaja menetes kan air mata di pipi nya, sementara Weni melihat Ani dengan pandangan sinis lalu mendekati Ani.
" Hey kamu perawat ganjen.........!!!! "
Kata Weni sambil menarik lengan Ani yang sedang berjalan menuju motor nya..........
" Aaaooooo..........apaan sih main tarik - tarik aja......"
Kata Ani sambil mengernyit kan dahi nya melihat ke arah Weni yang berdiri di belakang nya..........
" Kamu ingat ya.........jangan pernah berharap bisa dapetin Mas Satrio........dia itu milik ku !!!! "
__ADS_1
Kata Weni sambil membelalak kan mata nya kepada Ani.........
" Astowfirullahalazim Mbak..........sadar ya semua itu milik Allah kita hamba nya hanya bisa memohon kepada Allah jadi tidak usah begitu juga Mbak........"
Jawab Ani sambil senyum tenang kepada Weni yang sudah mulai kalap..........
" AAAAAAHHHHHHH...........tidak butuh aku sama ceramah mu simpan saja untuk diri mu sendiri..........ingat bila kamu masih berani - berani dekati Mas Satrio akan aku..........."
Kata Weni sambil menggeser kan telunjuk nya ke leher nya..............
" Astowfirullahalazim la illahaillahlah..........ampuni dia ya Allah dan berilah syafaat pada nya agar segera bertaubat..........."
Jawab Ani sambil melihat Weni berjalan bersama Riska dan Fatimah.........
Di sepanjang perjalanan banyak sekali yang di bahas oleh Satrio dan Kang Tarjo masalah menjalani kehidupan, memang usia Satrio lebih muda dari Kang Tarjo tapi wawasan Satrio yang luas tentang menyikapi kehidupan dan juga tentang ke agama an membuat siapa saja betah ngobrol dengan Satrio sebab pembawaan Satrio yang sersan ( serius tapi santai ) dan juga Satrio tidak pernah menyalah kan orang lain meski Satrio tau orang itu sudah salah langkah namun Satrio selalu mengarah kan orang tersebut ke jalan Allah hingga orang tersebut menyadari bahwa diri nya bersalah dan memohon ampun kepada Allah, sungguh bijak sana dan penuh kasih sayang sifat Satrio sehingga siapa pun ingin selalu di dekat nya.
Tanpa terasa perjalanan pun telah sampai di kampung Bang Asmi, saat itu Satrio merasa keanehan saat melihat gapura yang besar bahkan Satrio sampai - sampai turun dari truk nya dan mondar mandir di antara gapura itu.
" Tio..........kamu lagi ngapain ???? memang ada yang jatuh di situ.......??? "
Kata Kang Tarjo yang ikut turun dari truk...........
" Tidak ada yang jatuh Kang..........cuma kok hawa nya beda ya Kang yang di sini dengan yang di situ.......??? "
Kata Satrio dengan tatapan bingung melihat ke arah Kang Tarjo..........
" Beda bagaimana..........kamu saja yang aneh Tio, nama nya baru turun dari mobil truk ya beda lah hawa nya.......sudah ayo ngopi dulu biar segar lagi.....??? "
Kemudian Satrio pun mengikuti Kang Tarjo sambil masih berfikir dan sesekali menoleh kearah gapura besar sebagai pembatas sebuah kampung.
" Tio kamu pegang kan alamt nya Bang Asmi.......Bu kopi 2 ya.......??? "
Kata Kang Tarjo sambil memesan kopi ke penjaga warung.........
" Iya Kang ini di saku celana saya........."
Jawab Satrio sambil mata nya memandang tajam kepada sendok yang di buat mengaduk kopi........
Saat itu tiba - tiba Satrio melihat bahwa pemilik warung itu menggunakan guna - guna melalui sendok nya dan saat Satrio menoleh ke arah tempat sendok nya ternyata ada air bunga yang di gunakan untuk merendam semua sendok itu.
" Astowfirullohalazim..........musrik pantas waktu itu Syeh Qori' berpesan begitu pada ku........"
Kata Satrio sambil mengambil sebotol air mineral yang tersedia di meja............
" Apaan Tio..........kamu ngomong apa itu tadi kurang jelas aku dengar nya........??? "
Kata Kang Tarjo yang sibuk mengaduk lagi kopi di hadapan nya sambil mencari roti di hadapan nya........
Saat itu Satrio tidak menjawab hanya tersenyum lalu dalam hati nya membaca doa untuk mengusir hal - hal yang musrik sambil pandangan nya tertuju kepada kopi di hadapan nya.
__ADS_1
لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ
Laa ilaha illallah wahdahu la syarika lahu lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumit, wa huwa 'ala syai'in qadir
Satrio membaca doa itu agar terhindar dari segala sihir yang di laku kan oleh pemilik warung tersebut dan yang terjadi gelas kopi milik Satrio dan Kang Tarjo pecah seketika itu juga sehingga mereka berdua tidak jadi minum kopi, saat itu Satrio segera membayar kopi nya dan gelas yang pecah lalu segera mengajak Kang Tarjo melanjutkan perjalanan.
" Siapa anak itu........memiliki ilmu apa dia sehingga dia bisa mengetahui kalau aku menggunakan pengasihan dari Pak Kyai..........??? "
Gumam pemilik warung sambil membersihkan bekas pecahan kopi di meja..........
Saat di dalam truk Kang Tarjo mulai bertanya kepada Satrio apa yang terjadi itu tadi kok bisa tiba - tiba gelas nya pecah terbelah jadi dua.
" Tio itu tadi di warung kok aneh ya.......??? padahal aku biasa nya buat kopi gelas nya tidak pernah pecah jadi 2 begitu dan pecahan nya kok bisa seperti di potong dengan golok yang tajam gitu ya Tio......??? "
Kata Kang Tarjo sambil dengan pandangan terheran - heran..........
" Sudah gak usah di pikirin Kang..........anggap saja Allah sudah menyelamatkan kita berdua......."
Jawab Satrio sambil senyum dan pandangan nya lurus ke depan..........
" Astowfirullohalazim ada apa itu Tio...........kenapa wanita itu.........???? "
Kata Kang Tarjo sambil memegang lengan Satrio yang sedang mengemudi...........
Saat itu Satrio segera menghentikan truk nya dan menghampiri wanita yang berdiri di tengah jalan tanpa busana sehelai pun, Satrio segera turun sambil membawa sarung untuk menutupi aurat wanita itu, saat itu semua orang menyaksikan Satrio menolong wanita itu dan melepas kan roh jin yang menempel pada wanita tersebut karena guna - guna seorang dukun.
" Hay anak muda siapa kamu........??? sedang apa kamu di sini dan untuk apa kamu menyelamatkan wanita itu ?? "
Kata laki - laki paruh baya yang mengenakan sarung, baju koko dan peci........
" Assalamualaikum.........Pak saya hanyalah musafir yang kebetulan lewat sini dan saya hanya akan mengembalikan truk ini kepada pemilik nya........"
Kata Satrio sambil senyum dan menunjuk kearah truk nya Bang Asmi...........
" Aku ingat kan kamu ya anak mudah..........jangan ikut campur urusan orang bila kamu masih ingin melihat matahari terbit esok pagi..........!!!!!! "
Kata laki - laki paruh baya itu dengan pandangan tidak suka kepada Satrio...........
" Aneh........bukan nya terimakasih anak perempuan nya kamu tolong.........ehhhh malah ngancem - ngancem padahal kan dia pakai sarung, baju koko dan peci tapi kok kamu memberi salam tidak di jawab ya Tio.......??? "
Kata Kang Tarjo sambil berjalan masuk kedalam truk......
" Sudah biar kan saja Kang itu urusan dia sama Allah......"
Kata Satrio sambil senyum dan melanjutkan perjalanan nya untuk sampai di tempat tinggal Bang Asmi........
......................
Wah........wah..........wah.........seperti nya baru saja Satrio tiba di daerah itu kok sudah di sambut dengan ilmu magic ya, lalu apakah hanya sampai di situ penyerangan kepada Satrio dan apakah Satrio masih bisa tenang menghadapi semua hal itu??? apa yang akan Satrio laku kan kepada imam - imam palsu yang menjadikan agama hanya sebagai kedok saja ???
__ADS_1
Ikuti terus perjalanan Satrio dan ambil hikmah nya dalam setiap menyikapi sebuah masalah dan jangan pernah lupa selalu dukung author dengan like, komen, rate dan favorit agar author makin rajin update nya 😊🙏