
Sering sekali kita menyaksikan banyak kejadian istri nya begitu taat beribadah tetapi pasangan nya atau suami nya sangat jauh dengan kata ibadah atau ada juga yang suami nya paham betul tentang hukum dalam keyakinan tetapi istri nya sebagai pelanggar hukum itu sendiri lalu apakah yang sebenar nya terjadi apakah itu yang di namakan jalinan jodoh atau sebuah jalinan karma di bab ini kita akan membedah kedua nya secara detail.
....................
Kali ini kita akan menilik apa si yang sebenar nya sedang di alami oleh Satrio dan Ani hubungan seperti apa yang sedang mereka jalani selama beberapa tahun ini apakah mereka memang berjodoh atau kah mereka sedang menjalani karma nya yang harus mereka selesaikan di kehidupan saat ini, siang itu Satrio dan Leni telah sampai di rumah nya sedang kan orang suruan keluarga nya baru akan bersiap pergi hal tersebut yang membuat Satrio tersenyum melihat kemunafikan keluarga nya yang belum juga terkikis oleh keadaan.
" Mas Tio nanti jam 4 sore aku pulang ya kasian anak - anak sudah lama aku tinggal di rumah Nenek nya."
Kata Leni sambil mengangkat cangkir teh hangat.
" Iya Len nanti kamu pulang dengan siapa apakah di jemput dengan Sandi?"
Tanya Satrio dengan senyum khas nya yang teduh.
" Tidak Mas aku di jemput sopir sebab Mas Sandi sedang tugas luar kota."
Jawab Leni sambil membuka hp nya.
" Tio kamu sudah di rumah padahal kita sore ini akan pergi ke rumah Nenek untuk melihat kondisi mu?"
Kata Elli penuh basa basi.
" Tidak perlu repot - repot Mbak Elli aku baik - baik saja kok."
Jawab Satrio dengan senyum ramah kepada Elli yang berdiri di samping Leni yang sedang duduk.
" Oh iya Mas Tio ini hp mu untung saja aku ingat kalau lupa bisa ke bawa aku pulang."
Kata Leni sambil menyerahkan hp kepada Satrio.
" Oh jadi selama ini hp nya Tio kamu yang bawa Len pantas saja dari keluarga sini telepon tidak pernah di angkat."
Kata Elli dengan lirikan sinis kepada Leni.
" Untuk apa aku mengangkat telepon pembunuh keponakan nya sendiri buang - buang waktu ku saja dan juga sudah sukur aku tidak blok itu no kalian semua."
Jawab Leni dengan tenang nya sambil masih memainkan hp di tangan nya.
" Dasar anak kampungan tidak tau etika dan tata krama bicara dengan orang tua kita semua juga tau apa niat mu baik dengan Tio selama ini kamu juga hanya ingin harta Tio kan Len!"
Kata Elli dengan nada yang sedikit emosi.
" Dasar orang picik sampai tidak bisa membedakan mana yang tulus dan mana yang biadab ingat ya meski aku bukan Adik satu kandung dengan Mas Tio tapi aku tidak gila harta seperti kalian cam kan itu Nenek Lampir."
Jawab Leni sambil mendekatkan wajah nya di hadapan Elli yang masih berdiri mematung.
" Dasar kampungan kalian berdua sama saja!"
Kata Elli dengan penuh emosi melangkah pergi meninggalkan Satrio dan Leni di ruang keluarga.
__ADS_1
Setelah berbincang dengan Leni beberapa saat kemudian Satrio pun berpamitan kepada Leni untuk merebahkan tubuh nya yang belum pulih betul stamina nya kemudian Satrio teringat kepada Ani kekasih jiwa nya yang berada di pulau lain dan pasti nya banyak sekali pertanyaan Ani sebab selama dua minggu mereka tidak berkomunikasi hanya melalui Aisyah Ani bisa mengetahui bagaimana Satrio namun hal itu pun tidak akan mampu membuat Ani tenang maka itu Satrio memutuskan untuk menelpon Ani agar tidak terus khawatir.
" Assalamualaikum Dik Ani bagaimana kabar nya apakah sedang sibuk?"
Tanya Satrio sambil menyandarkan tubuh nya di ranjang nya.
" Wa'allaikumusallam Mas alhamdulillah akhir nya kamu menghubungi aku juga Mas sedang kan aku di sini sangat khawatir dengan kondisi mu di sana bagaimana Mas?"
Jawab Ani sambil membasuh air mata nya yang tidak mampu terbendung karena bahagia.
" Alhamdulillah aku baik - baik saja Dik kan aku sudah mengatakan kepada Aisyah dan Aisyah pun sudah mengatakan pada mu kalau aku baik - baik saja kan Dik?"
Tanya Satrio sambil senyum membayangkan expresi wajah Ani.
" Iya aku tau Mas tapi yang masih buat aku tidak habis pikir kamu kemaren kata Aisyah minta buat kan kopi lalu setelah aku buat kan kamu chat ke aku mengatakan terimakasih tadi pagi juga begitu tiba - tiba Aisyah berlari ke dapur sambil berkata bahwa kamu sedang sarapan sumpah Mas ini semua buat ku bingung sebab aku hanyalah manusia biasa yang penuh keterbatasan dan kekurangan."
Jawab Ani seakan diri nya benar - benar sangat lelah dengan semua yang di hadapi nya.
" Lalu kamu mau nya seperti apa Dik sedangkan sampai detik ini keluarga mu belum memberi restu untuk kita bersatu."
Tanya Satrio sambil memijat kening nya.
" Mas mereka bukan tidak memberi restu tapi mereka khawatir dengan ku di tambah lagi mereka tidak mengenal mu jadi wajar lah mereka seperti itu Mas, aku mau kamu datang kemari dengan nyata bukan uka - uka, penampakan atau apalah itu sebutan nya."
Jawab Ani dengan sedih.
Kata Satrio sambil senyum dan sorot mata yang tajam seolah melihat pada target yang di tuju.
" Iya Mas aku tunggu dan selama ini aku selalu menunggu mu untuk menjemput ku dan membawa ku pergi dari sini dengan ikatan yang sah dan halal hubungan kita Mas."
Kata Ani mencoba memberi penjelasan kepada Satrio.
" Aku pun menginginkan hal itu Dik hanya saja kan kita harus melalui proses agar saat pada waktu nya kita sudah mempersiapkan segala kemungkinan yang kita anggap tidak mungkin."
Jawab Satrio dengan nada yang tenang.
" Iya Mas aku paham semua ini adalah proses untuk mempersiapkan diri saat nanti waktu nya kita bersama lalu Mas Tio kapan akan kemari?"
Tanya Ani dengan penuh harap.
" Insyaallah malam ini aku berangkat dan kalau tidak ada masalah besok pagi q sudah sampai di kampung mu Dik baru malam nya aku ke rumah mu untuk berbicara kepada Mama mu."
Jawab Satrio sambil bangkit dari ranjang nya berjalan menuju lemari baju nya.
Saat itu Satrio segera bersiap - siap untuk pergi menemui Ani dan menyampaikan niat nya kepada orang tua Ani untuk yang ke dua kali nya waktu yang pertama kali datang menemui keluarga Ani waktu itu adalah jiwa nya Widhi sosok panglima besar pilihan Allah siapa pun yang mengusik nya akan ditumpas habis oleh nya tidak memandang siapa pun itu akan habis di tangan Widhi namun kini yang akan datang menghadapi keluarga Ani adalah Satrio sosok yang di pilih Allah menjadi penjaga kestabilan bumi lalu apakah yang akan terjadi mari kita ikuti perjuangan nya.
Di sisi lain ada Elli, Arik, Gustafito, Aini dan Gunawan keluarga dari Satrio yang masih mengincar nyawa Satrio demi mendapat kan harta warisan dari mendiang Nenek nya Satrio dan semua hal akan di lakukan oleh mereka dan saat ini Elli memberi tau Arik bahwa Satrio sudah pulang dan masih hidup dengan tujuan bisa memikirkan langkah selanjut nya.
" El ada apa dengan mu kenapa raut wajah mu masam begitu?"
__ADS_1
Tanya Arik sambil melanjutkan pekerjaan nya.
" Satrio dan Leni sudah kembali Mbak dan Leni berani berkata tidak sopan pada ku."
Jawab Elli sambil pandangan nya tertuju ke luar jendela.
" Masih hidup rupa nya anak sial itu lalu sedang di mana mereka berdua biar aku yang menghadapi nya El."
Kata Arik sambil menutup map di hadapan nya.
" Tadi mereka ada di ruang keluarga sekarang entah di mana mereka aku sangat sebal melihat mereka kenapa tidak pergi saja mereka ke alam baka agar tidak terus membuat kegaduhan di rumah ini!"
Jawab Elli dengan nada marah.
" Kamu tenang saja El yang pasti aku dan Vito sudah membuat rencana agar Satrio angkat kaki dari rumah ini dan tidak kembali lagi tanpa membunuh nya."
Kata Arik dengan senyum licik menepuk pundak Elli yang berdiri di depan jendela.
" Sejak dulu kamu katakan hal itu Mbak tapi mana bukti nya semua gagal Satrio masih saja hidup dan terus kita yang menjadi korban nya mengemis setiap bulan pada nya sampai kapan harga diri kita di injak seperti ini Mbak?"
Tanya Elli dengan nada bergetar menahan emosi.
" El kamu tau kan Satrio sangat mencintai wanita murahan yang tidak jelas status nya itu dan setiap kata - kata wanita itu pasti akan di turuti oleh Satrio maka itu kita harus bisa dekati wanita itu dan kita suruh wanita itu yang mengatakan pada Satrio dan pasti nya Satrio menuruti nya juga bukan?"
Jawab Arik dengan senyum licik.
" Benar juga kamu Mbak kenapa baru sekarang kamu kata kan hal itu lalu apa yang harus kita laku kan Mbak agar rencana ini berhasil?"
Tanya Elli sambil memandang ke arah Arik.
" Aku akan merestui hubungan mereka berdua dan akan aku nikah kan mereka berdua tapi setelah itu baru aku dekati wanita itu agar dia meloloskan keinginan kita El."
Jawab Arik dengan senyum bangga.
" Sempurna sekali Mbak aku setuju ya sudah aku akan memberi tau Mbak Aini dan Mas Gunawan masalah ini Mbak."
Kata Elli sambil senyum berlalu dari hadapan Arik.
Kemudian Elli pun memberi tau rencana Arik kepada Aini dan Gunawan saat mereka berdua mendengar rencana itu mereka tersenyum puas dengan rencana yang sangat sempurna itu tapi mereka selalu lupa dan mereka tidak belajar dari segala kesalahan dan kegagalan mereka mereka tidak melihat pada permasalah an nya namun mereka terfokus kepada hasil sebab itu lah mereka selalu gagal di setiap rencana nya.
...................
Sampai kapan kah mereka tidak mau belajar dengan kegagalan apakah akan selama nya seperti itu yang akan membawa mereka kedalam kegagalan hidup yang kekal sedangkan manusia di beri masalah dalam hidup agar belajar memahami proses dan menyadari bahwa manusia harus bersyukur atau ridho atas pengaturan Allah, jangan pernah hanya meminta ridho dari Allah sedangkan diri kita sendiri tidak pernah ridho dan ikhlas dengan pengaturan dan pemberian Allah sebab di situlah terjadi nya segala macam masalah di hidup mu.
Lalu bagaimana nanti respon keluarga Ani saat Satrio yang datang dan berbicara sedangkan Satrio bukan lah manusia seutuhnya diri nya mampu merubah apa pun dengan seizin Allah bahkan langit, bumi, air, angin dan udara tunduk kepada Satrio sebagai penghulu alam semesta dan bagaimana dengan rencana Arik apakah akan berhasil saat ini ataukah akan menerima kegagalan lagi seperti yang sudah - sudah?
Untuk mengetahui jawaban nya ikuti kisah mereka hanya di SATRIO YANG TERPINGIT ALAM dan petik lah hikmah nya di setiap bab nya agar menjadi ladang amalan bagi author dan jangan pernah lupa selalu dukung author agar rajin update nya.
__ADS_1