SATRIO YANG TERPINGIT ALAM

SATRIO YANG TERPINGIT ALAM
FITNAH


__ADS_3

Agar tercapai nya sebuah keinginan dan tujuan maka begitu banyak manusia yang menghalalkan berbagai cara hingga hal - hal yang tidak pantas pun di laku kan tanpa memikirkan martabat diri, itu lah bila hati dan pikiran hanya terfokus kepada kebahagiaan sesaat hingga mampu mempermalukan diri sendiri.


Kejam nya sebuah fitnah dan pengakuan palsu yang mampu menjebak diri seseorang kedalam penderitaan tak berbatas, lalu dengan apa kita agar terhindar dari fitnah ??? hanya dengan mendekat kan diri kita kepada Allah dan selalu menjaga segala kemungkinan yang mampu menimbulkan fitnah itu sendiri.


.................


Pagi itu setelah Ani pergi dari hadapan Satrio, timbul lah masalah yang sudah di rencanakan oleh Weni, Riska dan Fatimah namun Satrio hanya melihat ulah mereka bertiga karena sesungguhnya Satrio mengetahui betul apa niat mereka bertiga hanya saja Satrio pura - pura tidak mengetahui niat mereka.


Setelah menyiapkan beras Satrio segera membawa nya ke rumah Bang Iwan sesuai perintah Bang Iwan seperti yang di katakan Weni putri nya Bang Iwan kepada nya dan sesampai nya Bang Iwan ternyata rumah itu sepi seperti tidak ada satu orang pun di dalam nya, tidak lupa Satrio membaca doa untuk memagari diri nya agar terlepas dari fitnah saat masuk kedalam rumah nya Bang Iwan.


" Assalamualaikum..........Bang Iwan.........Dik Weni........?? "


Kata Satrio sambil mengetuk pintu rumah nya namun tidak ada jawaban sama sekali........


Tidak lama kemudian terdengar lah suara dari balik pintu dan itu seperti nya suara Weni.........


" Wa'allaikumusallam........masuk saja Mas pintu nya tidak di kunci........"


Kata Weni dari balik pintu........


Kemudian Satrio pun membuka pintu dan masuk membawa beras nya menuju ke arah dapur di mana biasa nya Bang Iwan menyuruh meletakkan nya, di saat itu Weni melancarkan niat nya kepada Satrio tidak lain untuk menjebak Satrio.


" AAAAAAAAAAA..............Mas Satrio tolong ada tikus di kamar ku.........."


Teriak Weni dari arah kamar nya dan kebetulan saat itu yang ada di depan rumah Weni bukan lah Satrio melainkan Tarjo.........


Saat itu Tarjo kawan Satrio di mintai tolong oleh Bang Iwan untuk mengambil kunci toko dan memberi tau kepada Satrio bahwa Bang Iwan sudah sampai di pasar, dengan sigap Tarjo masuk kedalam rumah Bang Iwan dan menuju asal suara dan saat itu Satrio ternyata sedang di kamar mandi jadi tidak mendengar suara teriakan Weni.


" Dimana tikus nya..........dimana tikus nya Wen.....?? biar aku tangkap.........."


Kata Kang Tarjo sambil membawa pentungan...........


" AAAAAAAAAAA.............Kang Tarjo ngapain masuk kamar ku..........keluar........keluar.........!!!!! "


Teriak Weni dari balik pintu kamar nya yang hanya mengenakan handuk saja untuk menutupi badan nya......


" Astowfirullah.........Wen kenapa kamu tidak pakai baju sih.........ya Allah........"


Kata Kang Tarjo sambil memalingkan wajah nya dan berjalan keluar dari kamar Weni........


Saat itu di depan pintu kamar Weni sudah ada Bang Iwan dan Satrio yang berdiri dan pasti nya berfikir negatif kepada Kang Tarjo yang baru keluar dari kamar nya Weni, di tambah lagi Weni hanya menggunakan handuk berdiri di belakang Kang Tarjo.


" Tidak...........saya tidak melaku kan apa - apa Bang........Tio kamu percaya kan aku tidak berbuat apa - apa........."


Kata Kang Tarjo mencoba menjelaskan kejadian sebenar nya dan begitu pun dengan Weni...........


Namun sayang nya di saat itu terlanjur banyak mata yang melihat hal tersebut maka Bang Iwan menutupi malu nya dengan ulah anak semata wayang nya akhir nya menikah kan Weni dengan Kang Tarjo, saat itu Satrio hanya tersenyum melihat kejadian itu, di sisi lain ada Riska dan Fatimah yang berusaha untuk menemui Ani di puskesmas namun lagi - lagi usaha nya di gagal kan oleh banyak nya pasien saat itu, entah itu pasien dari mana dan tumben - tumbenan pasien begitu banyak di puskesmas itu padahal biasa nya puskesmas itu sepi sebab warga situ lebih meyakini minum jamu tradisional di banding ke puskesmas bila sedang sakit.


Akhir nya Riska dan Fatimah memutus kan untuk pulang dan menuju ke rumah Weni yang saat itu sudah ramai warga dan di situ ada Satrio dan Kang Tarjo dengan wajah sedih sedang kan Satrio tetap berwajah tenang, saat itu Riska dan Fatimah berfikir bahwa rencana nya Weni berhasil untuk menjebak Satrio.


" Sukses juga Weni menjebak Satrio ya Ris.......??? "


Kata Fatimah kepada Riska yang berjalan di samping nya...........


" Halah..........laki - laki mana sih yang menolak kalau di kasih yang gratisan Mah.........pasti sudah seperti kucing kelaparan hahahahahaha..........."


Jawab Riska sambil tertawa begitu pun Fatimah........

__ADS_1


Mereka berdua pun berjalan mendekat ke rumah nya Weni yang sudah di kerumuni banyak orang bahkan di situ juga ada Abah nya Fatimah yang duduk di samping Bang Iwan dan Satrio.


" Lalu jam berapa ini akan di mulai nya Pak Iwan.......lebih cepat lebih baik Pak.......Pak kyai nya pun sudah datang........."


Kata Abah nya Fatimah kepada Pak Iwan Bapak nya Weni.........


" Iya Pak..........mari di laksanakan sekarang saja sebelum sholat dhuhur.........."


Kata Pak Iwan dengan wajah sedih sebab harus menikah kan Weni putri semata wayang nya dengan Tarjo tengkulak singkong di pasar........


Kemudian segera lah Kang Tarjo melangsungkan ijab qobul yang di saksikan warga setempat begitupun Riska dan Fatimah yang sempat bingung melihat kejadian itu.


" Lo.......lo.......Ris itu kenapa kok malah Kang Tarjo yang ijab qobul.........?? bukan nya Satrio yang ijab qobul......??"


Kata Fatimah sambil berbisik kepada Riska takut terdengar dengan warga yang lain.........


" Iya........ya Mah.........kok jadi nya Weni nikah sama Kang Tarjo..........wah........wah.......seperti nya salah sasaran dan Weni malah nikah sama Kang Tarjo.........ancur dah garis keturunan........."


Kata Riska sambil pandangan nya masih tertuju kepada Kang Tarjo yang melangsungkan ijab qobul...........


Saat itu pernikahan yang tidak di ingin kan terjadi namun semua warga mendoakan agar rumah tangga Tarjo dan Weni bisa sakinah, mawadah dan warohma, setelah acara nikahan nya Weni dan Tarjo usai Satrio pun berpamitan kepada Bang Iwan untuk ke puskesmas sebab ada keperluan sedikit sambil Satrio menyerah kan kunci toko kepada Bang Iwan.


" Bang Iwan..........saya mau ke puskesmas sebentar, ini kunci toko ya Bang siapa tau Abang mau mengambil sesuatu........?? "


Kata Satrio sambil menyerah kan kunci toko..........


" Sudah bawa dulu saja Tio........kan kamu tidak lama di puskesmas nya to ?? "


Jawab Bang Iwan sambil memijat kening nya........


" Tidak sih Bang...........ya sudah kalau begitu saya pamit dulu Bang..........assalamualaikum "


" Iya Tio.........wa'allaikumusallam "


Jawab Bang Iwan sambil berjalan masuk ke dalam rumah nya..........


Saat itu Satrio berniat ke puskesmas untuk menemui Ani sebab Satrio akan pergi mengantar kan truk milik Bang Asmi ke kampung halaman nya yang berada di pulau lain.


" Assalamualaikum.........Mbak Santi maaf Mbak Ani nya ada......?? "


Kata Satrio bertanya kepada Santi rekan nya Ani yang berkerja di puskesmas itu juga..........


" Wa'allaikumusallam...........ada Mas, sebentar ya saya panggil kan, Mas nya silahkan duduk dulu......."


Kata Santi sambil tersenyum ke arah Satrio............


Kemudian Santi pun berjalan masuk kedalam puskesmas untuk memanggil Ani yang baru saja selesai membantu Ibu melahirkan.


" An.........di tunggu Mas Satrio tu di depan......."


Kata Santi sambil berbisik kepada Ani dan Ani hanya menjawab dengan mengangguk............


Tumben - tumbenan Mas Satrio kemari menemui ku padahal kan tadi pagi kita baru saja bertemu di pasar ?? apa Mas Satrio sakit.........atau ada apa.......??


Gumam dalam hati Ani sambil berjalan mengikuti Santi dari belakang dengan hati cemas.........


" Assalamualaikum........Mas ada apa kok tumben ketempat kerja ku Mas........?? "

__ADS_1


Kata Ani sambil tersenyum sumringah melihat pujaan hati nya ada di hadapan nya........


" Wa'allaikumusallam......Dik Ani maaf ya kalau mengganggu jam kerja nya, kalau masih repot lanjut kan dulu saja Dik.......saya tunggu di sini saja......"


Kata Satrio sambil senyum ramah kepada Ani.........


" Tidak kok Mas........kebetulan sebentar lagi jam istirahat juga........eeeeemmmm mending kita ngobrol nya di taman depan saja yok Mas........"


Kata Ani sambil mengajak Satrio untuk duduk di taman depan puskesmas..........


" Iya mari Dik.........."


Jawab Satrio sambil berjalan mengikuti Ani..........


" Mas Satrio ada apa kok seperti nya penting sekali sampai - sampai datang kemari sedang kan tadi pagi kan kita sudah ketemu di pasar Mas.........?? "


Kata Ani sambil berjalan menuju sebuah bangku di taman..........


" Kangen.......eh maaf Dik maksud saya begini Dik Ani.......aduh kok kelepasan........."


Kata Satrio yang reflek dan membuat Ani senyum bahagia............


" Mas........Mas........baru berajam kok sudah kangen to hehehehehe.........."


Jawab Ani sambil duduk di taman dan di ikuti Satrio duduk di samping nya........


" Begini lo Dik Ani........saya sudah mendapat kan alamat nya Bang Asmi maka saya berniat mengantar kan truk nya Bang Asmi ke kampung halaman nya Dik Ani........"


Kata Satrio menjelaskan tujuan nya menemui Ani........


" Alhamdulillah kalau sudah ketemu alamat nya Mas........lalu berapa hari Mas Satrio di sana apakah lama Mas.......tapi Mas Satrio kembali lagi kesini kan Mas......??"


Tanya Ani kepada Satrio yang sedang diam menunduk......


" Saya tidak tau berapa lama dan akan kembali lagi kesini atau tidak saya tidak tau Dik yang pasti setiap langkah saya yang mengatur Allah......."


Kata Satrio sambil bernada sedih.......


" Berati Mas Satrio akan meninggal kan saya selama nya Mas........lalu kapan Mas Satrio berangkat nya......?? "


Tanya Ani dengan tatapan sedih mendengar berita itu.......


" Besok pagi Dik saya berangkat...........bila kita berjodoh pasti Allah akan mempertemukan kita lagi Dik.........percaya lah hal itu........"


Kata Satrio sambil tersenyum dan memberikan sebuah tasbih kepada Ani........


" Maksud nya apa Mas........"


Tanya Ani sambil memegang tasbih itu........


" Bawa lah setiap kerinduan mu di setiap dzikir mu agar Allah yang menampung nya dan aku pun begitu Dik......."


Jawab Satrio sambil tersenyum kepada Ani.........


Tidak begitu lama suara adzan pun berkumandang dan Satrio mengajak Ani untuk sholat dhuhur berjamaah di sebuah mushola di dekat puskesmas itu.


...................

__ADS_1


Wah.........wah...........ternyata cinta dalam diam dan hanya Allah yang mengetahui isi hati mereka berdua, lalu bagaimana dengan kehidupan Weni dan Tarjo yang terjebak di dalam pernikahan yang tak di ingin kan dan apakah usaha Weni, Riska dan Fatimah berhenti sampai di situ saja ?? apakah Satrio akan di tuntun kembali ke situ oleh Allah ?? atau kah Satrio akan melanjutkan perjalanan nya menuju ke barat sesuai amanah ???


Ikuti terus kisah perjalan hidup Satrio yang membawa amanah ke barat dan apa saja rintangan yang di hadapi Satrio serta bagaimana kuasa Allah menolong Satrio, jangan lupa selalu dukung author dengan like, komen, rate dan favorit agar saat author update kalian lah pembaca pertama nya 😊🙏


__ADS_2