SATRIO YANG TERPINGIT ALAM

SATRIO YANG TERPINGIT ALAM
KERINDUAN


__ADS_3

Setiap mahkluk hidup pasti pernah merasakan rindu kepada orang terdekat nya bisa kepada orang tua, saudara atau pun kepada teman namun kerinduan kepada pasangan itu beda kategori nya sebab hal itu lebih spesifik bagaimana bila kerinduan itu tidak mampu di ungkap kan meski orang yang kita rindu kan ada di hadapan kita mari kita tilik apa yang terjadi kepada Satrio dan Ani yang sudah menjadi suami istri dan mengapa mereka terbelenggu di dalam kerinduan.


...............


Setelah semua itu terjadi kini Satrio dan Ani tinggal di rumah yang megah dan mewah itu dengan keluarga kecil nya rumah itu menjadi lebih tenang di banding sebelum nya yang begitu banyak keluarga Satrio dan pasti nya berserta niat jahat mereka sehingga Ani merasa menjadi tawanan di dalam rumah nya sendiri namun kini Ani bisa bernafas lega bisa terlepas dari mereka.


Namun seperti nya dalam hati Ani masih saja ada yang mengganjal bila mengingat perubahan suami nya selama ini dan juga foto yang sudah di tunjuk kan Ita kepada nya meski pun Ani sangat percaya kepada suami nya namun tetap saja Ani merasa terganggu dengan semua itu.


Sungguh sangat mengganggu hal ini di hati dan pikiran ku apa yang membuat Mas Satrio berubah sikap nya kepada kami apakah foto itu bukan editan dan benar hal itu yang di laku kan Mas Satrio di belakang ku tapi aku tau betul bagaimana watak suami ku tidak mungkin melakukan hal hina seperti itu lalu apa yang membuat nya berubah sebenar nya.


Bergumam lah dalam hati Ani sambil melangkah kan kaki nya menuju kamar sedang kan Satrio dan kedua putri nya sedang bercanda dan menuju ruang keluarga saat itu Satrio hanya melirik ke arah istri nya yang menaiki anak tangga menuju kamar nya tanpa sepatah kata.


Ya Allah apa yang harus ku perbuat kepada istri ku agar tidak diam seperti itu dan sebenar nya ada masalah apa si sampai - sampai dia mendiamkan ku seperti ini dan pasti nya aku paling tidak bisa bila di diam kan seperti ini sedang kan aku sangat merindukan dia apakah dia tidak ada rasa sedikit pun kepada ku.


Bergumam lah dalam hati Satrio sambil bercanda dengan kedua putri nya kemudian Satrio mengajak kedua putri nya menonton televisi setelah kedua putri nya mulai tenang dan bisa di tinggal kemudian Satrio menuju kamar nya untuk berbicara dengan istri nya untuk menanyakan apa yang sebenar nya terjadi hingga bersikap demikian kepada nya.


" Mi ada apa sebenar nya kenapa kamu diam saja dari tadi apakah ada masalah?"


Tanya Satrio sambil berjalan mendekati istri nya yang sedang duduk bersandar di ranjang.


" Tidak ada Bi aku hanya merasa ada yang mengganjal dengan sikap mu selama ini saja."


Jawab Ani dengan nada datar.


" Memang ada apa dengan sikap ku bukan kah aku biasa - biasa saja pada mu dan aku juga tidak marah pada mu Mi."


Kata Satrio dengan nada bingung.


" Memang kamu tidak merasa Bi kalau selama ini kamu sudah tidak peduli dengan kami lagi kamu yang selalu pulang larut malam bahkan pergi ke luar kota pun tidak mengajak kami memang kamu menemui siapa si di sana Bi sampai - sampai kamu seperti itu?"


Tanya Ani dengan nada penuh curiga.


" Astagfirullahalazim Mi aku itu pergi ke luar kota untuk tujuan pekerjaan dan lagi pula anak - anak sekolah kan lalu kalau aku ajak kalian bagaimana sekolah mereka Mi."


Kata Satrio yang mencoba menjelaskan.


" Lalu bagaimana dengan foto ini Bi apakah kamu bisa menjelaskan pada ku?"


Tanya Ani sambil menyerahkan foto kepada suami nya.


" Ya Allah Mi mana pernah aku melakukan hal sehina itu pasti nya kamu sebagai istri ku lebih paham kan bagaimana aku lalu untuk apa kamu percaya dengan hal tidak masuk akal ini."


Jawab Satrio dengan nada agak tinggi.

__ADS_1


" Aku percaya pada mu Bi tapi dengan perubahan sikap mu lah yang membuat aku berfikir lagi apakah hal itu benar kamu laku kan."


Kata Ani dengan mulai menetes lah air mata nya.


" Allah lebih tau apa yang aku laku kan selama di luar kota Mi dan pasti nya aku sangat merindukan mu."


Kata Satrio sambil beranjak pergi dari hadapan istri nya.


" Bi aku pun juga sangat merindukan mu dan aku butuh kamu untuk bersandar."


Kata Ani sambil memegang lengan Satrio.


Kemudian Satrio pun memalingkan tubuh nya dan memeluk erat tubuh istri nya dan hati mereka merasa tenang saat ini sebab orang yang di kasihi nya ada di dalam dekapan nya kemudian tidak begitu lama datang lah kedua putri mereka masuk kedalam kamar dan menghampiri Satrio dan Ani yang masih berpelukan.


" Abi kapan kita punya adik lagi bosan Bi tidak ada kawan main kita."


Kata Aisyah sambil duduk di pangkuan Satrio.


" Tanyakan pada Umi kalian bagaimana setuju tidak dengan kalian punya adik lagi?"


Kata Satrio sambil tersenyum melirik ke arah Ani.


" Lo kok tanya aku si Bi kan bagaimana kamu nya Bi masih sibuk saja kah dengan pekerjaan mu atau kamu mendahulukan keluarga mu?"


Tanya Ani sambil mengelus kepala putri pertama nya.


Kata Satrio sambil menurunkan aisyah dari pangkuan nya sambil tertawa lepas melihat ke dua putri nya.


" Asek Abi mau cari kan adik baru untuk kita."


Kata kedua putri nya sambil berlalu keluar kamar.


" Bi kamu bilang akan cari kan adik baru kepada mereka memang nya ada yang buang begitu?"


Tanya Ani sambil berjalan membuka lemari untuk mengambil handuk.


" Kan itu bahasa untuk mereka Mi kan tidak mungkin juga aku bicara kalau kita harus melalui proses pembuatan."


Jawab Satrio sambil memeluk Ani dari belakang.


" Bi aku mau mandi kamu mau ikut mandi tidak?"


Tanya Ani sambil membalik kan badan nya dan mengalungkan lengan nya ke leher suami nya.

__ADS_1


" Pasti dong masih ada waktu 2 jam untuk masuk waktu sholat ashar."


Kata Satrio sambil menggendong istri nya masuk ke kamar mandi.


Saat itu mereka berdua saling melepas rindu yang sekian lama terpendam di antara mereka berdua namun Satrio merasa ada yang berbeda dengan istri nya saat itu dan Satrio yakin istri nya memikirkan sesuatu saat itu 20 menit kemudian mereka berdua pun keluar dari kamar mandi dan bersiap untuk keluar mengajak kedua putri nya jalan - jalan agar tidak bosan dan lagi baru saja mereka mengalami hal yang sangat mengejutkan.


Kemudian mereka pun berjalan - jalan dan makan di sebuah restoran menikmati kebersamaan yang selama ini sangat di rindu kan Ani bisa melihat kedua putri kecil nya bermain, tertawa dan bahagia bersama Satrio sebab kedua putri nya sangat merindukan sosok seorang Ayah selama ini sedang kan sejak menikah dan pindah tinggal di Jakarta Satrio selalu sibuk dengan pekerjaan nya hingga tidak bisa menikmati kebahagiaan.


Ya Allah terimakasih akhir nya aku bisa melihat orang yang aku sayangi tertawa bahagia sedangkan selama ini dia selalu di jadikan mesin pencari uang dengan keluarga nya sampai - sampai dia melupakan tanggung jawab nya sebagai seorang Ayah demi kalimat balas budi semoga hal ini tidak terulang lagi kedepan nya.


Bergumam lah dalam hati Ani sambil memperhatikan Satrio bermain dengan kedua putri nya di area mandi bola sambil tersenyum Ani mulai berfikir mengenai permintaan Aisyah yang membuat perut nya geli dan di rasa benar juga kata Aisyah putri kecil nya sebab pernikahan mereka pun sudah berjalan satu tahun namun diri nya belum juga ada tanda - tanda untuk hamil lagi dan apakah memang seperti itu mau nya Satrio atau kah diri nya saja yang terlalu stres selama ini.


Waktu pun terus berjalan tanpa terasa malam pun tiba dan seperti nya kedua putri nya pun sudah lelah bermain kemudian Ani pun mengajak mereka untuk segera pulang dan hal tersebut di setujui oleh mereka akhir nya mereka semua pun menuju pulang tepat jam 20.00 mereka sampai di rumah dan segera lah mereka mengganti pakaian nya kemudian menjalan kan sholat isaq.


Setelah menjalan kan sholat seperti biasa Ani menidurkan kedua putri nya setelah membuatkan kopi Satrio dan saat itu Satrio duduk di balkon dan datang lah Widhi menghampiri Satrio yang sedang menikmati secangkir kopi sambil memandang bintang yang bertaburan.


" Tio apa rencana kedepan mu?"


Tanya Widhi sambil memainkan rokok di tangan nya.


" Tidak tau pasti nya aku akan bertanya ke pada Allah harus melangkah kemana kaki ku selanjutnya."


Jawab Satrio dengan tatapan ke langit.


" Mengapa kamu tidak honeymoon saja ya hitung - hitung refresing lah kasian itu istri mu kurang refreshing."


Kata Widhi sambil senyum melirik ke arah Satrio.


" Nanti lah hal itu aku pikirkan Wid."


Jawab Satrio sambil menghela nafas.


" Kenapa harus di pikir lagi si Tio ingat usia mu berapa apakah kamu tidak ingin memiliki keturunan dari istri mu atau jangan - jangan kamu kelainan sudah tidak berminat dengan istri mu?"


Tanya Widhi dengan nada menggoda.


" Apaan si kok kamu langsung judge aku suka ngaco deh kalau bicara!"


Jawab Satrio dengan nada kesal kepada Widhi.


Saat itu Widhi hanya mampu tertawa lepas melihat ekspresi wajah Satrio yang mulai memerah mendengar perkataan Widhi dan Satrio pun mulai memikirkan perkataan Widhi dan Aisyah namun diri nya juga bingung bagaimana mengatakan nya kepada istri nya sebab sebenar nya mereka berdua meski sudah menikah namun masih ada rasa jaim satu dengan yang lain.


Lalu bagaimana kah sikap Satrio selanjutnya apakah akan meloloskan permintaan Aisyah untuk memiliki adik lagi dan mengikuti saran Widhi agar Satrio menjalankan honeymoon atau kah Satrio masih bertahan dengan semua rutinitas pekerjaan nya yang sangat menguras pikiran dan waktu lalu apakah Ani juga mampu menyampaikan keinginan nya untuk memiliki bayi lagi kepada Satrio?

__ADS_1


Untuk mengetahui jawaban nya ikuti terus kisah mereka hanya di SATRIO YANG TERPINGIT ALAM dan petik lah hikmah di setiap bab nya dan jangan pernah lupa selalu dukung author agar rajin update nya.



__ADS_2