
Selama manusia itu masih bernafas maka tidak ada yang di nama nya berakhir sebab semua masih terus berjalan semua masih terus bergulir maka bila ingin mengakhiri sesuatu pikirkan juga langkah awal yang akan di jalani jangan hanya bertitik tumpu kepada kalimat semua sudah berakhir namun tidak mengetahui langkah awal yang akan di jalani bila hal itu terjadi maka tidak akan pernah ada kata akhir.
Lalu bagaimana dengan kisah kehidupan Satrio dan Ani apakah kisah mereka benar - benar berakhir dengan bahagia di kapal pesiar atau kah mereka akan mengawali kisah baru yang berawal di kapal pesiar ini dan mengapa Satrio di pingit oleh alam semesta ini mari kita ikuti di bab akhir ini.
..............
Saat itu seisi kapal pesiar merayakan hari bahagia itu hanya keluarga Satrio yang tidak menghadiri nya sebab mereka semua di jeblos kan kedalam penjara agar mereka menyadari bahwa apa yang mereka lakukan selama ini sudah salah langkah dan pasti nya saat seperti ini keluarga dari pihak Ani mempertanyakan prihal tersebut dan pasti nya guncingan orang tidak bisa di hentikan.
Dan begitulah watak manusia apa pun di bicarakan entah itu tentang ke baikan atau pun keburukan pasti menjadi bahan pembicaraan orang lain dan kita sebagai manusia yang sadar pola pikir nya harus bisa berfikir positif saat ini Ani sengaja menarik tangan suami nya menjauh dari keramaian sebab bagi Ani tidak hanya Satrio yang bisa memberikan surprise namun kali ini Ani yang akan memberikan surprise kepada suami nya.
" Sayang ayo ikut aku."
Kata Ani sambil menarik lengan suami nya.
" Hey ada apa sayang akan kemana kita?"
Tanya Satrio sambil mengikuti langkah istri nya.
" Sayang aku sangat berterimakasih sampai detik ini kamu bisa menjaga komitmen kita meski sudah begitu banyak hal yang kita lalui bersama dari suka, duka, menangis bersama dan tertawa bersama kini aku akan memberi mu sesuatu yang selama ini kita harap kan."
Jawab Ani sambil senyum berdiri di hadapan suami nya.
" Apa kah itu sayang?"
Tanya Satrio sambil melihat tangan Ani yang menggenggam sesuatu.
" Ini lihat sayang."
Kata Ani sambil menyerahkan tespek kepada suami nya.
" Sayang kamu ... positif kamu hamil anak ku alhamdulillah terimakasih ya Allah sudah tidak bisa lagi aku ungkap kan rasa syukur mu ya Allah begitu banyak kebaikan yang Engkau beri kan pada keluarga ku ya Allah."
Kata Satrio sambil meneteskan air mata bahagia sebab mengetahui saat ini istri nya sedang mengandung anak nya darah daging nya.
__ADS_1
Kebahagiaan Satrio dan Ani saat ini benar - benar sempurna tanpa berkurang sedikit pun namun seperti nya di dalam ruangan ada yang sedang mengguncingkan Satrio yang di anggap tega telah memenjarakan keluarga nya sendiri yang sudah membesarkan dan mendidik Satrio dan hal itu terdengar lah oleh keluarga Ani yang tidak mengetahui duduk permasalahan nya.
" Begitu lah bila Tuhan sedang menguji manusia di berikan semua kesenangan tetapi saat mereka lalai akan di timpakan azab untuk mereka."
Kata seorang tamu undangan sambil melihat ke arah Satrio dan Ani.
" Memang nya ada apa Bu kok sampai mereka kena azab segala jadi ngeri saya dengar nya?"
Tanya seorang Ibu muda di samping nya.
" Memang tidak tau ya Bu kisah itu si Tio anak yang durhaka pada orang tua nya?"
Tanya seorang wanita paru baya.
" Tidak Bu setau saya Satrio itu anak yang baik dan suka menolong siapa pun lalu kenapa di sebut durhaka Bu?"
Tanya wanita itu yang semakin penasaran.
Jawab seorang wanita paru baya sambil melirik ke arah Satrio dan Ani.
" Audzubillah min dzalik ... amit - amit jangan sampai aku dapat menantu seperti itu bisa - bisa aku di racun dengan menantu ku sendiri."
Kata wanita sambil sesekali melihat ke arah Satrio dan Ani.
" Maka nya hati - hati Bu kalau cari mantu untuk anak kita dari pada seperti itu akhir nya."
Kata wanita paruh baya sambil senyum sinis.
Saat itu Mama nya Ani mendengar percakapan segerombolan Ibu - Ibu komplek yang belum tau kebenaran nya namun sudah berani berasumsi dan saat itu tersulut lah emosi Mama nya Ani mendengar ucapan mereka yang sudah menghina anak nya maka terjadi lah adu argumen di antara Ibu - Ibu.
Saat itu Satrio dan Ani hanya mampu tersenyum melihat kejadian tersebut dan bagi Satrio dan Ani tidak perlu mereka semua tau apa yang sudah terjadi di dalam rumah tangga mereka sebab bagi Satrio dan Ani masalah di dalam rumah tangga mereka bukan lah konsumsi publik, saat itu Widhi sosok mahkluk astral yang selalu setia mengikuti Satrio mendengar hal tersebut.
Maka seketika Widhi menggerak kan lautan yang awal nya lautan itu tenang dan langit pun cerah namun seketika langit menjadi gelap tertutup awan dan angin pun berhembus kencang serta petir yang mulai bersaut - sautan saat itu dari ruang nahkoda memberikan informasi bahwa akan ada badai yang sangat dahsyat.
__ADS_1
Seketika semua tamu undangan dan sanak saudara yang awal nya berada di luar kini semua masuk ke dalam ruangan dengan rasa takut dan suasana menjadi mencekam sebab kapal pesiar yang mereka tumpangi sedang diombang ambing kan oleh ombak di tengah lautan yang luas.
" Wid apa yang sedang kamu laku kan?"
Tanya Satrio kepada Widhi yang sedang duduk di bangku dek kapal dengan santai.
" Memberi peringatan mereka agar tidak mudah menghakimi seseorang sebab itu bukan tugas mereka."
Jawab Widhi dengan santai nya sambil menikmati buah apel hijau di tangan nya.
" TIO ... LAKUKAN SESUATU JANGAN HANYA DIAM APA KAMU JUGA MAU KITA MATI SEMUA DI TENGAH LAUT INI!"
Suara teriakan dari salah satu dari mereka dengan nada ketakutan.
" Mengapa kalian selalu mengusik ketenangan ku sampai kapan kalian akan seperti itu segeralah bertaubat dan kembali ke jalan Allah."
Kata Satrio sambil berjalan menuju dek kapal.
Saat itu juga Satrio mengangkat tangan nya dan menenangkan amukan ombak yang begitu besar tidak lama kemudian badai berlalu ombak kembali tenang, langit mulai tersenyum terlihat lah matahari dan saat itu juga Satrio menghilang dari hadapan mereka dan entah kemana pergi nya Satrio hanya Ani yang bisa melihat dan mengetahui keberadaan Satrio andai pun orang lain bisa melihat Satrio namun mereka tidak akan mengenali SATRIO YANG TERPINGIT ALAM.
.......................... TAMAT ...........................
Semoga kisah SATRIO YANG TERPINGIT ALAM mampu menginspirasi para pembaca dan bisa memetik hikmah di setiap kejadian yang tertuang di dalam karya author dan pasti nya author mengucapkan banyak terimakasih kepada para pendukung setia yang sampai selesai nya novel ini tetap setia memberikan dukungan nya.
Sebagai author saya memohon maaf bila ada kesamaan nama, tempat kejadian, salah dalam berkata dalam melakukan penulisan mohon di maaf kan sebab bagaimana pun juga saya sebagai author hanya lah manusia biasa yang memiliki banyak kekurangan dan kesalahan dalam berkata - kata dan bertindak tidak ada satu mahkluk pun yang sempurna di muka bumi ini.
Dan bagi pembaca yang setia mengikuti karya - karya saya bisa mampir dan memberikan dukungan nya di karya terbaru saya yang berjudul BINTANG DARI TIMUR di karya saya ini akan mengajak para pembaca untuk bertualang ke negeri gajah putih yang mengisahkan tentang dua perguruan yang saling memperebutkan harta warisan dari leluhur mereka.
Pasti nya di kisah ini begitu banyak action nya dan bagi pencinta laga silahkan mampir di karya terbaru saya sebagai penutup kata sekali lagi saya ucap kan banyak terimakasih atas dukungan nya dan saya tunggu para pembaca datang di novel baru.
SAMPAI JUMPA DI KARYA BARU DAN SELALU DUKUNG SETIAP KARYA AUTHOR YA .😊🙏
__ADS_1