
Apa yang kita tau tentang gudang? Pasti dalam benak kita terlintas suatu tempat yang di fungsikan untuk menyimpan berbagai macam barang yang sudah usang dan tidak terpakai bukan? Ya tepat sekali memang fungsi gudang untuk menampung semua barang lalu apa bila gudang itu sudah penuh tetapi masih saja kita isi apa yang terjadi jawab nya pasti akan meledak atau hancur.
Begitu juga dalam tubuh kita juga memiliki gudang jiwa untuk menyimpan segala hal semua kejadian di segala kejadian dari momen yang menyenangkan hingga momen yang menyesakkan dada, lalu apakah gudang jiwa kita tidak bisa penuh dan meledak? Jawab nya bisa penuh dan meledak juga meski buatan Allah, mengapa begitu iya Allah menciptakan manusia dengan penuh keterbatasan bukan mahkluk fantasi yang memiliki banyak kelemahan.
Ciri gudang jiwa yang penuh adalah moodsuwing prilaku yang tidak wajar, penyakit yang timbul dalam tubuh kita, emosional yang berlebihan, lalu bagaimana cara mengatasi nya cara mengatasi buang semua sampah di gudang jiwa secara bertahap dan nikmati kehidupan.
.............
Tiga hari sudah berlalu namun seperti nya Ani belum juga menghubungi Widhi meski di dalam hati kedua nya masing - masing memendam rasa rindu yang mendalam namun seperti nya rasa rindu mereka terbalut oleh ego dan gengsi sehingga kedua nya bertahan dengan pendapat masing - masing yang belum tentu kebenaran nya, yang terjadi mulai lah timbul penyakit maag pada Widhi sebab terlalu memikirkan Ani sehingga tidak enak makan sedang kan Ani pun juga mengalami sakit migrain sebab setiap malam susah untuk tidur terpikir selalu akan Widhi namun akan menghubungi terlebih dahulu gengsi nya melarang.
" Wid kenapa kamu berapa hari ini gak dagang?"
Tanya Toni sahabat nya Widhi.
" Maag ku kambuh Ton, jangan kan buat dagang buat bangun saja lemas badan ku."
Jawab Widhi sambil rebahan di tempat tidur nya.
" Pantas saja aku lihat bentuk mu seperti ayam sayur kematangan, ya sudah ayo aku antar ke dokter."
Kata Toni sambil membantu Widhi bangkit dari rebahan.
" Sial bener di kata ayam sayur kematangan pula."
Jawab Widhi sambil berdiri dibopong oleh Toni.
Itu lah persahabatan mereka meski saling ledek namun ada kasih sayang antara mereka maka timbul lah rasa empati di kedua nya, di sisi lain ada Ani yang mulai tidak fokus dengan pekerjaan nya sebab merasakan migren yang lumayan hebat sehingga yang timbul emosi yang berlebih di tempat bekerja nya.
" An aku lihat dari pagi kok seperti nya kamu sedang ada masalah, apa kamu masih berhubungan dengan playboy facebook itu?"
Tanya Rini sambil menata map di hadapan nya.
" Gak tau gak jelas sudah ilang mungkin tenggelam di telan bumi, capek urusin laki - laki sama semua tidak ada yang betul, semua laki - laki playboy rayu sana rayu sini memang nya mereka pikir wanita hanya untuk di permain kan apa, ini perasaan bukan mobil remot enak saja buat mainan."
Jawab Ani sambil memijat kening nya.
Waduh habis sarapan apa ini bocah ya lancar bener deklarasi nya, jangan - jangan ini bocah lagi stress deh gara - gara mikirin beruang kutub playboy facebook yang gak jelas itu, kasian banget kamu Ani.
Gumam Rini sambil melihat ke arah Ani yang masih memijat kening nya sambil air mata nya mulai mengalir sebab menahan rasa sakit kepala nya, itu lah bila gudang jiwa sudah penuh dan tidak segera di detoksifikasi akan menimbulkan prilaku yang berlebihan maka segera lah buang sampah yang menyumbat agar perilaku kita bisa kembali normal.
" An coba deh kamu cerita sama aku biar beban di jiwa mu lebih ringan dan sakit migren mu lekas membaik."
Kata Rini sambil memegang lengan Ani.
" Percuma cerita juga Rin paling - paling semua akan mengatakan aku yang salah dan selalu aku yang di persalahkan mending aku pendam sendiri saja entah sampai kapan semua ini aku alami."
__ADS_1
Jawab Ani sambil menyeka air mata nya yang semakin deras mengucur.
" An kita semua pasti punya masalah nama nya orang hidup tidak pernah luput dari masalah jadikan lah masalah itu untuk pembelajaran agar kita lebih dewasa."
Kata Rini sambil merangkul Ani yang sedang menangis karena rasa sesak di dada nya.
" Aku tau Rin tapi sampai kapan aku seperti ini selalu dipermainkan lelaki aku lelah Rin."
Jawab Ani sambil masih menangis.
" Ya sudah tinggal kan dia hapus dan blok semua nomor telepon yang ada sama mu An, buka lembaran baru kamu masih muda dan cantik untuk apa mau tersiksa dengan satu lelaki yang tidak jelas seperti dia?"
Kata Rini sambil mengelus kepala Ani.
" Semalam aku sudah blok nomor nya di whatsaap tapi waktu selesai sholat subuh aku kata hati ku mengatakan suruh buka lagi blok nya lalu aku buka lagi dan ternyata dia buat status di whatsaap kalau dia mau bunuh diri Rin."
Jawab Ani yang makin kencang nangis nya.
" Lalu jadi mati nya gitu An?"
Kata Rini sambil mengernyit kan dahi.
" Gak tau Rin, masak dia mati gara - gara aku Rin nanti kalau dia gentayangan lalu ngejar aku gimana kan serem Rin."
Jawab Ani sambil masih menangis.
Gumam Rini yang mencoba menenangkan Ani yang sedang depresi ketakutan yang berlebih itu pun salah satu ciri gudang jiwa yang sudah penuh, di sisi lain ada Widhi dan Toni yang baru pulang dari rumah sakit.
" Wid sebenar nya kamu ada masalah apa sih kok sampai maag mu separah itu?"
Tanya Toni sambil meletakkan segelas air hangat di samping Widhi.
" Masalah nya aku bosan makan Ton."
Jawab Widhi singkat sambil pandangan nya ke langit - langit kamar nya.
" Nama nya mahkluk hidup itu ya pasti harus makan Wid mau mati apa gak mau makan?"
Kata Toni sambil membuka bungkus roti.
" Biar lah Ton mungkin lebih baik mati dari pada tersiksa seperti ini."
Jawab Widhi sambil meringis merasakan nyeri di lambung nya.
" Wid jangan putus asa tidak baik, kita jangan pernah cari masalah tapi juga jangan lari dari masalah kita hadapi masalah itu pasti ada solusi nya kok."
__ADS_1
Kata Toni sambil menyodorkan sebungkus roti.
" Iya aku tau cuma aku ngerasa ngemis - ngemis banget gitu sama cewek itu kan aku juga punya harga diri Ton, masak harus aku terus yang mengalah gantian dong dia yang hubungi aku duluan."
Jawab Widhi dengan nada emosi yang tertahan.
" Wid gini ya aku cuma kasih solusi saja ke kamu biar kamu lekas sehat dan bisa dagang lagi, dalam cinta itu gak ada yang siapa lebih dulu atau salah benar, dalam cinta itu yang ada saling memberi, saling memahami dan saling berbagi dan kalau masih ada kata gantian itu bukan cinta nama nya Wid tapi teman dan bisa di pastikan bahwa selama ini kamu hanya kagum pada wanita itu belum mencintai dia sepenuh nya."
Kata Toni menjelaskan kepada Widhi.
" Kayak orang bener aja kamu Ton sedangkan kamu aja masih jomblo fisabilillah?"
Jawab Widhi sambil memakan roti.
" Kenapa aku masih joblo sampai detik ini sebab aku tidak mudah jatuh cinta seperti kamu Wid, baru ada yang kasih perhatian sudah ke bawa perasaan langsung bilang cinta, kejiwaan mu yang jadi masalah bukan di wanita itu masalah nya Wid."
Kata Toni menjelaskan kepada Widhi agar menyadari bahwa sakit nya itu di karena kan ego nya sendiri.
Saat itu Widhi terdiam sambil berpikir.
Iya benar aku sangat mudah mengatakan cinta pada setiap wanita sehingga Ani lah yang menjadi korban dari ke egoan ku selama ini, sungguh baik Ani yang selalu memberi kesempatan aku untuk berubah tapi aku nya yang tidak tau diri selama ini dan pantas saja dia sekarang benar - benar meninggal kan aku.
Gumam Widhi dalam hati dan tanpa terasa jatuh lah air mata nya di pipi mengenang semua ulah diri nya dengan begitu banyak wanita bermesraan di komentar dan pasti nya Ani melihat nya, andaikan hal itu terjadi pada Widhi apakah mungkin Widhi masih memberi kesempatan kepada Ani untuk berubah seperti yang di laku kan Ani kepada Widhi saat ini.
" Wid saran ku kikis ego mu bila kamu merasa bersalah hubungi dia terlebih dahulu dan mintalah maaf lalu kamu nya juga berusaha berubah belajar komitmen dengan satu wanita lain nya sudah putusin."
Kata Toni sambil menepuk pundak Widhi.
" Iya Ton makasih ya kamu sudah mau mengingat kan aku dan peduli sama aku meski aku sering iseng dan jail sama kamu."
Jawab Widhi sambil senyum dan menghapus air mata nya.
" Itulah sahabat Wid selalu ada dalam kondisi apa pun dan aku lah orang pertama yang akan menangis bahagia melihat keberhasilan mu itu."
Kata Toni sambil senyum lalu memeluk Widhi untuk memberi kekuatan batin dalam menghadapi segala permasalah saat ini.
...........
Begitu indah nya persahabatan saling mendukung dan saling mengingatkan bukan saling memojokkan dan menghakimi itu bagi orang yang sudah melek psikologis tapi parah nya kalau kita bertemu dengan orang yang toxic wah yang ada tiap detik kita mendengar keluhan nya dan bila sudah penuh itu gudang jiwa nya bakal kita juga yang terkena imbas nya marah - marah tidak jelas dan berakibat ilmu low off ciprat berlaku kita akan tertular begitu juga sebab keluhan teman kita itu di copy paste ke alam bawa sadar kita.
Ternyata Widhi dan Ani sebenar nya saling menyayangi dan saling membutuhkan tapi mereka masih sama - sama mendahulukan ego dan belum paham betul apa itu cinta dan kasih sayang sesungguhnya, orang tegas harus tapi jangan terlalu tegas nanti akibat nya jadi kaku dalam mengambil keputusan apa pun yang terlalu itu tidak lah baik maka belajar lah fleksibel dalam segala hal.
Ikuti terus perjalanan Widhi dan Ani yang sedang dididik Allah untuk mengenal apa arti kata cinta dan kasih sayang melalui setiap permasalahan yang datang menghampiri mereka berdua, petik lah hal positif dalam setiap permasalahan mereka berdua dan jangan pernah lupa selalu dukung author agar rajin update nya.
__ADS_1