SATRIO YANG TERPINGIT ALAM

SATRIO YANG TERPINGIT ALAM
JIWA SEORANG PEMENANG


__ADS_3

Watak dari seorang pemenang bisa di kenali dari 5 hal yang sangat nyata terlihat antara nya memiliki sasaran yang jelas, penuh keyakinan, melihat dengan cara yang berbeda, berani bayar harga dan tidak mudah menyerah dalam segala hal sebab mentalitas seorang juara selalu melihat jalan keluar dari sebuah masalah tapi bila orang yang pesimis akan melihat masalah nya dan mental seorang pemenang harus di pupuk atau di kembangkan pada diri masing - masing orang.


Sering kali kita sibuk atau tidak ada waktu bahkan sering kita mendengar tidak ada waktu untuk berolah raga sebab banyak nya kesibukan atau sering juga kita mendengar tidak ada waktu untuk anak dan pasangan kita sedangkan mental seorang juara mampu memprioritaskan segala hal dan menyelesaikan secara bertahap sebab bila tidak bisa memprioritaskan sesuatu maka semua akan di kerjakan dengan hasil yang tidak maksimal.


Lalu bagaimana sikap seorang Satrio sebagai manusia pilihan apakah diri nya juga memiliki jiwa mental seorang juara atau kah Satrio yang multi talenta hanya lah seorang manusia yang hanya membuang waktu tanpa menghasilkan karya yang bisa mampu di bangga kan mari kita tilik kehidupan Satrio yang penuh masalah di setiap detik nya dan semoga bisa di petik hikmah nya.


.....................


Hari ini Satrio akan pergi ke perkebunan jeruk milik nya dengan Ita dan beberapa kawan lama nya dengan tujuan refreshing dan ada beberapa lahan yang memang harus di bongkar untuk penanaman pohon baru serta Satrio sudah menghubungi Rahma seseorang yang bekerja sebagai advokad untuk masalah pembebasan lahan para penduduk yang terkena dampak pergeseran tanah.


Pagi itu Satrio merasa kurang sehat sebab perubahan cuaca yang lumayan extrim dan seperti nya Ani pun demikian namun Ani hanya mampu memendam semua rasa sakit nya sendiri sebab diri nya tidak mau mengganggu suami nya yang sedang sibuk mengurus perkebunan yang sedang bermasalah, tepat pukul 08.00 pagi Satrio mendapat telepon dari Rahma.


" Assalamualaikum Pak Satrio maaf mengganggu saya hanya akan menanyakan masalah pembebasan lahan warga apakah jadi hari ini Pak?"


Tanya Rahma dengan sopan.


" Wa'allaikumusallam Rahma jadi nanti jam 12.00 saya tunggu di pondok 18 serta bawa beberapa berkas nya ya."


Jawab Satrio sambil sesekali bersin.


" Maaf Pak apakah Bapak kurang sehat apakah tidak di undur saja Pak dan lagi pula ini hari libur Pak?"


Tanya Rahma sambil berfikir tentang kesehatan Satrio yang seperti nya memburuk.


" Jangan Rahma waktu ku tidak banyak dan saya harus segera kembali ke Ibu Kota jadi saya harus memanfaatkan waktu dengan baik."


Jawab Satrio sambil memijat kening nya.


" Baik bila seperti itu Pak kalau begitu saya akan bersiap - siap terlebih dahulu ... assalamualaikum Pak."


Kata Rahma yang mengakhiri percakapan nya.


" Iya Rahma wa'allaikumusallam."


Balas Satrio sambil mematikan telepon nya.


Saat itu demam nya Ani makin tinggi dan membatalkan acara ke kolam renang bersama kedua putri kecil nya serta keluarga nya Leni dan ternyata Ani lupa memberi tau ke Leni bahwa diri nya sedang sakit jadi tidak bisa ikut ke kolam renang dan tepat jam 09.00 Leni telah sampai di rumah Ani.


" Hallo Kak ... lo kok belum siap - siap Kak kok Kakak pucat seperti itu apakah Kakak sedang sakit?"


Tanya Leni sambil berjalan mendekati Ani yang sedang duduk di ruang keluarga sambil mengenakan sweter.


" Benar Len semalam tiba - tiba badan ku demam tinggi dan ternyata sampai pagi ini belum turun juga demam nya."


Jawab Ani dengan tatapan lesu kepada Leni.


" Apakah Kakak sudah periksa ... badan Kakak panas sekali mari aku antar ke dokter Kak jangan di biarkan saja."


Kata Leni sambil memegang tangan Ani.


" Sudah tidak apa - apa Len nanti juga sembuh sendiri kok cuma flu biasa saja dan tadi juga sudah minum obat aku."


Jawab Ani sambil mencoba tersenyum.


" Mama kapan kita pergi ke kolam renang nya?"


Tanya Aisyah yang tiba - tiba datang menghampiri Ani yang sedang duduk di sofa.


" Ya sudah ke kolam nya sama Tante saja ya Dedek kan Mama nya Dedek sedang sakit."


Jawab Leni sambil senyum ke pada Aisyah.


" Tidak mau sama Tante mau nya sama Mama."


Kata Aisyah sambil cemberut.

__ADS_1


" Ya sudah ayo kita siap - siap Dek ... sebentar ya Len aku siap - siap sebentar."


Kata Ani sambil mencoba bangkit dari tempat duduk nya.


Kasian sekali Kak Ani kondisi sakit Mas Satrio tidak ada di rumah pasti nya seorang istri di saat sakit ingin nya ada seseorang yang dia sayangi di samping nya sedangkan Mas Satrio terlalu sibuk dengan berbagai macam bisnis nya yang semua itu untuk orang rumah ini yang pasti nya tidak pernah sadar dan tidak bisa bersyukur.


Bergumam lah dalam hati Leni sambil melihat Ani yang berjalan menuju kamar nya sedangkan Satrio di rumah mulai sibuk menyiapkan beberapa berkas perkebunan untuk pembebasan lahan warga sedangkan Ita di rumah kost an nya sedang menerima telepon dari Gustafito yang sedari dulu ingin menghancurkan Satrio dari berbagai hal.


" Hallo Ta sudah aku tranfer ya uang nya dan ingat tugas mu belum selesai semua nya."


Kata Gustafito dengan senyum puas.


" Tenang saja Fit sebentar lagi Satrio akan jatuh dalam pelukan ku dan pasti nya hancur rumah tangga nya dan bila rumah tangga nya hancur maka bisnis nya juga akan berantakan."


Kata Ita dengan bangga nya.


" Ta aku hanya mengingatkan saja bahwa Satrio mahkluk aneh jadi kamu harus waspada dalam bertindak."


Kata Gustafito sambil pandangan nya tertuju ke tv.


" Pasti Fit aku pun paham sejak jaman di sekolah aku sudah paham watak dia tapi sekuat dan se aneh apa pun dia bila di suguhkan kenikmatan dunia pasti akan luluh juga kan."


Kata Ita dengan senyum sinis.


Di saat mereka sedang telepon ternyata Ani mendengar percakapan mereka dari balik pintu sebab kamar Ani melewati kamar Gustafito dan saat itu lah Ani mulai berfikir bahwa suami nya dalam bahaya dan saat ini Ani mulai bingung dengan apa yang harus di lakukan sedangkan posisi komunikasi mereka berdua sedang kurang baik dan sudah jadi watak Satrio di saat posisi marah atau sebal paling susah untuk di ajak bicara.


Ya Allah apa yang harus aku laku kan saat ini suami ku sedang mendapat masalah pasti nya lalu siapa itu sebenar nya atau kah suami ku sudah masuk kedalam perakap mereka dan aku tidak mau rumah tangga ku hancur untuk kedua kali nya bagaimana nasib dengan anak - anak ku bila bahtera rumah tangga ku harus kandas lagi.


Bergumam lah dalam hati Ani sambil bersiap untuk pergi ke kolam renang sedang kan pagi itu Satrio sengaja tidak menelpon istri nya sebab rasa sebal dan lelah hati yang dia rasakan pertengkaran yang tidak kunjung usai lah yang membuat respon dan sikap Satrio berubah kepada istri dan anak - anak nya, tidak begitu lama Satrio mencoba menelpon kepada Sandi kawan dekat nya yang juga akan menuju perkebunan milik Satrio.


" Assalamualaikum San apa sedang sibuk kamu?"


Tanya Satrio sambil membuka tisu.


" Wa'allaikumusallam Tio santai aja lagi santai aku cuma lagi cek mobil saja kok, ada apa Tio apakah ada yang perlu aku bantu?"


" San nanti kalau kamu menuju perkebunan mampir ke kontrakan Ita ya kan dia tidak ada mobil jadi biar bareng kamu aja."


Kata Satrio sambil sesekali bersin.


" Nah bukan nya kost an nya dia lebih dekat dari rumah mu dari pada dari rumah ku ya Tio?"


Tanya Sandi sambil senyum dan berfikir.


" Sudah lah sama mu saja dia pergi ke perkebunan nya kita nanti bertemu di villa milik Nenek ku masih ingat kan kamu San di mana tempat nya?"


Jawab Satrio yang balik bertanya.


" Ok lah kalau begitu ingat aku nanti langsung menuju sana ya Tio."


Kata Sandi sambil senyum bingung.


" Sip San thanks ya bantuan nya San assalamualaikum San."


Kata Satrio yang merasakan badan nya makin remuk.


" Ok Tio sampai jumpa di sana Wa'allaikumusallam."


Kata Satrio kemudian mematikan telepon nya.


Pasti nya ada niat yang tidak betul dengan Ita sampai Satrio berkata demikian sebab aku sangat mengenal Satrio yang mengetahui segala sesuatu yang akan terjadi tapi kira - kira apa yang akan dilakukan dengan Ita ke Satrio kok sampai Satrio tidak mau bersama dengan nya.


Bergumam lah dalam hati Sandi dengan pandangan tertuju kepada ban mobil di hadapan nya kemudian Sandi pun masuk ke dalam rumah untuk bersiap - siap menuju rumah kost an Ita sedang kan posisi Ani dan kedua putri nya sekarang sudah bersama Leni dan keluarga nya di kolam renang sambil mengawasi putri nya berenang Ani mencoba menanyakan Ita kepada Leni siapa tau saja Leni mengenal nya.


" Len kamu tidak ikut berenang kah?"

__ADS_1


Tanya Ani yang duduk di samping Leni.


" Tidak Kak biar anak - anak dengan Papa nya saja toh yang punya ide Papa nya anak - anak Kak."


Jawab Leni sambil merapikan baju anak - anak nya.


" Len boleh aku tanya sesuatu dengan mu?"


Tanya Ani lagi dengan tatapan serius ke arah Leni.


" Boleh saja Kak selama bisa aku jawab pasti aku jawab Kak kalau tidak ya maaf ya Kak."


Jawab Leni sambil tersenyum ramah kepada Ani.


" Len apa kamu kenal dengan wanita yang bernama Ita teman Abi nya anak - anak?"


Tanya Ani sambil memegang lengan Leni.


" Ita teman nya Mas Satrio emmmm wanita itu Kakak tau dari mana wanita tidak waras itu?"


Jawab Leni dengan nada sebal.


" Jadi cerita nya begini Len tadi saat aku akan menuju kamar ku untuk bersiap - siap aku dengar Gustafito menyebut nama Ita dan nama Abi nya anak - anak disitu aku berfikir pasti ada niat yang tidak bagus."


Kata Ani mencoba menjelaskan kepada Leni.


" Pasti nya Kak sebab aku tau betul watak Ita sepertkapa dia akan melakukan apa pun demi ke inginan nya tercapai terlepas dari hal yang di lakukan itu baik atau buruk."


Jawab Leni dengan nada emosi.


" Separah itu kah Len apa dia tidak memikirkan hukum karma sampai bertindak seperti itu?"


Tanya Ani sambil mengernyitkan dahi.


" Mana punya pikiran dia Kak itu si Ita sudah di cap sebagai wanita tidak betul di kampung nya bahkan Mama nya pun meninggal sebab menahan malu kepada warga."


Kata Leni sambil mengenang kelakuan Ita yang tidak pantas bagi seorang wanita.


" Lalu apa hubungan nya dengan Mas Satrio Len kok itu tadi Gustafito menyebut nama Mas Satrio?"


Tanya Ani lagi yang merasa bingung.


" Jadi Kak dulu itu Ita suka dengan Mas Satrio tapi tidak pernah di tanggapi dan pasti nya Mas Satrio tau wanita seperti apa Ita itu dan saat ini mungkin Gustafito mengajak Ita untuk bekerjasama agar rumah tangga dan bisnis Mas Satrio hancur Kak."


Penjelasan dari Ita kepada Ani.


" Hemmm seperti itu ternyata tidak bisa di biarkan wanita ini harus di beri pelajaran tapi bagaimana ya Len cara ku mengingat kan Mas Satrio secara saat ini komunikasi kita sedang tidak baik aku takut nya malah Mas Satrio marah bila aku ingat kan."


Kata Ani sambil tertunduk.


" Begini saja Kak kebetulan Papa nya anak - anak ada tugas ke sana besok biar Papa nya anak - anak yang berbicara kepada Mas Satrio dan semoga saja Mas Satrio mau mendengarkan."


Kata Leni mencoba memberi solusi kepada Ani yang seperti nya sangat khawatir kepada Satrio.


" Makasih banyak ya Len selama ini kamu sudah banyak membantu aku."


Kata Ani sambil tersenyum ke arah Leni.


Saat itu Leni hanya tersenyum dan mengangguk mencoba menguat kan Ani sebab dulu pun Leni pernah di posisi Ani yang serba salah dan terpojok di dalam keluarga suami nya dan saat itu Satrio lah yang banyak membantu Leni agar rumah tangga Leni kembali tenang dan damai.


................


Begitulah manusia yang di sebut mahkluk sosial selalu membutuhkan bantuan orang lain dalam segala hal sebab sesungguh nya sehebat apa pun manusia tetap saja tidak ada yang sempurna dan bila ada seseorang berharap agar datang seorang pahlawan yang berbaju zirah untuk menolong nya maka bersiap lah untuk selalu kecewa sebab hal itu tidak akan mungkin terjadi.


Setiap doa selalu di iringi dengan usaha dan kita harus berani bayar harga dari segala apa pun yang kita ingin kan sebab tidak hanya dengan doa sesuatu itu terjadi tetapi harus dengan berusaha dan usaha apa yang sudah di lakukan maka akan terlihat lah sebuah hasil, lalu apakah hasil nya dengan semua rencana Gustafito dan Ita untuk menghancurkan kehidupan nya Satrio akan kah mereka berhasil lalu apakah Ani juga akan berhasil yang mati - matian menyelamatkan pernikahan nya?

__ADS_1


Untuk mengetahui semua jawaban nya selalu ikuti kisah mereka hanya di SATRIO YANG TERPINGIT ALAM dan petik lah hikmah di setiap bab nya serta jangan lupa selalu dukung author agar semakin rajin update nya.



__ADS_2