
Setiap manusia pasti pernah merasakan sedih, menangis dan gelisah namun selama itu dalam konteks dalam kata cukup dan tidak berlebih itu masih wajar namun bila sudah berlebih hingga terpuruk itu yang bahaya, sebab bila keterpurukan atau terpuruk itu berati tenggelam jadi bila kita terlalu tenggelam dalam sebuah masalah dan tidak bisa bangkit atau keluar dari masalah itu sendiri yang terjadi adalah akan terjadi ketidak seimbangan pada tubuh dan biasa di sebut dengan stress atau depresi.
Maka dari itu kita harus kuat dan tegar dalam menghadapi setiap masalah yang datang, pertanyaan nya apakah Tuhan sudah tertanam di hati kita semua dan menyadari bahwa semua masalah yang datang untuk mendewasakan diri kita sendiri.
..............
Malam itu setelah pulang dari rumah Ani selama di kamar hotel Widhi mencoba tenang mendengar penjelasan Ani tentang respon keluarga Ani utama nya Abang nya Ani yang menentang hubungan Ani dan Widhi yang sangat meragukan di mata Abang nya Ani dan ada kata - kata Abang nya Ani yang sangat menyinggung perasaan Widhi sehingga tidak bisa lagi menahan emosi nya malam itu dan membuat Ani merasa serba salah satu sisi keluarga nya dan di sisi lain ada Widhi orang yang bisa merangkul nya saat merasa terpuruk.
" Aa tolong kamu paham kondisi saat ini, mereka hanya mengkhawatirkan aku saja sedangkan masa lalu ku kamu juga tau seperti apa kan?"
Kata Ani mencoba menjelaskan mengapa keluarga Ani seperti itu respon nya.
" Memang aku ngapain kamu, selama kita kenal sampai tadi siang kita tatap muka apa aku menyentuh mu apa bertindak kurang ajar sama kamu?"
Jawab Widhi dengan penuh emosi.
" Iya Aa aku tau kamu tidak seperti itu tapi mereka kan tidak tau seperti apa kamu dan lagi kita kenal di facebook sedangkan begitu banyak penipuan di facebook saat ini."
Kata Ani yang terus memberi pemahaman ke pada Widhi.
" Memang nya aku pernah nipu apa ke kamu lalu apa untung nya aku nipu kamu, kalau memang aku mau nipu kamu buat apa aku jauh - jauh dari Jakarta ke Sumatra buang waktu buang uang cuma buat nipu kamu saja memang muka ku pantas jadi penipu apa?"
Jawab Widhi yang semakin tidak terkendali emosi nya.
" Aa mereka hanya khawatir kalau aku di sakiti saja selama ini mantan ku sudah cukup membuat ku menderita dan mereka tidak mau melihat aku seperti itu lagi."
Kata Ani sambil menangis sebab kata - kata Widhi semakin menyakitkan hati.
" Iya aku tau mereka khawatir sama kamu tapi tidak bisa juga dong lang judge aku seorang penipu, orang yang tidak betul dan entah apa lagi itu kata mereka sedangkan mereka belum mengenal ku."
__ADS_1
Jawab Widhi masih dengan emosi dan mata nya memerah.
Saat itu adu argumentasi tidak di temukan titik solusi nya emosi Widhi makin memuncak bahkan alam pun mengisyaratkan perasaan Widhi yang sedang tersinggung angin begitu kencang berhembus memporak porandakan seluruh wilayah itu, kilatan petir menyambar apa pun di hadapan nya hingga terjadi kebakaran di beberapa hutan, saat itu Ani hanya mampu diam sebab dari keluarga nya memerintah Ani untuk memutus kan hubungan dengan Widhi sedang kan Widhi sedang marah besar dengan keluarga Ani yang telah menyinggung harga diri nya dan Ani hanya mampu menengada kan tangan nya memohon petunjuk kepada Allah.
Ya Allah aku tidak tau harus bagaimana mengikuti keluarga ku kah atau aku bertahan dengan dia, bila aku memilih keluarga ku maka akan rata kampung ini karena emosi nya yang memuncak namun bila aku memilih dia maka aku akan di musuhi keluarga ku sendiri, berikan aku petunjuk ya Allah kemanakah harus nya aku melangkah dan tolong redakan emosi dia dan aku sudah tau bahwa Widhi itu Mas Satrio ku dulu tapi aku belum paham mengapa dia ganti nama dan sikap nya pun berubah.
Doa Ani dengan bersimbah air mata melihat kemarahan Widhi yang tidak pandang bulu bila sudah terusik harga diri nya bahkan Widhi berniat akan mendatangi Abang nya Ani untuk mempertanyakan mengapa judge diri nya dan memang watak Widhi seperti itu bila bermasalah dengan seseorang maka orang itu akan di datangi oleh nya dan pasti akan berakhir juga nyawa nya namun hal itu bisa di hentikan oleh jiwa Satrio.
" Assalamualaikum Widhi ... ada apa dengan mu hingga membuat orang ketakutan?"
Kata Jiwa Satrio dengan pandangan yang tenang.
" Wa'allaikumusallam aku sedang sebal ada orang yang tidak tau aku tapi berani judge aku memang dia siapa berani menghakimi aku yang berhak meng judge aku hanya Allah bukan manusia!"
Jawab Widhi dengan nada emosi dan tangan yang menggenggam.
" Aku tau kamu adalah panglima beras Allah yang bertugas untuk menghancurkan ke zaliman dan penyakit hati manusia tapi bukan dengan kekerasan Widhi."
" SATRIO INGAT AKU PANGLIMA PERANG HARUS MENJAGA HARGA DIRI KU CAM KAN ITU!"
Teriak Widhi yang makin lepas kendali.
Saat itu jiwa Satrio hanya senyum sambil menggelengkan kepala menandakan emosi jiwa Satrio pun terpancing saat yang bertepatan muncul lah sosok yang bercahaya tepat di tengah antara Widhi dan jiwa Satrio.
Mengapa kalian berdua bertengkar sedangkan kalian satu tubuh mengapa kalian saling menyalahkan lalu bagaimana kalian akan membawa amanah ku sedang kan kalian berdua saling mendahulukan ego kalian masing - masing, Widhi kamu adalah kekuatan, kecerdasan dan hukum sedang kan engkau Satrio adalah kebenaran, kasih sayang dan cinta lalu mengapa kalian tidak menyadari setiap kelemahan masing - masing?
Suara itu begitu tenang dan teduh hingga amarah dalam diri Widhi dan jiwa Satrio bisa di redakan seketika itu meski dalam pikiran Widhi masih belum terima namun minimal kondisi alam sudah terhenti dan warga hanya tinggal membersihkan sisa - sisa pohon yang tumbang dan rumah yang atap nya porak poranda, di sisi lain ada Gustavito dan Arik yang masih mencari siasat bagaimana cara nya menghabisi Widhi.
" Sudah satu minggu kita tidak melihat Satrio kemana dia sebenar nya?"
__ADS_1
Tanya Arik sambil menikmati teh hangat di ruang keluarga.
" Kata satpam dia pergi membawa tas gunung Bun."
Jawab Gustavito sambil memindah acara di tv.
" Semoga tidak kembali lagi kemari dia dan kita bisa mencari surat kematian diri nya."
Kata Arik sambil senyum licik.
" Kamu salah bila segera mencari surat kematian Satrio saat ini Rik."
Kata Aeni sambil pandangan nya tertuju ke layar tv.
" Lalu kita harus menunggu sampai kapan Mbak Aeni?"
Tanya Elli sambil menyilangkan kaki nya.
" Kita tidak perlu repot - repot mencari surat kematian untuk anak sial itu yang perlu kita laku kan hanyalah memberi tahu pengacara agar dia yang mengurus semua nya simpel kan?"
Jawab Aeni dengan senyum licik.
Saat itu di ruangan keluarga semua tersenyum bangga dengan ide Aeni untuk menghempaskan Satrio dari rumah itu bahkan menghapus nama nya dari kartu keluarga demi keserakahan mereka, malam pun semakin larut dan waktu nya mereka beristirahat namun tidak dengan Widhi dan Ani mereka berdua mencoba mengobati luka batin masing - masing, Widhi yang sakit hati sebab di gudeg oleh Abang nya Ani yang belum mengenal betul siapa Widhi sebenar nya sedangkan Ani merasa sakit hati dengan kata - kata Widhi yang akan menghabisi Abang nya lalu mereka berdua hanya mampu istighfar dan meyakini Allah maha besar dan masalah yang sedang mereka hadapi sebenar nya hanya serpihan saja kuasa Allah lebih besar di banding dengan masalah mereka berdua.
Terkadang memang ada saat nya kita di ijin kan untuk jatuh dan menikmati sakit untuk membuat kita lebih dewasa dan lebih mendekat kan diri kepada Allah, bila memang harus marah maka marah lah agar tidak menjadi penyakit, bila ingin menangis maka menangis lah semua itu wajar dan manusiawi namun jangan sampai terpuruk didalam masalah itu sendiri yang harus di lakukan segera lah bangkit dan menjadi bermanfaat bagi orang lain itu kunci kehidupan.
...............
Seperti nya Widhi tipe mahkluk yang sangat sensitif sehingga tidak bisa terusik sedikit pun oleh siapa pun sungguh mengerikan efek nya bila Widhi benar - benar terusik harga diri nya beda dengan Satrio yang lebih memilih memaafkan orang yang sudah menyinggung nya lalu apakah Ani mampu tegar menghadapi sifat Widhi yang super sensitif ataukah Ani akan mengikuti apa yang di perintahkan keluarga nya untuk meninggalkan Widhi selama - lama nya?
__ADS_1
Untuk mengetahui jawaban nya ikuti terus kisah Widhi dan Ani hanya di SATRIO YANG TERPINGIT ALAM jangan pernah lupa untuk selalu dukung author agar lebih rajin update nya.