SATRIO YANG TERPINGIT ALAM

SATRIO YANG TERPINGIT ALAM
WANITA


__ADS_3

Seorang wanita itu sosok yang membingungkan bagi pria mengapa sebab pola pikir dan sudut pandang nya jauh berbeda bahkan dari texture otak pun berbeda dengan pria lalu dimana beda nya letak perbedaan nya adalah bila wanita texture otak nya lebih tebal selaput nya dari pria dan bila pria lebih tipis selaput otak nya lalu dari texture pupil mata pun berbeda dengan pria bila wanita texture nya lebih cembung sedangkan pria cekung jadi pandangan pria lebih fokus di banding wanita.


Contoh yang sangat simpel suami suka sekali kebingungan mencari kunci mobil nya yang di geser sedikit letak nya oleh istri nya itu di karena kan memang mata pria fokus bukan berati dia tidak mau mencari, begitu juga dengan istri di saat suami akan menyalip mobil di depan nya maka istri akan memberi komando ke suami untuk melihat kebelakang maka sering kali terjadi adu argumentasi di sepanjang perjalanan.


Sebenar nya wanita hanya ingin di mengerti, di pahami dan di dengar dan bila seorang pria mampu memahami ke tiga hal kelemahan wanita itu niscaya seorang wanita akan bertekuk lutut di hadapan pria tersebut sedang kan pria yang mayoritas memiliki ego yang tinggi hanya butuh di pahami dan di hargai, bukan kah begitu kawan?


............


Siang itu Widhi sedang berada di rumah salah satu aset milik nya di dekat sebuah perkebunan apel terbesar di wilayah Jawa Timur saat itu Widhi ingin melihat bagaimana karyawan yang di kantor memperlakukan para buruh lepas yang bekerja di perkebunan tersebut, Widhi turun langsung mendatangi para buruh di perkebunan saat mereka jam makan siang sedang kan selama ini belum pernah hal itu di lakukan oleh Gustavito sebagai seorang CEO di kantor pusat.


" Assalamualaikum selamat siang semua Pak Bu kenal kan saya Widhi Wirakarna dari kantor pusat pingin nyicipi makan siang bersama."


Kata Widhi sambil senyum kepada para buruh.


Saat itu pandangan para buruh tertuju kepada Widhi sebab merasa heran sejak kapan seorang CEO perusahaan besar mau datang dan makan dengan buruh kecil seperti mereka di tambah lagi para buruh lepas itu mayoritas seorang wanita yang tinggal nya di kampung, saat itu Widhi menghampiri sekelompok wanita yang sedang duduk ngampar beralaskan tikar lusuh sambil membuka makanan yang telah di bawah nya dari rumah.


" Assalamualaikum selamat siang Ibu - Ibu menu nya apa makan di siang ini apa saya boleh bergabung di sini?"


Tanya Widhi dengan senyum ramah dan duduk di samping seorang wanita yang sudah paruh baya.


" Silahkan Pak kami jadi merasa tersanjung bila Bapak mau menikmati makan siang bersama kami yang hanya rakyat jelatah ini."


Jawab seorang wanita yang bernama Bu Yanti.


" Semua orang derajat nya sama di hadapan Allah Bu yang membedakan hanyalah hati nya saja terimakasih Bu."


Jawab Widhi sambil menerima sebungkus nasi yang di bungkus dengan daun.


" Iya Pak itu kan bagi anda tapi selama ini Bos di PT perkebunan ini tidak pernah menyapa kami sama sekali lalu Bapak tujuan nya apa menyapa kami apakah Bapak akan memecat kami Pak?"


Kata seorang pria yang usia nya sekitar 35 tahun dengan tatapan penuh kekhawatiran.


" Tidak ada yang saya pecat dan saya kesini hanya ingin tau apa keluh kesah kalian semua dan apa yang kalian makan agar kinerja kalian lebih bagus sebab dengan tubuh dan jiwa yang sehat maka hasil kerja kalian lebih memuaskan di banding dengan tubuh sehat tapi jiwa nya putus asa akan mengakibatkan kinerja yang tidak bagus."


Jawab Widhi sambil menikmati nasi jagung, urap - urap dan rempeyek ikan teri.


Saat itu semua mata yang memandang telinga yang mendengar bagaikan tersiram air surga dengan hadir nya Widhi di tengah - tengah mereka sedangkan selama ini jeritan penderitaan mereka tidak pernah di dengar oleh sang atasan mereka bekerja tidak ubah nya hanya seorang budak yang tidak ada hak untuk mengemukakan pendapat nya namun kali ini dengan hadir nya Widhi mereka merasa nyaman dan tenang sebab Widhi siap menampung semua keluh kesah para buruh terkait masalah pekerjaan mau pun non pekerjaan.


Satu jam telah berlalu dan waktu nya Widhi kembali kee kantor dengan membawa pr permasalahan ekonomi yang menjerat para buruh lepas yang mengakibatkan mereka terjebak pada uang riba, sesampai nya Widhi di kantor segera Widhi memanggil Galuh sekretaris nya untuk datang ke ruangan nya.


" Siang Pak ada yang saya bantu Pak?"


Tanya Galuh sambil berdiri di belakang Widhi.


"Luh setelah ini kamu tolong rekap semua pemasukan dan hasil panen dari kebun 1 sampai kebun 5 lalu kamu panggil bagian administrasi suruh menghadap saya sekarang."


Kata Widhi sambil pandangan nya tertuju pada hp nya.

__ADS_1


" Baik Pak."


Jawab Galuh sambil berlalu pergi dari hadapan Widhi.


Tidak lama kemudian datang lah seorang wanita yang bertugas menjadi administrasi di kantor tersebut menghadap Widhi.


" Selamat siang Pak."


Kata Sonya sambil senyum di hadapan Widhi.


" Siang silahkan duduk ada yang mau saya bicarakan dengan kamu jadi tolong catat agar kamu tidak lupa."


Jawab Widhi sambil masih memainkan hp nya tanpa melihat ke arah Sonya.


Saat itu Widhi sambil main game tetris di hp nya sambil berbicara membuat aturan baru di PT perkebunan tersebut bahwa setiap pagi semua karyawan dari mulai staf hingga yang buruh lepas harus di beri sarapan roti sandwhich dan segelas susu setelah olah raga serta setiap hari sabtu bagikan sembako kepada buruh lepas masalah dana nya ambil dari pengeluaran perusahaan.


Saat itu Sonya membelalak kan mata nya sebab selama ini hal itu tidak pernah terjadi yang terjadi malah pemotongan uang makan dan uang kesehatan namun beda dengan pola pikir Widhi yang memang peduli pada sesama, setelah diri nya selesai berbicara Sonya pun di persilah kan melanjutkan pekerjaan nya dan Widhi melanjutkan main game tetris nya.


Sekitar jam 4 sore Widhi menerima telepon dari Elli dengan tujuan untuk memerintah kan Widhi agar segera pulang sebab di rumah ada acara.


" Tio kamu sedang di mana kok di kantor pusat tidak ada?"


Tanya Elli dengan nada khawatir.


" Aku sedang ada di kantor perkebunan Tante memang ada apa mencari ku jangan bilang minta di temani ke salon?"


Jawab Widhi sambil tertawa lepas.


Kata Elli sambil sesekali memandang ke arah Aini yang duduk di hadapan nya.


" Oh ada si party to nanti jam 7 memang si party itu siapa ya tante apa masih saudara kita juga yang dari desa baru sampai di rumah sampai harus aku yang menyambut nya?"


Tanya Widhi dengan tawaa lepas seakan tidak menanggapi perihal tersebut dengan serius.


" Tio stop aku sedang serius ok jangan sampai terlambat kamu datang nya!"


Jawab Elli dengan nada datar.


" Ok tante tapi nanti aku ke gramedia dulu ya ada yang akan ku beli."


Jawab Widhi dengan tersenyum.


Kemudian Elli pun mengakhiri telepon nya sedangkan Arik dan Gustafito mulai sibuk mempersiapkan acara party garden nya dan Gustavito memberi arahan kepada ke empat gadis bukan lain Galuh, laras, Ferinda dan Rani untuk melakukan tugas nya dengan benar jangan sampai Widhi tidak tergiur kepada ke 4 wanita itu dan untuk selanjutnya akan di informasi kan lagi.


Sekitar jam 6.45 menit Widhi telah sampai di rumah nya dan ternyata rumah nya sudah penuh dengan tamu undangan yang menggunakan baju berwarna hitam saat itu Widhi mulai gagal fokus dengan pandangan nya.


Aduh siapa yang meninggal ya kok semua baju nya warna hitam jangan - jangan Bude Aini yang meninggal sebab selama ini yang tidak pernah bicara kan dia dulu saja ayam nya Jubaedah diam saja tidak bersuara tau - tau mati jangan - jangan Bude Aini begitu juga?

__ADS_1


Gumam Widhi lalu turun dari mobil nya sambil membawa peta yang lumayan besar untuk di pajang di tembok kamar nya serta beberapa kipas angin sebab Widhi alergi dengan ac maklum orang udik perut nya susah adaptasi saat Widhi masuk ke dalam rumah Widhi mulai merasa kerepotan sebab banyak nya tamu undangan.


" Permisi ... maaf numpang lewat ya Neng, Abang, Akang maaf numpang lewat."


Kata Widhi sambil berjalan memanggul gulungan peta di pundak nya.


" Satrio kamu bawa apa sih bikin ulah saja dasar kampungan!"


Teriakan Gustavito kepada Widhi dari arah belakang.


Dengan refleks Widhi pun memutar badan nya menghadap ke arah suara yang meneriaki diri nya dengan posisi gulungan peta yang lumayan panjang masih berada di pundak nya otomatis gulungan peta nya Widhi terkena wajah para undangan yang berada di situ dan juga gelas yang tertata di meja pun sontak ambruk terkena sapuan gulungan peta yang berada di pundak Widhi.


" Opsss ... maaf sengaja tolong bersih kan ya sebab aku sibuk mau memasang peta di tembok kamar ku dan kipas angin jadi sekali lagi maaf."


Kata Widhi dengan senyum berlalu dari hadapan Gustavito yang merasa geram melihat ulah Widhi.


Acara pun di lanjut kan berpindah ke taman belakang di sisi kolam renang sedangkan Widhi sedang sibuk memasang peta nya di kamar lalu memasang kipas angin di setiap sudut ruangan belum juga selesai diri nya memasang kipas angin perut nya terasa lapar sehingga Widhi pun keluar dari kamar nya untuk mencari makanan yang bisa untuk mengganjal perut nya.


" Tuan mencari apa di dapur?"


Tanya salah satu pekerja di situ.


" Cari baskom sama teko air di mana?"


Jawab Widhi sambil sibuk membuka lemari di bawah kompor.


" Memang untuk apa baskom dan teko Tuan?"


Tanya pekerja itu dengan pandangan bingung melihat Widhi.


" Sudah tidak usah banyak tanya mana itu baskom dan teko nya."


Jawab Widhi sambil memandang ke arah pekerja tersebut.


Setelah Widhi mendapat kan baskom dan teko air segera Widhi berjalan menuju taman belakang yang sedang mengadakan party garden tetapi bukan untuk bergabung dengan mereka melainkan untuk mengambil makanan dan minuman yang ada di situ di pindah ke dalam baskom dan minuman nya kedalam teko.


Wih ... ini makanan di amprakin begini saja kan mubazir mending aku masuk kan dalam baskom dan aku makan untuk pakan cacing di perut ku ini lagi minuman banyak bener kalau tidak ada yang minum kan sayang di buat mandi juga tidak bisa ni minuman.


Gumam Widhi sambil menuangkan makanan dan minum saat itu Widhi di dekati dengan ke empat gadis suruan Gustavito namun reflek tangan Widhi menyiramkan minuman ke salah gadis itu sehingga gadis itu pun merasa di permalu kan Widhi dan berlalu dari hadapan Widhi begitu juga dengan Widhi membawa baskom dan teko nya kembali ke kamar nya.


Kalian ingin mempermalukan aku dan menjebak ku sungguh bodoh kalian semua, aku datang untuk memberi kesembuhan untuk penyakit hati kalian tapi kalian akan menjebak ku maka saat ini aku akan menjadi kaca dan siapa pun yang ada di hadapan ku akan memantul sikap nya sendiri.


Gumam Widhi dengan senyum sinis sambil menikmati kue brownis di tangan nya sambil pandangan nya tertuju kepada peta di hadapan nya.


.........


Sungguh di luar dugaan sikap yang di tunjukkan Widhi diri nya mengalahkan musuh tanpa merendah kan musuh nya atau mempermalukan musuh nya tetapi kesan pertama Widhi mempermalukan diri nya sendiri dengan semua sikap keluguan nya namun saat diri nya sudah memahami titik lemah musuh nya maka dia akan menghempaskan nya sejauh mungkin tanpa memandang belas kasih, sungguh kejam ternyata sifat Widhi bahkan sangat mengerikan namun mereka tidak menyadari.

__ADS_1


Lalu apa yang akan di lakukan mereka semua untuk menjebak Widhi selanjut nya sebab hal ini dirasa gagal oleh mereka apakah mereka akan mencelakai Widhi lagi dengan cara apakah untuk menjawab rasa penasaran reader ikuti terus kisah Widhi di SATRIO YANG DIPINGIT ALAM jangan lupa selalu dukung author agar rajin update nya.



__ADS_2