
Segala sesuatu di muka bumi ini pasti bersandar kan kepada hubungan bahkan kita ada pun karena hubungan, hubungan ada yang membahagiakan dan ada juga hubungan yang menimbulkan suatu masalah, hubungan yang di harap kan pasti nya hubungan yang membawa kepada kebahagiaan namun di saat hubungan itu mendapat perlawanan yang kuat maka akan kuat juga sebuah perlawanan nya.
Lalu bagaimana kita bisa membina suatu hubungan agar mencapai kebahagiaan ?? hubungan akan mencapai sebuah kebahagiaan bila menerima dan bukan kah tugas kita menerima sebagai manusia ?? di saat terjadi ketidak trimaan maka di situ terjadi perlawanan dari sebuah hasrat yang tidak terpenuhi, sedang kan manusia tidak akan pernah bisa memenuhi hasrat nya sebab manusia masih terikat oleh sebuah keinginan.
.......................
Setelah sholat isaq Satrio menyempatkan datang ke rumah Bang Iwan untuk berpamitan dan mengucapkan terimakasih sebab selama ini sudah di izin kan bekerja di toko beras nya dan Satrio memberi kan kunci toko kepada Bang Iwan sebab besok pagi Satrio harus pergi ke kampung nya Bang Azmi untuk mengantar kan truk.
" Assalamualaikum.............Bang Iwan maaf saya mengganggu malam - malam kemari Bang........"
Kata Satrio sambil senyum berdiri di hadapan Bang Iwan yang sedang duduk di teras rumah nya...........
" Wa'allaikumusalam Tio..........ada apa rupa nya kok tumben kamu kesini jam segini ?? apa ada masalah ?? "
Jawab Bang Iwan sambil meletakkan koran di tangan nya...........
Kemudian Satrio mendekat dan duduk di hadapan Bang Iwan untuk menyampaikan tujuan nya datang ke rumah nya malam - malam.
" Begini Bang...........insyaallah besok pagi saya akan mengantar kan truk milik Bang Azmi ke kampung nya sebab sudah 3 bulan Bang Azmi tidak ada kabar nya Bang........."
Kata Satrio dengan tatapan sedih............
" Memang nya kamu sudah dapat alamat nya Asmi ?? lalu dengan siapa kamu pergi kesana nya Tio.........jangan gegabah Tio.........itu kan kampung orang yang kamu belum pernah tau seperti apa orang - orang nya.......?? "
Kata Bang Iwan menasehati Satrio yang sudah di anggap anak sendiri..........
" Seperti nya saya akan berangkat sendiri Bang.........selama niat saya baik insyaallah Allah akan melindungi saya Bang......"
Jawab Satrio mencoba menenangkan hati Bang Iwan.......
" Ya memang Allah akan melindungi tapi kita juga harus waspada jangan gegabah Tio.......apalagi itu jarak nya jauh...........sudah kamu besok pergi nya sama Tarjo saja biar bisa gantian Tio........."
Kata Bang Iwan sambil menyalakan rokok di hadapan nya...........
" Tapi Bang........Kang Tarjo kan baru nikah yang ada malah ganggu Bang........lagi pula saya juga tidak tau bisa kembali kemari lagi tidak Bang...........?? "
Jawab Satrio sambil memandang ke arah Bang Iwan.......
" Kamu harus kembali Tio dan aku sangat yakin kamu bisa kembali kemari dengan selamat..........Tarjo.........Jo.........Tarjo.........."
Kata Bang Iwan sambil senyum kepada Satrio lalu memanggil Tarjo mantu nya..........
" Iya Pak...........ada apa ya.......?? eh Tio ada kamu to ini tadi........sudah lama disini Tio.......???
Sapa Tarjo kepada Satrio sambil senyum dan duduk di samping Satrio..........
" Baru aja kok Kang......."
Jawab Satrio sambil senyum kepada Kang Tarjo.........
" Jo.......Satrio mau pergi nganter truk nya Asmi........aku khawatir kalau di jalan ada apa - apa jadi tolong kamu temani Satrio ya Jo..........??? "
Kata Bang Iwan kepada Tarjo sambil menepuk paha Tarjo yang duduk di antara Satrio dan Bang Iwan.......
__ADS_1
" Oh..........masalah itu Pak.........siap lah saya Pak........emmmm Tio kapan kita berangkat........?? "
Jawab Kang Tarjo sambil senyum kepada Bang Iwan........
" Tapi Kang apa saya tidak mengganggu Kang Tarjo yang baru menikah..........?? saya jadi tidak enak Kang.......Bang Iwan.......jadi merepotkan kalian berdua......?? "
Kata Satrio sambil senyum dengan tersirat wajah segan.........
" Kalau gak enak kasih kucing saja Tio.......kita itu sahabat Tio jangan bicara seperti itu kamu........seperti kita baru kenal saja cara bicara mu Tio........."
Jawab Kang Tarjo sambil menepuk pundak Satrio.........
" Iya maaf Kang........insyaallah besok pagi setelah sholat subuh Kang saya berangkat nya........"
Jawab Satrio sambil tersenyum........
" Ya sudah Tio sama Tarjo malam ini kalian segera istirahat ya kan besok mau perjalanan jauh.........dan Tio ini ada uang sedikit bisa buat bekal kamu nanti di jalan.........."
Kata Bang Iwan sambil menyodorkan lipatan uang kepada Satrio..........
" Subhanallah..........alhamdulillah terimakasih banyak Bang Iwan sudah sangat baik ke pada saya......."
Kata Satrio menerima pemberian Bang Iwan...........
Kemudian beberapa menit kemudian Satrio berpamitan untuk kembali ke pasar dan tidur di truk nya, di saat itu Weni mendengarkan bahwa Satrio akan pergi dan lumayan lama maka timbul lah niat jahat Weni kepada Ani yang di rasa sebagai penghalang hubungan nya dengan Satrio.
Waktu yang tepat untuk aku melampiaskan dendam ku kepada perawat itu.........bila aku tidak bisa memiliki Satrio maka jangan harap wanita lain bisa memiliki nya............!!!!!!
Gumam Weni dalam hati sambil berdiri di balik jendela kamar nya, di rumah dinas ada Ani dan kedua sahabat nya yang sedang menonton acara tv sedang kan Ani mondar - mandir dengan perasaan nya yang gelisah.
Kata Santi sambil melipat kain di hadapan nya.........
" Gak........gak ada apa - apa..........aku cuma lagi nunggu telepon dari kampung aja kok........??? "
Kilah Ani sambil pandangan nya masih cemas..........
" Oh iya An.........waktu itu kenapa kamu tidak menerima pinangan nya Faizal ?? kurang apa coba Faizal itu sudah tampan, baik, tidak sombong di tambah lagi kan dia satu daerah sama kamu An..........??? "
Kata Sinta sambil memindah saluran tv yang sedang iklan...........
" Kenapa sih Sin kamu tu selalu aja jodoh - jodohin aku sama Faizal..........kenapa bukan kamu saja yang jadian sama dia toh kalian cocok kok..........sama - sama lebay........."
Jawab Ani dengan nada tidak suka...........
" Sudah..........sudah apa sih kalian berdua ini selalu saja adu argumentasi masalah cowok.........sudah semua orang itu punya hak nya sendiri - sendiri untuk menentukan pasangan hidup nya........."
Kata Santi sambil menumpuk kain di meja dekat tv.........
Kemudian Ani pun dengan pandangan gusar masuk kedalam kamar nya dan mengambil buku diary nya sebab bagi Ani hanya Allah dan buku diary nya itu lah tempat untuk meluapkan semua isi hati nya.
Besok pagi Mas Satrio akan pergi dan entah kapan akan kembali atau...........mungkin dia tak akan pernah kembali lagi untuk selama nya, jujur aku sangat menyayangi Mas Satrio.........namun aku hanya seorang wanita yang hanya bisa menunggu dan menerima segala keputusan.........entah harus sampai kapan aku menunggu mu Mas.........yang pasti sampai kapan pun aku akan menyimpan rasa ini di lubuk hati ku terdalam biar Allah saja yang mengetahui rasa cinta dan sayang ku pada mu Mas...........miss you Mas Satrio
Tulis Ani di buku diary nya sambil menetes kan air mata nya sebab menahan kerinduan yang mendalam kepada Satrio dan seperti nya Satrio pun merasakan hal yang sama malam itu hingga Satrio tidak mampu memejamkan mata nya sebab selalu terbayang wajah dan senyuman Ani, lalu Satrio keluar dari dalam truk nya dan berjalan menuju mushola untuk menjalan kan sholat agar hati nya lebih tenang dan di saat setelah sholat Satrio berdoa.
__ADS_1
Ya Rob...........Engkau lah pemilik hati.........Engkau lah yang lebih mengetahui isi hati hamba ya Rob.........aku sungguh menyayangi Ani hamba Mu namun rasa sayang ku lebih besar kepada Engkau ya Rob.........esok aku akan pergi ke suatu tempat yang belum pernah aku kenal orang - orang nya namun aku yakin Engkau selalu menyertai setiap langkah ku..........ya Rob tolong jaga hati Ani agar tidak salah dalam mengambil keputusan.......amiin
Setelah berdoa Satrio pun bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju truk nya lagi namun di depan mushola Satrio di jumpai oleh Syeh Qori' yang selalu membimbing Satrio dan selalu memberi tau apa yang akan terjadi dan bagaimana Satrio harus bersikap.
" Assalamualaikum anak ku..........."
Kata Syeh Qori' sambil tersenyum ramah kepada Satrio.....
" Wa'allaikumusallam Syeh.........akan kemana kah Syeh malam - malam seperti ini.......?? "
Jawab Satrio sambil mencium tangan Syeh Qori' tanda hormat nya sebagai anak............
" Aku datang untuk mu nak........aku akan memberi tau sedikit apa yang akan kamu hadapi di sana........"
Kata Syeh Qori' sambil senyum dan menepuk pundak Satrio.........
" Ada apa rupa nya syeh.......apakah mereka akan memusuhi Syeh.......?? apakah aku akan menerima fitnah lagi Syeh........??? "
Jawab Satrio dengan nada bingung sambil berjalan di samping Syeh Qori'............
" Kamu akan masuk di lingkuan imam - imam palsu nak.........mereka tau Al Qur'an dan hadist namun mereka mendustakan nikmat Allah........."
Kata Syeh Qori' sambil tersenyum kepada Satrio.......
" Lalu apa yang harus saya perbuat Syeh........sedang kan mereka sudah tau hukum Allah.......jadi tidak perlu lagi kan untuk saya ajar kan Syeh........?? "
Jawab Satrio sambil pandangan nya lurus kedepan........
" Benar memang benar kamu tidak perlu mengajar kan hukum Allah pada mereka anak ku.........tapi yang harus kamu laku kan membawa mereka semua kembali ke jalan Allah dan menarik mereka dari pola pikir yang sesat anak ku.........."
Kata Syeh Qori' sambil berjalan dengan tatapan yang tenang..........
" Apakah ada orang yang sudah mengenal hukum Allah dan paham dengan Al Qur'an dan hadist bisa tersesat jalan nya Syeh.......??? "
Tanya Satrio kepada Syeh Qori' sambil pandangan Satrio sedikit bingung...........
" Banyak anak ku.........mereka di sesat kan dengan kesombongan dan ego nya maka semua yang mereka laku kan bukan karena Allah tapi atas diri nya sendiri dan kuat nya sendiri..........maka tugas mu lah yang harus membawa mereka dalam kesadaran bahwa sejati nya mereka hanyalah hamba........."
Kata Syeh Qori' sambil tersenyum dan memberikan sebuah kayu kepada Satrio.......
" Iya Syeh saya paham sekarang apa maksud Syeh........Syeh.......Syeh Qori'..........??? "
Kata Satrio sambil menoleh ke kiri dan ke kanan mencari Syeh Qori' yang sudah menghilang...........
" Tio........kamu ngapain di situ malah tengak tengok seperti orang linglung aja.......?? "
Kata Kang Biran yang sedang membakar singkong di pelataran parkiran pasar..........
" Tidak Kang.........kirain gerimis ini tadi hehehehe......"
Kilah Satrio sambil berjalan mendekati Kang Biran........
.................
__ADS_1
Hubungan baik maka akan kembali ke diri kita baik namun tidak selama nya seperti itu ada juga niat baik kita kepada seseorang malah di nilain tidak baik sebab niat baik kita itu tidak menguntungkan bahkan merugikan bagi sebagian orang yang melanggar hukum?? lalu apakah nanti yang akan Satrio temui di kampung Bang Asmi, bertemu kah Satrio dengan Bang Asmi dan Satrio mengembalikan truk nya dengan selamat ??
Ikuti terus perjalanan Satrio yang penuh tantangan dan bagaimana cara menghadapi tantangan itu di sini, jangan lupa selalu dukung author dengan like, komen, rate dan favorit agar author makin giat update nya 😊🙏