SATRIO YANG TERPINGIT ALAM

SATRIO YANG TERPINGIT ALAM
RASA BIMBANG


__ADS_3

Bimbang sama arti nya dengan ragu - ragu atau kurang percaya hal tersebut bisa saja terjadi bila belum mendapat kan sesuatu bukti yang kongkret mengenai sesuatu hal dan biasa nya bila rasa bimbang yang menguasai hati maka perasaan yang berperan dan logika jarang berjalan dan bila logika yang berjalan maka ego lah yang menghiasi suatu keputusan.


Pernahkah memadukan antara perasaan dan pikiran di saat mengambil sebuah keputusan dalam hidup mu selama ini?


................


Siang ini Widhi arah menuju kembali ke Jakarta namun Ani tidak mengantar kepergian Widhi sebab hati Ani yang masih berkecamuk sedang kan rasa sayang di hati Ani begitu besar kepada Widhi sebab sesungguhnya Ani tau bahwa Widhi itu adalah Satrio namun Ani menunggu waktu yang tepat untuk menanyakan semua itu kepada Widhi.


" Neng ... Aa mau pulang ke Jakarta siang ini."


Kata Widhi melalui chat di whatsaap.


" Iya Aa hati - hati di jalan nanti kabari kalau sedang di resto."


Jawab Ani dengan di sertakan stiker sedih.


" Kenapa sedih gitu Neng?"


Tanya Widhi sambil menyalakan rokok nya.


" Bagaimana tidak sedih Aa baru datang ke rumah ku tapi sambutan keluarga seperti itu ke Aa sampai - sampai membuat Aa marah."


Jawab Ani masih dengan stiker sedih.


" Biasa seperti itu Neng kalau baik - baik saja malah aku khawatir jangan - jangan aku sedang mimpi sedangkan mimpi saja aku mukul orang."


Kata Widhi yang masih menahan emosi di dada nya.


" Lalu bagaimana nanti andaikan kita menikah Aa apa aku juga kena pukul?"


Tanya Ani sambil makin miris melihat pengakuan Widhi.


" Tergantung Neng selama kamu berjalan di rule Allah aku tidak akan marah atau memukul tapi kalau kamu sampai keluar dari rule Allah aku pasti memukul dan menyeret kamu kembali ke jalan Allah."

__ADS_1


Jawab Widhi sambil pandangan yang tajam ke arah sebuah pohon.


Karena memang Widhi seorang Panglima besar Allah jadi setiap diri nya emosi maka alam pun mengisyaratkan siang itu sedang cerah namun tiba - tiba ada kilatan petir yang menyambar sebuah pohon yang sedari tadi di tatap oleh Widhi dengan tatapan tajam, tidak lama kemudian datang lah bus yang akan membawa Widhi kembali ke Jakarta saat itu Widhi mengakhiri telepon nya dengan Ani dan Widhi pun naik ke atas bus untuk mencari bangku sesuai yang tertulis di tiket bus setelah diri nya duduk sambil pandangan nya menerawang ke langit tanpa terasa menetes lah air mata Widhi di pipi nya mengenang kata - kata Abang nya Ani kepada nya.


Ya Allah apakah aku sehina itu mengapa di saat aku tulus mencintai dan menyayangi Ani mengapa hinaan yang aku terima dari keluarga nya, apakah aku sebrengsek itu ya Allah hingga aku di anggap sebagai penipu sedangkan selama aku menjalani hubungan dengan Ani aku tidak pernah menipu yang aku lakukan hanyalah menipu masalah foto itu pun aku sudah menjelaskan apa penyebabnya lalu tuduhan apa yang di tujukan Abang nya Ani pada ku.


Jerit hati Widhi yang meratapi nasib nya dan Widhi pun berfikir bahwa kedatangan nya ke rumah Ani hanyalah menambah masalah baru bagi Widhi dan Ani kebimbangan pun mulai menghantui perasaan Widhi dan sudah menjadi tabiat Widhi bila hati nya sedang gelisah maka jiwa petarung nya muncul dan akan membabat apa pun yang berada di hadapan nya saat itu Widhi mencoba menahan jiwa petarung nya agar tidak muncul.


Di sisi lain ada Ani yang sedang di sidang dengan keluarga nya setelah kedatangan Widhi ke rumah nya menemui Mama nya dan Abang nya Ani pasti nya semua mengatakan hal yang negatif mengenai Widhi itu lah tidak semua niatan baik akan di terima dengan baik juga.


" An kenapa kamu begitu mudah menerima lelaki yang tidak jelas seperti itu di tambah lagi kamu hanya mengenal di facebook mana tau kalau dia di sana sudah memiliki istri?"


Kata Abang nya Ani dengan nada tinggi.


" Dia belum menikah Bang kita sering telepon bahkan video call dan di rumah nya tidak ada siapa - siapa bahkan semua saudara nya lelaki."


Jawab Ani mencoba membela Widhi meski hal itu sia - sia di lakukan.


Kata Abang nya Ani yang makin emosi.


" Benar An ingat kan bagaimana ulah nya Faizal dulu seperti apa padahal kita mengenal siapa dia dan siapa keluarga nya tapi bukti nya kamu juga di sia - sia kan."


Kata Mama nya Ani sambil mengelus punggung Ani yang sedang menangis sebab merasa di pojok kan seluruh keluarga nya.


" Tapi dia tidak seperti itu Ma dia orang baik - baik kalau memang niat dia tidak baik tidak mungkin dia sampai sini dan menemui Mama dan Abang?"


Jawab Ani sambil masih menangis.


" An dengar kan Abang kalau kamu masih ingin menikah dengan dia sampai kapan pun Abang tidak akan memberi restu kepada kalian berdua."


Kata Abang nya Ani sambil bangkit dari tempat duduk nya dan meninggal kan Ani dan Mama nya di ruang tamu.


" An bila Abang mu sudah berkata demikian maka Mama juga tidak bisa berkata - kata lagi semua keputusan di tangan Abang mu setelah Ayah mu meninggal."

__ADS_1


Kata Mama nya Ani lalu bangkit berdiri berjalan menuju kamar nya.


Saat itu Ani benar - benar terpuruk dan bimbang hati nya rasa nya ingin lari dari semua masalah saat ini yang sedang di hadapi namun akan lari pun kemana bila Ani meninggalkan Widhi berapa korban jiwa lagi yang akan jatuh dan bisa - bisa nyawa Abang dan Mama nya bisa terancam sebab bila Widhi marah dia tidak akan memandang itu saudara atau siapa pun akan di habisi yang bisa Ani lakukan saat ini hanyalah berteriak dan menangis kepada Allah agar saat Ani bercerita kepada Widhi dia bisa tenang dan tidak marah lagi.


Ya Allah hanya pada Mu lah tempat ku memohon aku saat ini sungguh takut dan bimbang andai aku bercerita kepada dia masalah keluarga ku sebab aku tau betul watak nya seperti apa bila sedang marah namun aku juga tidak sanggup menghadapi semua ini sendirian ya Allah aku butuh dia untuk tempat ku bersandar sebab hanya dengan nya aku temukan kedamaian jiwa ku.


Doa Ani sambil masih bercucuran air mata saat ini bagaikan ada ikatan batin antara Widhi dan Ani tidak begitu lama masuk lah chat dari Widhi menanyakan keadaan Ani dan ke dua anak nya.


" Neng kamu baik - baik saja kan di sana lalu anak - anak sudah tidur kah?"


Tanya Widhi melalui chat di whatsaap.


" Alhamdulillah Aa anak - anak sudah tidur aku baru saja selesai sholat ini Aa sudah sampai mana kok sudah bisa chat?"


Tanya Ani mencoba mengalihkan pembicaraan.


" Aku sudah sampai restoran Neng maka nya baru ada sinyal, bila kamu baik - baik saja mengapa hati ku gelisah dan mata ku melihat kamu menangis kamu ada masalah apa Neng?"


Jawab Widhi yang memiliki insting sangat kuat lalu Ani pun menceritakan semua nya kepada Widhi yang baru saja terjadi kepada nya.


Sambil mendengarkan semua cerita Ani saat itu Widhi hanya diam sambil gejolak jiwa petarung nya sudah tidak mampu di tahan lagi sehingga keluarlah wujud naga di langit dan di perintahkan untuk mendatangi kampung Ani untuk memporak porandakan seluruh kampung dan mencari Mama dan Abang nya Ani saat itu lalu Ani pun mengetahui siapa yang sedang marah saat itu di tengah hujan lebat, angin serta petir yang bersaut - sautan Ani keluar dari rumah nya dan berdiri di teras rumah nya sambil memandang langit batin nya berteriak kepada Widhi dan saat itu Ani sangat yakin bahwa Widhi mendengar jeritan hati nya.


Aa tolong hentikan tenang lah bagaimana pun juga mereka keluarga ku bila kamu benar menyayangi aku dengan tulus hentikan semua ini Aa tolong hentikan bila kamu menyakiti mereka sama saja kamu juga menyakiti aku Aa tolong bersabar lah Allah pasti memberikan jalan keluar untuk hubungan kita.


Jerit Ani dalam hati sambil memandang langit dan tidak begitu lama reda lah hujan, angin dan petir yang bersaut - sautan namun Abang nya Ani mengalami kecelakaan sebab mobil yang di kendarai tertimpa pohon memang si tidak begitu fatal tapi lumayan mengejutkan belum lagi atap rumah Ani hancur dan porak poranda saat Ani menolong Abang nya di situ Ani merasa makin takut dengan sifat Widhi yang sangat sensitif dan mudah marah bisa - bisa nyawa nya melayang bila Widhi sedang marah lalu bagaimana dengan nasib kedua anak nya.


...............


Seperti nya mereka berdua terjebak oleh kasih sayang yang mengikat hati satu dengan yang lain nya apakah Widhi akan mampu mengontrol emosi nya agar Ani bisa yakin dan tidak takut kepada Widhi lalu bagaimana dengan Ani apakah bisa beradaptasi dengan Widhi yang sangat temperamen mampukah Ani merubah watak Widhi yang sensitif dan lumayan arogan bila harga diri nya terusik maka akan brutal tingkah laku nya.


Ikuti terus kisah perjalan Widhi dan Ani menemukan cinta sejati nya dan di beri tugas saling membenai diri masing - masing oleh Allah, selalu dukung Author agar makin rajin update nya.


__ADS_1


__ADS_2