
Terkadang tidak semua orang bisa menerima kejujuran itu sendiri, mengapa demikian ?? iya karena di dalam sebuah fakta kenyataan di situ ada sebuah kejujuran yang sering kali di samar kan untuk mencapai keinginan sebuah individu, lalu apa yang harus kita laku kan apakah kita harus mengatakan sebuah saksi dusta ?? bila diri mu mengatakan sebuah saksi dusta apakah hal itu akan membuat mu bahagia lalu membuat mu panjang umur ?? jawab nya tentu tidak maka yang harus kamu laku kan adalah katakan kebenaran di segala kondisi maka dengan demikian Allah akan melihat mu dan pasti menyelamatkan mu, meski pun diri mu terjatuh namun tidak sampai tergeletak, pikir kan lah hal itu.
......................
Siang itu Satrio dan Kang Tarjo telah sampai di sebuah pasar yang lumayan ramai pengunjung nya dan berbagai macam makanan, sayur dan buah di jajakan di sana, namun di mata Satrio beda dengan yang di lihat oleh kang Tarjo saat itu.
" Wih..........ramai juga ya Tio pasar ini, kalah sama pasar di tempat kita yang jam 9 pagi saja sudah sepi pengunjung nya........?? "
Kata Kang Taejo sambil membetulkan celana nya.......
" Ya jelas beda to Kang.......di kampung kita manusia yang dagang dan yang belanja nah kalau di sini bukan manusia........"
Jawab Satrio sambil merogo kantong nya untuk mencari alamat.......
" Ngawur kamu itu Tio........la wong jelas - jelas mereka menginjak tanah kok di bilang bukan orang gimana sih kamu itu Tio.......?? "
Kata Kang Tarjo sambil memandang ke arah Satrio dengan pandangan bingung.......
" Ya sudah........bagaimana Kang Tarjo saja lah, saya mau tanya alamat dulu Kang......."
Kata Satrio sambil berjalan meninggal kan Kang Tarjo......
Saat itu Satrio tertuju pandangan nya kepada sebuah toko sembako di pinggir jalan yang di mata nya sedikit aneh toko tersebut sebab Satrio melihat seperti ada yang melingkupi toko tersebut dengan sesuatu berwarna abu - abu muda, lalu Satrio pun masuk kedalam toko tersebut untuk menanyakan alamat rumah Bang Asmi.
" Assalamualaikum Bang.........maaf saya mau tanya alamat ini apa masih jauh dari sini.......?? "
Tanya Satrio kepada penjaga toko sambil senyum........
" Wa'allaikumusallam Dik........coba saya lihat mana alamt nya......?? "
Kata penjaga toko dengan wajah datar dan penuh curiga..........
Kemudian Satrio menyerahkan surat STNK truk kepada penjaga toko tersebut dan ternyata penjaga toko tersebut masih kerabat Bang Asmi dan rumah Bang Asmi tepat di belakang toko tersebut, tidak butuh waktu lama Satrio pun di antar menuju rumah Bang Asmi dan kebetulan Bang Asmi sedang berada di rumah.
"Bang.......Bang Asmi......ada yang mencari kau ini Bang......."
Kata penjaga toko sambil berteriak di depan rumah Bang Asmi..........
Saat itu sebenar nya Satrio terkejut dengan cara orang tersebut sebab bila di kampung Satrio itu tidak lah sopan namun di daerah Bang Asmi itu sudah hal yang biasa, tidak begitu lama Bang Asmi datang dari arah belakang rumah nya.
" Siapa rupa nya mencari aku ?? "
Jawab Bang Asmi sambil membawa cangkul.........
" Bang Asmi......saya Satrio Bang yang mencari Abang....."
Kata Satrio sambil tersenyum kepada Bang Asmi.......
__ADS_1
" Satrio........benar kamu Satrio.......kapan kamu sampai di sini ? kok bisa kamu menemukan rumah ku Tio.....?? "
Kata Bang Asmi sambil memeluk erat Satrio yang tanpa terasa menetes lah air mata nya........
" Tadi pagi saya sampai sini Bang........Abang kemana saja selama ini ? saya menunggu abang di pasar tapi Abang tidak ada kabar nya maka dari itu saya beranikan diri mencari rumah Abang untuk mengantar truk milik Abang.......?? "
Kata Satrio menjelaskan apa tujuan nya di situ........
" Kau memang orang baik Tio maka dari itu aku percaya sama mu dan Abang sungguh minta maaf ya Tio sudah menelantarkan kau disana......"
Kata Bang Asmi sambil menunduk dan masih menangis......
" Ada apa Bang sebenar nya.......?? "
Tanya Satrio sambil memegang lengan Bang Asmi.......
Kemudian Bang Asmi menceritakan semua kejadian bahwa ke 2 anak nya meninggal terkena bencana letusan gunung lalu istri nya pun tidak lama meninggal juga sebab terkena guna - guna orang, jadi Bang Asmi benar - benar terguncang jiwa nya beberapa bulan yang lalu jadi tidak teringat dengan truk nya yang di amanah kan kepada Satrio.
" Tio dengan siapa kau kemari ? apakah kau sendiri saja Tio.........?? "
Tanya Bang Asmi sambil menyeka air mata di pipi nya.....
" Tidak Bang.........saya kesini ditemani dengan Kang Tarjo sekarang sedang berada di truk nya Abang......"
Jawab Satrio sambil tersenyum kepada Bang Asmi......
Kata Bang Asmi sambil tersenyum dan beranjak berdiri dari duduk nya dan Bang Asmi menamai truk nya si bolang........
Kemudian mereka berdua pun berjalan menuju pasar di mana truk Bang Asmi terparkir di situ, saat itu begitu banyak mata memandang ke arah Bang Asmi dan Satrio dengan desas desus yang negatif pasti nya sebab sebelum berjumpa dengan Bang Asmi, Satrio sudah menyembuhkan seorang wanita dan memecah kan gelas di warung kopi.
" Bang kenal kan ini Kang Tarjo yang menemani saya.......Kang Tarjo ini Bang Asmi pemilik truk ini....."
Kata Satrio di hadapan Kang Tarjo dan mereka berdua saling berjabat tangan saling memperkenalkan diri.....
Semua seperti nya berjalan dengan baik - baik saja namun Satrio merasakan ada aura atau tenaga yang mendorong nya untung nya Satrio mampu menahan nya meski dada nya terasa sesak melakukan pertahanan itu.
" Ayo kalian berdua istirahat dan mandi lah di rumah......"
Kata Bang Asmi sambil menepuk pundak Tarjo dan Satrio.........
Kemudian mereka berdua pun berjalan mengikuti Bang Asmi menuju ke rumah nya tetapi mata Satrio sudah mulai berubah menjadi seperti seekor burung elang yang akan menangkap mangsa nya sambil tersenyum sinis.
Aku kemari dengan tujuan baik namun bila kalian mengusik ku dan kawan ku maka jangan harap aku akan melepas kan kalian begitu saja........
Gumam Satrio di dalam batin nya yang Satrio yakini mereka yang menyerang Satrio dengan hal yang tak kasat mata tersebut mendengar nya, sedang kan di kampung ada Ani yang mulai tersiksa oleh rindu kepada Satrio hingga badan nya pun demam tinggi dan tidak bisa masuk kerja.
" Ani demam mu tinggi sekali......kita ke dokter ya.....?? "
__ADS_1
Kata Santi sambil menempel kan kompresan di kening Ani......
" Tidak usah aku tidak apa - apa kok San.......cuma masuk angin saja........"
Jawab Ani sambil sesekali memejamkan mata nya sambil di tangan nya masih menggenggam tasbih pemberian Satrio........
Kemudian Ani pun tertidur sebab baru saja meminum obat yang di bawa kan oleh Santi dari puskesmas tempat mereka bekerja, sambil mengompres Ani tiba - tiba Santi mendengar Ani mengigau.
Mas...........Mas Satrio kamu jangan tinggalin aku sendiri Mas........aku takut Mas Satrio.........
Gumam Ani lirih namun Santi mendengar nya dengan jelas dan di situ Santi tau bahwa sebenar nya yang di sukai Ani adalah Satrio selama ini.
Pantas saja Ani selalu menolak Faizal.........ternyata dia menyukai Satrio selama ini, sedang kan Sinta juga pernah mengatakan pada ku kalau dia juga menyukai Satrio ??? hadehhhh..........apasih lebih nya ini orang ya sampai - sampai para perempuan memperebutkan diri nya.......tinggi setandar, kulit hitam, badan kurus, pekerjaan serabutan ??? apa ya lebih nya.......???
Gumam Santi dalam hati sambil masih mengompres Ani yang demam nya tidak turun - turun, seperti nya saat itu Satrio telinga nya mendengar panggilan Ani yang sedang sakit parah, kemudian dalam hati nya Satrio berkata.
Dik Ani kamu pasti kuat Dik........ayo lawan sakit mu Dik dan mohon lah ke pada Allah agar kita bisa berjumpa lagi Dik.........sebab aku tidak berani melawan perintah Allah dan setiap langkah ku di atur oleh Allah Dik Ani......aku sangat merindukan mu Dik Ani.........
Gumam Satrio dalam hati sambil menatap ke langit dan seperti nya alam ingin menyampaikan kata - kata Satrio kepada Ani saat itu melalui kilatan petir dan angin yang tiba - tiba bertiup kencang di area rumah dinas nya Ani.
Setelah sholat magrib di masjid Satrio dan Kang Tarjo pun kembali pulang menuju rumah Bang Asmi dan ternyata saat itu rumah Bang Asmi sudah banyak orang, saat itu mereka semua sedang membahas Satrio dan menanyakan prihal Satrio kepada Bang Asmi.
" Asmi siapa itu tamu mu sebenar nya.......?? "
Tanya seorang laki - laki yang di panggil sebagai tua - tua adat di wilayah tersebut..........
" Datuk........mereka itu orang baik dan jujur mereka datang kemari dengan tujuan mengantar truk saya yang berada di pulau seberang........saya mohon Datuk jangan berburuk sangka kepada tamu saya......"
Jawab Bang Asmi menjelaskan tujuan Satrio dan Kang Tarjo ke rumah Bang Asmi.........
" Saya mendapat kabar dari beberapa warga bahwa tamu mu itu sudah terlalu jauh mencampuri warga disini dan saya di minta untuk menegur nya......."
Kata tua - tua adat itu sambil memandang sinis kepada Bang Asmi.......
" Tidak mungkin itu Datuk........mereka baru tadi siang sampai di sini lalu kapan mereka mencampuri urusan orang sini..........mereka pun tidak kenal dengan warga sini pasti nya......"
Jawab Bang Asmi masih membela Satrio yang di mata Bang Asmi tidak bersalah.........
" Baik bila begitu........saya akan lihat beberapa hari ini bila benar apa yang di kata kan warga maka kamu tau kan Asmi apa hukum di adat kita bila mencampuri urusan orang lain.........?? "
Kata tua - tua adat itu sambil menepuk paha Bang Asmi........
Kemudian mereka pun pergi dari rumah Bang Asmi beramai - ramai, padahal saat itu Satrio dan Kang Tarjo sedang duduk di teras namun mereka semua tidak melihat keberadaan Satrio dan Kang Tarjo, malah mereka berlalu begitu saja melewati Satrio dan Kang Tarjo.
...................
Seperti nya Satrio akan berhadapan lagi dengan sebuah masalah dan fitnah, lalu apa yang akan Satrio laku kan?? lari kah dari semua masalah itu atau Satrio akan menghadapi orang sekampung ?? apakah Satrio tidak memikirkan keselamatan nya dan Kang Tarjo ?? lalu ikatan batin yang seperti apa yang terjadi antara Satrio dan Ani ?? bisa kah Ani sembuh dan menemui Satrio lagi atau kah benar - benar itu di pasar waktu Satrio akan berangkat itu pertemuan terakhir mereka ??
__ADS_1
Jangan pernah lewat kan di setiap bab nya dan petik hikmah nya di setiap sikap Satrio yang positif, dan jangan pernah lupa selalu dukung author dengan like, komen, rate dan favorit agar di saat update kalian lah pembaca pertama nya 😊🙏