SATRIO YANG TERPINGIT ALAM

SATRIO YANG TERPINGIT ALAM
KEBENARAN & TRADISI


__ADS_3

Kebenaran itu seperti pohon, ranting dan cabang - cabang nya adalah sumpah dan janji - janji sedangkan akar nya adalah kasih sayang, ranting dan cabang nya tidak perlu kokoh tapi yang harus kuat adalah akar nya yaitu kasih sayang.


Bila kasih sayang telah luntur dalam hati maka penderitaan itu hadir maka jaga lah kasih sayang itu agar timbul perasaan empati pada setiap manusia bila tidak maka ke egoisan yang akan timbul saling memegang sumpah masing - masing yang terikat oleh sebuah kata tradisi, seandainya salah satu dari kita mampu mematahkan batang - batang sumpah demi menyelamatkan seseorang maka kasih sayang itu tumbuh dan masyarakat tidak akan menderita.


.....................


Pagi itu Satrio dan Kang Tarjo baru saja pulang dari mushola yang tempat nya tidak begitu jauh dari rumah Bang Asmi, saat mereka berjalan menuju rumah Bang Asmi tiba - tiba pandangan nya Satrio tertuju kepada laki - laki paruh baya yang perut nya membesar sedang duduk di teras rumah nya, saat itu hati Satrio tergerak untuk mendatangi nya dan di ikuti Kang Tarjo.


" Assalamualaikum Pak.........Bapak sakit apa.....??


Tanya Satrio sambil senyum kepada Bapak tersebut.......


" Wa'allaikumusallam nak.......siapa anak ini dan dari mana asal nya ?? "


Kata Bapak tersebut tanpa menjawab pertanyaan Satrio........


" Saya hanyalah musafir Pak........bila Bapak berkenan saya akan mendoakan Bapak agar Bapak lekas membaik......."


Kata Satrio sambil menyentuh tangan Bapak tersebut......


Saat itu Bapak - Bapak paruh baya itu hanya diam memandangi wajah Satrio dengan pandangan curiga dan bingung apa yang sedang Satrio laku kan dan siapa dia yang tiba - tiba menghampiri nya, sekitar 10 menit mukjizat terjadi Bapak - Bapak tersebut tiba - tiba mengeluarkan air seni yang lumayan banyak dan berwarna coklat pekat dan pasti beraroma tidak sedap, perut nya pun berangsur mengempis.


" Alhamdulillah Allah masih sayang kepada Bapak maka Bapak masih di beri waktu untuk bertaubat kembali ke jalan Allah........"


Kata Satrio sambil tersenyum dan melepas genggaman tangan nya.......


Saat itu Bapak itu tidak mampu berkata - kata hanya bisa menangis bahagia ternyata sakit nya yang di derita selama puluhan tahun bisa sembuh juga dan diri nya bisa kembali beraktifitas.


" Terimakasih banyak nak sungguh baik dan mulia hati mu semoga Allah melimpah kan rahmat nya atas mu......"


Kata Bapak itu sambil menyeka air mata nya........


Satrio hanya tersenyum dan berkata amin dengan lirih lalu meninggal kan Bapak tersebut, sedang kan Kang Tarjo masih bingung sakit apa Bapak tersebut hingga seperti itu dan Kang Tarjo menanyakan kepada Satrio.


" Tio..........Bapak - Bapak itu tadi sakit apa ya kok sampai seperti itu ?? dan memang nya kamu kenal sama Bapak itu tadi Tio......? "


Tanya Kang Tarjo dengan pandangan penuh penasaran....


" Memang nya kalau menolong orang harus kenal duluan ya Kang......?? Bapak itu tadi kalau dalam bahasa perdukunan kena santet Kang........"


Jawab Satrio sambil senyum dan pandangan nya lurus kedepan.......


" Waduh santet.......memang Bapak itu salah apa kok sampai main santet segala.......kenapa tidak main sepak bola aja kan lebih seru ya kan Tio......?? "

__ADS_1


Kata Kang Tarjo dengan tatapan serius dan kepolosan nya........


" Ya mungkin tradisi di sini cinta di tolak dukun bertindak Kang kan kita juga tidak tau to......?? "


Jawab Satrio sambil senyum dan melangkah masuk ke dalam rumah Bang Asmi.........


Kebetulan Bang Asmi pagi itu tengah bersiap - siap untuk pergi ke ladang dan mereka pun di ajak dengan Bang Asmi ke ladang milik Bang Asmi yang di tanami pohon singkong mentega, sekitar 45 menit mereka bertiga sampailah di kebun dan mereka berdua membantu Bang Asmi di kebun, di sisi lain ada Faizal yang sudah tiba di kampung halaman nya dan Faizal mengutarakan niat nya kepada kedua orang tua nya tentang Ani.


" Ayah........aku pokok nya harus bisa menikah dengan Ani secepat nya.........bukan kah waktu itu Ayah sendiri yang bicara bahwa akan mengatur perjodohan aku dan Ani........?? "


Kata Faizal kepada Ayah nya yang sedang duduk di ruang tamu sambil menikmati teh hangat.........


" Iya kapan itu Ayah sudah datang ke rumah nya tapi orang tua Ani seperti nya selalu mengulur - ngulur waktu......"


Jawab Ayah Faizal sambil menghisap pipa rokok nya.......


" Apa perlu aku yang bertindak datangi rumah Ani dan bicara kepada Ayah nya Yah ?? lagi pula kan Ayah nya Ani masih memiliki tanggungan kepada Ayah kan.....?? "


Kata Faizal sambil memandang ke Ayah nya.....


" Iya Ayah nya Ani masih menyanggupi nya setelah panen tahun depan melunasi nya Zal......."


Jawab Ayah nya Faizal sambil mengingat berapa jumlah tanggungan Ayah nya Ani pada nya........


Kata Faizal dengan senyum licik kepada Ayah nya.......


Saat itu Ayah nya Faizal pun mendukung semua perkataan Faizal sebab dahulu Ayah dan Ibu nya Faizal pun menikah di karena kan perjodohan yang sepihak tanpa memikirkan perasaan pihak lain, kemudian mereka berdua setelah sholat ashar berniat kerumah nya Ayah nya Ani untuk membicarakan hal tersebut.


Sedang kan di sisi lain ada Ani yang tiba - tiba saja sembuh dan seperti orang yang tidak sakit apa - apa saat bangun tidur dan Ani pun merasa heran dengan kejadian tersebut namun Ani hanya menyimpan kebingungan nya di dalam hati.


Kok aneh ya.........perasaan aku semalam mimpi Mas Satrio datang lalu memberi ku air kelapa muda lalu aku meminum nya terasa segar sekali air kelapa itu.......lalu setelah itu Mas Satrio pergi entah kemana dan sekarang badan ku menjadi lebih sehat.........


Gumam Ani dalam hati sambil melipat selimut di kamar nya kemudian Ani mulai membuka jendela kamar nya dan menghirup udara pagi yang begitu segar dan hembusan angin yang menerpa wajah Ani, tiba - tiba Ani di kejut kan oleh Santi yang membuka pintu kamar nya.


" Ya Allah.........kaget aku San, aku kira siapa itu tadi masuk kamar ketuk pintu dulu kek sebelum masuk San......."


Kata Ani sambil tersenyum melangkah menghampiri Santi.........


" Hehehehe..........maaf An aku pikir kamu masih tidur itu tadi maka nya aku masuk saja, bagaimana kondisi mu sekarang An lebih baik kah.....?? "


Kata Santi sambil meletakkan teh manis hangat dan roti di meja nya Ani.........


" Alhamdulillah San lebih baik dan aku merasa tidak sakit apa - apa San, badan ku terasa sangat ringan hari ini....."

__ADS_1


Jawab Ani sambil duduk di tempat tidur nya.......


" Bagaimana tidak terasa ringan An......kan kamu selama sakit tidak mau makan sedang kan kalau sehat tumis petasan juga kamu makan An......."


Kata Santi sambil tertawa lepas di hadapan Ani.......


" Sembarangan......tapi iya juga sih San hahahahaha "


Kata Ani yang ikut tertawa lepas........


Kemudian mereka berdua bersiap - siap menjalankan aktifitas hari itu tanpa berfikir marabahaya yang sedang mengintai Ani saat itu, kita kembali ke Bang Asmi, Satrio dan Kang Tarjo yang sedang di kebun saat itu dan beristirahat sejenak di sebuah pondok kayu.


" Tio setelah ini apa rencana mu kedepan nya ?? apakah kau mau menetap di sini bersama ku Tio.......?? "


Tanya Bang Asmi sambil membuka tutup botol air mineral di samping nya........


" Pasti nya saya akan melanjutkan perjalan saya ke barat Bang sebab ada amanah yang harus saya lakukan......"


Jawab Satrio sambil sesekali melempar kan kerikil di hadapan nya.......


" Memang nya di barat ada siapa Tio ?? dan apa ada titipan barang apa gitu sama mu sampai kamu harus mengantar ke sana Tio......?? "


Tanya Kang Tarjo kepada Satrio sambil dengan pandangan penuh tanya......


" Bukan barang sih Kang bentuk nya tapi aku harus sampai sana secepat nya Kang......"


Jawab Satrio dengan pandangan yang menerawang ke langit yang biru.......


" Kemana pun kau pergi ingat satu hal Satrio......kami selalu ada buat mu dan kapan pun kau butuh kan kami akan siap membantu mu Tio......"


Kata Bang Asmi sambil senyum kepada Satrio dan tangan nya merangkul Kang Tarjo.........


Saat itu Satrio hanya senyum dalam hati nya bersyukur ternyata di muka bumi ini masih ada orang yang tulus hati nya meski mereka beda keyakinan, tidak lama kemudian mereka bertiga menuju kembali ke rumah Bang Asmi sebab langit mulai tertutup awan gelap dan angin berhembus lumayan kencang, saat itu Satrio berfikir ada apa kok tiba - tiba cuaca berubah seperti memberi suatu tanda pada nya.


Ternyata benar saat Satrio, Kang Tarjo dan Bang Asmi di ujung gang saat akan masuk ke rumah Bang Asmi di situ ada keramaian dan saat itu Satrio tidak mengetahui bahwa itu rumah orang tua Ani dan Satrio hanya melihat di situ ada Faizal saat itu Satrio berfikir itu rumah Faizal bukan rumah Ani, kemudian Satrio dan Kang Tarjo melanjut kan perjalanan nya ke rumah Bang Asmi sedang kan Bang Asmi masuk ke dalam rumah Ani sebab orang tua Ani kakak dari Bang Asmi.


..................


Begitulah adat tradisi yang turun menurun di jalan kan tidak ada yang berani merubah sebuah tradisi meski terkadang tradisi itu mengikat kita membelenggu kita dalam sebuah sumpah dan akhir nya hilang lah kasih sayang bagaikan pohon yang layu sebab akar yang rapuh dan berakhir dengan kata mati.


Lalu apakah yang akan terjadi dengan Satrio apakah Satrio mampu merombak tradisi di daerah itu dengan kebenaran ?? atau kah Satrio akan mati sebab membedah sebuah tradisi yang sesungguh nya sudah mengakar berpuluh - puluh tahun ?? atau kah Ani akan berkorban demi semua agar Satrio tidak terbunuh karena ke egoisan Faizal ???


Ikuti kisah petualangan Satrio untuk menjalan kan amanah sampai ke barat dan ambil hikmah nya bila bermanfaat, jangan pernah lupa selalu dukung author dengan like, komentar, rate dan favorit agar saat update kalian lah pembaca pertama nya 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2