
Setiap manusia memiliki ekspektasi dan berusaha ekspektasi itu sesuai dengan kenyataan namun jika kenyataan nya berbanding berbalik maka banyak orang akan putus asa, terpuruk bahkan ada yang sampai mengakhiri hidup nya sebab ketidak mampuan nya menerima kenyataan.
Saat ini Satrio dan Ani sedang berada di pulau Dewata untuk refreshing dan mereka menganggap nya itu adalah honeymoon sebab setelah menikah mereka belum pernah melakukan perjalanan jauh atau traveling yang terjadi malah datang nya permasalahan yang bertubi - tubi di dalam rumah tangga mereka.
Lalu apa yang membuat Ani berfikir semua kejadian di pulau Dewata tersebut di luar ekspektasi dan sebenar nya apa yang di laku kan Satrio kepada Ani sehingga Ani berpikir demikian apakah honeymoon mereka akan berantakan atau kah Satrio mampu mengendalikan suasana yang sedang kurang nyaman?
..................
Pagi ini Satrio, Ani dan kedua putri nya sudah bersiap - siap menuju bandara untuk tujuan ke pulau Dewata saat itu Ani dan kedua putri nya sangat bahagia dan selama ini Satrio tidak pernah bercerita kepada Ani bahwa diri nya memiliki rumah dan keluarga di pulau Dewata tersebut dan saat ini pun Satrio membawa mereka untuk tinggal di hotel dengan tujuan akan memberikan surprise kepada istri dan anak - anak nya namun seperti nya keinginan Satrio tidak di sambut baik dengan Ani, mari kita ikuti mereka apa yang sebenar nya terjadi.
" Sayang kita tinggal di mana?"
Tanya Ani sambil menggandeng ke dua putri nya di bandara Igusti Ngurah Rai.
" Di hotel saja sayang biar mudah akses ke laut."
Jawab Satrio sambil menghentikan taxi.
Kemudian mereka semua masuk ke dalam taxi dan diantar kan ke tempat tujuan sekitar satu jam kemudian sampailah mereka di sebuah hotel yang di inginkan Satrio dan view nya begitu indah pemandangan laut akan sangat jelas terpampang saat masuk kedalam kamar dan setelah Satrio memesan kamar dan mendapat kan kunci nya segera lah mereka menuju ke kamar.
" Sayang bagaimana kamu suka dengan suasana kamar nya?"
Tanya Satrio sambil memeluk istri nya yang sedang berdiri di balkon.
" Suka sekali makasih ya sayang kamu sudah mau mengikuti keinginan ku emuach."
Jawab Ani sambil mencium suami nya.
" Iya sayang apa pun akan aku laku kan demi kamu dan anak - anak."
Kata Satrio sambil tersenyum kepada Ani.
Sesaat kemudian pintu kamar terdengar ada yang mengetuk nya dan Satrio pun berjalan menuju pintu untuk melihat siapa yang datang dan ternyata kedua putri nya dan babysitter nya untuk meminta izin kepada Satrio dan Ani sebab mereka ingin berjalan - jalan di sekitar hotel dan Satrio pun mengizinkan.
Saat itu Satrio mulai memutar otak untuk membuat surprise dan saat itu Ani berkata akan mandi biasa nya Satrio akan ikut mandi bersama namun kali ini Satrio memilih duduk di balkon dengan alasan masih berkeringat dan ingin menikmati suasana laut akhir nya Ani berjalan menuju kamar mandi sendiri.
Surprise apa ya buat istri ku kasian dia selama ini menerima perlakuan dari ku yang kurang pantas selalu aku ajak adu argumen padahal niat dia selama ini baik dan tulus kepada ku hanya aku nya saja yang selalu terbawa emosi saat berkomunikasi dengan nya.
Bergumam lah Satrio dalam hati sambil memainkan hp di tangan nya dan lagi - lagi Widhi muncul di hadapan Satrio yang hal itu sering kali membuat Satrio terkejut dengan kemunculan Widhi tanpa ada eksistensi terlebih dahulu.
" Bengong aja kesambet baru tau rasa kamu Tio."
Kata Widhi sambil melemparkan buah anggur ke arah Satrio.
" Kebiasaan deh kalau dateng tidak pakai aba - aba dulu kaget tau!"
Jawab Satrio dengan nada sebal.
" Iya maaf sudah buat kaget nanti kalau aku mau menemui kamu aku lempar kapak kepala mu biar tidak kaget."
__ADS_1
Kata Widhi sambil tertawa melihat ekspresi Satrio.
Kemudian mereka berdua berbincang mengenai rencana Satrio untuk memberi surprise kepada isteri nya yang selama ini sudah sabar mendampingi nya dengan semua keanehan Satrio yang suka mood swing dan saat itu Widhi memberi saran kepada Satrio untuk Om Wayan yang memiliki kapal pesiar dan kebetulan saat ini usaha penyewaan kapal pesiar itu yang mengelola putri nya yang semata wayang yang bernama Devi.
Kemudian Satrio pun menghubungi Devi untuk membicarakan prihal tersebut namun Devi mengajak Satrio bertemu langsung jam 2 siang waktu setempat agar Devi bisa lebih paham dengan keinginan Satrio seperti apa acara yang di harap kan untuk istri nya namun seperti nya Ani berpikir hal lain saat melihat Satrio dan Devi yang sedang berbincang.
" Halo Bang bagaimana kabar mu sudah lama sekali ya kita tidak bertemu?"
Kata Devi sambil menjabat tangan Satrio dan disertai senyum ramah.
" Benar sekali Dev kita terakhir bertemu di acara panen raya dan saat itu kamu sekolah dan sekarang kamu sudah jadi gadis yang cantik dan anggun ... bagaimana kabar Mama dan Papa mu Dev?"
Jawab Satrio sambil mempersilahkan duduk.
" Mama dan Papa sehat Bang ... ok kita langsung pada pokok pembahasan ya Bang sebab satu jam lagi aku ada seminar."
Jawab Devi sambil membuka laptop di hadapan nya.
" Ok Dev maaf ya merepotkan kan kamu."
Kata Satrio sambil tersenyum.
Kemudian mereka berdua mulai membahas rencana yang di inginkan oleh Satrio yang akan di selenggarakan di atas kapal pesiar milik keluarga Devi dan saat yang bersamaan Ani selesai mandi mencari Satrio yang sudah tidak ada di kamar dan saat itu dalam pikiran Ani bahwa Satrio menjemput ke dua putri nya ke taman depan hotel di mana mereka tinggal maka segera lah Ani keluar dari kamar nya untuk menyusul mereka.
Namun saat Ani keluar dari lift sudah di suguhkan pemandangan bahwa suami nya sedang duduk berdua dengan seorang wanita cantik dan lebih muda di ballroom hotel hal itu membuat Ani tanda tanya besar siapa wanita di hadapan suami nya.
Bukan kah itu Mas Satrio lalu siapa wanita di hadapan nya itu dan seperti nya mereka akrab sekali apakah wanita itu yang selama ini membuat suami ku sikap nya berubah dan bagi ku aneh juga suami ku menyetujui untuk traveling ke Bali atau kah karena wanita itu jadi suami ku mau saja traveling ke Bali?
" Sayang kamu sudah selesai ya mandi nya?"
Kata Satrio sambil meletakkan hp nya di meja.
" Sudah."
Jawab Ani dengan singkat sambil duduk bersandar di ranjang.
" Apa kamu sudah lapar sayang kalau kamu sudah lapar ayo ke bawah sekalian menjemput anak - anak sudah waktu nya makan juga mereka."
Kata Satrio sambil melepas kaos nya sebab merasa gerah tanpa melihat ke arah istri nya.
" Makan saja sendiri aku tidak lapar."
Jawab Ani dengan ketus dan raut wajah cemberut.
" Hey ... ada apa sayang kenapa sikap mu seperti itu apakah aku membuat kesalahan lagi?"
Tanya Satrio sambil senyum berdiri di sisi ranjang.
" Menurut kamu?"
__ADS_1
Jawab Ani dengan nada ketus.
" Ok aku minta maaf tadi saat kamu mandi aku keluar ke hollroom sebab ada masalah yang harus aku selesaikan."
Kata Satrio sambil tersenyum simpul merebahkan tubuh nya di samping Ani.
" Oh berarti kamu mengikuti keinginan ku untuk traveling ke Bali sebab ada urusan pekerjaan mu juga gitu pantas saja cepat sekali beli tiket nya padahal aku ingin kamu itu benar - benar healthy bukan sibuk ngurusin pekerjaan mu kalau seperti ini sama saja dong lalu buat apa jauh - jauh kemari ... menyebalkan!"
Jawab Ani dengan nada emosi.
" Sudah marah nya apa masih mau di lanjutkan?"
Tanya Satrio sambil senyum dengan posisi tepat di hadapan wajah Ani.
" Kamu itu paham tidak si eemmm ...."
Jawab Ani yang belum sampai selesai kata - kata nya.
Saat itu tanpa banyak bicara Satrio membungkam bibir Ani dengan bibir nya hingga Ani tidak bisa berbicara lagi sebab mendapat serangan dari Satrio yang dengan cepat mengunci tubuh nya sekuat apa pun tenaga Ani untuk mengelak namun tetap saja mampu di lumpuh kan oleh Satrio dan Ani hanya bisa pasrah dengan perlakuan suami nya yang lumayan agresif.
Suami ku benar - benar menyebalkan tadi di bawah dengan wanita lain dan tertawa - tertawa giliran aku akan protes malah di perlakukan seperti ini memang nya aku tidak berhak protes apa dengan semua sikap ego dia dan selalu aku harus mengalah.
Bergumam lah dalam hati Ani sambil menikmati serangan dari Satrio yang tidak seperti biasa nya dan sebenar nya Satrio mengetahui apa yang di bicarakan di dalam hati istri nya saat itu.
Memang enak aku isengin lagi pula masih saja curiga cemburu dengan ku sedang kan kamu itu istri ku harus nya lebih tau bagaimana sikap dan watak ku tapi masih saja aku dicemburui ini hukuman buat kamu yang selalu curiga dan cemburu pada ku sayang.
Bergumam lah dalam hati Satrio dengan tatapan yang penuh cinta kasih kepada Ani dan senyuman kebahagiaan Satrio terus mengunci tubuh istri nya hingga titik yang di harap kan Satrio dan Ani tercapai dan mereka pun terkulai lemas di atas ranjang dengan berselimut.
" Terimakasih sayang emuach."
Kata Satrio sambil mencium kening istri nya.
" Iya sayang aku juga terimakasih."
Jawab Ani sambil memeluk tubuh Satrio.
" Masih ada 4 ronde lagi sayang tenang saja."
Kata Satrio sambil senyum dan mengelus rambut istri nya.
" Alamak sudah seperti waktu Sholat saja sayang?"
Jawab Ani dengan refleks melihat ke arah suami nya.
Saat itu mereka berdua saling tertawa bahagia melewati waktu bersama tanpa harus ada permasalah yang menguras tenaga dan pikiran semua hal yang di laku kan Satrio saat ini hanyalah ucapan syukur yang tidak terhingga sebab memiliki seorang pendamping yang hebat hingga mampu melengkapi nya.
Lalu bagaimana kah acara nya apakah akan berjalan lancar atau kah ada batu sandungan dan apakah Ani akan percaya begitu saja dengan pernyataan Satrio bahwa Devi itu adalah saudara Satrio?
Untuk mengetahui jawaban nya ikuti terus kisah mereka berdua hanya di SATRIO YANG TERPINGIT ALAM dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar rajin update nya di bab akhir.
__ADS_1