SATRIO YANG TERPINGIT ALAM

SATRIO YANG TERPINGIT ALAM
ADAPTASI


__ADS_3

Di kondisi apa pun kita di tuntut untuk bisa beradaptasi entah itu di lingkungan perkantoran, rumah, sekolah bahkan saat awal menikah sebab yang biasa nya sendiri sekarang ada yang menemani dari tidur hingga tidur lagi kini ada yang menemani dan pasti nya disitulah timbul masalah baru sebab ada nya beda pendapat dan pasti nya memicu adu argumentasi bila belum bisa beradaptasi satu dengan lain nya.


Lalu bagaimana dengan pengantin baru Satrio dan Ani yang baru saja 1 hari menikah apakah kedua nya sudah bisa saling adaptasi secara selama ini mereka hanya LDR dan Satrio mahkluk aneh bagi manusia umum nya lalu Ani memiliki trauma masa lalu dengan mantan suami nya bisa kah Satrio menjalankan kewajiban nya sebagai suami dan membuat Ani nyaman, mari kita tilik apa yang di lakukan Satrio untuk menjalankan kewajiban nya sebagai seorang suami yang istri nya mengalami traumatis.


..................


Malam itu saat setelah ijab qobul Satrio menidur kan dua putri kecil nya dan ternyata Satrio tertidur bersama putri kecil nya sambil mendekap Aisyah kecil Satrio tertidur lelap saat menyaksikan pemandangan itu tanpa terasa meleleh lah air mata Ani sebab selama ini Ani tidak pernah melihat pemandangan seperti itu kasih sayang yang begitu tulus seorang Ayah kepada putri kecil nya.


Ya Allah nikmat Mu yang mana lagi yang bisa aku dusta kan Engkau telah mengirimkan lelaki yang baik dalam segala urusan dunia mau pun akhirat ku bahkan dia begitu sayang kepada kedua putri ku yang selama ini tidak pernah mereka dapat kan dari Ayah kandung mereka sendiri sedangkan Mas Satrio orang lain bisa sesayang itu kepada anak - anak ku terimakasih ya Allah.


Bergumam lah dalam hati Ani sambil menyelimuti putri kecil nya serta menyelimuti Satrio kemudian Ani mencium lembut kening Satrio setelah itu Ani mematikan lampu kamar dan menutup pintu kamar kemudian Ani kembali ke kamar nya untuk merebahkan tubuh nya yang terasa lelah seharian begitu banyak tamu dan sanak keluarga yang harus di sapa tidak begitu lama Ani pun tidur lelap dan Ani merasa biasa saja tidur sendiri di kamar nya tidak ada yang berubah.


Malam terus berjalan hingga tepat di sepertiga malam Satrio terbangun sebab sudah terbiasa Satrio menjalankan sholat tahajud saat itu seperti nya Satrio belum sepenuh nya menyadari bahwa kini diri nya sudah menikah dengan Ani sebab di alam bawah sadar nya Satrio tidur sendiri di kamar nya dan saat terbangun melihat ada Aisyah sedang tertidur di pelukan nya Satrio terkejut hingga jatuh dari ranjang dan kepala nya terbentur lemari baju.


AAAOOOOO ... ya Allah sakit juga aku sedang di mana ini kenapa ada Aisyah di kamar ini memang aku sedang di mana si ini bukan nya aku tidur di hotel apa aku tidur di rumah Ani astagfirullahalazim kalau benar aku tidur di rumah Ani gawat dong nanti kalau sampai aku di grebek masyarakat bisa di arak dan di nikah kan di pos kapling tidak bisa aku harus segera kabur kasian Ani kalau sampai terjadi sesuatu.


Bergumam lah dalam hati Satrio sambil mengusuk kepala nya yang terbentur lemari mulai lah Satrio berjalan mengendap menuju dapur hendak kabur dari rumah Ani namun sesampai nya di ruang makan Satrio di kejut kan oleh suara yang tidak asing di telinga nya bukan lain adalah Widhi sosok mahkluk panglima besar pilihan Allah yang selalu mengikuti kemana pun Satrio pergi dan hanya Satrio yang mampu melihat wujud sosok Widhi yang garang dan menyeramkan.


" Satrio bagaimana malam pertama mu apa sudah belah duren atau jangan - jangan kamu tidak paham?"


Tanya Widhi sambil menikmati ayam bakar di hadapan nya.


" Widhi kamu sedang apa disini ayo buruan kita kabur kasian nanti Ani kena masalah gara - gara kita."


Jawab Satrio sambil sesekali menoleh ke belakang.


" Hay orang aneh orang satu kampung juga sudah tau kalau kamu tidur di sini lalu apa lagi yang kamu takut kan kalau kamu tidak bisa ...."


Kata Widhi yang belum selesai melanjutkan kata - kata nya sudah di tutup mulut nya oleh Satrio dan di tarik keluar rumah.


" Widhi bisa tidak kamu stop buat ulah ok ini bukan kampung kita jadi stop jaga sikap mu!"


Kata Satrio dengan nada menahan marah kepada sosok Widhi yang menahan tawa melihat ulah Satrio.


" Wah minta di kepret ini bocah biar sadar PLAK ... PLAK .... BURU SADAR KAMU SUDAH NIKAH SAMA ANI MAU KABUR KEMANA LAGI KAMU SATRIO!"


Kata Widhi sambil melihat wajah Satrio yang aneh setelah di gampar.


" Astagfirullahalazim ya Allah iya kan baru kemarin siang aku nikah sama Ani kenapa aku lupa ya?"


Jawab Satrio sambil senyum dan mengelus pipi nya yang kena gampar Widhi.


" Nah sadar juga kan sudah sana jalan kan tugas mu eh ... mau kemana lagi kok malah masuk kamar mandi?"


Tanya Widhi sambil menarik lengan Satrio.


" Mau ambil wudhu lalu sholat setelah itu baru melaksanakan tugas dari Allah?"


Jawab Satrio dengan polos nya.

__ADS_1


" Ya sudah sana jangan kelamaan keburu adzan subuh yang ada rezeki di patok ayam ... la sudah kabur aja itu bocah ya?"


Kata Widhi sambil melanjutkan makan ayam bakar nya.


Kemudian Satrio setelah mengambil wudhu kembali masuk ke kamar untuk menjalan kan sholat tahajud namun saat membuka pintu kamar refleks Satrio ber istighfar melihat Ani yang sedang tidur menggunakan daster sambil memeluk guling namun tetap Satrio membangunkan Ani untuk di ajak sholat tahajud.


" Dik Ani ayo bangun sholat tahajud Dik."


Kata Satrio sambil duduk di sisi ranjang.


" Hanya untuk mu."


Kata Ani dengan mata terpejam dan seperti nya Ani ngigo.


" Malah ngigo ini orang Dik Ani buru bangun ayo sholat tahajud dulu."


Kata Satrio lagi sambil melihat ke wajah Ani.


" AAAAA ... kamu siapa ngapain di dalam kamar ku PLAK."


Kata Ani sambil duduk dan menampar pipi kanan Satrio.


" Ya Allah Dik Ani aku suami mu kok di gampar?"


Kata Satrio sambil mengelus pipi kanan nya.


Jawab Ani yang terkejut dan seperti nya juga belum ngumpul nyawa nya.


Malam pertama aku malah dapat tamparan 3x sudah seperti minum obat saja bagaimana dengan malam - malam berikut nya bisa - bisa tiap pagi aku ke kantor lebam semua wajah ku gara - gara kena gampar tiap malam ya Allah tambah kesabaran ku.


Bergumam lah Satrio dalam hati sambil menyiapkan sajadah sambil menunggu Ani kembali setelah mengambil wudhu dan seperti nya Ani juga belum sadar juga bahwa kini diri nya sudah menikah setelah mengambil wudhu Ani mulai berpikir.


Ini tadi aku mimpi atau benar terjadi bahwa Mas Satrio membangunkan ku untuk sholat tahajud apa jangan - jangan aku mimpi lagi seperti malam sebelum nya tapi ya sudah lah yang terpenting sholat tahajud dulu AAAAA ... benar kan ada benar orang nya.


Teriak Ani saat melihat Satrio duduk di atas sajadah untuk menunggu nya sholat bersama dan lagi - lagi Satrio di kejut kan oleh teriakan Ani.


" Ya Allah Dik Ani kenapa teriak si nanti anak nya kebangun orang siapa yang Dik Ani maksud?"


Tanya Satrio sambil mendekati Ani yang menutup wajah nya.


" Mas Satrio masuk dari mana semalam pintu sudah aku kunci semua kenapa bisa masuk kedalam kamar ku?"


Jawab Ani dengan nada ketakutan.


" Dik Ani kita sudah nikah jadi aku masuk ya lewat pintu lah Dik dah ayo buru sholat Dik."


Kata Satrio sambil senyum lalu kembali ke sajadah nya.


Kemudian mereka berdua pun menjalankan sholat tahajud bersama dan saat itu barulah Ani sadar bahwa saat ini dan selama nya sudah tidak sendiri lagi sudah ada Satrio yang akan selalu membimbing nya dan menemani nya dalam segala hal akan selalu bersama dalam suka mau pun duka dan saat selesai sholat Ani mencium tangan Satrio sambil senyum.

__ADS_1


" Dik Ani sekarang kamu sudah menjadi istri ku sah maka kamu lah tempat ku berpulang dari mana pun kamu lah tempat ku berbagi dalam suka mau pun duka dan sudah kah aku bisa menjalankan kewajiban ku sebagai suami Dik?"


Tanya Satrio sambil memegang telapak tangan Ani.


" Iya Mas kamu sudah menjadi imam dalam hidup ku dan Aby buat anak - anak kita ... bukan kah sudah ya Mas jalankan kewajiban dari Allah?"


Kata Ani sambil senyum memandang ke arah Satrio.


Kemudian segera Satrio menggendong Ani naik ke atas ranjang sambil senyum kemudian mencium kening Ani dan membaca doa agar hubungan nya tidak ada gangguan dari syaitonirojim.


بِسْمِ اللهِ اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا


Bismillah, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa.


Kemudian Satrio meniupkan ke kepala Ani lalu di cium kening nya Ani dengan lembut mulai lah indra penciuman Satrio menyusuri leher Ani usapan lembut pun mulai mendarat dari wajah, pundak, lengan, perut hingga paha dengan sentuhan yang sangat lembut membuat Ani melayang tanpa Ani sadari tubuh Ani sudah terkunci oleh tubuh Satrio yang tidak begitu kekar namun begitu harum membuat kaum hawa melambung dalam dekapan nya.


Jari jemari Satrio terus bermain di daerah yang kini sudah menjadi hak nya begitu juga dengan Ani yang awal nya canggung namun dengan perlakuan Satrio yang begitu lembut Ani pun mulai bisa beradaptasi semua mengalir sesuai naluri masing - masing namun Ani masih terlihat kaku dan menahan hasrat nya untuk bertindak lebih dan hal itu di maklumi oleh Satrio suara - suara misteri pun makin terdengar dari kedua nya meski harus tertahan sebab kondisi tidak memungkinkan lepas kontrol.


Sekitar 45 menit kemudian sampailah mereka berdua di titik yang memang di buru sejak awal dengan badan lemas dan bercucuran keringat tumbang lah Satrio di samping Ani dengan nafas yang masih terengah - engah bagaikan pelari maraton Satrio memeluk Ani dan mengecup kening Ani dengan lembut.


" Makasih sayang kamu sudah ikhlas melayani ku apakah kamu sudah sayang emuach."


Kata Satrio mencium kening Ani lalu mengelus kepala nya.


" Sudah sayang aku juga makasih aku sudah kok sayang baru kali ini aku merasa sangat di hargai lelaki sedangkan dulu aku tidak pernah di hargai sebagai istri."


Jawab Ani sambil memeluk Satrio dan mencium lembut bibir Satrio sedangkan jari jemari nya masih memainkan mic yang belum off.


" Sudah lah sayang kan sekarang kamu sudah jadi istri ku yang lalu biar lah berlalu kini kita jalani untuk kedepan nya agar lebih baik ya sayang ... masih mau ya sayang ku?"


Kata Satrio sambil senyum.


" Aku masih rindu sudah lama tidak main karaoke sayang boleh ya sayang?"


Kata Ani sambil bangkit dari tidur nya.


Saat itu Satrio hanya mengangguk sambil tersenyum melihat ulah istri nya yang mulai memegang mic yang masih on dan mulai lah Ani menyanyikan nada - nada asmara dan kerinduan hingga Ani menari kegirangan mengikuti irama musik dan nada - nada asmara yang sedang mengalun sekitar 40 menit kemudian jatuhlah Ani di atas tubuh suami nya dengan senyum bahagia mencium bibir Satrio yang memejamkan mata namun masih menikmati indah nya nada - nada asmara yang baru saja di senandung kan istri nya.


Luar biasa pasangan suami istri ini benar - benar menjalan kan apa yang menjadi perintah Allah dan mereka juga saling menghargai satu dengan yang lain sehingga banyak pasangan yang iri melihat nya.


....................


Sungguh luar biasa anda saja selama nya berjalan seperti ini begitu indah dan damai tidak ada lagi keserakahan, ke licikan dan tipu muslihat seperti nya dunia ini akan damai tenang sentosa namun sayang nya masih ada Aini, Arik, Elli, Gustavito dan Gunawan yang tidak akan senang melihat kebahagiaan mereka berdua dan pasti nya mereka semua akan sekuat tenaga akan membujuk Ani untuk turut ikut ke kota.


Lalu bagaimana dengan tanggapan Ani dan apa keputusan Satrio sebagai suami apakah Satrio akan lebih mengikuti apa ke inginan keluarga nya atau kah Satrio lebih memilih meninggal kan Ani di kampung dan Satrio yang akan pulang setiap bulan demi keselamatan Ani dan anak - anak nya?


Maka dari itu ikuti terus kisah mereka hanya di SATRIO YANG TERPINGIT ALAM agar terjawab semua teka teki dan semoga di setiap bab nya dapat di petik hikmah nya dan selalu dukung author agar rajin update nya.


__ADS_1


__ADS_2