
Di era digital seperti saat ini sudah tidak asing dengan dunia firtual memang istilah metaverse masih bisa di bilang baru di kenal saat awal ada nya facebook lalu makin di kembangkan lagi menjadi 3D hingga orang hanya melalui chat bisa saling ber tegur sapa melalui media sosial namun semua itu tidak bisa merubah semua kondisi sebab ada beberapa kondisi yang tidak bisa di buat on line.
Contoh yang sangat nyata bila kita akan potong rambut tidak bisa kan di buat on line di situ menandakan bahwa memang sebagai manusia harus bersosialisasi saling bertemu, ber tegur sapa, saling bercerita dan masih banyak lagi namun bila hal itu bila sampai terjadi maka akan berkurang nya sebuah empati kepada sesama manusia, bukan kah begitu kawan?
............
Pagi ini setelah sholat subuh tiba - tiba Widhi merasa berat mata nya lalu diri nya pun menuju ranjang nya untuk memejamkan mata sejenak dalam hitungan menit jiwa Widhi telah sampai di alam yang pasti nya bukan lah dunia nyata di alam itu Widhi berjumpa dengan Jiwa nya Satrio yang masih dipingit oleh alam semesta dan mengapa jiwa Satrio dipingit oleh alam hal itu Widhi tidak memahami nya.
" Assalamualaikum ... kamu Satrio kan?"
Tanya jiwa Widhi yang sudah berdiri di hadapan jiwa Satrio.
" Wa'allaikumusallam ... benar aku Satrio ada masalah apa kamu menemui ku Widhi apakah kamu sudah menjemput Ani sehingga kamu menemui ku?"
Kata Satrio dengan ekspresi wajah yang datar tanpa senyum.
" Bagaimana aku bisa menemui dia sedangkan aku tidak tau dimana rumah nya bahkan sampai aku membeli peta tidak aku temukan rumah Ani di mana?"
Jawab Widhi dengan wajah serius menatap ke arah Satrio.
" Yang kamu cari di peta alamat rumah nya atau rumah nya?"
Tanya Satrio yang mulai tersenyum dengan kepolosan Widhi yang memang watak nya jujur, lurus dan benar.
" Kan kamu suruh aku jemput Ani dan pasti Ani ada di rumah nya kan bukan sedang di pasar jadi yang aku cari di peta ya rumah Ani lah buat apa aku mencari alamat memang nya Ani tinggal dengan si alamat apa?"
Jawab Widhi yang memang pantang kalah saat adu argumentasi meski memang diri nya salah.
" Kalau kamu cari rumah Ani di peta tidak akan pernah mendapat kan nya Widhi tapi yang harus kamu cari alamat rumah nya baru kamu datang ke alamat itu baru kamu bisa menemui dan menjemput Ani."
Jawab Satrio sambil menahan tawa melihat ekspresi wajah Widhi.
" Jadi salah dong aku beli peta sebesar tembok?"
Kata Widhi dengan tatapan sebal kepada Satrio yang masih tersenyum teduh kepada Widhi.
Setelah di jelaskan dengan detail baru lah Widhi paham dengan apa yang di maksud oleh jiwa Satrio yang masih sabar menunggu hingga Widhi menyelesaikan semua tugas - tugas nya yang tidak mungkin Satrio yang menyelesaikan sebab jiwa Satrio yang pengampun, penuh kasih sayang dan sangat patuh kepada Allah maka bila harus menghadapi orang zalim sangat lah susah sedangkan Widhi memiliki jiwa petarung, pantang menyerah, keras kepala dan raja tega tidak pandang bulu maka Widhi lah yang pantas mengemban misi pemberantasan kezaliman di muka bumi ini.
Di sisi lain ada Ani yang makin penasaran dengan Widhi apakah ada hubungan nya Widhi dengan Satrio atau jangan - jangan Widhi itu adalah Satrio dan perasaan ingin mengetahui kebenaran nya pun semakin kuat sebab selama ini mereka hanya melalui chat andaikan telepon pun tidak pernah video call jadi Ani tidak tau seperti apa wajah Widhi sesungguhnya dan Widhi pun hanya mengetahui wajah Ani dari foto yang telah di posting di akun facebook nya, itulah kemajuan jaman yang semakin pesat mereka berdua terhalang ruang dan waktu bahkan mereka berbeda pulau namun dengan kemajuan zaman bisa di pertemukan oleh Allah.
Sekitar jam 9 pagi Widhi baru terbangun dari tidur nya lalu melihat ke arah peta yang terpampang di hadapan nya kemudian diri nya turun dari ranjang nya dan mendekati peta tersebut sambil mencari tulisan Sumatra Utara setelah menemukan kata tersebut mulai Widhi berfikir sambil pandangan nya melihat dari titik di mana diri nya berada hingga di mana tulisan Sumatra Utara berada.
Berarti rumah nya Ani ini melewati rumah nya Indah, Intan dan Bunga hemmm lebih jauh lagi ternyata waktu itu saja aku ke rumah Indah perjalanan 2 hari lalu ke rumah Ani berapa hari ya?
__ADS_1
Gumam Widhi sambil masih memperhatikan ke arah peta di hadapan nya tiba - tiba lamunan Widhi di buyar kan dengan suara pintu di ketuk bukan lain asisten rumah tangga yang memberi tau bahwa ada tamu yang sedang menunggu Widhi di bawah kemudian Widhi pun menemui tamu yang sedang menunggu nya di ruang tamu.
" Selamat pagi Pak Satrio kami dari kantor properti yang anda pimpin menunggu perintah anda mengenai proyek pengadaan rusunawa."
Kata lelaki muda sambil menyodorkan beberapa map di hadapan Widhi.
Aduh proyek pembangunan rumah mana tau aku masalah bangunan aku kan tau nya cuma dagang sedangkan ini tulisan apa lagi ya Allah beri aku kemampuan memahami ini tulisan maksud nya apa?
Gumam Widhi sambil membuka tiap lembaran map di hadapan nya dengan ekspresi wajah datar yang mengesan kan diri nya faham betul padahal sesungguhnya diri nya bingung dengan yang di baca.
" Baik laporan ini saya terima dan nanti setelah makan siang saya akan adakan meting untuk masalah ini."
Kata Widhi untuk mengalihkan agar orang di hadapan nya tidak mengetahui kelemahan Widhi.
Kemudian orang itu pun berpamitan untuk kembali ke kantor sedangkan Widhi berjalan kembali ke kamar nya sambil membawa map yang harus di pahami dalam waktu sesingkat - singkat nya, setelah sampai di kamar nya Widhi segera mengambil hp nya untuk menelpon Ani untuk menanyakan alamat lengkap nya.
" Assalamualaikum ...."
Kata Widhi sambil meletakkan map di atas meja kerja nya di kamar nya.
" Wa'allaikumusallam Aa."
Jawab Ani dengan nada datar yang seperti nya menyimpan sesuatu.
Tanya Widhi sambil pandangan tajam tertuju kepada peta.
" Sedang di acara ulangtahun kesehatan Aa memang ada apa kok tumben Aa tanya nya begitu?"
Jawab Ani sambil mengernyit kan dahi.
" Bisa video call tidak Neng?"
Tanya Widhi sambil menahan nafas sebab pasti nya Ani akan meninggal kan diri nya bila sampai Ani mengetahui siapa Widhi sebenar nya.
Saat itu Ani diam sejenak sebab Ani pun merasa ini sebuah kesempatan untuk memastikan siapa Widhi sebenar nya apakah benar Widhi itu adalah Satrio ataukah orang lain hanya saudara nya Satrio saja.
" Bisa Aa maaf itu tadi aku cari tempat yang tidak bising di situ tadi lumayan bising."
Kata Ani sambil menata detak jantung nya dan masuk lah panggilan video call dari Widhi ke hp Ani.
Saat Ani melihat pertama kali wajah Widhi sebenar nya jantung Ani akan lepas sebab ternyata benar Widhi adalah Satrio yang dulu pernah mengisi hati Ani lalu pergi sebab Ani menikah dengan Faizal namun saat Ani sedang terpuruk dengan masa lalu nya hadir kembali sosok Satrio yang berwujud nama Widhi yang mampu membuat Ani tersenyum dan terobati kesedihan nya.
" Mas Satrio ...."
__ADS_1
Kata Ani lirih dengan pandangan berkaca - kaca.
" Apa Neng kamu bicara apa aku kurang dengar."
Jawab Widhi sambil sedikit mendekat kan hp nya ke telinga nya.
" Tidak aku tidak berkata apa - apa mungkin salah dengar saja eemmm Aa."
Kata Ani sambil menyeka air mata nya yang tidak mampu di tahan.
" Neng tolong kirimkan alamat rumah mu yang lengkap nanti aku datang ke sana untuk bersilahturahmi dengan keluarga mu."
Jawab Widhi sambil duduk di bangku kebesaran nya.
" Kapan Aa kemari aku merindukan mu."
Kata Ani sambil senyum memandang Widhi.
" Secepat nya aku akan ke rumah mu Neng sebab aku juga merindukan mu sedangkan kita selama ini hanya berkomunikasi melalui chat dan telepon sedangkan aku juga ingin bertatap muka dengan mu Neng."
Jawab Widhi dengan senyum khas nya.
" Baik Aa nanti aku kirimkan alamat lengkap ku dan aku selalu menunggu kedatangan Aa di sini."
Kata Ani sambil senyum bahagia sebab akhir nya bisa melihat Satrio lagi.
Sekitar 30 menit Widhi dan Ani video call setelah itu Ani pun ijin pamit kepada Widhi untuk mengakhiri video call nya sebab Ani harus kembali bergabung dengan rekan - rekan yang lain nya dengan wajah yang berseri - seri Ani mengakhiri video call nya.
Ya Allah terimakasih Engkau telah mengabulkan semua doa ku selama 6 tahun aku sendiri tanpa ada tempat untuk bersandar namun kini Engkau telah menghadirkan kembali Mas Satrio dalam hidup ku tapi mengapa dia berubah menjadi playboy dan tutur kata nya sangat berbeda bahkan sorot mata nya begitu tajam sedangkan Mas Satrio dulu tatapan nya begitu teduh dan mendamaikan hati.
Gumam Ani sambil berjalan menuju tenda tempat dimana rekan - rekan nya berkumpul di sisi lain ada Widhi yang serasa sedang menyimpan boom waktu di hati nya yang bisa kapan saja meledak saat Ani mengajak nya mengakhiri semua nya sebab harus memakai jurus apa lagi untuk mendapat kan Ani.
Rasa nya aku sedang berdiri di atas tanduk bila ada saja angin aku pasti akan goyah dan jatuh, itu tadi aku sangat yakin Ani menyebut nama Satrio namun diri nya menjaga perasaan ku agar aku tidak cemburu maka dia mengatakan tidak mengatakan apa - apa.
Gumam Widhi sambil memainkan pulpen di tangan nya sambil sesekali senyum bagaikan seekor burung elang melihat mangsa di depan mata.
...........
Kini Ani sudah mengetahui siapa Widhi sebenar nya apakah Widhi dengan mudah mengambil Ani dari keluarga nya dan apakah sama psikis Ani yang dulu saat Satrio yang menemui dan saat sekarang berjumpa dengan Widhi lalu apakah Ani akan memiliki rasa yang sama kepada Widhi seperti rasa yang pernah ada antara Ani dan Satrio?
Untuk menjawab rasa penasaran reader ikuti terus kisah perjalan cinta dan kehidupan Widhi dan Ani di SATRIO YANG TERPINGIT ALAM dan jangan pernah lupa untuk selalu dukung author agar rajin update nya.
__ADS_1