
Semua tindakan kita pasti akan mendapat kan upah nya perbuatan baik atau pun buruk pasti akan ada upah nya hanya saja kebanyakan orang melihat kepada upah dari tindakan buruk yang bisa di sebut dengan karma sedang kan perbuatan baik pun akan mendapat kan karma juga jadi sebisa mungkin pakailah tubuh mu untuk mulia kan Tuhan agar karma yang di terima adalah kebaikan.
Lalu bagaimana dengan kehidupan Satrio yang sedari kecil selalu membantu orang lain dan bagaimana dengan keluarga Satrio yang sedari dulu iman nya masih ke kanak - kanak an mari kita tilik bersama upah apa yang mereka terima masing - masing buah dari tindakan nya.
.................
Saat itu posisi Satrio berada di dalam ruangan yang di sekap oleh orang suruan Gustafito dengan tujuan agar Satrio mau menandatangani pengalihan hak waris kepada Gustafito dan setelah itu menghabisi seluruh keluarga Satrio dengan harapan menghilangkan jejak namun Gustafito lupa bahwa Satrio bukan lah manusia biasa Satrio adalah manusia pilihan Allah yang telah menerima amanah untuk menjaga kestabilan bumi.
Saat itu Widhi sudah berada di ruangan gudang di mana Satrio dan keluarga yang lain sedang di sekap sedang kan Ani dan ke dua anak nya sudah di bebas kan oleh Widhi sosok panglima besar pilihan Allah yang selalu menemani kemana pun Satrio pergi yang hanya mampu di lihat oleh beberapa orang yang memang di kehendaki.
Ah lega habis pipis hemmm itu pasti mereka yang sedang terikat di kursi enak nya aku apain ya mereka ini kalau aku lepas kan pasti mereka buat ulah lagi dan tidak pernah mau bertaubat dan bersyukur kepada Allah eemmm nanti saja lah aku urus gerombolan mereka sekarang aku mau menolong Satrio jangan - jangan sudah jadi pepes kudanil itu Satrio.
Bergumam lah dalam hati Widhi sambil berjalan melewati Aini, Elli, Arik dan Gunawan yang sedang terikat di kursi dengan mulut di lakban saat itu mereka semua melihat Widhi berjalan di depan mereka tanpa menoleh ke arah mereka saat itu mereka saling berbicara di dalam hati masing - masing siapa dia mengapa wajah nya sangat mirip dengan Satrio.
Di sisi lain ada Ani dan kedua anak nya yang sudah di lepas kan oleh Widhi dari sekapan Gustafito sedang menuju pulang niat nya namun di tengah perjalanan Ani memutar mobil nya dan menuju ke kantor polisi untuk melapor bahwa sedang terjadi penyekapan yang di rencanakan di sebuah dermaga dan saat itu juga laporan Ani segera di tindak lanjuti oleh pihak berwajib.
Di saat itu Gustafito dan Ita sedang berusaha keluar dari ruangan yang ternyata ruangan tersebut di kunci oleh Widhi dari luar dan saat itu di gunakan Widhi untuk masuk ke ruangan di mana Satrio berada dan saat Widhi menendang pintu ruangan Satrio di sekap terlihat lah pemandangan yang membuat Widhi tersenyum sinis.
BRAKKK!
" Hey kumpulan bajigur nurut banget si kalian sama bos kalian yang bodoh itu?"
Tanya Widhi sambil melihat ke arah mereka.
" Siapa kamu sudah bosan hidup ya masuk kemari!"
Teriak salah satu dari mereka.
" Ye minta di kasih sup ketek anaconda berani teriak di depan ku!"
Kata Widhi sambil melangkah mendekat kepada mereka.
Kemudian tidak membutuhkan waktu lama mereka semua di hajar habis oleh Widhi tanpa ampun bagi Widhi untuk melumpuhkan mereka bukan lah hal yang berat sebab Widhi sudah terbiasa perang dan pasti nya raja tega beda dengan Satrio yang tidak mau melukai orang lain dan semua perilaku nya akan di kembalikan pada diri nya sendiri.
Setelah Widhi membekuk 8 orang di hadapan nya Widhi mulai kebingungan kemana Satrio sebab sedari tadi Widhi tidak melihat nya apakah sudah sampai alam lain atau kah masih di sekitar situ pikir Widhi dengan pandangan bingung.
" Hey Wid mencari siapa kamu?"
Tanya Satrio sambil tersenyum duduk di atas tumpukan peti kayu.
" Hemmm baskom aku cari juga malah duduk di situ bukan nya bantuin aku ikat mereka buat campuran cor - cor an empang."
Jawab Widhi dengan pandangan sebal.
" Manja begitu saja minta di bantuan."
Kata Satrio sambil melompat dari tempat nya mendekati Widhi.
" Tio itu tadi yang teriak kesakitan di dalam sini siapa apakah bukan kamu?"
Tanya Widhi sambil mengikat orang suruan Gustafito yang sudah di lumpuh kan.
" Buat apa aku teriak - teriak sok eksis banget."
__ADS_1
Jawab Satrio sambil melakban mulut mereka ber 8.
" Lalu siapa yang teriak - teriak ke sakitan di pukul mereka?"
Tanya Widhi masih penasaran.
" Ih kepo sejak kapan panglima besar Allah kepo ... sudah ayo kita urus yang lain sebelum mereka kabur."
Ajak Satrio sambil menarik lengan Widhi.
" Tio ini mahkluk pluto mau kamu apa kan?"
Tanya Widhi sambil berdiri di samping Satrio.
" Ampuni dan beri kesempatan mereka bertaubat Wid."
Jawab Satrio sambil senyum ke arah Widhi.
" Tio kamu sebenar nya waras apa sudah gila si mereka itu sudah jahat sama kamu sejak kamu di lahirkan tapi enak sekali jawaban mu tidak bisa aku tidak setuju!"
Kata Widhi sambil buang muka.
" Lebih berat mana mengatakan kamu sudah aku maaf kan dan bertaubat lah atau kah kita masih menyimpan dendam Wid?"
Tanya Satrio kepada Widhi dengan nada tenang.
"Tetap saja aku tidak terima Tio mereka harus mendapat kan upah nya enak saja mereka selama ini sudah sejahat itu sama kamu cuma di suruh bertaubat mana bisa mereka bertaubat sebelum nyawa di tenggorokan."
Kata Widhi sambil mengalungkan golok di leher Arik.
Teriak Satrio sambil memegang lengan Widhi.
" Ada apa lagi si kamu ini Tio aku sudah lama tidak nyemilin kepala manusia!"
Jawab Widhi dengan nada kesal.
" Wid ingat kita sedang berada di dunia nyata di mana ada hukum yang berlaku bila kamu bunuh Mbak Arik maka aku yang akan masuk penjara bukan kamu Wid sebab mereka tau nya aku tolong tahan emosi mu dan serah kan semua kepada hukum yang berlaku."
Kata Satrio sambil memegang pundak Widhi.
" Lagi - lagi Tio menyelamatkan kalian kalau tidak sudah aku antar kalian semua ke hadapan Allah."
Kata Widhi sambil menarik golok nya dari leher Arik dengan wajah sebal.
" Wid kamu dengar tidak itu?"
Tanya Satrio sambil senyum.
" Iya bunyi apa itu ambulance, pemadam apa polisi lewat Tio?"
Jawab Widhi yang berbalik bertanya dengan wajah bingung.
" Itu suara sirine polisi Wid jadi lekas kamu bawa kemari itu Gustafito dan Ita agar ikut di bawa dengan polisi."
__ADS_1
Kata Satrio sambil memberikan tali tambang kepada Widhi untuk mengikat Gustafito dan Ita.
" Selalu saja mereka datang terlambat sudah seperti di film coba dari tadi datang nya kan aku tidak perlu capek jitakin mereka Tio."
Kata Widhi sambil melompat ke atas di mana Gustafito dan Ita di kurung.
Tidak begitu lama datang lah rombongan polisi masuk ke gudang tersebut dengan sigap menghampiri di mana Satrio berdiri dan di depan nya ada mereka yang terikat dan saat itu sempat terjadi salah sangka di antara pihak kepolisian dengan Satrio sehingga Ani harus menjelaskan.
" Pak itu suami saya yang menjadi korban kok malah di borgol?"
Tanya Ani kepada polisi yang sedang memborgol tangan Satrio.
" Bila ini suami Ibu yang menjadi korban lalu penculik nya yang mana Bu?"
Tanya polisi yang sedang memegang tangan Satrio.
" Mereka penculik nya Pak jadi tolong lepas kan suami saya sekarang."
Jawab Ani sambil menunjuk ke arah mereka ber empat yang sudah terikat.
" Baik kalau begitu nanti silahkan jelaskan di kantor Bu."
Kata salah satu polisi dengan berwajah bingung.
" Baik Pak saya dan suami akan membuat laporan di kantor kepolisian."
Kata Ani yang merasa lega melihat suami nya selamat.
" Pak di atas masih ada dua lagi golongan mereka."
Kata Satrio sambil memegang lengan nya.
Kemudian mereka semua di bawa ke kantor polisi untuk membuat pernyataan secara terperinci prihal penculikan yang berencana dan untung nya tidak ada korban jiwa di kejadian tersebut dan pasti nya pihak ke polisi an merasa heran sebab di saat pihak ke polisi an datang pelaku bisa di lumpuh kan oleh Satrio yang seorang diri.
" Terimakasih kerja sama nya Pak sebab sudah kooperatif saat penyidikan dan memang saudara Gustafito dan saudari Arik sudah lama menjadi incaran pihak berwajib sebab melakukan bisnis ilegal selama ini dan Pak Satrio lumayan membantu dalam penangkapan."
Kata pimpinan ketua investigasi kepada Satrio dengan senyum ramah.
" Iya Pak saya akan selalu membantu menegakkan hukum di negara kita ini dan akan saya serah kan sepenuh nya kepada pihak berwajib masalah ini."
Jawab Satrio dengan senyum tenang.
Kemudian Satrio dan Ani serta kedua anak nya ijin untuk pulang bila penyidikan sudah selesai dan mereka pun di izin kan untuk pulang namun sepanjang perjalanan antara Satrio dan Ani hanya mematung dan hanya berbicara di dalam hati saja tanpa ada kata yang terucap dari kedua nya seakan - akan mereka berdua bisa saling mendengar percakapan dalam hati masing - masing.
Kenapa lagi si istri ku dari tadi diam saja wajah nya di lipat seperti itu apakah dia masih saja marah pada ku kalau pun marah masalah apa lagi yang membuat nya marah kan aku tidak berbuat apa - apa hemmm sungguh menyebalkan kalau dia seperti ini dari tadi hanya diam.
Bergumam lah dalam hati Satrio sambil pandangan nya lurus kedepan melihat jalan sedang kan Ani duduk di samping Satrio dengan memalingkan wajah nya ke arah jendela mobil dan memperhatikan pepohonan di sisi jalan.
Punya suami gini amat ya bukan nya minta maaf malah di cuekin apa dia tidak merasa bersalah gitu dengan sikap nya selama ini yang selalu sibuk dengan kehidupan nya sendiri di tambah lagi dengan ulah keluarga nya yang membuat ku kurus kering akibat ngenes dengan ulah mereka sungguh menyebalkan.
Bergumam lah dalam hati Ani tanpa melihat ke arah Satrio yang sedang fokus mengendarai mobil dengan wajah yang muram dan begitu lah mereka berdua sangat suka saling berbicara dalam hati apakah mereka berfikir tanpa bicara pasangan nya akan mengetahui hingga seperti itu sikap mereka berdua.
Lalu apakah yang terjadi saat ini semua keluarga Satrio masuk kedalam jeruji besi apakah jeruji besi akan mampu untuk membuat mereka semua bertaubat dan berubah atau kah akan semakin parah dendam mereka kepada Satrio dan Ani kemudian apakah keluarga Satrio dan Ani akan tenang setelah mereka semua dipenjarakan atau kah akan ada lagi perusuh yang masuk kedalam rumah tangga mereka?
__ADS_1
Untuk mengetahui jawaban nya ikuti terus kisah mereka hanya di SATRIO YANG TERPINGIT ALAM agar bisa di petik hikmah nya di setiap kisah nya dan jangan pernah lupa selalu dukung author agar rajin update nya.