SATRIO YANG TERPINGIT ALAM

SATRIO YANG TERPINGIT ALAM
KETETAPAN HATI


__ADS_3

Setiap manusia sudah menjadi fitrah nya untuk ber pasang - pasangan namun seyogyanya sebelum memutuskan pikir terlebih dahulu kenali kekurangan dan kelebihan nya sebab tidak ada yang nama nya manusia sempurna dan bila sudah mengetahui kekurangan dan kelebihan nya tanya pada diri sendiri mampukah dan siap kah menghadapi segala kekurangan pasangan yang sudah menjadi pilihan kita barulah setelah kita siap menghadapi segala kemungkinan tetap kan hati melangkah ke dalam ikatan pernikahan yang suci bukan kah begitu kawan?


...................


Hari jum'at tepat tanggal 20 januari tahun 2017 saat nya Satrio dan Ani melangsungkan pernikahan mengucap janji setia di hadapan penghulu yang di saksikan jutaan malaikat di saat Satrio mengucapkan ijab qobul begitu suci nya ikatan pernikahan sehingga para malaikat pun turut mendoakan kedua mempelai namun mengapa ada saja niatan tidak baik dari keluarga Satrio di balik kata restu yang mereka berikan.


Di sisi lain hingga detik ini Abang nya Ani belum juga memberikan restu nya kepada Ani sehingga yang menjadi wali nya Ani adalah adik nya Ani di pernikahan nya, sebelum keluarga dari Satrio menghadiri pernikahan mereka berkumpul di sebuah hotel yang jarak nya tidak begitu jauh dari rumah Ani dan mereka mulai merencanakan akal busuk nya.


" Bunda ini daerah kampung banget deh masak di sini tidak ada mall sampai - sampai aku bingung untuk membeli sabun muka?"


Kata Gustavito sambil cemberut di teras hotel.


" Jangan kan kamu semalam saja Bunda mau beli hotdog juga tidak ada yang jual."


Jawab Arik sambil duduk di samping Gustavito.


" Sudah - sudah ingat tujuan kita di sini untuk apa dan jaga sikap kalian bila ingin tujuan kita tercapai paham kamu Arik dan Vito."


Kata Aini sambil memandang ke kamar Satrio yang masih tertutup.


" Iya aku paham kok Mbak kalau tidak demi tujuan kita sudah malas aku datang ke kaki gunung seperti ini."


Jawab Arik dengan nada sinis.


" Mbak Aini nanti usahakan selesai acara Mbak bicara dengan istri nya Satrio agar mau di bawa pulang ke rumah kita."


Kata Elli sambil sedikit berbisik.


" Untuk apa El bagus kan kalau dia tidak mau di bawa pulang ke rumah kita jadi tidak perlu repot - repot kita mengusir dia?"


Jawab Aini dengan pandangan sinis.


" Mbak Aini lupa apa tujuan kita ya, kita butuh tandatangan Satrio untuk melepas semua aset nya Mbak bila Satrio menetap di desa ini dengan istri nya lalu bagaimana kita mendapatkan nya tolong deh berfikir rasional Mbak."


Kata Elli menjelaskan apa tujuan awal mereka.


" Ok lah kita harus berkumpul dengan orang kampung yang pasti nya tidak paham dengan apa itu etika tata krama sungguh menyebalkan."


Jawab Aini dengan nada sebal.


" Benar sekali Bude seperti nya aku lebih memilih tinggal di apartemen saja nanti dari pada tiap detik tersulut emosi ku."


Kata Gustavito sambil menyalakan rokok.


Saat itu mereka sedang menggerutu dengan keadaan namun di dalam kamar Satrio sedang bahagia sebab akhir nya bisa menikahi Ani kekasih jiwa nya meski harus melalui ujian yang berbagai macam sejak awal jumpa hingga kini bahkan Satrio sudah mengetahui apa yang akan terjadi setelah mereka menikah nanti dan sikap apa yang harus di ambil oleh Satrio.


Ya Allah ku bersyukur atas semua hikmat yang Engkau berikan kepada hamba ya Allah dan entah sampai kapan hamba di uji dalam kesabaran dan sebentar lagi hamba akan di uji kesabaran hamba oleh istri hamba sendiri tambahkan kesabaran hamba dalam menghadapi semua ini ya Allah agar hamba tidak lepas kendali dalam mendidik, menjaga dan mengarahkan amanah yang telah Engkau berikan kepada hamba ya Allah.

__ADS_1


Bergumam lah dalam hati Satrio sambil menengadah kan tangan nya saat melakukan sholat dhuha di sisi lain ada Ani di rumah nya bersama keluarga nya yang saat itu Ani sedang di rias sebab acara ijab qobul setelah sholat jum'at dan Mama nya Ani sedang menemani Ani di kamar.


" An apa kamu sudah benar - benar yakin dengan pilihan mu jangan sampai terulang ke dua kali ya nak?"


Tanya Mama nya Ani sambil duduk di sisi ranjang pengantin.


" Dari sejak dulu aku sudah yakin dengan Mas Satrio Mak tapi kalian lah yang tidak yakin."


Jawab Ani dengan tatapan ke cermin di hadapan nya.


" An kami seperti itu karena sayang pada mu bukan karena apa An dan kita juga tidak tau seperti apa keluarga Satrio dan sebentar lagi kamu akan di bawa oleh nya jadi pantas lah kami khawatir."


Kata Mama nya Ani mencoba menjelaskan.


" Iya Mak aku paham kalian khawatir tapi tolong percaya bahwa Mas Satrio bisa melindungi aku dan anak - anak jangan khawatir berlebih seperti itu Mak tidak bagus."


Jawab Ani sambil di rias.


" Baik lah bila begitu Mama akan selalu merindukan kalian dan sering - sering lah memberi kabar agar Mama tenang ya An."


Kata Mama nya Ani sambil senyum dan memegang pundak Ani.


Saat itu para undangan dan sanak saudara sudah datang memenuhi rumah Ani dan keluarga Satrio pun sudah sampai di rumah Ani dengan penuh basa basi keluarga dari Satrio berbincang dengan keluarga Ani sedangkan Satrio, Gunawan dan Gustavito sudah berada di masjid untuk melangsungkan ijab qobul dan Ani menunggu di rumah nya hanya mendengarkan ijab qobul dari pengeras suara dari masjid.


Tepat pukul 14.00 Satrio melangsungkan Ijab qobul setelah sholat jum'at dan semua berjalan sangat lancar Ani pun mendengar kan dari rumah sambil meneteskan air mata bahagia sebab akhir nya diri nya bisa bersanding dengan Satrio lelaki yang selama ini di idam - idam kan.


Bergumam lah dalam hati Ani sambil sesekali menyeka air mata kebahagiaan di sisi lain ada Satrio yang masih berada di masjid sambil tersenyum memandang langit sambil berkata dalam hati kecil nya selamat datang kehancuran mengapa Satrio berkata demikian dalam hati nya sedangkan umum nya orang berkata selamat menempuh hidup baru saat usai melakukan pernikahan mari kita ikuti agar kita tau apa maksud dari kata - kata Satrio.


Kemudian Satrio dan rombongan dari masjid menuju ke rumah Ani yang sudah berkumpul sanak saudara dan para undangan di situ para undangan banyak yang menangis bahagia menyaksikan akhir nya Satrio dan Anu duduk di pelaminan menjadi pasangan yang sah memang saat itu Satrio tersenyum namun sorot mata nya begitu bengis bagaikan srigala kelaparan yang siap menerkam mangsa nya dan tidak memandang siapa pun mangsa nya.


" Dik Ani sekarang kamu sudah menjadi istri ku semoga kamu bisa menjadi Ibu bagi anak - anak ku yang baik di mata Allah."


Kata Satrio kemudian mencium kening Ani.


" Insyaallah Mas aku sebagai istri akan mengikuti apa kata - kata mu sebab sekarang kamu lah imam dalam hidup ku."


Jawab Ani kemudian mencium tangan Satrio sebagai tanda kepatuhan istri kepada suami nya.


Acara demi acara telah di lalui semua sanak saudara dan para undangan pun turut bahagia merayakan hari pernikahan mereka berdua namun tidak bagi Satrio sebab Satrio tau betul apa yang akan terjadi dan Satrio harus bersikap tenang dengan prihal yang harus di hadapi sebab Satrio tau bagaimana pesikis Ani saat ini.


Malam pun tiba saat nya kedua mempelai masuk kedalam kamar saat itu lah bagi Satrio waktu yang tepat untuk memberi tau kepada Ani bahwa siapa diri Satrio sebenar nya sebab bagi Satrio Ani berhak mengetahui siapa diri Satrio sesungguhnya sebab kini Ani bukan lah orang lain dia adalah istri nya sebagian dari diri Satrio.


" Dik Ani ada sesuatu yang selama ini kamu belum tau tentang diri ku."


Kata Satrio sambil duduk di tepi ranjang pengantin.


" Apa yang aku tidak tau Mas apakah masih ada hak yang kamu sembunyikan dari ku Mas atau kah kamu sebenar nya sudah memiliki istri sebelum nya Mas?"

__ADS_1


Tanya Ani sambil duduk di bangku depan meja rias.


" Bukan hal itu Dik kamu belum tau bahwa aku bukan lah aku seperti yang kamu lihat selama ini Dik Ani dan saat kamu mengetahui keputusan di tangan mu."


Jawab Satrio dengan tenang.


" Apa maksud kamu Mas jangan membuat ku bingung dan takut bila kamu bukan lah kamu lalu siapa yang aku. nikahi Mas dan siapa yang saat ini ada di hadapan ku?"


Tanya Ani dengan tatapan bingung.


" Aku yang kamu nikahi sejati nya bukan seutuh nya manusia aku adalah penghulu alam mahkluk yang diutus Allah untuk menjaga kestabilan bumi ini dan aku hidup tidak hanya di muka bumi ini tapi aku pun hidup di dimensi alam lain."


Jawab Satrio mencoba menjelaskan.


" Berarti kamu adalah dajal ya Allah berati yang aku nikahi dan orang yang sangat aku sayangi adalah jin iblis yang telah mengelabui pandangan mata ku pantas saja Abang ku tidak mau menjadi wali di pernikahan ku."


Kata Ani dengan nada emosi.


" Astagfirullahalazim mengapa kamu mengatakan seperti itu bila aku adalah dajal atau iblis tidak mungkin aku membimbing mu ke jalan Allah bahkan sejak awal kita jumpa hingga detik ini aku sangat menghargai mu tidak pernah aku menyentuh yang bukan hak ku."


Kata Satrio dengan nada sedikit tinggi.


" Lalu kamu siapa dan apa niat mu menikah dengan ku sedangkan kamu tau aku bukan wanita yang sempurna aku hanyalah seorang janda dua anak."


Tanya Ani sambil menangis.


" Kamu adalah amanah yang di berikan Allah pada ku maka aku harus menjaga, mendidik dan mengampuni mu di setiap perlakuan mu pada ku."


Kata Satrio sambil bangkit berdiri kemudian melangkahkan kaki nya keluar dari kamar.


Perlakuan apa yang dia maksud ya Allah ada apa dengan Mas Satrio mengapa sikap nya berubah menjadi menyeramkan seperti itu dan apa maksud nya bahwa dia bukan manusia apakah dia zombie, alien, jin, iblis atau apa ya Allah senang sekali dia membuat teka teki dan membuat q penasaran.


Bergumam lah Ani dalam hati sambil membersihkan mike up di wajah nya lalu berganti baju setelah itu Ani keluar kamar dengan tujuan melihat ke kamar ke dua bidadari kecil nya hanya untuk memastikan sudah tidur atau belum namun sesampai nya di depan pintu kamar kedua putri nya Ani di kejut kan oleh suara Satrio yang sedang ber shalawat dan Ani memutuskan membuka pintu kamar kedua putri nya.


Subhanallah ternyata Mas Satrio yang ber shalawat menidurkan anak - anak memang Mas Satrio begitu sayang kepada anak - anak bila dia adalah dajal, iblis atau jin tidak mungkin melakukan semua ini lalu dia siapa sesungguhnya apakah ada malaikat turun ke bumi di jaman sekarang ah makin kacau seperti nya otak ku.


Bergumam lah dalam hati Ani sambil berdiri di pintu menyaksikan Satrio tengah ber shalawat dan mengusap lembut kepala putri nya penuh damai.


.......................


Itu lah pernikahan harus saling mengenal, mengerti dan memahami satu dengan yang lain bila hal itu sudah terjalin maka timbullah kepercayaan dan bila sudah saling percaya maka jaga dan rawat kepercayaan itu jangan sampai terkikis oleh banyak nya prasangka jangan pernah memberi cela kepada iblis untuk menipiskan kepercayaan antara suami dan istri bila tidak ingin kehancuran yang di terima.


Lalu bagaimana selanjutnya pernikahan antara Satrio dan Ani apakah semua berjalan baik - baik saja tanpa ada masalah atau kah mereka berdua masih menjalani banyak nya rintangan dan akan kah berhasil niat dari keluarga Satrio untuk menyeret Ani masuk dalam rencana mereka?


Ikuti terus kisah perjalanan mereka hanya di SATRIO YANG TERPINGIT ALAM agar mengetahui jawaban nya dan semoga di kisah setiap bab bermanfaat bagi para reader dan jangan pernah lupa selalu dukung author agar rajin update nya.


__ADS_1


__ADS_2