
Saat ini kita akan membahas tentang takdir secara realistis bukan tentang takdir yang ada di dunia fantasi atau halusinasi, Semua kejadian atau kata lain dari takdir itu sendiri adalah segala sesuatu yang sudah menjadi ketetapan Allah sang maha khaliq dan tidak bisa di ubah meski pun kita mau merubah dan keluar dari kata takdir kita tetap bertemu suatu kemalangan bukan?
Di sebuah film, komik atau bahkan novel pun tidak ada yang semua nya baik dan bahagia selalu ada yang nama nya penderitaan andaikan ada film, komik atau novel semua alur nya tentang kebahagiaan yakin tidak laku atau tidak akan ada peminat nya bukan?
Kita semua sudah memiliki takdir sendiri - sendiri dalam kehidupan ini maka jalani saja takdir kita dengan rasa syukur sebab di balik semua takdir yang kita jalani itu semua adalah proses menuju keberhasilan dan kedewasaan.
.........
Siang ini seperti nya Widhi sedang bahagia sebab sudah mendapat kan 3 target untuk di datangi rumah nya untuk lebih memastikan mereka kah upah dari Allah itu atau kah yang lain, mulai lah Wdhi dengan target pertama nya yang tinggal nya di Nusatenggara Barat yang bernama Sakira.
" Hay Sakira sedang apa kamu, mengganggu tidak aku?"
Tanya Widhi melalu inbox.
Seperti nya tidak ada jawaban akhir nya Widhi melanjutkan kan ke target ke dua nya yang bernama Devi yang berasal dari Denpasar Barat dan seperti nya juga belum mendapatkan jawaban kemudian Widhi melanjutkan ke target ke tiga yang bernama Winni yang tinggal nya di Lampung Barat.
" Hay Win sedang apa? Aku ganggu tidak?"
Kata Widhi melalui inbox yang di sertai stiker senyum.
Ternyata yang ini Widhi segera mendapat jawaban di inbox nya dan di mulailah perbincangan antara mereka berdua dan memang Widhi tukang ngegombal bahkan pohon belimbing saja di gombalin sampai - sampai itu pohon kering nyesek kena gombalan Widhi.
" Oh gak kok aku lagi santai aja maka nya bisa balas inbox kamu Wid."
Jawab Winni sambil membumbu kan stiker senyum.
" Ada yang marah gak ni kalau aku chat kamu di inbox Win? aku gak mau di sebut pembinor."
Kata Widhi membalas chat di inbox.
" Santai aja aku masih sendiri kok jadi aman kok, malah aku yang takut sebab kan banyak banget yang manggil sayang ke kamu Wid?"
Balas Winni di inbox.
" Ya kan kata sayang kan bisa untuk teman, adik, orang tua kan Win dan tidak harus dengan pasangan dong?"
Kilah Widhi yang memang jago ngeles maka nya lulus kursus bajai nya.
" Bisa aja kamu Wid ... memang kamu gak kerja kok jam segini bisa inbox an Wid?"
__ADS_1
Tanya Winni sambil di beri stiker mikir.
" Aku pedagang Win jam segini sudah pulang dagang jadi banyak waktu luang ku, kalau kamu sendiri masih sekolah atau sudah kerja Win?"
Tanya Widhi sambil di beri stiker senyum.
Perbincangan mereka lumayan lama untuk saling mengenal dan mereka akhir nya merasa cocok dan Widhi mengajak Winni jadian saat itu namun di hari yang sama Widhi juga mengajak jadian 999 wanita lain nya yang pasti nya semua alamat nya ada kata Barat nya dan semua di panggil sayang oleh Widhi entah itu di inbox, di komentar status, Whatshap, Imo, Line, Telegram, BBM sampai yang menghubungi nya melalui email semua di panggil sayang.
Mengapa Widhi memanggil sayang pada semua nya sebab Widhi lupa nama nya satu persatu dan di karena takut salah sebut dan jadi nya kacau tujuan nya akhir nya Widhi menggunakan terik itu, jadi semua di panggil SAY oleh Widhi saat itu.
Hehehehe ... memang kalian pikir aku bodoh mau kalian rayu begitu saja kan aku juga tidak tau kalian di belakang ku bagaimana bisa jadi kalian memiliki akun facebook selosin maka nya aku panggil kalian SAY yang kepanjangan nya SAYTONIROJIM.
Batin Widhi sambil terkadang tersenyum sendiri di depan kost nya, Widhi terus melancarkan planing nya tanpa berfikir apa nanti resiko yang harus di hadapi nya dan Widhi juga tidak memikirkan bagaimana kecewa nya wanita - wanita itu bila suatu saat Widhi tinggal kan begitu saja.
Sungguh kejam dan sangat egois sebenar nya Widhi mengapa Widhi seperti itu? Iya Widhi seperti itu sebab dalam diri Satrio yang sudah di rubah menjadi Widhi mengalir darah jiwa pejuang yang keras kepala, pantang menyerah, pakar strategi, raja tega dan siap menebas lawan nya siapa pun sangat berbanding terbalik dengan Satrio dulu yang penuh welas asih, penyayang, menghargai siapa pun, gemar membantu dan selalu menjaga setiap tutur kata nya.
Sedangkan semua pusaka yang di titipkan di tubuh Satrio tidak akan berfungsi bila Satrio tetap menjadi diri nya yang selalu memikirkan orang lain yang sebenar nya adalah musuh nya yang harus di binasa kan, sedangkan Widhi sosok yang sangat tegas, keras, jeli dalam melihat segala hal ya memang Widhi di buat Allah menjadi sedikit humoris dan alay namun semua itu hanyalah sebuah senjata bagi Widhi untuk membekuk musuh nya.
Sore ini Widhi akan bergegas ke rumah seorang gadis yang tinggal nya di daerah Semarang Barat dengan tujuan silahturahmi awal nya namun ternyata sesampai nya di sana hal lain yang di jumpai oleh Widhi.
" Hallo Sin benar gak tu alamat rumah mu? Ini aku sudah makin dekat sama alamat yang kamu kasih."
Kata Widhi melalui telepon yang di beri oleh Sintia.
Kata Sintia sambil senyum sumringah.
" Jembatan mana? jangan bilang jembatan sirotol mustakim yak?"
Kata Widhi sambil senyum saat itu semua mata memandang ke arah Widhi yang bila bicara asal.
"Sembarangan aja kalau ngomong, memang nya kamu sampai mana sih kok bus nya belum keliatan?"
Tanya Sintia sambil melihat arah bus datang.
" Aku sudah di pertigaan dan kata kondektur nya sudah dekat jembatan."
Kata Widhi sambil sedikit berteriak sebab musik di bus itu berisik sekali.
Akhir nya 15 menit kemudian sampailah Widhi di jembatan yang di katakan Sintia dan saat turun dari bus Widhi mencari di mana Sintia yang kata nya menunggu di jembatan, maklum lah mereka hanya berkomunikasi lewat media sosial dan Widhi menggunakan photo profil google begitu juga dengan Sintia akhir nya mereka berdua hanya diam dan saling pandang.
__ADS_1
Waduh kok yang nungguin malah badak bercula satu di jembatan ni bener orang bukan ya jangan - jangan jilmaan malaikat maut nungguin aye di jembatan sirotolmustaqim, Ya Allah gini amat ya tadir hidup ku masak di kasih upah nya gede bener pan ngeri ya Allah kalau kegedean.
Gumam Widhi sambil pandangan nya tertuju pada dada wanita di hadapan nya yang ukuran nya super jumbo hingga otak Widhi ber treveling ke hal yang mengerikan saat malam pertama, di sisi lain Sintia juga sedang berfikir keras apakah benar yang turun dari bus itu Widhi lalu kenapa beda dengan photo profil nya?
Apa itu Widhi Wirakarna yang di akun facebook itu yang akan jadi suami ku? Tapi kok kecil amat kayak bocah SMP nah kalau bener ini Widhi bisa gagal dong acara pecah durian di malam pertama yang ada dia yang aku pecain?"
Gumam dalam hati Sintia sambil dengan pandangan sedih menerima takdir nya harus menikah dengan Widhi begitu juga dengan Widhi yang juga ngeri menerima tadir nya harus menikah dengan Sintia yang ternyata super size jumbo, Lalu mereka berdua memutuskan saling mendekat untuk menjawab rasa penasaran di hati nya.
" Maaf apa anda .... "
Kata mereka bersamaan sambil saling tunjuk dan akhir nya mereka tertawa sebab saling mengenal suara masing - masing.
Saat itu mereka berdua mencoba tersenyum dan lapang dada menghadapi kenyataan berbanding terbalik dengan ekspektasi kemudian Sintia memberikan kunci motor nya ke pada Widhi dengan maksud agar Widhi yang membawa motor nya dan Sintia yang di bonceng.
" Di depan ada razia gak Sin?"
Tanya Widhi sambil mengenakan helm nya.
" Tadi sih ada tapi gak tau sekarang masih ada apa sudah bubar, memang kenapa Wid?"
Tanya Sintia sambil sedikit bingung.
" Aku gak punya SIM nanti kalau kena razia gimana? mending kamu aja yang bawa motor nya lagi pula kan kamu lebih paham daerah sini kalau ada razia bisa cari jalan tikus?"
Kata Widhi sambil membetulkan tas ransel nya.
" Bener juga apa kata mu Wid ya sudah mana biar aku yang gonceng kamu."
Jawab Sintia sambil senyum mengambil kunci di tangan Widhi.
Untung dia gampang percaya coba itu tadi aku yang bawa motor yakin meski gak ada razia bakal di kejar polisi sebab pikir polisi sejak kapan beruang kutub naik motor mana motor nya jalan sendiri.
Di sela - sela saat Widhi bergumam dalam hati tiba - tiba Sintia main tancap gas saja entah karena emosi melihat Widhi yang tidak sama dengan photo profil atau kah diri nya memang ingin mengakhiri hidup nya namun ternyata Widhi lah yang terkena imbas nya sebab saat motor di gas poll oleh Sintia saat itu Widhi belum siap berpegangan jadi akibat nya Widhi terpental masuk ke dalam parit sawah.
Memang takdir itu tidak enak namun kita tetap saja harus menjalani takdir itu sebab di semua yang tidak enak itu ada hikmah yang besar sedang menanti, Widhi masih pingsan di parit sawah sedang kan Sintia sudah sampai di rumah nya sambil bingung Sintia mencari Widhi yang ternyata tidak ikut dengan nya pulang.
.............
Sungguh menyedihkan nasib Widhi dan Sintia korban kekejaman media sosial dan mau tidak mau mereka berdua harus konsisten dengan pilihan nya, lalu bagaimana dengan Widhi yang memiliki watak raja tega dan super egois apakah akan tetap menikahi Sintia yang over size dan bagaimana nasib Ani apakah Ani juga sudah mendapat kan pengganti dari Faizal?
__ADS_1
Ikuti terus kisah perjalanan hidup para aktor dan ambil hikmah nya agar bisa menjadi ladang sedekah bagi author dan jangan lupa selalu dukung author agar rajin update nya.