
Hidup itu ujian dan ujian itu ada berbagai jenis di dalam kehidupan keseharian kita ada kala nya kita di uji dengan kesetiaan, kesabaran, kesehatan, harta dan masih banyak lagi ujian yang harus kita lalui di dalam hidup ini, lalu sebenar nya untuk apa kita harus melalui segala macam ujian itu dan apakah benar semua yang terjadi di dalam kehidupan kita semua adalah ujian dari Allah atau jangan - jangan ujian itu sebenar nya hanya lah sebuah kondisi yang belum kita pahami dan akhir nya kita berfikir bahwa itu adalah ujian.
Sering kali di saat seseorang di uji dengan harta mereka menjadi lupa akan segala hal bahkan bisa melupakan Tuhan nya sebab indah nya hal yang semu dan di saat diri kita tidak lulus dalam ujian tersebut maka ada 2 kemungkinan stres kah atau meninggal sebab serangan jantung sedangkan harta, tahta dan wanita itu hanya lah sebuah amanah bagi manusia untuk di jaga, di rawat dan di perhatikan bagaimana cara kita membawa amanah itu sendiri dan apabila kita sudah memahami makna sebuah ujian yang sejati nya untuk menjadi kan kita dewasa dan bijak dalam menyikapi segala hal, bukan kah begitu?
.........
Tanpa terasa waktu terus berjalan dan kini Widhi sudah mulai membaca situasi yang sedang terjadi di lingkungan nya diri nya mulai mengetahui aset yang telah di alih nama kan pada nya dan memang bila orang yang melihat sungguh sempurna kehidupan Widhi bagaimana tidak sempurna di sekitar nya begitu banyak nya harta melimpah serta memang pembawaan Widhi yang perhatian dan penuh kasih sayang serta watak humoris nya semakin mempermudah diri nya untuk mendapat kan semua kemewahan itu.
Pagi ini Widhi harus masuk ke ruang meeting untuk mengadakan persentase dengan klien yang berniat untuk menanam modal di perusahaan yang di pimpin oleh Widhi saat ini dan pasti nya Widhi yang sebagai orang awam tidak menguasai bahasa yang mengenai marketing yang di ketahui Widhi hanyalah tata bahasa yang sangat sederhana dan pasti nya Widhi nervous.
Persentase ... itu ngapain ya apa aku di suruh ngomongin dari cm menjadi kg di ubah menjadi persen habis itu di jadikan celcius ya eemmm ... sungguh menyebalkan dulu saja aku kalau pelajaran matematika aku suka tidur tapi kapan juga aku sekolah bisa makan saja sudah syukur.
Gumam Widhi sambil duduk di kursi kebesaran nya dengan pandangan bingung sebab apa yang harus di lakukan nya nanti, selang beberapa menit terdengar ketukan di pintu ruang kerja Widhi dan kemudian muncul lah sesosok bidadari cantik dari balik pintu tersebut bukan lain Galuh sekretaris Widhi yang lumayan eksotis wajah nya dengan kulit nya yang kuning langsat, rambut hitam sebahu dan lesung pipit di pipi nya membuat pandangan Widhi meronta saat melihat sekretaris nya.
" Pak maaf dari klien mengundur waktu sebab terjebak macet info yang baru saya terima."
Kata Galuh sambil senyum kepada Widhi.
" Ok lalu jam berapa dia akan datang?"
Jawab Widhi sambil pandangan mata nya melihat Galuh dari atas hingga kebawah.
" Setelah makan siang Pak."
Kata Galuh lagi.
" Kalau begitu temani aku makan siang di luar."
Jawab Widhi sambil tersenyum kepada Galuh yang berdiri di hadapan nya.
" Baik Pak ... ada yang bisa saya bantu lagi Pak?"
Tanya Galuh sambil tersenyum kepada Widhi.
" Tidak ada kembali lah bekerja."
Jawab Widhi sambil melihat hp nya yang berbunyi.
" Baik Pak."
Kata Galuh lalu membalikkan badan nya dan berjalan keluar dari ruangan Widhi.
Seperti nya Widhi mulai tergoda dengan kecantikan Galuh sekretaris nya sedang kan di tempat lain ada Ani yang masih setia menantikan kehadiran Widhi berharap mendapat kan kabar dari Widhi sebab sudah 3 hari Widhi sangat susah di hubungi bahkan chat di whatsaap nya pun belum di balas nya sehingga saat itu Ani menelpon Widhi sebab rasa penasaran khawatir dan rindu yang menjadi satu.
__ADS_1
" Assalamualaikum Aa."
Kata Ani melalui telepon.
" Wa'allaikumusallam Neng tumben telepon Neng ada apa?"
Jawab Widhi sambil pandangan mata nya tertuju kepada Galuh yang berlalu dari hadapan nya.
" Kok tanya nya begitu si Aa aku itu khawatir kenapa chat ku tidak di balas apa Aa baik - baik saja di sana?"
Tanya Ani dengan nada sedih.
" Oh begitu maaf ya Neng aku sibuk kerja sampai tidak sempat pegang hp dan ini pun aku sedang di kantor."
Jawab Widhi sambil memainkan bolpen di tangan nya.
" Kantor ... kantor apa Aa bukan nya selama ini Aa dagang tisu di jembatan penyeberangan jalan?"
Tanya Ani dengan nada sedikit bingung.
" Nanti aku ceritakan kalau aku sudah pulang kerja ya Neng."
Jawab Widhi dengan nada tegas.
" Dik Tio apa saya mengganggu?"
Tanya Gunawan sambil tersenyum ke arah Widhi.
" Tidak Om masuk saja aku hanya sedang berfikir saja kok."
Jawab Widhi sambil senyum dan berjalan menghampiri Gunawan.
" Jangan bilang kalau Dik Tio sedang memikirkan kran yang bocor dan ac yang terlalu dingin."
Goda Gunawan sambil menepuk pundak Widhi.
" Bukan masalah itu aku hanya berfikir apa yang harus aku katakan saat persentase?"
Jawab Widhi sambil duduk di sofa di ruang kerja nya.
Lalu Gunawan mulai menjelaskan apa sebenar nya persentase itu lalu tindakan apa yang harus di lakukan Widhi agar kliennya berminat untuk bergabung dengan perusahaan yang perusahaan nya dan Widhi juga harus menjelaskan semua visi dan misi perusahan untuk berapa tahun kedepan, di saat Gunawan menjelaskan semua itu kepada Widhi saat itu tiba - tiba telinga Widhi mendengar bahwa klien yang akan di temui nya akan berlaku curang dan sebaik nya Widhi tidak menerima ajakan kerja sama nya.
Di ruangan lain ada Gustavito dan Arik yang sangat tidak puas dengan keputusan pengacara yang memutuskan bahwa Satrio lah pewaris dari semua aset milik Nenek nya Satrio dan mereka berdua mulailah membuat siasat agar Satrio di anggap tidak mampu memimpin semua perusahaan itu dan di usir oleh Aini sebab Satrio telah merugikan perusahaan dan menggunakan wewenang sebagai atasan dengan seenak nya.
__ADS_1
" Apakah Bunda sudah menemukan cara agar anak kampungan itu segera keluar dari rumah sudah risih mata ku melihat nya."
Kata Gustavito dengan pandangan menghadap ke jendela di ruang kerja nya.
" Bagaimana kalau kita beri kenikmatan dunia sehingga dia terlena dengan semua itu dan akhir nya boom Mbak Aini tau maka habis lah dia."
Jawab Arik sambil berdiri di samping Gustavito.
" Maksud nya Bunda bagaimana aku kurang faham."
Tanya Gustavito kepada Arik.
" Kamu tau kan dia itu anak jalanan gembel yang kampungan jadi bila dia di kenalkan keindahan dunia malam dan di suguhkan wanita - wanita cantik bukan nya itu membahagiakan dan serasa diri nya sebagai raja namun di saat semua tidak bisa di kendalikan maka akan hancur lah kebahagiaan itu?"
Jawab Arik sambil tersenyum licik menjelaskan kepada Gustavito anak angkat nya.
Saat itu Gustavito mulai memahami apa yang di maksud oleh Arik dan mulailah Gustavito membuat acara pesta di rumah nya dan mengundang beberapa teman perempuan untuk di ajak bekerja sama untuk menghancurkan Widhi dan pasti nya saat Widhi hancur maka saat itu lah Widhi harus keluar dari rumah itu dan semua harta yang sudah di waris kan kepada nya akan berpindah tangan ke Arik dan Gustavito.
Di sisi lain ada Elli dan Aini yang sedang duduk di teras rumah belakang sambil melihat koleksi tanaman hias yang baru saja di beli oleh Aini dengan harga yang lumayan fantastis pasti nya hingga bernilai puluhan juta.
" Mbak Aini seperti nya tanaman Aglonema ini seperti nya aku baru lihat Mbak?"
Tanya Elli dengan pandangan tertuju kepada sebuah tumbuhan di hadapan nya.
" Iya El tumbuhan Aglonema jenis ini lumayan langkah dan unik maka saat aku menemukan segera membeli nya ... menurut mu bagaimana dengan Satrio apakah dia bisa kita arah kan sebab kita harus ingat saat ini dia lah yang memegang semua bisnis dan kita semua bergantung pada nya."
Kata Aini sambil sibuk menata pot yang berisi tanaman di samping nya.
" Tenang saja Mbak aku sangat mengenal seperti apa Satrio dia memiliki jiwa welas asih kepada semua orang maka kita manfaat kan saja hal itu dengan bersikap tetap baik pada nya pasti semua aman."
Jawab Elli dengan senyum licik memandang ke arah Aini.
" Bagus bila begitu El aku bisa mengandalkan mu di banding aku harus percaya dengan Arik yang serakah dan ingin menang sendiri."
Kata Aini sambil meletakkan sebuah pot bunga sambil tersenyum sinis.
............
Seperti nya Widhi sedang berada di kandang singa yang sedang kelaparan dan akan siap mencabik dan mengoyak seluruh bagian tubuh Widhi, hanya karena harta mereka semua saling menjatuhkan, menghina dan mencurigai satu dengan yang lain nya dengan menghalalkan segala cara agar tujuan nya tercapai dan mengorbankan Satrio yang tulus hati, jujur, lurus dan benar demi ke egoan mereka masing - masing.
Lalu apa yang akan mereka lakukan kepada Widhi yang di anggap nya Satrio tersebut apakah semua akan berjalan dengan lancar niatan Arik untuk menyingkir kan Widhi dari rumah itu dan apakah sikap pura - pura baik nya Elli, Aini dan Gunawan tidak akan terendus oleh Widhi yang memiliki insting yang begitu kuat, apakah Ani masih setia dengan Widhi yang mulai sibuk dan jarang berkomunikasi?
Untuk menjawab semua rasa penasaran reader maka ikuti terus kisah SATRIO YANG TERPINGIT ALAM dan petik hikmah di setiap kejadian dan jangan pernah lupa selalu dukung author agar rajin update nya.
__ADS_1