SATRIO YANG TERPINGIT ALAM

SATRIO YANG TERPINGIT ALAM
SINGLE PARENTS


__ADS_3

Menyandang gelar single parent tidak lah mudah pasti nya banyak mata yang mengawasi sedangkan tidak ada satu pun wanita di muka bumi ini yang mau atau berniat menjadi seorang single parent atau orang tua tunggal bagaimana pun juga mereka membutuhkan sosok pendamping untuk berbagi cerita, canda dan kesedihan namun image seorang wanita single parents sering di pandang sebelah mata sedangkan perjuangan menjadi seorang single parents tidak lah mudah.


Seperti yang dialami oleh Ani saat ini menjadi single parent membesarkan kedua putri nya yang masih balita tanpa ada bantuan dari siapa pun tidak ada tempat berbagi cerita, suka dan duka semua di tanggung nya sendiri hingga ada tertulis sunah Rasulullah bahwa lindungi lah seorang janda bahkan menikahi seorang janda sangat besar pahalanya asal bisa tulus dan ikhlas menerima semua nya yang hal tersebut tidak lah mudah bagi seorang lelaki.


..................


Sore itu Ani benar - benar bingung harus mengatakan apa di hadapan keluarga nya dan keluarga teman Mama nya satu sisi hati Ani menolak untuk menikah dengan lelaki selain Satrio namun bagaimana pun juga Ani harus tetap menjaga perasaan keluarga nya terutama Mama nya yang bisa Ani lakukan saat itu hanyalah menjerit dan berteriak kepada Allah dan memanggil nama Satrio sekuat tenaga.


Ya Allah aku tidak mau menikah lagi dengan lelaki selain Mas Satrio sedangkan saat ini aku di hadap kan pada situasi yang sangat sulit bagaimana pun juga sudah cukup aku melukai Mas Satrio dahulu saat dia terluka aku meninggalkan nya menikah dengan Faizal dan kini dia juga sedang terluka demi memenuhi permintaan ku harus kah aku tinggalkan lagi menikah dengan Choirul sungguh tidak tau diri nya aku ... hal ini tidak boleh terulang lagi.


Bergumam lah dalam hati Ani sambil duduk di antara Mama dan Abang nya dengan tatapan bingung memperhatikan perkataan dari seorang lelaki di hadapan nya yang berjanji akan menerima Ani dan kedua anak nya dengan ikhlas dan berjanji akan membahagiakan Ani di sisa hidup nya saat mendengar kata - kata tersebut dalam benak Ani yang mengatakan hal tersebut adalah Satrio bukanlah Choirul sehingga lamunan nya terpecahkan oleh pertanyaan dari Mama nya Ani yang duduk di samping Ani.


" Ani kok diam saja jawab dong kasian itu Nak Choirul menunggu jawaban mu?"


Kata Mama nya Ani tersenyum kepada Ani sambil sesekali melihat ke arah Choirul.


" Astagfirullahalazim ya Allah anak ku ...."


Kata Ani sambil bangkit berdiri dan berlari ke arah jalan depan rumah nya.


Saat itu seisi ruangan pun bangkit berdiri mengikuti Ani yang segera merangkul dan memeluk putri kecil nya yang hampir saja di serempet mobil namun ada sesosok lelaki menggunakan sweter hitam dan menggunakan masker yang menyelamatkan nya setelah memberikan putri kecil Ani kepada Ani kemudian lelaki itu berkata kepada Ani.


" Jangan takut Neng aku selalu bersama mu dan menjaga mu salam dari Satrio."


Kata lelaki itu sambil tersenyum ramah dari sosok lelaki itu lirih namun jelas di telinga Ani.


Kemudian lelaki itu pergi meninggal kan Ani yang masih tertegun dengan kata - kata lelaki itu yang suara nya tidak asing di telinga Ani namun lelaki itu sudah lenyap dari hadapan Ani saat Ani menyadari siapa yang berbicara dan yang menyelamatkan putri kecil nya.


Benar kah itu tadi Widhi tapi aku hafal betul dengan suara nya dan cara nya berjalan dan bukan kah Widhi dan Mas Satrio itu satu orang tapi mengapa itu tadi dia berkata salam dari Satrio kalau begitu mereka beda orang lalu kemana dia tadi pergi nya?


Bergumam lah hati Ani sambil memeluk putri kecil nya dan sesekali pandangan nya melihat ke arah dimana sosok lelaki tersebut berjalan dan menghilang.

__ADS_1


" Ani kamu dan anak mu baik - baik saja kan apa ada yang terluka anak mu?"


Tanya Choirul berdiri di samping Ani mencoba memberi perhatian kepada Ani.


" Aku baik - baik saja."


Jawab Ani sambil memalingkan badan nya dan melangkah masuk kedalam rumah.


" Syukurlah kalau begitu ... Ani tunggu."


Teriak Choirul kepada Ani yang melanjutkan langkah nya.


" Ada apa lagi memang masih ada yang perlu di bicarakan lagi?"


Jawab Ani yang terhenti langkah kaki nya sebab lengan nya di pegang oleh Choirul.


" Mau kah kamu menjadi istri ku?"


Kata Choirul sambil menyerahkan sebuah kotak berwarna merah berisi sebuah cincin pertunangan.


Jawab Ani dengan nada datar kemudian melanjutkan langkah nya masuk kedalam rumah nya lalu menuju kamar nya.


Saat itu Mama nya Ani dan keluarga yang menyaksikan lumayan terperanjat mendengar jawaban Ani saat itu sedangkan Ani yang dulu selalu menurut dengan kata - kata orang tua nya namun semenjak kehadiran Satrio di dalam kehidupan Ani sikap Ani menjadi berubah kepada keluarga nya lebih banyak diam dan memutuskan segala sesuatu tanpa menimbang perasaan keluarga nya.


Kurang lebih 30 menit kemudian keluarga dari Choirul pun berpamitan untuk undur diri dan setelah itu Ani pun mendapat teguran dari Mama dan Abang nya sebab telah menolak pinangan dari keluarga Choirul.


" An mengapa kamu menolak pinangan dari keluarga Choirul kurang apa dia sudah jelas - jelas mereka dari keluarga baik - baik dan pekerjaan nya pun tidak di ragukan lalu lelaki seperti apa yang kamu cari?"


Tanya Abang nya Ani sambil berdiri di depan pintu kamar Ani.


" Benar An apa yang sebenar nya kamu tunggu apakah lelaki yang tidak jelas itu yang kamu tunggu sedangkan hingga detik ini dia tidak ada kabar berita nya?"

__ADS_1


Tanya Mama nya Ani yang duduk di samping Ani.


" Aku menunggu lelaki yang baik untuk urusan agama ku yang bisa membimbing ku kembali ke jalan Allah dan bisa mendidik anak - anak ku bukan lelaki yang hanya bisa berjanji bahagia kan aku dan hanya bisa menerima anak - anak ku sebab anak - anak ku selama ini tidak menemukan sosok figur seorang Ayah jadi tolong hargai keputusan ku."


Jawab Ani dengan tegas sambil memeluk kedua putri kecil nya.


" Lalu kamu berfikir lelaki itu bisa melakukan itu sedangkan status dia saja tidak jelas dia orang mana bagaimana keluarga nya dan apakah dia masih sendiri atau sudah menikah apa kamu tidak berfikir hal itu Ani?"


Tanya Abang nya dengan wajah emosi.


" Abang di mana salah nya dia selama ini dia tidak pernah kurang ajar pada ku bahkan dia yang selalu memberi perhatian kepada anak - anak ku bahkan anak - anak ku sangat dekat dengan nya melebihi dengan Ayah kandung nya lalu aku kamu suruh egois demi kebahagiaan ku lalu aku korban kan kebahagiaan anak - anak ku begitu maksud mu Bang ... bila itu mau kalian maaf aku tidak bisa sudah cukup aku berkorban untuk ke egoisan kalian selama ini dan anak - anak ku tidak akan merasakan hal itu."


Kata Ani sambil menangis menatap ke arah Abang nya.


" Silahkan kamu memilih dia tapi ingat sampai kapan pun aku tidak akan memberi restu untuk kamu menikah dengan nya cam kan hal itu Ani!"


Kata Abang nya Ani sambil berlalu pergi dari hadapan Ani dan Mama nya.


" Pikirkan lagi keputusan mu Ani Mama tidak bisa bicara banyak bila Abang mu sudah berkata demikian maaf kan Mama Ani tidak bisa memberi restu bila kamu menikah dengan lelaki tidak jelas asal usul nya itu."


Kata Mama nya Ani sambil bangkit berdiri lalu keluar dari kamar Ani.


Ya Allah sampai kapan mereka seperti itu dan apa yang harus ku perbuat agar mereka merestui ku menikah dengan Mas Satrio dan keluarga Mas Satrio pun seperti itu menentang hubungan kita sungguh saat ini aku terjebak pada kata - kata ku sendiri memohon restu dari kedua belah pihak keluarga.


Bergumam lah dalam hati Ani sambil menangis menahan perih di dada nya sedangkan hingga kini no telepon Satrio belum juga bisa di hubungi kini Ani benar - benar merasa sendiri tanpa ada yang mendukung diri nya sebab satu - satu nya manusia yang selama ini selalu mendukung dan memberi support kepada Ani hanyalah Satrio begitu juga sebaliknya.


....................


Mungkin ini kah yang menjadi sebuah kendala dalam masyarakat umum nya sehingga muncul lah sebuah istilah kawin lari sebab susah nya mendapat restu dari kedua belah pihak keluarga sedangkan cinta dan asmara sudah bergelayut di dalam sukma, bila ada kawin lari lalu bagaimana dengan resepsi nya apakah juga lari - lari wah sungguh membingungkan istilah yang di buat oleh manusia dan pasti nya semua itu hanya di lakukan oleh orang yang pola pikir nya singkat tanpa berfikir panjang apa resiko keputusan yang di ambil.


Bagi yang mau mengikuti aturan Allah pasti mengikuti semua proses yang sudah Allah tentukan dan untuk apa proses tersebut bukan lain untuk saling mendewasakan diri masing - masing lalu bagaimana dengan tindakan Ani selanjutnya dalam menghadapi keluarga nya tanpa ada Satrio yang mensupport nya?

__ADS_1


Jawaban nya hanya ada di SATRIO YANG TERPINGIT ALAM maka ikuti terus setiap bab nya dan jangan pernah lupa selalu dukung author agar lebih rajin update nya.



__ADS_2