SATRIO YANG TERPINGIT ALAM

SATRIO YANG TERPINGIT ALAM
PIKIRAN ADALAH DOA


__ADS_3

Saat ini saya akan mengenalkan sebuah filosofi menunggu di terminal nah mungkin para pembaca berfikir kok filosofi nya aneh iya memang aneh maka saya akan menjabarkan filosofi tersebut jadi yang saya maksud menunggu di terminal adalah sesuatu yang menunggu itu pasti tidak enak dan menyebalkan lalu pasti juga semua yang menunggu di terminal pasti akan pergi ke suatu tempat yang pasti nya sangat di harap kan dan pasti berpakaian layak dan sudah mempersiapkan semua nya bukan?


Begitu juga dengan kehidupan ini sama seperti itu juga di saat kita menginginkan sesuatu maka di butuh kan persiapan untuk mencapai tujuan atau keinginan kita sekarang yang jadi masalah sudah kah kita mempersiapkan segala sesuatu sampai kita sampai di keinginan kita itu sebab tanpa persiapan kita tidak akan pernah sampai pada keinginan kita, pikirkanlah hal itu.


..............


Saat ini Satrio telah menjadi CEO di perusahaan yang telah di waris kan Nenek nya kepada diri nya dan memang sudah menjadi watak Satrio yang flamboyan dalam menyikapi setiap permasalahan yang menghadang nya namun di balik sikap flamboyan tersebut Satrio menyimpan kekuatan dan kecerdasan di atas rata - rata manusia bagaimana tidak begitu Satrio mampu membaca pikiran lawan bicara nya, pandangan mata nya bagaikan menembus pola pikir lawan bicara nya dan kata - kata nya mampu melumpuhkan semua niat jahat seseorang padanya.


Sore ini Satrio duduk di teras belakang di sebuah ayunan sambil menikmati secangkir kopi hangat serta kue yang menemani nya dan diri nya pun berniat menghubungi Ani sebab rasa rindu yang menikam jiwa.


" Assalamualaikum Dik Ani sudah sholat belum?"


Tanya Satrio lewat telepon.


" Wa'allaikumusallam Aa baru saja aku selesai sholat Aa sedang apa di situ kok tumben sempat telepon?"


Jawab Ani yang berbalik bertanya ke pada Satrio.


" Alhamdulillah Dik kalau kamu sudah sholat, ini aku lagi di taman belakang rumah Dik lagi minum kopi."


Kata Satrio sambil senyum sebab Ani belum menyadari bahwa yang menelpon nya bukan lah Widhi namun Satrio.


" Aa kemana saja beberapa hari ini kok tidak pernah memberi kabar bahkan aku chat dan telepon pun tidak pernah di balas dan di terima telepon ku sampai - sampai aku berfikir Aa sudah melupakan aku."


Kata Ani dengan nada sedih.


" Maaf ya Dik Ani aku berapa hari ini banyak masalah yang harus segera di selesaikan dan tidak ada niatan aku untuk melupakan mu Dik."


Jawab Satrio sambil mengangkat cangkir kopi di samping nya.


" Alhamdulillah kalau Aa tidak melupakan ku lalu sudah selesai kah masalah nya Aa?"


Tanya Ani yang mulai berfikir dengan cara bicara Satrio kepada nya.


" Alhamdulillah sudah Dik maka nya aku bisa menghubungi mu lalu bagaimana kabar anak - anak Dik apa sehat dan tidak rewel kan?"


Jawab Satrio yang kembali bertanya.


" Anak - anak sehat hanya dedek yang tiap malam rewel nangis cuma kalau sudah aku tunjukkan foto Aa di hp dia diam baru mau tidur."


Kata Ani yang makin gelisah hati nya.


Mereka melanjutkan percakapan nya sekitar 1 jam untuk melepas kerinduan di jiwa dengan begitu banyak pembahasan dalam percakapan tersebut namun selama telepon Ani merasa ada yang janggal dengan sebutan Dik sedangkan selama ini Widhi selalu memanggil diri nya dengan sebutan Neng dan nada suara nya pun tidak setenang Satrio saat berbicara.

__ADS_1


Mengapa Aa menyebut ku Dik sedangkan selama ini selalu memanggil ku Neng dan nada suara nya mengapa jadi setenang ini sedangkan biasa nya dia kalau bicara sering membuat ku kaget sebab volume yang over di tambah lagi kan biasa nya dia lebai bin alay tapi ini tadi dia nada suara nya yang lembut dan penuh kasih sayang lalu sejak kapan dia ingat dengan anak - anak ku?


Begitu banyak nya pertanyaan yang bergelayut di pikiran Ani namun ingatan nya belum sampai kepada Satrio kekasih jiwa nya saat ini yang masih tertinggal di dalam benak Ani hanyalah Widhi sosok yang keras kepala, cemburuan, over protection dan super egois bahkan begitu pencemburu nya Widhi pernah marah besar kepada Ani hanya karena Widhi mimpi Ani di bonceng Faizal pulang kerja.


Berbeda dengan watak Satrio yang tenang tapi menikam lawan tanpa di sadari oleh lawan nya, setelah puas telepon melepas rindu Satrio pun beranjak dari duduk nya dan berjalan menuju masuk kedalam rumah namun saat di ruang keluarga diri nya bertemu dengan seorang wanita yang menggunakan baju sangat minim dan hal itu membuat Satrio memalingkan pandangan nya seketika.


" Astagfirullahalazim ya Allah."


Ucap Satrio sambil menunduk kan kepala nya.


" Hay Tio aku dari tadi menunggu mu dari mana kamu?"


Tanya Laras sambil mendekat ke arah Satrio.


" Aku di taman belakang ada apa kamu mencari ku ada urusan apa lagi pula apa kamu mengenal ku?"


Tanya Satrio dengan kepala tertunduk.


" Secepat itu kamu melupakan malam itu Tio aku kekasih mu dan aku yang akan menemani mu apa kamu amnesia?"


Jawab Laras sambil mengalungkan lengan nya di leher Satrio.


" Astagfirullahalazim lailla ha illallah ya Allah lepaskan tangan mu dan menjauh dari ku sebab aku tidak mau ada fitnah!"


" Hay ada apa dengan mu Tio apa salah ku hingga kamu seperti itu pada ku sedangkan tanggal pertunangan kita sudah di tetap kan!"


Kata Laras dengan nada suara yang sedikit tinggi.


" Maaf aku tidak mengenal mu dan juga aku tidak pernah tau tentang acara pertunangan itu jadi silahkan pergi dari rumah ku."


Jawab Satrio dengan tegas dan melangkah kan kaki nya menuju anak tangga yang menghubungkan ke kamar nya.


" Akan pergi kemana kamu Tio jangan buru - buru bukan kah kamu juga membutuhkan hiburan Tio bersenang - senang lah dahulu?"


Kata Gustavito yang menghalangi langkah Satrio.


" Berhibur banyak cara nya Vito dan mungkin cara berhibur kita berbeda jadi menyingkir dari hadapan ku!"


Jawab Satrio dengan tatapan emosi.


" Di sini membuktikan bahwa kamu lah yang munafik Tio bukan lah aku atau jangan - jangan kamu laki - laki yang tidak normal lebih menyukai sesama?"


Tanya Gustavito dengan senyuman yang menghina.

__ADS_1


" Astagfirullahalazim untuk menilai seseorang minimal kamu mengenal orang tersebut sedangkan selama ini kamu belum mengenal siapa aku jadi bisa di simpulkan bahwa apa yang kamu kata kan itu lah diri mu maka segera lah bertaubat selama Allah masih memberi waktu."


Jawab Satrio sambil senyum dan menepuk pundak Gustavito.


Saat itu lagi dan lagi Gustavito kalah telak dengan Satrio dan pasti nya Gustavito tidak hanya sampai disitu dan menyerah begitu saja dengan Satrio saat itu Gustavito mulai menjalan kan rencana licik nya dengan Laras untuk menjebak Satrio dan bisa mempermalukan Satrio di muka umum.


" Sial lagi dan lagi dia memutar balik kan tuduhan itu kepada ku dasar bandit bodoh!"


Gumam Gustavito dengan nada geram dan pandangan dendam kepada Satrio.


" Vito sudah lah ini bukan waktu nya untuk marah - marah tidak jelas namun saat ini waktu nya kita bertindak."


Kata Laras sambil berdiri di samping Gustavito.


" Ras punya rencana apa kamu agar aku bisa mempermalukan dia di muka umum?"


Tanya Gustavito kepada Laras dengan tatapan serius.


" Kita manfaat kan kebaikan dia agar kebaikan dia menjadi bumerang untuk diri nya sendiri."


Jawab Laras sambil senyum licik kepada Gustavito.


" Maksud nya Ras?"


Tanya Gustavito dengan tatapan penuh tanya.


Kemudian Laras pun menjelaskan kepada Gustavito apa maksud nya dan rencana apa yang akan dilancarkan untuk mempermalukan Satrio dengan sedikit berbisik dan saat ini mereka akan menggerakkan Rani untuk menjebak Satrio sebab selama ini Rani belum dikenal oleh Satrio dan sangat mudah untuk melancarkan siasat mereka namun mereka tidak tau siapa Satrio sesungguh nya yang mereka tau hanyalah Satrio manusia umum nya.


Di sisi lain ada Ani yang masih berkutat dengan pikiran nya siapa sebenar nya yang menelpon diri nya tadi bila memang Satrio yang dulu dia kenal lalu kemana pergi nya Widhi apakah sesungguh nya mereka berdua kembar atau kah selama ini Ani lah yang salah?


Ya Allah saat ini hamba sungguh bingung siapa dia apakah mereka kembar dua orang yang berbeda sebab watak mereka berdua sangat bertolak belakang dan dari segi fisik pun mereka berbeda bila Mas Satrio berkulit kuning langsat dan tenang saat berbicara sedangkan Widhi sangat temperamen dan kulit Widhi lebih gelap dari Mas Satrio lalu siapa sebenar nya yang aku cintai hamba sungguh bingung ya Allah.


Doa Ani sambil menengadah memohon petunjuk kepada Allah agar bisa memantapkan hati nya kepada siapa dan siapa yang akan dinikahi nya nanti dalam diam Ani terus berzikir menanti jawaban dari Allah saat Ani memejamkan mata tiba - tiba Ani melihat sosok yang begitu bersinar dan tersenyum kepada nya dan berkata.


Assalamualaikum ... aku lah yang akan menjadi teman hidup mu namun kamu harus mempersiapkan diri untuk menyambut kehadiran ku di hidup mu dengan memantas kan diri di hadapan Allah terlebih dahulu perbaiki iman dan hubungan mu dengan Allah sebab aku milik Allah.


Kata jiwa Satrio yang menemui Ani saat berdzikir memohon petunjuk kepada Allah saat itu segeralah Ani membuka mata dan senyum mendapat jawaban dari Allah dan hati nya pun merasa tenang dan lega namun di sisi lain Satrio mencoba menenangkan hati dan pikiran nya sebab diri nya melihat dan mendengar semua apa yang telah di rencanakan oleh Laras dan Gustavito dengan semua kelicikan mereka.


.............


Seperti nya yang selama ini di harapkan Ani telah menjadi kenyataan untuk bisa mendapat kan Satrio sosok yang sangat di idam kan Ani namun apakah Ani sanggup menjalani semua proses pembenahan diri itu sendiri tanpa bimbingan Satrio dan apakah Ani paham apa yang di maksud melayak kan diri di hadapan Allah dan rintangan apa yang akan di hadapi Ani lalu bagaimana dengan Gustavito dan Laras apakah sukses untuk menjebak dan mempermalukan Satrio?


Untuk mengetahui semua jawaban nya ikuti terus perjalanan mereka sebagai obat rasa penasaran reader dan hanya di SATRIO YANG TERPINGIT ALAM dan jangan pernah lupa selalu dukung author agar rajin update nya.

__ADS_1



__ADS_2