
Sering kali kita salah kaprah dalam mengartikan sebuah perasaan kita sendiri dan sering kali di saat kita berjumpa seseorang pertama kali lalu terbayang wajah nya, senyum nya dan canda nya di situ kita mengklaim bahwa itu perasaan cinta namun tidak begitu sesungguhnya, mari kita ulas apa itu pandangan pertama dan apa itu cinta pertama.
Pandangan pertama hanyalah sebuah rasa kagum mungkin saat kita bertemu seseorang saat itu kondisi kita sedang tuna asmara 5 periode cawapres jadi saat ada sosok japrak yang sok menebar pesona kita jadi teringat dan itu bukan lah cinta sesungguhnya lalu apa cinta pertama itu sendiri cinta itu suatu hubungan yang sangat dekat antar individu dan tidak bisa terlepas kan dan andaikan terpisahkan jarak pasti ada sebuah ikatan batin itu lah nama nya cinta.
..............
Sudah menjadi kebiasaan Satrio setelah sholat subuh diri nya tidak melanjutkan tidur namun diri nya akan berkeliling komplek di rumah nya untuk berbagi entah itu berwujud materi atau hanya sekedar nasehat bahkan terkadang sebuah motivasi kepada siapa pun yang di temui nya dan hal itulah yang terkadang banyak kaum hawa salah mengartikan sikap Satrio sehingga terjadi pertikaian di pagi itu antara kaum hawa di sebuah pasar tradisional di wilayah tersebut.
" Ita aku ingatkan ya kamu jangan sok cari perhatian dengan Bang Satrio dia itu pacar ku!"
Kata Dewi sambil memilih sayur.
" Ihhh ... ke pede an sejak kapan Bang Satrio jadi pacar mu lalu bukti nya mana kalau dia pacar mu?"
Jawab Ita sambil melirik ke arah Dewi dengan sinis.
" Ini bukti nya aku foto dengan Bang Satrio kalau kamu mana punya foto sama dia?"
Kata Dewi sambil menunjukkan wallpaper di hp nya.
" Hilih paling juga editan."
Jawab Ita sambil berlalu meninggalkan Dewi.
Di situlah mereka saling adu argumentasi saling membenarkan diri pendapat masing - masing dan kebetulan sekali saat itu Satrio sedang melewati pasar tradisional tersebut untuk membeli ikan untuk kucing di pinggir jalan yang sedang kelaparan.
" Ada apa itu kok ramai apakah ada yang pingsan lagi?"
Kata Satrio dengan lirih lalu mendekati kerumunan.
Saat itu begitu banyak orang yang melihat pertikaian itu namun tidak ada satu orang pun yang melerai nya yang terjadi mereka semua menyaksikan pertikaian tersebut bagaikan tontonan gratis.
" Maaf ada apa ya ini kok berkerumun di sini?"
Kata Satrio dengan wajah bingung menerobos kerumunan.
" Nah itu Bang Satrio datang sekarang Bang Satrio nya saja suruh memilih antara kita berdua yang kalah harus terima!"
Kata Dewi dengan nada emosi.
" Ok kamu juga gitu tidak usah ke pede an!"
Jawab Ita dengan nada sebal.
" Astagfirullahalazim kalian berdua ini merebut kan apa si sebenar nya kok sampai - sampai aku yang harus memilih antara kalian berdua?"
Tanya Satrio dengan senyum dan menggelengkan kepala melihat dua wanita di hadapan nya.
__ADS_1
" Kita berdua hanya butuh kepastian dari Abang siapa yang menjadi kekasih Abang agar kami tidak salah sangka saja Bang."
Kata Dewi sambil bertolak pinggang.
" Baik bila begitu akan aku jelaskan ya pada kalian bahwa aku menyayangi semua mahkluk ciptaan Allah siapa pun itu tapi bila kalian bertanya siapa kekasih ku maka Allah dan Rasulullah lah kekasih ku jadi sekarang bubar!"
Jawab Satrio dengan nada sebal.
Saat itu juga kerumunan pun membubarkan diri dan kembali ke aktivitas masing - masing begitulah manusia terkadang kebaikan di tanggapi dengan hal yang berbeda bahkan terkadang kebaikan di balas dengan kebencian lalu Satrio pun melangkah kan kaki nya menuju pedagang ikan untuk membeli ikan basah untuk seekor kucing yang kelaparan di pinggir jalan.
Setelah itu Satrio pun kembali ke rumah nya sambil menyusuri jalan menyapa siapa pun yang dia temui sehingga mayoritas warga setempat mengenal siapa Satrio dan pasti nya dengan berbagai alibi yang berbeda - beda itu lah manusia dan setiba nya di rumah Satrio sudah di sambut oleh Gunawan di ruang tamu.
" Dik Tio dari mana pagi - pagi kok sudah keluar rumah?"
Tegur Gunawan dengan senyuman tersirat di wajah nya.
" Aku keliling komplek Mas Gun melihat warga sekitar siapa tau membutuhkan bantuan ku lalu Mas Gun mau kemana apa sudah akan ke kantor sepagi ini?"
Jawab Satrio lalu bertanya kembali kepada Gunawan.
" Aku menunggu mu Dik Tio untuk menyerahkan berkas pengajuan kerjasama dari PT Karya Sentosa."
Jawab Gunawan sambil menyerahkan map di tangan nya kepada Satrio.
" Oh meeting luar ruangan ok kalau begitu sampai jumpa di sana ya Mas Gun."
Saat itu Gustavito melihat Satrio dari depan kamar nya dengan senyum licik dan beranggapan bahwa Satrio saat ini pasti kena jebakan nya dan akan di permalukan di seluruh kantor sampai kehilangan pamor nya di perusahaan lain yang selama ini sangat respek kepada Satrio, di saat yang bersamaan Gustavito menghubungi Rani agar tidak sampai gagal rencana nya.
" Hallo ... Ran bagaimana sudah kamu persiapkan semua apa yang sudah aku perintahkan kepada mu?"
Tanya Gustavito melalui telepon.
" Tenang saja Vit kali ini aku mendapat kan keuntungan dobel jadi mana mungkin menyia - nyiakan kesempatan ini tapi ingat janji mu tranfer ke rekening ku."
Jawab Rani dengan santai dan senyum licik.
" Dasar wanita licik tidak mau rugi kamu Ran."
Kata Gustavito sambil tertawa lepas.
" Kan kamu yang mengajari ku Vit."
Jawab Rani sambil memandangi foto Satrio pemberian Gustavito.
Sekitar 30 menit mereka telepon kemudian Gustavito pun mengakhiri telepon nya untuk bersiap - siap menuju ke kantor dengan sikap yang biasa saja seakan tidak tau menau yang akan terjadi di sisi lain Rani mulai merasa aneh dengan perasaan nya sendiri saat memandangi foto Satrio dengan seksama.
Satrio ini manis juga orang nya dan aku sangat suka dengan mata nya tatapan nya yang teduh dan penuh cinta kasih andaikan saja aku bisa memiliki nya tapi ah sudah gila apa aku kan tugas ku hanya untuk mempermalukan dia bukan untuk memiliki nya ah ... ngelantur otak ku ingat Rani Ibu mu butuh biaya operasi transplantasi ginjal jangan terbawa perasaan bukan waktu nya sekarang.
__ADS_1
Gumam dalam hati Rani sambil senyum dan sesekali menepuk kening nya sendiri yang mulai merasuk pikiran kagum kepada Satrio seorang CEO muda yang tampan, gagah, ber karisma, perhatian dan penuh welas asih kepada siapa pun bagi yang tidak mengenal nya tetapi bila mengenal Satrio sebenar nya adalah sosok pembunuh berdarah dingin yang siap menebas siapa pun yang zalim akan sesama nya.
Tepat jam 9 pagi sampailah Satrio di sebuah ruangan miting di sebuah restoran yang sudah di tetap kan oleh klien yang akan mengajak nya bekerja sama bukan lain Rani, Ferinda dan Lani sudah berada di sana dan dari pihak perusahaan Satrio ada Gunawan, Gustavito dan Galuh sebagai sekretaris Satrio.
" Selamat pagi maaf saya sedikit terlambat maklum kota besar tidak luput dari macet."
Kata Satrio dengan telapak tangan yang mengatup dan senyum kepada seisi ruangan.
" Tidak masalah sudah biasa itu di kota besar silahkan duduk Pak Satrio."
Jawab Rani sambil membalas senyuman kepada Satrio.
Kemudian mulailah pembahasan mengenai kerjasama antar dua PT dengan menyuguhkan peraturan dan penawaran yang sudah berlaku dan di sela - sela pembahasan Galuh memohon ijin untuk ke kamar mandi namun sesungguhnya Galuh bukan lah ke kamar mandi namun menemui pelayan untuk membubuhkan obat tidur di minuman milik Satrio.
Setelah melancarkan niat nya Galuh pun kembali ke ruangan seperti tidak terjadi sesuatu lalu memberikan kode mengangguk kepada Gustavito kemudian di balas anggukan oleh Gustavito mereka berdua tidak menyadari bahwa semua prilaku nya terlihat oleh Satrio yang bersikap tenang namun mampu membaca setiap prilaku lawan di hadapan nya saat itu juga Satrio dalam hati kecil nya membaca doa memohon perlindungan kepada Allah agar di jauhkan dari mara bahaya yang akan menjerat nya.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ وَدَرَكِ الشَّقَاءِ وَسُوءِ الْقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ
ALLOOHUMMA INNII A’UUDZU BIKA MIN JAHDIL BALAA-I WA DARKISY SYAQOO-I WA SUU-IL QUDLOO-I WA SYAMAATATIL A’DAA-I
Doa yang di baca Satrio sambil tersenyum dan pandangan nya kepada seisi ruangan tidak lama setelah Satrio membaca doa tersebut datanglah pelayan mengantarkan pesanan minuman dan minuman yang telah di pesan dan pasti nya minuman yang di sajikan untuk Satrio sudah di bubuhkan obat tidur dengan harapan Satrio terjebak oleh Rani dan bisa di tindas oleh Rani bila niat nya terwujud.
" Pak Satrio silahkan menikmati sajian terlebih dahulu agar sedikit rileks."
Kata Rani dengan senyuman licik kepada Satrio.
" Baik Bu Rani terimakasih atas sajian nya ... mari semua selamat menikmati."
Balas Satrio sambil mengangkat secangkir kopi dihadapan nya.
Saat itu Gustavito dan Rani merasa puas dengan rencana nya yang di anggap sukses sebab Satrio meminum kopi yang sudah di campurkan obat tidur di dalam nya kemudian yang lain nya pun mengikuti menikmati sajian dihadapan nya saat itu hati kecil Rani sangat senang sebab akan mendapat kan keuntungan ganda selain mendapat kan uang dari Gustavito diri nya juga bisa memadu kasih dengan Satrio.
Kena juga akhir nya kamu Satrio dan sebentar lagi kamu. akan jatuh dalam pelukan ku dan tidak lama lagi aku akan bisa mengatur mu demi kepuasan ku dan Ibu ku pun terselamatkan.
Gumam dalam hati Rani dengan tatapan memandang mata Satrio dan itu suatu kesalahan Rani sebab mata Satrio adalah senjata untuk melumpuhkan lawan nya dan seketika itu terjadi hal yang tidak di harap kan Gustavito secara tiba - tiba satu persatu orang di dalam ruangan itu tertidur kecuali Satrio saat itu Satrio hanya tersenyum menyaksikan hal itu.
Ini membuktikan bahwa kalian berniat jahat kepada ku maka kalian lah yang mendapat imbas nya maka nikmati saja buah dari ulah kalian ... alhamdulillah terimakasih ya Allah atas perlindungan Mu pada ku.
Gumam Satrio sambil senyum menatap langit kemudian berjalan keluar memanggil beberapa satpam restoran hotel untuk memindahkan mereka ke kamar agar lebih lelap tidur nya sedangkan Satrio memerintah kan beberapa satpam untuk menjaga Rani dan saat Rani tersadar agar menghubungi Satrio setelah itu Satrio kembali ke kantor nya untuk menjalan kan aktifitas nya.
................
Hidup ini begitu banyak tipu muslihat maka cerdik lah dalam menghadapi nya agar tidak tertindas oleh manusia yang zalim lalu apakah yang akan di lakukan Satrio kepada Rani apakah Rani akan di jebloskan kedalam penjara dengan pasal pelecehan berencana atau kah Satrio akan berwelas asih kepada Rani dan menolong operasi transplantasi ginjal untuk Ibu nya Rani sedangkan watak Satrio yang sebenar nya sangat lah sadis kepada orang - orang yang zalim?
Untuk mengetahui jawaban nya ikuti terus kisah perjalanan Satrio untuk menjalankan amanah dari Allah membawa seluruh umat manusia kembali ke jalan Allah hanya di SATRIO YANG TERPINGIT ALAM dan selalu dukung author agar rajin update nya.
__ADS_1