
Sebuah keputusan mampu untuk merubah kehidupan lalu apakah keputusan itu sendiri? Keputusan adalah sebuah sudut pandang orang tersebut dalam melihat sebuah persoalan maka bila sudut pandang atau pola pikir itu tidak bisa di rumah maka keputusan pun tidak akan bisa di rubah.
Sering kali kita saat akan mengambil sebuah keputusan menanyakan kepada orang lain dan kita menggunakan sudut pandang orang lain untuk mengambil keputusan dalam hidup kita lalu apakah kita akan selama nya hidup di belakang pemikiran orang lain sampai kapan kita bersembunyi di balik kepintaran seseorang? Maka dari itu hargailah diri mu sendiri, ambillah keputusan sesuai sudut pandang mu dengan demikian kau akan tau berharga nya diri mu.
...........
Hidup terus berjalan dan sejak kejadian itu Faizal makin murka dan bersikap makin brutal, Siang itu Faizal mendatangi Ibu nya yang sedang berada di dapur sedang memasak dengan harapan Ibu nya mendukung keputusan nya itu.
" Mak ... bisa tolong aku tidak."
Kata Faizal sambil duduk di sebuah bangku panjang dari kayu kelapa.
" Tolong apa lagi Zal, Bukan nya kau sudah menikah dengan Ani dengan cara yang licik seperti Ayah mu dahulu perbuat pada ku?"
Jawab Ibu Faizal yang sebenar nya tidak sependapat dengan Faizal.
" Sudah lah Mak tidak usah ungkit masalah Umak dengan Ayah ... yang pasti saat ini Umak mau tidak bantu aku!"
Kata Faizal sambil mengeraskan nada suara nya kepada Ibu nya.
" Minta tolong apa kau rupa nya Zal?"
Jawab Ibu Faizal yang sudah memiliki firasat tidak benar.
" Umak tolong suruh Ani minum ini sebab bila aku yang menyuruh nya dia tidak akan mau meminum nya."
Kata Faizal sambil menyerah kan bungkusan di kantong plastik hitam.
" Apa isi nya ini, Jangan bilang kalau kamu akan meracuni Ani!"
Jawab Ibu Faizal sambil memegang kantong plastik itu.
" Tidak mungkin lah aku meracuni orang yang aku cintai Mak ... jangan lupa ya Mak suruh Ani minum."
Kata Faizal sambil senyum licik dan berlalu pergi dari hadapan Ibu nya.
Ya Allah jamah hati dan pikiran anak ku agar dia bertaubat jangan Engkau turunkan azab mu kepada anak ku Ya Allah.
Gumam Ibu nya Faizal sambil membasuh air mata nya di pipi nya yang tidak mampu terbendung lagi melihat ulah Faizal yang semakin egois, di sisi lain ada Ani yang sedang pingsan di rumah orang tua nya sebab menerima beban batin yang sangat berat.
" Asmi kenapa Butet bisa pingsan bagaimana cerita nya itu tadi?"
__ADS_1
Tanya Ayah Ani dengan pandangan khawatir.
" Tidak tau Bang aku tadi sedang mencuci truk di parkiran pasar tau - tau ada yang memanggil ku memberi tau bahwa Ani pingsan."
Jawab Bang Asmi dengan nada gugup.
" Benar Pak kita berdua tidak tau asal mula nya kenapa sampai Dik Ani pingsan."
Imbuh Kang Tarjo sambil mencoba meyakinkan Ayah dan Ibu Ani yang sedang khawatir.
Beberapa saat kemudian Ani pun tersadar dari pingsan nya sambil berteriak memanggil nama Satrio dengan kencang dan saat itu semua mata memandang ke arah Ani begitu pun Faizal yang baru saja datang yang berniat untuk menjemput Ani di rumah orang tua nya.
Mas Satrio tunggu ... !
Teriakan Ani sambil membuka mata nya dan terduduk di sebuah sofa ruang tamu, Saat itu Faizal menahan geram di hati nya mendengar kata - kata Ani.
Ternyata benar selama ini kau menolak ajakan ku di ranjang sebab kau masih memikirkan laki - laki pengecut itu, Tunggu pembalasan ku dan kau Satrio hanya akan mendapat bekas ku, Hanya mendapat kan sampah!
Gumam Faizal dengan penuh dendam dan senyum licik yang menyeringai di sudut bibir nya, Saat itu Ibu nya Ani mencoba menenangkan Ani yang sedang menangis sebab merasa hidup nya telah hancur saat itu juga tiba - tiba Faizal mendekati Ani sambil memegang lengan Ani dengan tatapan penuh dendam.
" Sudah cukup akting sinetron nya ayo lekas pulang dan masak lah aku sudah lapar!"
Kata Faizal sambil menarik lengan Ani dengan kasar.
Kata Ayah Ani dengan tatapan marah.
" Apa urusan mu, Dia istri ku dan aku berhak atas diri nya, Satu lagi harus kau ingat anak mu ini lah yang melunasi hutang mu kepada orang tua ku camkan hal itu!"
Jawab Faizal sambil menarik lengan Ani dan memandang tajam kepada Ayah nya Ani.
" Sungguh biadab kau Faizal!"
Kata Ibu nya Ani sambil menetes lah air mata nya melihat anak nya di perlakukan dengan kasar dengan Faizal di hadapan nya.
Saat itu seketika seisi ruangan hanya mampu terdiam menyaksikan prihal itu sebab mereka tidak mampu berbuat lebih sebab saat ini Ani sudah menjadi istri sah Faizal, Di sisi lain Satrio sedang berdzikir dan memejamkan mata nya melihat kejadian itu reflek telapak tangan nya menggenggam karena menahan emosi yang tersulut namun Satrio pun mendengar kata.
SABAR DAN TAHAN EMOSI MU SEMUA ADA WAKTU NYA.
Kemudian Ani pun di bawa pulang ke rumah nya setelah itu Ani menuju ke dapur untuk memasak dan ber bersih rumah dengan pandangan yang kosong dan pikiran entah melayang kemana saat itu, Sudah bagaikan patung hidup Ani saat itu hanya tatapan hampa dan kosong menjalani aktifitas nya, Hari pun telah menjelang sore hari dan setelah Ani mandi datang lah Ibu nya Faizal menghampiri Ani yang sedang duduk di pintu dapur sambil memandang bunga bugenfil.
" Ani sedang apa kau nak?"
__ADS_1
Kata Ibu mertua nya sambil berjalan mendekati Ani.
" Sedang duduk."
Jawab Ani singkat tanpa memandang ke Ibu mertua nya.
" Umak lihat kau hari ini mencuci banyak sekali dan pasti nya kau capek maka minumlah ini agar badan mu segar kembali nak."
Kata Ibu nya Faizal sambil menyodorkan gelas yang berisi cairan yang berwarna hitam dan beraroma rempah.
" Apa itu Mak?"
Jawab Ani dengan singkat dan pandangan nya tertuju ke gelas yang masih di tangan Ibu nya Faizal.
" Ini hanya jamu untuk menghilangkan capek - capek saja dan Umak biasa nya juga minum ini saat terasa capek nak."
Kata Ibu nya Faizal sambil senyum kepada Ani.
Kemudian Ani pun mengambil gelas itu lalu meminum nya hingga habis setelah itu Ani meletakkan gelas itu di samping nya dan beberapa menit kemudian kepala Ani terasa pening dan berat lalu Ani memohon ijin untuk masuk dan tidur, Saat itu Faizal sedang berada di meja makan sedang makan dan Faizal tersenyum melihat hal itu.
Mau mengelak seperti apa lagi kau Ani saat ini aku akan menikmati tubuh mu yang selama ini aku tunggu - tunggu dan semua hasrat ku akan ku luap kan saat ini.
Gumam Faizal sambil melirik ke arah Ani yang berjalan menuju kamar nya sebab merasakan kepala nya yang pening dan berat, sekitar 15 menit kemudian Ani sudah tertidur dengan lelap tanpa menyadari apa yang terjadi pada diri nya, Saat itu mulailah Faizal melancarkan niat nya untuk menikmati sesuatu yang selama ini di tunggu - tunggu dari Ani.
Mulai lah Faizal membuka satu persatu baju Ani sambil bibir nya masih menyangkut menikmati lembut nya bibir Ani dan setelah sudah tidak ada yang menghalangi Faizal pun mulai menyusuri setiap lekuk tubuh Ani yang sedang tidak sadarkan diri dan keluarlah rintihan dan lenguhan dari bibir Ani tanpa sadar dan Faizal pun semakin beringas mengoyak milik Ani tanpa di beri jedah sedikit pun hingga Faizal merasakan titik puncak yang di harap kan.
Setelah Faizal usai kemudian menjatuhkan tubuh nya di samping Ani sambil senyum puas Faizal memejamkan mata nya di samping Ani sedang kan Ani belum tersadar juga sekitar 30 menit kemudian Ani membuka mata nya sambil memijat pelipis nya yang terasa sakit lalu tangan nya jatuh ke atas perut nya dan di saat itu lah Ani menyadari bahwa diri nya tanpa busana.
" Ya Allah ... apa yang terjadi pada ku? kenapa aku tidak menggunakan baju aaooo ... sakit."
Kata Ani sambil mencoba bangkit dari tidur nya dan akan menuju kamar mandi.
Kala itu mata Ani melihat Faizal yang sudah tertidur lelap yang juga tidak menggunakan busana saat itu Ani baru menyadari bahwa diri nya baru saja melakukan hubungan badan dengan Faizal saat itu kebencian Ani kepada Faizal makin memuncak.
Di sisi lain ada Satrio yang mengetahui semua itu dan menetes lah air mata Satrio sambil masih berdzikir dan memejamkan mata nya rasa hati nya bagaikan tersayat oleh pedang menyaksikan hal itu namun diri nya hanya bisa diam memendam semua amarah yang bergejolak di dalam dada nya, Saat itu langit pun tertutup awan gepap petir bersaut - sautan angin pun bertiup sangat kencang sehingga begitu banyak pohon dan rumah yang roboh.
............
Itulah derita cinta semakin besar keinginan dan hasrat di dalam hati mu maka semakin besar juga amarah yang kau alami maka dari itu ikhlas kan semua nya lepaskan semua keinginan dan harapan yang semu tapi dapat kan lah yang kekal agar damai dan bahagia jiwa mu.
Sungguh kejam sikap Faizal hanya ingin melampiaskan hasrat nya dan obsesi balas dendam kepada Satrio sehingga membuat Ani menjadi target sasaran nya, Lalu apakah hanya sampai di situ kebiadapan Faizal kepada Ani ataukah masih berlanjut, lalu sampai kapan Satrio diam menyaksikan Ani di perlakukan seperti itu dengan Faizal, Tindakan apa yang akan di lakukan Satrio kepada Faizal apakah Satrio akan menghabisi Faizal dalam waktu dekat ataukah Satrio mengikuti alur skenario Allah?
__ADS_1
Ikuti terus di setiap bab nya agar terjawab rasa penasaran para reader dan jangan pernah lupa selalu dukung author dengan like, komentar, rate dan favorit agar saat update kalian lah pembaca pertama nya.