
Bila anda bertanya kepada saya apakah seorang anak yang terlahir dari keluarga kaya pasti akan kaya juga dengan jujur saya jawab iya lalu apakah anak yang terlahir dari keluarga sederhana tidak akan kaya dengan jujur saya jawab belum tentu mengapa demikian mari kita ulas satu persatu.
Mengapa anak yang terlahir di keluarga kaya akan jadi kaya juga sebab anak tersebut sejak lahir memiliki privilege atau hak istimewa yang belum tentu orang lain miliki di tambah lagi anak tersebut bertumbuh di lingkungan yang sangat mendukung keberhasilan nya maka dari itu sangat mudah bagi nya untuk menjadi kaya beda hal nya dengan anak yang terlahir di keluarga yang sederhana untuk mencapai kata kaya dan sukses harus melewati jalan yang terjal.
Kita tidak bisa memilih akan terlahir dari kandungan siapa dan kita juga tidak bisa memilih kaya atau sederhana orang tua kita tapi minimal putus mata rantai dan bangun privilege untuk anak - anak mu kelak, contoh Jack Ma orang terkaya dari daratan Tiongkok dia dulu nya hanya buruh dan guru bahasa inggris di situ kita bisa melihat bahwa semua orang berhak sukses sebab Tuhan itu adil maka perbanyak lah bersyukur dan jadi kan motivasi jadi lebih baik.
...................
Siang itu Satrio telah sampai di villa milik Nenek nya kawan - kawan nya pun sudah tiba di sana tidak begitu lama menyusul lah mobil Sandi dan Rahma yang datang masuk ke area villa tersebut saat itu Satrio tersenyum menyambut kawan lama nya yang datang namun di sisi hati terkecil nya merasa ada yang kurang sebab istri dan anak - anak nya tidak ikut serta bersama nya kemudian Satrio meminta izin kepada kawan nya untuk menyelesaikan masalah sedikit dengan Rahma di sebuah gajebo samping villa.
" Rahma mari kita ke gajebo sana untuk menyelesaikan beberapa berkas yang harus saya tanda tangani."
Kata Satrio dengan senyum sopan kepada Rahma.
" Mari Pak dan ini sudah saya bawa semua berkas - berkas yang Bapak butuh kan."
Jawab Rahma sambil berjalan menuju gajebo.
Saat melihat Satrio dan Rahma menuju gajebo saat itu sorot mata Ita menandakan tidak suka kepada Rahma sebab Satrio lebih dekat dengan Rahma sedangkan Ita tidak tau siapa Rahma sebenar nya pola pikir yang negatif pasti nya akan menghasilkan tindakan yang negatif juga.
Sial siapa wanita itu berani - berani nya dia mencuri perhatian Satrio bahkan mereka berdua - dua an di gajebo memang nya di anggap apa aku ada di sini bikin badmood saja melihat pemandangan yang seperti ini.
Bergumam lah dalam hati Ita sebab bagi nya ini lah momen paling tepat untuk merayu Satrio sebab kondisi rumah tangga Satrio yang sedang tidak bagus adalah cela ter bagus bagi Ita untuk memberikan perhatian dan kasih sayang yang lebih kepada Satrio dan Ita beranggapan semua laki - laki sama bila di suguhkan kenikmatan duniawi lelaki mana yang tidak akan terbuai dan bila sudah terbuai maka akan sangat muda mengendalikan nya.
Di sisi lain ada Satrio yang sedang fokus membicarakan tentang pembebasan lawan warga yang tidak sedikit jumlah nya efek terkena dampak pergeseran tanah dan warga memilih untuk pindah dari wilayah tersebut demi keselamatan mereka dan semua tanah warga di jual ke perkebunan milik Satrio.
" Rahma ini semua berkas sudah saya tanda tangani tolong besok pagi kamu ke kantor perpajakan ya."
Kata Satrio sambil menutup pulpen.
" Saya ke kantor perpajakan nya setelah balik nama atas nama Bapak atau sebelum ya Pak?"
Tanya Rahma sambil mengemas beberapa berkas di hadapan nya.
" Sesudah dong Rahma kalau sebelum memang pajak siapa yang mau di bayar."
Jawab Satrio sambil senyum dan bangkit dari duduk nya.
" Baik Pak maaf saya gagal fokus Pak."
Kata Rahma sambil memasukan berkas kedalam tas.
" Belajar lebih fokus Rahma di segala hal sebab dengan fokus kamu bisa waspada dan waspada itu harus."
Kata Satrio sambil berjalan menuju Villa meninggal kan Rahma yang masih sibuk dengan setumpuk berkas di hadapan nya.
Iya Pak Satrio enak terlahir sudah kaya mau apa pun serba tersedia sekolah pun di sekolah pilihan sedangkan aku sejak lahir sudah di hadap kan dengan masalah perekonomian keluarga yang minus sudah bisa sampai lulus SMA saja sudah sukur alhamdulillah meski setiap hari harus jadi kuli cuci gosok di komplek agar bisa bayar uang sekolah.
Bergumam lah dalam hati Rahma sambil mengenang masa lalu nya yang kelam demi mencapai cita - cita nya bisa bekerja di perkantoran bukan menjadi kuli cuci gosok seumur hidup nya di sisi lain ada Ani yang hidup di lingkup keluarga Satrio yang notabene pola pikir nya egois, tamak dan serakah demi mencapai segala hal akan menghalalkan segala cara.
" An kita bisa bicara di kantor ku?"
Tanya Arik dengan tatapan sinis.
" Bisa Bude eh Bu."
Jawab Ani yang bingung harus memanggil Arik dengan sebutan apa.
Aku harus memanggil dengan sebutan apa kepada ini orang satu kata yang lain dia Ibu kandung Mas Satrio sedangkan Mas Satrio memanggil dia dengan sebutan Mbak Arik mana ada seorang Ibu di panggil Mbak oleh anak nya sendiri huuuffff sungguh keluarga yang membingungkan.
Bergumam lah dalam hati Ani sambil mengikuti Arik menuju kantor pribadi nya yang terletak di luar rumah selama perjalanan menuju kantor pribadi Arik semua pekerja di rumah itu menyapa dan membungkuk kan badan nya kepada Arik sedang kan Ani berjalan di belakang Arik sambil terus berpikir.
Ini orang gila hormat sekali si sampai - sampai ulah nya bak tuan putri yang sedang lewat di atas karpet merah kalau saja dia bukan mertua ku sudah ingin aku tarik saja konde nya yang seperti parabola itu lalu aku lemparkan ke selokan tamat lah riwayat mu.
__ADS_1
Bergumam lah dalam hati Ani yang sesekali tersenyum geli melihat konde Arik dari arah belakang dan di dalam benak Ani konde nya Arik bagaikan parabola yang besar dan bila di lemparkan akan sangat lucu sehingga membuat perut nya geli sendiri kemudian sampailah mereka berdua di kantor pribadi Arik.
" An kamu kan sekarang sudah menjadi istri Satrio jadi bisa lah aku meminta tolong kepada mu?"
Kata Arik sambil menyerahkan amplop coklat ke pada Ani.
" Apa ini isi nya Bude?"
Tanya Ani sambil memegang amplop tersebut.
" Buka saja dan kamu baca sendiri An."
Jawab Arik sambil berdiri di hadapan Ani.
Kemudian Ani mulai membuka dan mengeluarkan isi dalam amplop coklat tersebut dan membaca nya dengan seksama apa sebenar nya tujuan Arik membawa nya ke ruang kerja pribadi nya di sisi lain ada Satrio yang sedang berkumpul dengan kawan - kawan nya dan di samping Satrio ada Ita yang mulai menjalan kan tugas dari Gustafito untuk merayu Satrio hingga membawa Satrio ke atas ranjang menikmati tubuh Ita.
" Tio rileks lah sedikit jangan terlalu tegang ini kan hari libur kita bersenang - senang lah sejenak."
Kata Damar sambil menyalakan musik.
" Benar itu Tio kita lepas beban penat di dalam pikiran kita sesekali kita menikmati hidup tidak salah kan."
Imbuh Sandi sambil menyerahkan segelas wine kepada Satrio.
" Sorry aku tidak minum wine lagi pula aku lebih suka minum jus alpukat."
Jawab Satrio sambil mengangkat gelas yang berada di hadapan nya.
" Tio apa si yang jadi beban pikiran mu cerita lah kan kita sahabat siapa tau aku bisa membantu mu?"
Tanya Ita sambil mengalungkan lengan nya ke leher Satrio.
" Lepas kan lengan mu dari ku Ta aku sudah berkeluarga tidak sepantasnya kamu bersikap seperti itu pada ku."
" Iya aku tau kamu sudah berkeluarga tapi kan saat ini istri mu tidak bersama mu Tio jadi bisa lah kita bersenang - senang saat ini."
Jawab Ita yang semakin menjadi kelakuan nya mendekati Satrio.
" Cukup Ta jangan melampui batasan sikap mu!"
Kata Satrio dengan nada emosi kemudian bangkit dari duduk nya.
" Hay Tio ada apa dengan mu kenapa kamu sekarang berubah tidak seperti dulu?"
Kata beberapa kawan Satrio yang sedang menikmati alunan musik.
" Sebab aku sudah berkeluarga saat ini maka aku sudah memiliki batasan lanjutkan saja party nya."
Kata Satrio dengan melangkah kan kaki nya menuju teras villa.
" Sial aku tidak bisa membiarkan Satrio pergi begitu saja momen ini yang sudah aku tunggu - tunggu!"
Kata Ita sambil berjalan mendekati Satrio.
Kenapa hati merasa ada sesuatu terjadi kepada istri ku sebenar nya ada apa ini dan dia juga belum memberi kabar kepada ku sejak kemaren bahkan whatsaap nya pun tidak aktif sejak kemaren apakah istri ku baik - baik saja di sana dan bagaimana dengan anak - anak ku.
Bergumam lah dalam hati Satrio sambil melihat hp di genggaman nya sedangkan Ita sudah berada di belakang Satrio dan memeluk Satrio dari belakang dengan segala tipu daya di lakukan oleh Ita demi tercapai nya keinginan nya memiliki Satrio dan bisa mengendalikan Satrio.
" Tio aku tau hubungan rumah tangga mu sedang kacau maka aku bisa membantu mu melepas penat mu saat ini."
Kata Ita sambil menyandarkan kepala nya di punggung Satrio.
" Apa mau mu Ta jangan membuat ku benar - benar marah."
__ADS_1
Kata Satrio sambil melepaskan tangan Ita yang sedang memeluknya.
" Ayo lah Tio jangan munafik kamu juga membutuhkan kehangatan kan sedangkan istri mu tidak bisa memberikan hal itu kepada mu apa salah bila aku yang memberikan kepada mu?"
Tanya Ita sambil mendekati wajah Satrio.
" Ternyata benar waktu tidak pernah mampu merubah sikap mu Ta mungkin azab Allah lah yang bisa membuat mu sadar ... MINGGIR KAMU WANITA MURAHAN!"
Kata Satrio yang semakin marah dan mendorong Ita hingga terjatuh ke lantai.
Kemudian Satrio berjalan menuju mobil nya dan memacu mobil nya menuju bandara saat itu juga sebab hati nya merasa gelisah, khawatir semua bercampur menjadi satu sedang kan di rumah Satrio ada Ani dan Arik yang sedang adu argumen sehingga menimbulkan pertengkaran antara mereka berdua saat itu.
" Bisa kan An kamu meminta Satrio untuk menandatangani beberapa berkas itu?"
Tanya Arik dengan pandangan sinis.
" Memang saya istri Mas Satrio tapi bukan berarti saya akan mendukung Bude untuk menghancurkan Mas Satrio dan bukan kah Bude adalah Ibu kandung Mas Satrio mengapa tega berbuat seperti ini?"
Tanya Ani dengan nada emosi.
" Kamu harus tau diri ya An dan siapa kamu sebenar nya sudah bagus kamu dari kampung saya bawa ke kota!"
Jawab Arik yang seperti nya sudah tersulut emosi nya.
" Oh jadi anda akan memanfaatkan saya di sini jadi niat anda membawa saya hanya untuk memanfaatkan saya sebagai istri Mas Satrio saja sungguh picik pola pikir anda ternyata."
Kata Ani sambil menahan emosi nya.
" Kamu mau bekerja sama atau anak - anak mu yang akan menjadi korban pilihan di tangan mu An ... lihat di layar tv itu."
Kata Arik sambil menyalakan layar tv.
" Anak ku ... lepas kan mereka jangan bawa anak ku kedalam ego kalian lepas kan mereka atau aku sobek berkas ini!"
Kata Ani dengan penuh emosi.
" Bila berkas itu kamu sobek dan hancur kan maka yakin lah bahwa aku pun akan menghancurkan kebahagian mu itu selama nya."
Kata Arik dengan senyum licik.
" Apa mau kalian demi kedua anak ku akan ku lakukan apa keinginan kalian asal lepas kan mereka berdua mereka tidak tau apa - apa aku mohon lepas kan mereka."
Kata Ani sambil menangis melihat ke dua putri nya yang sedang di sekap oleh Gustafito.
" Aku lepaskan asal kamu bersedia bekerjasama dan suruh suami mu menandatangani semua berkas itu."
Kata Arik dengan senyum sinis.
" Baik tapi tunggu sampai Mas Satrio pulang dari luar kota maka akan ku suruh untuk menandatangani semua itu dan setelah itu jangan pernah usik lagi rumah tangga ku dan anak - anak ku."
Kata Ani sambil menahan sesak di dada nya.
" Ok kita sepakat dan ingat kamu jangan bertindak ceroboh bila menginginkan mereka selamat."
Kata Arik dengan penuh ancaman.
.................
Seperti nya keserakahan mereka semakin menjadi bahkan sudah hilang akal sehat nya sampai - sampai anak Ani pun di jadi kan sandra oleh Arik dan Gustafito lalu apa yang akan di lakukan Ani sebagai seorang Ibu sedangkan saat ini Satrio sedang tidak bersama nya dan mereka berdua pun sedang miskomunikasi apakah Ani akan bertindak sendiri tanpa memberi tau kepada Satrio atau kah Ani akan memberi tau Satrio saat tiba di rumah?
Untuk mengetahui semua jawaban nya selalu ikuti di setiap bab nya hanya di SATRIO YANG TERPINGIT ALAM dan selalu dukung author agar rajin update nya.
__ADS_1