
Sering kali sebagai orang tua memberi kan kelayakan dan kebahagiaan ke pada anak - anak nya namun adakah orang tua yang memberi kan pengajaran yang keras pada anak nya dalam menyikapi kehidupan ini ?? yang sering terjadi kebanyakan orang tua hanya menyerah kan pendidikan kepada sekolah namun setiba nya di rumah anak - anak di suguh kan kenyamanan sedang kan di luar sana begitu keras nya kehidupan.
Siapa yang kuat dia lah yang bertahan bila lemah maka hancur lah, tidak hanya di butuh kan fisik yang kuat namun pikiran yang cerdas, hati yang lapang dan welas asih dalam menghadapi kehidupan di luar sana, bila mental anak tidak di bentuk maka bagaimana mereka bisa menjalani kehidupan yang keras di saat orang tua mereka sudah tiada.
Setiap jiwa di harus kan menjadi pemimpin bagi jiwa nya sendiri namun bila jiwa nya yang keras, pemarah dan selalu berprasangka apa kah bisa menjadi pemimpin??? jawab nya bisa namun memimpin hanya sesaat sebab pemimpin itu kata lain dari seseorang yang mampu mempengaruhi orang banyak dengan keadilan, ke jujuran, ketulusan dan cinta kasih, jadi bila ada pemimpin yang menggunakan kekerasan sama saja dengan menyediakan kuburan nya sendiri 😊😊😊
......................
Saat ini Satrio sedang tertidur sangat lelap namun diri nya di kaget kan dengan riuh nya orang yang mengelilingi tubuh nya yang tergeletak di parkiran pasar, saat itu Satrio mencoba membuka mata nya yang rasa nya sangat berat untuk di buka dan badan nya pun terasa sangat sakit dan orang yang berkerumun itu semua sedang mengguncingkan Satrio yang sudah 1 minggu menghilang sejak kejadian waktu itu namun tiba - tiba Satrio muncul.
" Kasian sekali anak ini.........hidup nya selalu teraniaya bila dia mau akan ku jadi kan anak angkat ku......."
Kata tengkulak kopi di pasar itu sambil berbicara kepada samping nya tengkulak cengkeh..........
" Aku pun berfikir demikian..........tidak menyangka keluarga priyayi ternama bisa sehancur ini.........sungguh menyedihkan......."
Kata tengkulak cengkeh sambil masih memandang ke arah Satrio..........
Tidak begitu lama Satrio pun terbangun lalu duduk sambil melihat sekitar nya yang sudah penuh orang melihat Satrio yang tiba - tiba saja muncul dan tidur di parkiran dan sejak kapan Satrio tertidur di parkiran itu tidak ada satu pun orang yang mengetahui dengan pasti.
" Aku sedang di mana ini.......?? "
Kata Satrio sambil melihat tangan nya lalu memeriksa baju nya.........
" Kamu ada di pasar nak.........minum lah dulu agar kamu tenang.........mari nak........."
Kata Bapak - Bapak yang membantu Satrio bangkit lalu membawa Satrio ke tempat dagangan nya dan memberi air minum.........
" Sekarang hari apa dan tanggal berapa Pak........maaf Pak saya lupa..........."
Kata Satrio sambil meneguk air dalam botol.........
" Ini sudah satu minggu sejak kejadian diri mu di keroyok oleh para preman nak...........memang nya selama satu minggu kamu kemana nak ??? keluarga mu sangat mengkhawatirkan mu nak.......??? "
Kata Bapak tua itu sambil memandang ke wajah Satrio yang terlihat beda dari orang umum nya........
" Saudara..........siapa saudara saya Pak.......??? mereka semua yang seiman dengan ku itu lah saudara ku dan semua ciptaan Allah itu lah kawan ku Pak........"
Jawab Satrio sambil tersenyum dan tangan nya memegang dagangan Bapak tua itu yang sedari pagi belum ada pembeli satu pun..........
__ADS_1
Saat Satrio mengatakan hal itu tiba - tiba berhembus sangat kencang di sertai petir yang menyambar padahal hari itu tidak mendung dan cuaca sangat cerah, setelah itu Satrio bangkit dari duduk nya dan berjalan sambil telapak tangan nya menyentuh meja - meja orang yang sedang berdagang di pasar itu sambil Satrio mengucap kan sebuah kalimat shalawat nabi.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ
Allahumma shollii wasallim alaa nabiyyina Muhammad
Shalawat itu mampu mendatang kan berkah sebab hal itu tertulis di dalam sebuah hadits dan barang siapa yang mengamalkan nya insyaallah Allah akan menurunkan barokahnya, hampir seluruh pasar waktu itu melihat ke arah Satrio yang sambil berjalan dan melantunkan shalawat itu bahkan ada beberapa orang mengikuti shalawat itu sambil tanpa terasa menetes lah air mata nya sebab hati mereka begitu rindu kepada Rasulullah.
Hingga akhir nya Satrio berjalan sampai lah di sebuah masjid besar di samping pasar itu lalu Satrio pun membersihkan diri sebab jam sudah menunjuk kan akan masuk shalat dhuhur, setelah Satrio membersihkan diri lalu Satrio masuk dalam sebuah masjid dan tidak begitu lama di hampiri seorang penjaga masjid dan Satrio di minta untuk adzan, biasa nya masjid itu sangat sepi yang shalat namun saat Satrio yang adzan masjid itu pun menjadi ramai begitu banyak yang shalat.
Shalat dhuhur pun berjalan dengan khusyuk dan setelah shalat dhuhur Satrio mengucap kan syukur kepada Allah atas semua limpahan rahmat nya, kemudian ada seorang kyai yang menghampiri Satrio yang masih duduk bersila di dalam masjid.
" Nak.........akan kemana kah kamu setelah ini.....?? "
Tanya Kyai itu dengan sopan dan lembut.........
" Saya akan pergi menuju ke barat Pak Kyai........."
Jawab Satrio sambil tersenyum ramah.........
" Apakah kamu ada sanak saudara di tempat yang akan kamu tuju nak.......?? "
" Apakah angin yang bertiup dari puncak gunung memerlukan saudara dan apakah air terjun akan takut bertemu dengan bebatuan yang siap membentur nya......??? "
Jawab Satrio yang lagi - lagi membuat lawan bicara nya bertanya - tanya sebab pertanyaan akan di jawab pertanyaan lagi dengan Satrio..........
" Baik lah nak........aku sudah tau jawaban mu dan bawa lah ini sebagai bekal mu di perjalanan nanti........."
Kata Pak Kyai itu sambil memegang lengan Satrio dan Satrio merasakan hangat di lengan nya yang di pegang Pak Kyai tersebut............
Siapa Pak Kyai ini sebenar nya.........lalu mengapa dia menanyakan hal aku akan pergi kemana.........dan seperti nya sedari tadi aku baru melihat Pak Kyai ini........
Gumam dalam hati Satrio sambil memegang telapak tangan Pak Kyai itu lalu setelah itu Satrio pun mohon pamit ke pada Pak Kyai itu untuk melanjutkan perjalanan nya ke barat, saat itu Satrio tidak memiliki uang sepeser pun dan perut nya pun mulai merasa lapar lalu Satrio pun berdoa ke pada Allah untuk mengenyang kan perut nya hanya dengan meminum air dari kran yang tersedia di pasar itu, namun Allah maha besar maha mengetahui saat Satrio berjalan menuju kran air tiba - tiba ada yang memanggil bukan lain seorang sopir truk sayur.
" Heyyy.........kamu ya kamu anak kecil sini......"
Kata Sopir truk itu yang sedang duduk di sebuah warung.........
" Iya Pak ada apa ya.......?? "
__ADS_1
Jawab Satrio dengan bingung mendatangi sopir itu sebab Satrio tidak mengenal nya.........
" Kamu sudah bekerja belum.........atau kamu cuma sekedar pemulung sampah.........??? "
Tanya sopir itu dengan kasar nya..........
" Bukan Pak saya bukan pemulung dan saya juga belum punya pekerjaan Pak........"
Jawab Satrio sambil senyum kepada sopir truk itu........
Kasian juga aku melihat anak ini........kebetulan juga kenek ku sedang sakit jadi bisa lah anak ini aku jadi kan kenek ku..........
Gumam dalam hati sopir itu sambil melihat Satrio dari atas kepala sampai telapak kaki..........
" Kamu mau ikut aku jadi kenek.........??? "
Kata sopir itu sambil memakan gorengan di hadapan nya..........
" Mau Pak........terimakasih banyak Pak sudah mengajak saya bekerja........."
Jawab Satrio sambil tersenyum lebar kepada sopir itu yang mengajak nya bekerja jadi kenek.........
" Ya sudah........sudah kamu makan sana nanti aku yang bayar........1 jam lagi kita akan berangkat ke kota mengantar kan sayuran..........mbok kasih dia makan mbok itu kenek ku........"
Kata sopir itu sambil sesekali melihat ke arah truk nya yang sedang di isi sayuran..............
Alhamdulillah ya Allah Engkau maha mengetahui apa yang hamba mu butuh kan ya Allah.......terimakasih atas semua rahmat dan barokah mu ya Allah.......
Gumam Satrio sambil menikmati makanan nya dan tanpa sengaja menetes lah air mata nya di pipi nya sebab nikmat nya rahmat yang di beri kan ke pada nya.
...................
Allah maha mengetahui apa pun yang akan terjadi kepada hamba nya dan Allah bisa menggunakan siapa pun untuk membantu hamba nya, maka dari itu selalu laku kan kebaikan kepada siapa pun meski kita pernah tersakiti namun jangan pernah berubah menjadi jahat sebab tidak ada orang baik jadi jahat karena orang baik itu kecewa, kalau menurut saya orang baik tetap lah baik dan orang jahat bisa menjadi baik bila mendapat kan hidayah dari Allah.
Kecuali bila orang tersebut memiliki sebuah penyakit kejiwaan seperti penyakit bipolar atau jenis penyakit psikologi yang lain itu tidak hanya mengandalkan hidayah dari Allah namun itu membutuhkan perawatan intensif dan hasil nya itu keputusan Allah.
Lalu bagaimana dengan Satrio yang mulai perjalanan nya sebagai musafir menuju barat dan ada apakah di barat dan untuk apa Satrio di perintah kan ke barat ??? lalu apa yang di beri kan Pak Kyai itu tadi kepada Satrio yang berada di lengan nya, ikuti terus perjalanan Satrio hingga sampai di barat ada apakah di sana ???
Jangan lupa dukung terus author dengan like, komen, rate dan favorit agar kalian lah pembaca pertama saat author update 😊🙏
__ADS_1