
Disaat kita membicarakan tentang cinta pasti kita akan melihat pahlawan bukan nya kau juga pernah merasakan? Lalu apakah hanya pahlawan dan pahlawan saja tentu tidak, Cinta bisa hadir untuk orang tua, kakak dan adik, teman - teman dan juga bisa untuk negara, seni dan bahkan alam semesta ini, Namun kamu tidak akan bisa mendapat kan cinta bila hati mu sudah terisi, Seperti kau akan menuangkan air pada panci yang sudah terisi penuh oleh air.
Maka kosong kan terlebih dahulu panci itu baru kau tuang air yang baru, Begitu juga dengan cinta kosong kan hati mu dari keinginan dan harapan, Berhentilah berusaha untuk memiliki maka berpasra lah saat itu akan masuk kedalam hati cinta yang sejati.
................
Pagi ini Satrio akan melanjutkan perjalanan menuju Sabang tepat nya di gunung Hijabo itu rute perjalanan akhir bagi Satrio tapi bukan bagi skenario Allah pasti nya dan Satrio sedang memerankan aktor di skenario Allah tersebut hingga menjadi pemain yang dapat kan piala oscar yang tentu nya dari Allah juga.
Kepergian Satrio di sertai oleh gemuru petir yang bersaut - sautan dan saat itu Satrio hanya tersenyum memandang langit seakan diri nya tau bahwa alam akan menyertai setiap langkah nya di lain sisi dalam hati Ani sangat kuat ingin berjumpa dengan Satrio entah ada apa dan Ani pun tanpa pikir panjang keluar dari rumah nya dan berpura - pura akan pulang ke rumah orang tua nya sebab rindu.
" An mau kemana kamu kok seperti nya terburu - buru?"
Tanya Faizal sambil memakan kue kacang buatan Ibu nya.
" Aku mau ke rumah orang tua ku."
Jawab Ani sambil melanjutkan langkah kaki nya.
" Hey tunggu biar aku antar!"
Kata Faizal sambil sedikit berteriak namun Ani hanya melambaikan tangan tanda tidak mau di antar Faizal.
Saat itu hati Faizal sangat geram melihat ulah Ani sebab bagi Faizal semakin bertambah nya hari Ani makin berani menjawab semua kata - kata Faizal dan bahkan semenjak menikah hingga detik ini Ani belum melakukan kewajiban nya di ranjang, Saat itu Faizal bergumam dalam hati nya.
Tunggu saja nanti malam jangan harap kamu bisa menolak ku lagi Ani, Sudah cukup bersabar aku selama ini dengan sikap mu yang selalu cuek dengan ku, Ingat sumpah ku Ani sejak malam ini kau hanya budak pemuas ku jangan harap aku berbelas kasih pada mu!
Gumam Faizal dengan pandangan penuh dendam kepada Ani, Sedang kan Ani saat itu selama perjalanan bergumam dalam hati nya dan berharap Satrio mendengar nya.
Mas Satrio aku datang Mas, Aku berharap kau sudah sembuh dan bisa membawa ku pergi jauh dari monster itu sebab aku tidak mungkin menolak ajakan dia di ranjang sedangkan aku ingin yang melakukan itu kamu Mas bukan monster biadab itu.
__ADS_1
Gumam Ani sambil mempercepat langkah kaki nya berharap bisa berjumpa dengan Satrio dan pergi dari Faizal namun Allah sangat menyayangi Satrio sehingga di saat Ani sampai di rumah Nenek nya hanya berjumpa dengan Kang Tarjo dan Bang Asmi saja.
" Eh Butet dengan siapa kau kemari? Bukan dengan suami mu kan?"
Tanya Bang Asmi sambil menata baju ke dalam tas nya.
" Aku sendiri kesini Wak, Mas Satrio mana Wak apakah masih sakit dia Wak?"
Kata Ani sambil pandangan nya menuju ke arah di mana Satrio tidur saat sakit.
" Satrio sudah pergi Tet, tadi pagi setelah sholat dia berpamitan kepada kita berdua."
Jawab Bang Asmi dengan wajah sedih.
" Pergi ... mengapa kalian tidak melarang nya, Sebenar nya kalian teman macam apa membiarkan Mas Satrio pergi sedang kan luka nya belum sembuh ... sungguh jahat kalian!"
Kata Ani yang terduduk di bangku sambil menangis sejadi - jadi nya di hadapan Bang Asmi dan Kang Tarjo.
Jawab Kang Tarjo yang belum sempat menyelesaikan kata - kata nya sudah di timpa pertanyaan oleh Ani.
" Mas Satrio pergi kemana!"
Kata Ani yang masih menangis sambil berdiri seakan - akan ingin mengejar Satrio.
Saat itu Bang Asmi dan Kang Tarjo hanya bisa saling pandang dan menggelengkan kepala seakan - akan mereka berdua tidak tau kemana pergi nya Satrio, Padahal Satrio berpesan kepada mereka berdua agar tidak mengatakan kepada Ani.
" BOHONG KALIAN ... tidak mungkin kalian tidak tau kemana Mas Satrio pergi nya, Baik bila kalian tidak memberi tau maka aku akan pergi mencari Mas Satrio sendiri!"
Kata Ani sambil membalikkan badan nya dan berjalan keluar sambil masih menangis.
__ADS_1
Saat itu Kang Tarjo dan Bang Asmi segera menahan Ani agar tidak pergi mengejar Satrio sebab urusan nya akan panjang, Bila sampai Faizal tau bahwa Ani pergi dengan Satrio bisa saja kedua orang tua nya Ani akan jadi korban dan pasti nya Satrio tidak akan pernah selamat.
" LEPAS KAN ... AKU AKAN PERGI BERSAMA MAS SATRIO!"
Teriak Ani sambil menangis dan lengan nya di pegang oleh Bang Asmi dan Kang Tarjo saat itu.
" Dik Ani istighfar Dik ingat Allah jangan seperti ini."
Kata Kang Tarjo yang sebenar nya tidak tega melihat Ani seperti itu.
" Sadar lah Tet, Kau sudah menikah tidak mungkin kau lari kejar Satrio ingat lah sama Ayah dan Ibu mu kasian Tet."
Kata Bang Asmi sambil memegang lengan Ani yang masih berusaha memberontak.
Beberapa menit kemudian Ani pun lemas sambil masih menangis merasakan harapan nya telah pupus untuk pergi dan hidup bersama Satrio di dalam pikiran Ani bahwa semua kenangan indah bersama Satrio hanyalah sebuah memori yang harus bisa dia hapus meski itu tidak mungkin sebab hati dan pikiran Ani hanya ada Satrio saja.
Mas Satrio mungkin ini hukuman yang kau berikan pada ku, Aku akan terima hukuman yang kau berikan tapi kamu juga harus tau Mas bahwa dalam hati ku hanya lah diri mu seorang maka aku mohon kembalikan cinta, sayang dan senyuman ku yang sudah kau bawa pergi Mas.
Gumam Ani sambil masih menangis kemudian jatuh pingsan di pelukan Bang Asmi, Saat itu Bang Asmi segera membawa Ani pulang ke rumah orang tua nya sebab di takut kan Faizal mengetahui keberadaan Ani sebenar nya saat itu, Sekitar 45 menit sampai lah mereka bertiga di rumah Ayah dan Ibu Ani.
Saat sampai di rumah orang tua nya Bang Asmi mengatakan bahwa Ani pingsan di pasar dan mereka berdua membawa nya pulang, Mereka berdua tidak mengatakan sebenar nya demi menjaga semua nya agar tidak ada lagi yang terluka sebab ulah Faizal yang brutal dan apa pun yang di ingin kan harus tercapai.
Saat ini Satrio sedang duduk di samping sungai yang sangat jernih, Satrio menunggu saat datang nya waktu sholat dhuhur sambil sesekali diri nya tersenyum mengenang semua memori nya saat bersama Ani.
Dik Ani jangan menyerah lakukan yang di perintahkan Allah dan jangan tinggal kan kewajiban Dik Ani sebagai istri Faizal bila Dik Ani tidak melakukan kewajiban sebagai istri itu dosa, Jangan pikir kan aku Dik, Aku ikhlaskan semua nya dan aku kosongkan hati ku dari keinginan dan harapan semua akan aku serahkan kepada Allah.
Gumam Satrio dalam hati sambil senyum dan dada nya pun tidak terasa sesak dan sakit dan langkah kaki nya pun terasa ringan saat melangkah, untuk ukuran manusia umum jarak yang harus di tempuh Satrio sampai tujuan selama 1 minggu itu pun bila naik kendaraan namun bila di tempuh dengan berjalan kaki bisa 1 bulan baru sampai di puncak gunung.
Lalu apakah rintangan Satrio hingga mencapai puncak dan apakah yang akan di ambil Satrio di gunung itu dan akan di gunakan untuk apa semua itu, Apakah Ani akan bertahan dengan Faizal hingga akhir hayat nya ataukah semua akan berubah saat Satrio kembali, Apakah Satrio akan menemui Ani lagi dan kapan waktu nya mereka bersatu ataukah memang mereka tidak akan pernah bersatu?
__ADS_1
Ikuti terus perjalanan Satrio hingga mendapat kan cinta sejati nya dan untuk menjawab rasa penasaran reader dukung terus author dengan like, komentar, rate dan favorit agar author rajin update nya.